Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 Mei 2025

DPRD Dukung Penuh Realisasi RPJMD Kota Cirebon 2025-2029

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE mendukung penuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 Kota Cirebon untuk direalisasikan. Sebab, RPJMD menjadi pijakan utama pemerintah daerah melaksanakan pembangunan lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikan dalam acara Musrenbang RPJMD Kota Cirebon 2025-2029 di Ruang Prabayaksa Gedung Setda, Rabu (21/5/2025).

Andrie juga menyampaikan bahwa RPJMD Kota Cirebon harus memperhatikan dan memuat visi misi yang telah ditentukan Pemerintah Pusat melalui Asta Cita, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui 9 Langkah Jabar Istimewa, dan Pemerintah Kota Cirebon melalui visi SETARA-Berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan DPRD Kota Cirebon berkomitmen mengawal arah pembangunan selama lima tahun ke depan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah baik dari sisi pengawasan maupun penganggaran.

“DPRD pada intinya sepakat dan mendukung penuh apa yang telah dirumuskan dalam Rancangan RPJMD, dan kami berkomitmen akan mengawasi apa yang sudah disepakati baik dalam RPJPD maupun RPJMD,” kata Andrie.

Adapun setelah musrenbang RPJMD, DPRD Kota Cirebon akan menerima Rancangan Akhir RPJMD yang nantinya dibahas pansus dan dibawa untuk disetujui melalui rapat paripurna maksimal enam bulan setelah Walikota dilantik atau bulan Agustus 2025.

Andrie juga mencatat ada empat hal yang saat ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Pertama, persoalan sampah yang saat ini masih ditemui sejumlah lahan yang dijadikan TPS liar oleh masyarakat. 

Selain itu, TPA Kopi Luhur juga perlu disikapi segera karena kapasitasnya diperkirakan hanya mampu bertahan dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.

“Kemudian persoalan banjir juga harus ditangani serius, agar masyarakat tidak menganggap banjir sebagai hal yang biasa terjadi. Kita harus hilangkan atau minimalisir, karena banjir pun bisa menjadi permasalahan ke infrastruktur jalan,” tuturnya.

Ketiga, Andrie juga menyebut pemerintah daerah harus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cirebon. Karena menurutnya berbagai pembangunan di daerah baik sekolah, rumah sakit, hingga bantuan sosial memerlukan anggaran dari APBD.

Salah satu di antaranya yakni memaksimalkan potensi daerah Kota Cirebon sebagai destinasi wisata, baik kuliner, religi hingga wisata lainnya. 

Saat ini, pemerintah daerah melalui Disbudpar telah menentukan 16 titik potensi destinasi wisata yang diproyeksikan mampu menarik wisatawan dan meningkatkan PAD di Kota Cirebon.

“Kami mengimbau segala potensi yang ada ditingkatkan, dan menjadi perhatian khusus dalam peningkatan PAD. Karena ketika ekonomi meningkat, itu juga meningkatkan pendapatan per kapita di Kota Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Cirebon Siti Farida Rosmawati SPdI mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis untuk pembangunan Kota Cirebon lima tahun ke depan. Selain itu RPJMD 2025-2029 disusun untuk mewujudkan visi “Terwujudnya Kota Cirebon yang SETARA Berkelanjutan Tahun 2029”. (Ara)

Menurut Farida, ada tiga arah pembangunan strategis yang menjadi dasar RPJMD, yaitu pembangunan manusia dan pemerintahan, pembangunan ekonomi, serta infrastruktur dan kewilayahan.

“Mari kita pastikan, pembangunan lima tahun ke depan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, menjawab tantangan zaman, dan membawa Cirebon lebih maju dan SETARA,” katanya.

Lewat Pembangunan Kolaboratif, Musrenbang RPJMD 2025–2029 Wujudkan Visi SETARA



CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 di Ruang Prabayaksa, Balai Kota, Rabu (21/5/2025). 

Mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya menyusun kebijakan pembangunan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. 

“Musrenbang ini bukan hanya agenda rutin, tapi forum strategis untuk menyatukan pandangan, menyusun arah pembangunan, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat secara partisipatif dan berbasis data,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, RPJMD merupakan dokumen rencana lima tahunan yang akan menjadi pijakan seluruh perangkat daerah dalam menyusun program dan kegiatan. Untuk periode kali ini, Kota Cirebon mengusung visi besar “Terwujudnya Kota Cirebon yang SETARA Berkelanjutan Tahun 2029.”

Visi tersebut dijabarkan melalui lima nilai utama dalam akronim "SETARA" yakni Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan. Menurut Wakil Wali Kota, kelima prinsip itu akan menjadi landasan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, menciptakan rasa aman, dan menjamin kesinambungan kebijakan.

Dalam paparannya, Wakil Wali Kota menyampaikan tiga arah pembangunan strategis yang akan menjadi fokus RPJMD, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan, penguatan sektor ekonomi lokal seperti UMKM dan pariwisata, serta pengembangan infrastruktur dan layanan digital yang merata dan tangguh.

“Kita tidak bisa lagi bekerja sektoral. Semua perencanaan pembangunan harus didasarkan pada prinsip Tematik, Holistik, Integratif, Spasial, dan Sinergis atau THISS,” tegasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas sektor sangat penting agar hasil pembangunan benar-benar terasa oleh masyarakat luas.

Wakil Wali Kota menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah agar segera menyusun Renstra 2025–2029 yang mengacu langsung pada RPJMD, serta melakukan koordinasi aktif dengan Bappelitbangda. 

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, baik dari APBN, bantuan provinsi, maupun kemitraan dengan dunia usaha melalui CSR dan TJSL.

“Kita tidak bisa membangun Kota Cirebon sendirian. Dibutuhkan semangat gotong royong dan keterlibatan semua elemen, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap RPJMD 2025–2029 benar-benar menjadi dokumen yang hidup dan dinamis. 

“Jangan sampai RPJMD hanya jadi tumpukan kertas. Ini harus jadi panduan nyata yang mendorong perubahan dan membawa Kota Cirebon lebih maju, lebih inklusif, dan tentu saja lebih SETARA,” tutupnya. (Ida)



Selasa, 20 Mei 2025

UIN Siber Cirebon dan Kankemenag Bersama Pusbangkom Kemenag RI Gelar Bimtek Tata Naskah Dinas

CIREBON, FC - Pusat Pengembangan dan Pelatihan (Pusbangkom) Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Naskah Dinas selama tiga hari, 20–22 Mei 2025. 

Kegiatan ini berlangsung di lantai 2 Auditorium Kankemenag Kabupaten Cirebon dan diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 23 tenaga kependidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan 7 peserta dari Kankemenag Kabupaten Cirebon.

Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, yakni Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. (Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon), Jajang Badruzaman (Kasi Penmad Kankemenag Cirebon), serta dua Widyaiswara Ahli Madya dari Pusbangkom Kemenag RI, yaitu H. Ahmad Nidjam, S.IP., MM. dan Agustina, S.Kom., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia.

Dalam arahannya, Prof. Aan menekankan pentingnya digitalisasi administrasi sebagai bagian dari transformasi layanan publik. Ia menyampaikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah menerapkan sistem administrasi paperless yang memungkinkan layanan tetap berjalan tanpa hambatan waktu dan tempat.

“Dengan layanan digital, kita tidak terhalang oleh jarak dan waktu. Yang terpenting adalah komitmen pimpinan untuk menerapkannya di lingkungan kerja. Dan yang tak kalah penting, pimpinan harus senantiasa siap kapan dan di mana saja untuk mem-approve TTE (Tanda Tangan Elektronik). Kita telah menerapkannya di UIN Siber Cirebon,” tegas Prof. Aan.

Usai memberikan arahan, Prof. Dr. H. Aan Jaelani secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Tata Naskah Dinas. Pembukaan ini menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola administrasi pemerintahan berbasis digital.

Sementara itu, Agustina, S.Kom., M.Si., selaku Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Pusbangkom, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan Kankemenag Kabupaten Cirebon. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam membangun budaya kerja yang tertib, efisien, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Bimtek ini menjadi momentum penting dalam membekali aparatur dengan pemahaman dan keterampilan menyusun tata naskah dinas yang sesuai regulasi dan mendukung sistem administrasi pemerintahan modern.

Bupati Imron Sampaikan Pesan Kebangkitan Era Digital di Harkitnas ke-117

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di halaman Kantor Bupati Cirebon, Selasa (20/5/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Cirebon, Imron, membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menekankan pentingnya semangat kebangkitan dalam menjawab tantangan zaman modern.

Dalam pidatonya, Imron menekankan peringatan Harkitnas bukan sekadar ritual tahunan, namun menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan kolektif bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

“117 tahun lalu, melalui berdirinya Budi Utomo, kita belajar bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan sendiri,” ujarnya.

Imron menyoroti kebangkitan nasional hari ini menuntut keberanian baru di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, krisis pangan, serta ancaman terhadap kedaulatan digital.

Ia menyebut, bangsa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus globalisasi, tetapi harus tampil sebagai pemimpin perubahan.

“Indonesia memilih untuk berdiri sebagai mitra dialog yang aktif, menjaga kepentingan nasional sambil memberi solusi bagi dunia. Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif terus jadi jangkar dalam menghadapi kompleksitas global,” lanjutnya.

Ia pun menyampaikan capaian awal pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Imron menyebut langkah kebangkitan dimulai dari kebutuhan mendasar rakyat seperti program makan bergizi gratis, yang telah menjangkau 3,5 juta anak, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lebih dari 777 ribu warga.

“Pemerintah memulai dari hal-hal sederhana seperti perut kenyang, hati lapang, dan akses kesehatan yang merata. Ini fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa,” katanya.

Lebih jauh, pemerintah juga berkomitmen mengembangkan sektor ekonomi melalui pendirian Danantara Investment Agency, serta memperluas pelatihan vokasi dan talenta digital untuk menghadapi era kecerdasan buatan.

Selain itu, tutur Imron, perlindungan anak di ruang digital juga diperkuat melalui regulasi baru yang menjamin keamanan dan etika dalam interaksi daring.

Di akhir pidatonya, Imron menegaskan seluruh upaya ini berpijak pada satu tujuan besar yakni membangun masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berpihak pada rakyat.

“Hari Kebangkitan Nasional adalah momen untuk memperkuat arah perjalanan bangsa. Kita pastikan pembangunan bukan hanya megah, tapi juga bijak dan berkeadilan,” tutupnya. (Ara)

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Wakil Wali Kota Serukan Semangat Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati bertindak sebagai inspektur upacara dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang berlangsung di halaman Balai Kota Cirebon pada Selasa (20/5/2025). 

Upacara ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi pemuda, serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merenungi semangat para pendiri bangsa dan menjadikannya inspirasi dalam menjawab tantangan zaman.

“Tahun ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para pendahulu bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, semangat kebangkitan harus terus kita jaga dan kita nyalakan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam kerja nyata, kolaborasi, dan inovasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan tema Harkitnas tahun 2025 yang mengangkat pentingnya kebangkitan nasional di era transformasi digital dan penguatan kemandirian bangsa. Menurutnya, nilai-nilai kebangkitan harus tercermin dalam cara pemerintah memberikan pelayanan yang semakin inklusif, cepat, dan berbasis teknologi. 

"Sebagai bagian dari pemerintah daerah, kami percaya bahwa nilai-nilai kebangkitan nasional harus terwujud dalam pelayanan publik yang makin adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi, sejalan dengan visi Kota Cirebon yang Setara dan Berkelanjutan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga membacakan Pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI yang menjadi bagian resmi dari upacara peringatan Harkitnas. Pidato tersebut mengulas kembali makna lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang menandai dimulainya kesadaran nasional sebagai fondasi perjuangan bangsa Indonesia.

Menteri menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukanlah peristiwa masa lalu yang sudah usai, melainkan proses panjang yang menuntut kita untuk terus beradaptasi dan menjawab tantangan zaman modern seperti disrupsi teknologi, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital. 

“Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut keberanian, bukan nostalgia,” demikian kutipan dari pidato Menteri yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota.

Di tengah arus globalisasi dan ketidakpastian dunia, Indonesia disebut tetap kokoh berdiri di jalur politik bebas aktif yang menjaga kemandirian bangsa. Pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial, dengan memastikan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa komitmen kebangkitan harus dirasakan hingga ke tingkat lokal. 

“Di Kota Cirebon, semangat kebangkitan itu kami wujudkan lewat kerja nyata, melalui layanan publik berbasis digital, penguatan ekonomi rakyat, dan pembangunan kota yang berkeadilan,” ungkapnya.

Ia juga mendukung penuh arah pembangunan nasional yang berpijak pada delapan misi utama atau Asta Cita sebagai panduan menuju perubahan yang berkelanjutan. 

Menurutnya, misi tersebut penting agar setiap warga negara, di kota besar maupun pelosok, merasakan manfaat dari pembangunan secara nyata.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh warga Kota Cirebon untuk menjaga semangat kebangkitan dalam keseharian. 

“Mari kita jaga kebangkitan ini seperti akar yang tumbuh pelan tapi kuat. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah yang berakar dalam nilai kemanusiaan dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” pungkasnya. (din)