Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 Juni 2025

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN SSC Ucapkan Selamat kepada Dr. H. Susari, MA atas Amanah Baru

CIREBON, FC – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses kepada Dr. H. Susari, MA atas amanah barunya sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

PKBH UIN SSC mendoakan agar Dr. Susari senantiasa diberikan kelancaran dan kekuatan dalam mengemban tugas mulia tersebut. Harapan besar disematkan agar beliau mampu membawa kemajuan, serta menghadirkan pelayanan akademik yang unggul, akuntabel, dan penuh integritas.

"Mari terus bersinergi demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkeadilan," demikian bunyi pesan dari PKBH UIN SSC yang disampaikan secara resmi.

Penunjukan Dr. Susari sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem tata kelola dan pelayanan di lingkungan kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan visi UIN SSC sebagai perguruan tinggi berbasis digital dan moderasi beragama. (din)

Minggu, 29 Juni 2025

Peneliti BRIN dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Cirebon Berkolaborasi Meneliti Jejak Rempah-Rempah di Jawa Barat

 

CIREBON - Rempah adalah bagian tumbuhan, seperti biji, kulit, akar, atau daun, yang memiliki aroma atau rasa kuat dan digunakan dalam masakan untuk menambah cita rasa, aroma, dan terkadang sebagai pengawet. 

Selain itu, rempah-rempah juga dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Karena daya aromanya itu, rempah seringkali disebut sebagai tumbuhan aromatik. Betapa penting dan bergunanya rempah, sehingga sejak dahulu tanaman ini menjadi primadona bagi masyarakat di Jawa Barat bagian timur untuk dimanfaatkan.

Eksistensi rempah sebagai komoditas yang bermanfaat itu kemudian menarik minat para peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengkaji jejak produksi dan perniagaannya. 

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengungkap pola distribusi rempah di wilayah ini, kontribusi jalur sungai dan darat terhadap dinamika perdagangan, serta interaksi kekuasaan lokal dengan pedagang asing yang memengaruhi tata niaga dan sistem distribusi.

Studi BRIN dalam meneliti jejak rempah dan perniagaannya di Jawa Barat bagian timur ini akan difokuskan di sepanjang aliran Sungai Cimanuk di tiga daerah kabupaten, yaitu: Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Pelaksanaan kajian lapangan awal ini akan berlangsung selama hampir 2 minggu, dari tanggal 25 Juni sampai dengan tanggal - 8 Juli 2025.

Adapun tim peneliti yang tergabung dalam riset ini adalah tim kolaborasi BRIN dengan kepakaran dalam bidang arkeologi sejarah, etnoarkeologi, pemetaan, kebumian, maritim, dan sejarawan dari Prodi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon serta dibantu beberapa personil/sumber daya dari Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga, Kabupaten Sumedang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Ketua Tim Peneliti, Sarjiyanto, menyatakan bahwa penelitian kolaborasi ini meliputi tiga aspek strategis, yaitu: Pengembangan Keberlanjutan Warisan Budaya; Pemberdayaan Sumber Daya Alam untuk Ekonomi Lokal; dan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan. 

Ketiga aspek itu merupakan pelbagai elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian agar penelitian tersebut relevan, efektif, dan memberikan dampak positif yang nyata.

Untuk memandu peneliti dalam mencapai tujuan penelitian secara efektif, maka penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin dengan kolaborasi beberapa metode utama, yang antara lain: Metode Arkeologi dan Sejarah; Analisis Literatur Sejarah; dan Survei Lapangan.

Dalam Metode Arkeologi dan Sejarah, tim peneliti melakukan Eksplorasi situs arkeologis di pelabuhan sungai dan pusat dagang, seperti halnya di daerah Cirebon dan Karangsambung. Eksplorasi ini dilakukan untuk menemukan jejak perdagangan dan struktur sosial-ekonomi dari kawasan tersebut. 

Menurut Nanang Saptono, tim peneliti dari unsur BRIN, penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik, dapat memberikan petunjuk mengenai pola distribusi komoditas tersebut.

"Eksplorasi jejak arkeologis rempah itu menjadi penting karena akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah perdagangan, budaya, dan peradaban manusia di kawasan tersebut. Jejak arkeologis rempah, dapat mengungkap informasi penting tentang rute perdagangan kuno, interaksi antarbudaya, dan bagaimana rempah-rempah mempengaruhi perkembangan ekonomi, sosial, dan politik masyarakat di masa lalu," ungkap Nanang.

Sedangkan dalam analisis Literatur Sejarah, Sonny Chr. Wibisono selaku anggota tim riset menjelaskan bahwa peneliti akan melakukan studi terhadap sumber-sumber primer untuk menelusuri pola perdagangan dan kontribusi kekuasaan politik. 

"Sejumlah catatan kuno, seperti Suma Oriental yang dibuat oleh Tomé Pires dan catatan di masa kolonial seperti The Island of Java yang disusun oleh Joseph Stockdale, akan dikaji secara komprehensif untuk melihat dinamika rempah dalam perspektif sumber sezaman," jelas Sonny.

Libra Hari Inagurasi menambahkan bahwa metode riset ini dilengkapi dengan kegiatan Survei Lapangan. Kegiatan dalam tahap ini dilakukan dengan memetakan jalur darat dan sungai dari Cimanuk hingga Kawali agar bisa mengidentifikasi pola distribusi komoditas dan hubungannya dengan jaringan kekuasaan. 

"Data dari survei ini akan memberikan informasi tentang infrastruktur perdagangan, seperti pelabuhan sungai, pasar, dan jalur transportasi tradisional," ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa sejumlah manuskrip kuno Cirebon memberi informasi tentang urgensi aliran sungai dalam perniagaan masyarakat di masa lalu. 

"Secara logika, untuk memuat barang berat di masa itu sangat sulit. Oleh karenanya, manusia memanfaatkan sungai. Nah, informasi ini bisa kita simpulkan dari bacaan-bacaan kita terhadap naskah-naskah kuno Cirebon," jelas Anwar.

Dosen di Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Tendi, yang menjadi bagian tim peneliti dalam riset ini, menganggap bahwa pemetaan wilayah persebaran dan perniagaan rempah di aliran Sungai Cimanuk turut menjelaskan bagaimana interaksi penduduk pedalaman dan pesisir bisa terjadi. Melalui jalur niaga ini pula, proses Islamisasi berlangsung dan mengungkapkan penerimaan masyarakat terhadap agama "dari Tanah Arab" tersebut.

"Bagaimanapun, kita tidak dapat memungkiri bahwa jalur perdagangan membuka jalan bagi masyarakat Islam yang telah mapan di pesisir untuk masuk ke tengah masyarakat pedalaman. Semula kepentingannya mungkin hanya untuk berniaga, tapi lama kelamaan menyertainya dengan aktivitas penyebaran agama, agar eksistensi para pedagang muslim di sana bisa menjadi lebih terjaga," tutup Tendi. (din)

Sabtu, 28 Juni 2025

Dirgahayu Cirebon ke-598! Setara untuk Pelayanan, Berkelanjutan dalam Pembangunan

CIREBON — Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi Cirebon ke-598 menjadi panggung refleksi dan harapan baru bagi pembangunan Kota Wali. 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten, staf ahli, hingga jajaran kepala perangkat daerah, hadir pada sidang yang digelar Sabtu (28/6/2025).

Dalam pidatonya, Wali Kota  menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kebersamaan semua pihak yang telah menjaga dan membangun Kota Cirebon hingga usia yang ke-598 tahun. 

Wali Kota juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

"Semoga setiap langkah dan ikhtiar kita selama ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian dan karya bakti kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkap Wali Kota.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Wali Kota menekankan bahwa stabilitas ekonomi menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri. Pada Mei 2025, Kota Cirebon mengalami deflasi 0,11 persen. 

Sementara inflasi tahunan hanya 0,98 persen, salah satu yang terendah di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah tekanan global.

Namun, Wali Kota menegaskan bahwa tantangan masih ada. Perubahan iklim dan fluktuasi pasokan pangan bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok. Untuk itu, kolaborasi antarsektor terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi.

Di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kota Cirebon kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya. 

Capaian ini menjadi bukti kerja keras dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

"Saya percaya, pengelolaan keuangan yang transparan menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang menjamin kesetaraan sosial dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti program-program awal dalam masa kepemimpinannya. Dalam empat bulan pertama, Pemerintah Kota Cirebon telah memulai normalisasi sungai di kawasan padat penduduk sebagai bagian dari mitigasi banjir, serta meningkatkan kualitas dan pemeliharaan infrastruktur jalan sebagai pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

"Kami tidak melihat normalisasi sungai sekadar proyek teknis. Ini bentuk komitmen terhadap keselamatan warga dan ketangguhan kota menghadapi perubahan iklim," tambahnya.

Pemerintah juga tengah menata ulang struktur infrastruktur jalan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan mobilitas warga yang meningkat. Peningkatan kualitas jalan dinilai penting dalam mendukung perekonomian lokal, akses pendidikan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Pada aspek keberlanjutan lingkungan, tema "Mayungi lan Nyumponi" menjadi roh dalam peringatan Hari Jadi kali ini. Wali Kota menegaskan sikap tegas terhadap tambang ilegal yang merusak ekosistem dan mengancam keselamatan masyarakat. 

Ia menekankan bahwa pembangunan harus berpihak pada kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota juga mendukung kebijakan pemberlakuan jam malam untuk pelajar demi menciptakan lingkungan sosial yang aman dan sehat. Wali Kota menekankan pentingnya pendampingan anak muda agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan negatif.

"Semua yang kami kerjakan adalah perwujudan dari visi Setara Berkelanjutan, pembangunan yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjaga harapan hari esok," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir dalam sidang paripurna, mengapresiasi jajaran Pemkot Cirebon atas kinerja dan semangat membangun kota. 

"Terimakasih Pak Wali, Bu Wakil, Pak Sekda, jajaran forkopimda, instansi vertikal, para perangkat daerah dan warga Kota Cirebon yang sudah bekerjasama membangun kota ini," ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya penataan ruang kota, pengendalian banjir, dan pelestarian budaya.

"Jalan-jalan kota harus bagus, tanam banyak pohon, di halaman rumah juga bisa. Bangun kota dengan arsitektur yang berkarakter,"  tegas Dedi.

Gubernur juga menekankan penataan gapura, gang, dan kawasan permukiman sebagai cerminan identitas kota yang tertib dan harmoni. 

Ia mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjawab keluhan masyarakat dengan tindakan nyata, karena kehadiran negara seharusnya menjamin kesejahteraan rakyat.

Sidang paripurna istimewa ini menjadi momentum bersama untuk meneguhkan semangat kolaborasi dan kerja nyata dalam membangun Kota Cirebon yang lebih maju, setara, dan berkelanjutan di usia ke-598 tahun. (Nisa)



Wouww... !! Siswi SDN 2 Krandon Curi Perhatian di Festival Talun Ngangeni

CIREBON, FC— Sosok Nada, siswi kelas IV SDN 2 Krandon, sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata dalam gelaran Festival Talun Ngangeni yang digelar meriah di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Dalam penampilannya, Nada menunjukkan bakat luar biasa dalam seni tari, dengan gerakan lincah, gemulai, dan penuh ekspresi yang memukau para penonton.

Tak hanya piawai menari, Nada juga menunjukkan sisi lain dari bakatnya yang jarang dimiliki anak seusianya yakni kemampuan melawak. Dengan karakter komedi yang spontan dan menghibur, Nada mampu membuat para penonton tergelak, termasuk para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir.

Nada merupakan putri binaan Kuwu Desa Krandon, Warnawan, yang sejak dini memberikan perhatian dan ruang kepada anak-anak berbakat di desanya untuk berkembang. 

“Kami bangga memiliki generasi muda seperti Nada. Ini adalah bukti bahwa talenta anak desa juga bisa bersinar di panggung besar,” ujar Kuwu Warnawan dengan penuh haru.

Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Camat Talun Abdul Roup bersama istri, serta para Kuwu se-Kecamatan Talun dan warga masyarakat dari berbagai desa. 

Suasana festival terasa hangat, penuh kekeluargaan, dan kental dengan nuansa budaya lokal yang dibalut dalam semangat kebersamaan.

Penampilan Nada pun menjadi salah satu momen tak terlupakan di malam itu. 

Tak sedikit penonton yang mengabadikan aksinya dan mengunggahnya ke media sosial, menuai pujian serta komentar positif dari warganet.

Festival Talun Ngangeni tahun ini kembali membuktikan bahwa panggung seni budaya bukan hanya milik orang dewasa, tetapi juga menjadi ajang bagi anak-anak daerah untuk menunjukkan potensi luar biasa yang mereka miliki. (Ara)

Jumat, 27 Juni 2025

Fakultas Ushuluddin UIN Siber Cirebon dan Peneliti BRIN Lakukan Penelitian Jejak Rempah di Jalur Cimanuk Jawa Barat

CIREBON, FC – Rempah-rempah bukan sekadar bumbu dapur. Sejak dahulu, rempah telah menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, pengaruh budaya yang luas, dan fungsi medis yang beragam. 

Inilah yang mendorong kolaborasi penelitian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengkaji jejak perdagangan dan pemanfaatan rempah di wilayah timur Jawa Barat.

Penelitian lintas lembaga ini berfokus pada kawasan aliran Sungai Cimanuk yang melintasi tiga kabupaten, yaitu Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Kajian lapangan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, dari 25 Juni hingga 8 Juli 2025.

Ketua tim peneliti, Sarjiyanto, menjelaskan bahwa penelitian ini mengusung tiga fokus utama: pengembangan warisan budaya, pemberdayaan sumber daya alam untuk ekonomi lokal, dan pengelolaan infrastruktur berbasis keberlanjutan. 

“Ketiga aspek ini menjadi pijakan penting agar riset tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi masyarakat,” ujarnya.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan multidisipliner, memadukan metode arkeologi, sejarah, analisis literatur klasik, serta survei lapangan. Di sisi arkeologi dan sejarah, tim menelusuri situs-situs dagang lama dan pelabuhan sungai di kawasan seperti Cirebon dan Karangsambung.

Nanang Saptono, arkeolog dari BRIN, menegaskan pentingnya eksplorasi situs yang memiliki indikasi aktivitas perdagangan rempah. 

“Penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik di situs tertentu bisa menjadi petunjuk tentang pola distribusi rempah. Dari situ kita bisa membaca interaksi sosial-ekonomi, bahkan dinamika kekuasaan pada masa lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Sonny Chr. Wibisono menambahkan bahwa kajian literatur sejarah akan melibatkan naskah-naskah primer, termasuk dokumen penting seperti Suma Oriental karya Tomé Pires dan The Island of Java oleh Joseph Stockdale. 

“Sumber-sumber ini akan memberikan perspektif sezaman tentang peta perdagangan dan pengaruh politik di kawasan tersebut,” katanya.

Riset ini juga dilengkapi dengan survei jalur darat dan sungai, khususnya sepanjang Cimanuk hingga Kawali. Menurut Libra Hari Inagurasi, kegiatan ini penting untuk mengidentifikasi infrastruktur niaga seperti pasar tradisional, pelabuhan sungai, serta rute transportasi yang pernah eksis. 

“Dari sini kita bisa memahami bagaimana sistem distribusi barang bekerja di masa lalu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, menyebut bahwa keberadaan sungai menjadi kunci penting dalam mobilisasi komoditas berat pada masa lalu. 

“Dalam banyak manuskrip kuno Cirebon, disebutkan bahwa sungai menjadi tulang punggung transportasi. Ini bukan hanya soal niaga, tapi juga berkaitan dengan peradaban,” ujarnya.

Dosen sekaligus anggota tim peneliti, Tendi, menyoroti peran jalur perdagangan sebagai medium Islamisasi. Ia menyebut bahwa persebaran rempah juga membuka ruang interaksi antara masyarakat pesisir dan pedalaman. 

“Bukan hal mustahil jika para pedagang muslim yang awalnya datang untuk berniaga, kemudian turut menyebarkan ajaran Islam. Inilah yang menjelaskan bagaimana ajaran Islam bisa diterima di pedalaman Jawa Barat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu. 

Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan hasil riset yang komprehensif, relevan, dan memberi kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya lokal.

Penelitian ini menjadi langkah awal dalam memahami lebih dalam peran penting rempah-rempah dalam membentuk identitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah timur yang selama ini belum banyak terungkap dalam literatur sejarah arus utama. (Nurdin)