Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Juni 2025

Pemkot Cirebon Berlakukan Jam Malam, Disiplin Waktu dan Lindungi Generasi Muda

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan pelajar mulai Senin (23/6/2025). Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Barat terkait penguatan perlindungan terhadap generasi muda. 

Penerapan jam malam ini bertujuan untuk menjaga keamanan serta mencegah potensi kegiatan negatif yang bisa melibatkan remaja di malam hari.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan langsung pemberlakuan jam malam tersebut saat menjadi pembina upacara di SMPN 7 Kota Cirebon, Senin (23/6/2025). 

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama, dan pemerintah hadir sebagai pihak yang peduli dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillaah, saya hadir di SMPN 7. Sekolah ini kebersihannya terjaga dan menjadi contoh. Sekolah-sekolah lain juga harus bisa mencontoh hal baik ini. Menjelang libur sekolah, mulai hari ini jam malam diberlakukan,” ujar Wali Kota di hadapan para siswa dan guru.

Menurutnya, mulai pukul 21.00 WIB, semua anak-anak diharapkan sudah berada di rumah. Pemerintah akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP dan perangkat daerah terkait untuk melakukan patroli dan sweeping di beberapa titik strategis di Kota Cirebon. Mereka yang masih berkeliaran di luar rumah setelah jam yang ditentukan akan diarahkan untuk segera pulang.

“Kalau lewat jam 9 malam masih di luar, kita akan arahkan untuk kembali ke rumah. Ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Anak-anak sebaiknya berada di rumah, belajar, atau membantu orang tua,” tambahnya.

Selain aspek keamanan, penerapan jam malam juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak. “Ini wujud rasa sayang pemerintah kepada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan kalian terganggu hanya karena kelalaian di masa muda,” tegas Wali Kota.

Wali Kota juga berharap agar para orang tua ikut aktif memantau kegiatan anak-anak di rumah selama libur sekolah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan dari kebijakan ini. 

"Mari dukung langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama," ajaknya.

Dengan penerapan jam malam ini, diharapkan anak-anak Kota Cirebon dapat lebih fokus pada hal-hal yang positif dan terarah, serta menjauhkan diri dari potensi kenakalan remaja. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam hal ini bersifat persuasif dan edukatif. (Ara)



Dukung Penuh Paskibraka, Wali Kota Cirebon Tekankan Pengabdian dan Integritas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri rangkaian kegiatan Pradiklatsar, Diklatsar, serta Pemusatan Latihan Paskibraka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 di Balai Kota Cirebon, Selasa (24/6/2025). 

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelepasan peserta seleksi tingkat nasional dan pertemuan khusus dengan para orang tua calon anggota Paskibraka.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam proses pembinaan calon Paskibraka Kota Cirebon. 

Menurutnya, semangat kebangsaan yang ditanamkan dalam proses ini merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang unggul.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina atas dedikasinya dalam membina para generasi unggul ini,” ujarnya. 

Wali Kota juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung penuh putra-putrinya untuk ikut serta dalam proses seleksi dan pelatihan. 

"Saya harap para orang tua terus mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Restu orang tua adalah bekal yang sangat penting dalam perjalanan mereka,” tuturnya. 

Wali Kota menilai, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya sekadar tugas mengibarkan bendera saat upacara kemerdekaan, tetapi lebih dari itu, merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. 

“Ini adalah bentuk pembentukan karakter dan kecintaan terhadap tanah air. Tidak semua remaja diberi kesempatan ini,” lanjutnya.

Wali Kota juga mengakui bahwa perjalanan para calon Paskibraka tidaklah mudah. Mereka harus melewati proses panjang dari pradiklat, diklat, hingga latihan intensif yang menuntut komitmen, kekuatan fisik, serta ketahanan mental yang tinggi. 

“Tapi kalian harus percaya, bahwa proses ini akan membentuk kalian menjadi pribadi tangguh. Pemimpin-pemimpin masa depan lahir dari tempaan seperti ini,” pesannya kepada para peserta.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, memberikan dukungan penuh bagi peserta yang akan melanjutkan seleksi di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga berpesan agar para peserta membawa semangat khas Wong Cirebon yang rendah hati namun berjiwa juang tinggi. 

“Tunjukkan bahwa anak-anak muda Kota Cirebon mampu bersaing dengan tetap menjunjung budaya, etika, dan integritas,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cirebon, Buntoro Tirto, menjelaskan bahwa total peserta yang mendaftar dalam seleksi Paskibraka tahun ini mencapai 301 siswa, terdiri dari 140 putra dan 161 putri yang berasal dari 24 sekolah se-Kota Cirebon. Seleksi dilakukan secara transparan menggunakan aplikasi khusus bernama Transparansi Paskibraka.

“Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, hanya 32 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pelatihan intensif. Mereka terdiri dari 16 putra dan 16 putri terbaik,” ujar Buntoro.

Ia juga menambahkan bahwa satu siswa dari SMAN 3 Kota Cirebon terpilih sebagai perwakilan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat, sementara satu siswa dari SMAN 1 Kota Cirebon melaju ke seleksi tingkat nasional.

Menutup kegiatan, Wali Kota berharap seluruh rangkaian pembinaan dan seleksi Paskibraka ini dapat berjalan lancar, tertib, dan melahirkan generasi muda Kota Cirebon yang siap mengemban tugas sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme yang kuat. (din)



Senin, 23 Juni 2025

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon Mengawali Uji Coba Wisata Bahari Restoran Seafood Apung di Pantai Baro-Gebang Mekar

KABUPATEN CIREBON — Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon mengawali uji coba wisata bahari restoran seafood apung di Pantai Baro Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.

Desa Gebang Mekar dipilih, karena memiliki potensi perikanan dan laut yang sangat besar. Tak sekadar wisata, restoran seafood apung ini adalah benih dari perubahan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini hanya menjadi penyuplai bahan mentah hasil laut.

Restoran seafood apung ini merupakan inisiasi baru pengembangan potensi wisata bahari di Pantai Baro Desa Gebang Mekar yang memadukan pola pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata berbasis potensi wilayah.

Lebih dari sekadar makan di laut, restoran seafood apung ini merupakan simbol bahwa pembangunan daerah bisa berpijak pada kekuatan lokal.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Bappelitbangda ingin menunjukkan bahwa wisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang masyarakat yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata itu sendiri.

Mengusung konsep wisata bahari yang memadukan pesona alam dan cita rasa laut, restoran seafood apung ini menawarkan pengalaman unik: menyantap kuliner laut khas Gebang langsung di atas kapal nelayan, sambil menikmati panorama matahari tenggelam (sunset) yang indah dan romantis.

Konsep “sunset to dinner” dengan tema “Seafood Dinner on The Baro Beach” ini dirancang untuk memikat wisatawan dari sore hari pukul 15.00 hingga malam pukul 21.00 WIB.

Restoran seafood apung ini bukan sekadar tempat makan, tapi merupakan tonggak awal pembangunan kawasan wisata bahari terpadu. Memberikan peluang tambahan bagi nelayan, dari sewa perahu hingga menjual hasil laut dalam bentuk olahan kuliner khas Gebang yang bernilai ekonomi tinggi.

Ke depan, potensi lain pun diharapkan ikut bangkit: homestay warga, produk lokal, hingga aktivitas seni dan budaya bisa ikut tumbuh seiring geliat wisata.

Pengembangan restoran seafood apung ini diharapkan menjadi cikal bakal pengembangan olahan kuliner berbahan dasar hasil laut di Desa Gebang yang akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Gebang Mekar.

Tak sendiri, dalam uji coba ini Bappelitbangda melibatkan kolaborasi lintas sektor: Disbudpar, BKAD, DKPP, Diskominfo, Pemerintah Desa Gebang Mekar dan beberapa masyarakat turut ambil bagian.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konsep wisata yang berkelanjutan memang harus melibatkan banyak pihak, dari hulu ke hilir.

Tak hanya soal atraksi wisata, tetapi juga mencakup penataan kawasan, perbaikan infrastruktur, pengelolaan sampah, promosi digital, hingga edukasi warga.

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon berharap, wisata bahari restoran seafood apung ini selain menjadi pengembangan pemberdayaan nelayan juga menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir Gebang, khususnya Desa Gebang Mekar.

Ke depan, akan ada perbaikan infrastruktur, jalan akses masuk ke tempat wisata akan diperbaiki, penerangan umum akan diperbaiki dan lingkungan akan di tata ulang.

“Sore ini, menguji coba rute dan suasana perjalanan wisata bahari Pantai Baro dengan konsep restoran di perahu atau resto apung, dan ternyata keren banget. Dari rasa masakan, enak dan luar biasa keren,” ujar Dangi, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, usai uji coba wisata bahari.

“Kemudian, suasana laut atau pantai juga bersih, tinggal kita benahi permukiman sebagai pintu akses ke perahu agar lebih nyaman ,” tuturnya, Jumat (20/6/2025).

Dangi mengatakan, Gebang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari berbasis resto dan komoditas hasil laut.

Bappelitbangda Kabupaten Cirebon berharap, warga Gebang Mekar bisa bergerak bersama untuk mengembangkan wisata bahari.

“Sukses buat Pak Kuwu. Dan, warganya bisa kita komunikasikan untuk gerakan sosial, bagaimana kita bersama-sama untuk membenahi Gebang menjadi kawasan wisata bahari,” kata Dangi.

Sementara itu, Kuwu Gebang Mekar, Nurdianto, berterima kasih atas uji coba yang dilakukan Bappelitbangda Kabupaten Cirebon. Ia berharap, perbaikan infrastruktur untuk menunjang wisata bahari segera dilakukan.

“Harapan kami, sungai sesegera mungkin untuk dinormalisasi, karena itu penyebab utama rob ke permukiman,” kata Nurdianto.

“Untuk pengembangan wisata, mudah-mudahan diperbaiki akses jalan menuju perahu, dan lainnya sesuai harapan kami. Agar lebih menarik lagi bagi para wisatawan” tuturnya.

Bukan mustahil, ke depan, kawasan ini akan berkembang menjadi destinasi unggulan yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan inovatif ini, Kabupaten Cirebon membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tapi bisa dari gagasan sederhana yang berpihak pada masyarakat.

Restoran seafood apung di Pantai Baro menjadi bukti bahwa terobosan ekonomi bisa lahir dari potensi lokal dan berbasis pemberdayaan masyarakat, menghidupkan kembali harapan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan cara yang berkelanjutan. (din)

Bismillah FC Raih Juara Pertama di IKB NTT Cup 2025, Ajang Silaturahmi dan Sportivitas Warga NTT di Cirebon

CIREBON, FC — Turnamen minisoccer bertajuk IKB NTT Cup 2025 sukses digelar pada 21–22 Juni 2025 di Minisoccer Sport Center Cirebon. Kompetisi yang mempertemukan berbagai tim asal dan pecinta Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berhasil memikat perhatian warga serta menjadi ajang mempererat silaturahmi antar sesama perantau dan masyarakat sekitar.

Pada gelaran final yang berlangsung seru dan penuh sportivitas, Bismillah FC keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Onne Team sebagai juara dua, dan Bansos FA di posisi juara tiga.

Turnamen dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, sementara penutupan dilakukan oleh Ketua Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKB NTT) Cirebon, Viktor Arnoldus Peny. Dalam sambutannya, Viktor menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini.

“Turnamen ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga soal menjaga persaudaraan, mempererat persatuan, serta mengenalkan semangat kebersamaan warga NTT kepada masyarakat luas,” ujar Viktor.

Salah satu panitia, Rasit, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas kelancaran acara. Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme para peserta dan penonton luar biasa.

“Turnamen ini sangat menghibur, meriah, dan penuh kekeluargaan. Kami sangat berharap IKB NTT Cup bisa menjadi event tahunan yang lebih besar dan profesional ke depannya,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi jembatan yang efektif dalam membangun kebersamaan lintas daerah, latar belakang, dan usia. Semangat sportivitas yang ditunjukkan para pemain menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan IKB NTT dalam setiap kegiatannya. (din)

Pemkab Cirebon Gelar Travel Mart untuk Promosikan Wisata Daerah

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Caruban Nagari Travel Mart di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (23/6/2025).

Gelaran ini sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata daerah kepada para pelaku pariwisata yang tergabung dalam Insan Pariwisata Indonesia (IPI).

Bupati Cirebon, Imron, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai forum seperti ini, penting untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pelaku wisata dari berbagai daerah, termasuk Bali dan Yogyakarta,” ujar Imron.

“Harapannya, Kabupaten Cirebon bisa belajar dari daerah-daerah tersebut yang pariwisatanya telah berkembang pesat,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni, budaya, dan kuliner yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namun, potensi tersebut masih perlu dikemas dan dipromosikan lebih optimal oleh perangkat daerah terkait.

“Jika wisatawan datang ke Kabupaten Cirebon, otomatis ekonomi masyarakat akan ikut bergerak, dan pendapatan asli daerah pun meningkat,” ucapnya menambahkan.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempromosikan dan memasarkan potensi wisata Kabupaten Cirebon kepada jaringan pelaku pariwisata nasional.

“Kami tidak sekadar sosialisasi, tapi mempromosikan kekayaan wisata Kabupaten Cirebon, mulai dari destinasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga budaya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta Travel Mart akan mengunjungi beberapa lokasi unggulan seperti sentra Batik Trusmi, Batu Lawang, dan pemandian air panas.

Malam harinya, peserta dijadwalkan menghadiri Gala Dinner di Baraja Ampitheater, lokasi pertunjukan seni yang kini menjadi ikon wisata budaya di Cirebon.

Syafrudin juga menyampaikan rencana pemerintah untuk mengadopsi konsep pertunjukan rutin seperti di Baraja Ampitheater.

Mulai 2026, pentas seni akan digelar setiap akhir pekan di tiga zona: wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Cirebon.

“Pentas akan digelar secara konsisten setiap malam Sabtu dan malam Minggu, dengan atau tanpa kehadiran wisatawan. Ini bagian dari upaya menghidupkan ruang seni dan budaya lokal,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif warga sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Menurutnya, aksesibilitas di Kabupaten Cirebon sangat mendukung, dengan lima pintu tol, kedekatan dengan laut, dan kemudahan akses ke Bandara Kertajati.

“Sayangnya, masih banyak warga yang belum sadar bahwa mereka juga bisa menjadi insan pariwisata. Banyak kegiatan budaya seperti nadran dan wayang, yang hanya dinikmati sebagai tontonan, bukan sebagai atraksi yang bisa dipromosikan ke luar,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai aktif mengundang orang datang ke Kabupaten Cirebon, memperkenalkan tradisi dan kekayaan budaya yang dimiliki.

“Jangan remehkan potensi yang kita miliki. Batik yang menurut kita biasa saja, bisa jadi sangat berharga di mata wisatawan asing. Pariwisata itu industri dengan rantai ekonomi yang panjang, menyentuh banyak lapisan masyarakat,” tegasnya.

Syafrudin juga menyampaikan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tengah menjalin kerja sama dengan Politeknik Pariwisata Prima Internasional untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor ini.

Sementara itu, Ketua Umum IPI, I Gede Susila Wisnawa, mengapresiasi inisiatif Pemkab Cirebon dan berharap promosi wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami mendorong agar potensi wisata Kabupaten Cirebon dibuatkan kalender kegiatan tetap, seperti yang dilakukan Bali melalui Pesta Kesenian Bali setiap tahun. Dengan adanya kalender ini, pelaku industri bisa menyusun program kunjungan lebih terarah,” tuturnya.

Ia berharap, desa-desa wisata di Kabupaten Cirebon bisa tumbuh bersama dan menjadikan kegiatan seperti ini sebagai awal kebangkitan pariwisata lokal.

“Jangan hanya Bali dan Jogja yang maju. Daerah lain seperti Kabupaten Cirebon juga punya peluang besar jika digarap dengan serius dan berkesinambungan,” katanya. (din)