Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 Juli 2025

UIN Siber Cirebon dan Komdigi Bahas MoU Penguatan Budaya Digital di UINSSC

JAKARTA, FC - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan penjajakan kerja sama dengan Kominfo Digital (Komdigi) di Jakarta melalui audiensi resmi bersama Kepala Badan Pengembangan SDM Kominfo Digital, Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Basiran, M.Ag. selaku Kepala Admisi dan Promosi, dan Indra Gunawan, M.Pd. sebagai Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Siber.

Dalam suasana yang penuh semangat kolaboratif, Dr. Bonifasius menyampaikan apresiasi dan antusiasme tinggi terhadap inisiatif UIN Siber, yang ia sebut sebagai "the one and only kampus siber di lingkungan PTKIN." 

Dirinya menegaskan pentingnya menjalin sinergi untuk memperkuat ekosistem digital di dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam memperluas literasi dan budaya digital di kalangan civitas akademika.

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., selaku Wakil Rektor III, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Ia menyampaikan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat simbolis atau administratif, melainkan merupakan bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem digital di kampus.

"Kita akan menghadirkan budaya digital sebagai bagian dari kehidupan kampus, mulai dari kegiatan pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis digital, digitalisasi manajemen akademik, hingga pola komunikasi dan pelayanan yang semuanya berbasis teknologi informasi. 

UIN Siber harus menjadi model kampus masa depan yang tidak hanya siap menghadapi era digital, tetapi juga mampu membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa agar adaptif, inovatif, dan unggul di tingkat nasional maupun global," ujar beliau.

Prof. Hajam juga menambahkan bahwa kemitraan dengan lembaga seperti Komdigi adalah peluang emas untuk memperkuat program-program literasi digital, pelatihan kompetensi digital untuk dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi pendidikan. 

"Kampus berbasis siber bukan sekadar soal platform daring, tapi sebuah lompatan budaya akademik yang siap bersinergi dengan ekosistem digital nasional," tegasnya.

Senada dengan itu, Basiran, M.Ag. menyoroti pentingnya pembekalan literasi dan keterampilan digital bagi mahasiswa.

"Kampus harus menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital, dan pelatihan siber menjadi langkah strategis dalam mempromosikan kamupus siber yang harus kami tempuh. Dengan hadirnya kerja sama dengan Komdigi, saya yakin UINSSC akan" ucapnya.

Sementara itu, Indra Gunawan, M.Pd., menambahkan bahwa LSP UIN Siber yang siap menjadi mitra strategis dalam sertifikasi kompetensi digital. 

"Kami melihat potensi besar dalam membangun skema sertifikasi bersama yang diakui secara nasional, dan tentu saja akan memperkuat daya saing alumni kami di dunia kerja," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Bapak Fahrizal Lukman Budiono, S.Kom., M.M., Ph.D., selaku Senior Human Resources Analyst, yang mempresentasikan peran strategis Badan Pengembangan SDM Komdigi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam mengakselerasi kapasitas SDM digital, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting menuju penandatanganan MoU resmi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komdigi, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan SDM unggul berbasis digital di lingkungan pendidikan tinggi Islam. (din)

Kamis, 10 Juli 2025

Bimtek KKN Tematik Moderasi Beragama, Perkuat Ketahanan Sosial dari Ancaman Radikalisme


CIREBON, FC — Dalam upaya memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat serta membangun ketahanan sosial dari bahaya radikalisme, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) KKN Tematik Penguatan Moderasi Beragama. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 9–10 Juli 2025, di Gedung Siber SBSN Lantai 8, dan diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta mahasiswa peserta KKN.

Bimtek ini merupakan bagian dari program strategis hasil kolaborasi antara UIN Siber Cirebon dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang bersama-sama mengusung Program Desa SIAPSIAGA. 

Program nasional ini bertujuan membangun ketahanan masyarakat desa terhadap pengaruh ideologi ekstremisme dan terorisme, dengan menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial dalam menciptakan masyarakat yang moderat dan inklusif.

Dalam sesi lanjutan kegiatan, peserta dibekali dengan pemahaman mendalam melalui Diskusi Panel bertajuk Ketahanan Keluarga dari Radikalisme. Diskusi ini dipandu oleh Humas BNPT, Ghina Nur’aini, dan menghadirkan narasumber inspiratif: Ustadz Haris Amir Falah dan Umi Ainun Syafaah — pasangan suami-istri yang merupakan mitra program deradikalisasi BNPT. 

Keduanya menceritakan pengalaman pribadi bagaimana pernah terjerumus dalam paham ekstremisme, hingga akhirnya kembali ke pangkuan NKRI melalui pendekatan yang humanis dan dukungan lingkungan keluarga. Kisah mereka menjadi refleksi penting akan kekuatan keluarga dan komunitas dalam menangkal infiltrasi paham radikal.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen UIN Siber dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

“Program KKN Tematik Moderasi Beragama ini bukan sekadar pengabdian rutin. Ini adalah bagian dari gerakan nasional untuk membentengi desa-desa dari ancaman ideologi kekerasan. Mahasiswa tidak hanya turun mengabdi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Dr. Budi.

Kegiatan ini juga menandai kesiapan para mahasiswa UIN Siber Cirebon untuk terjun langsung dalam Program Desa SIAPSIAGA di sejumlah titik di Kabupaten Cirebon. Mereka akan mendampingi masyarakat desa dalam membangun wawasan kebangsaan, nilai toleransi, serta memperkuat solidaritas sosial berbasis kearifan lokal.

Dengan mengusung semangat Cyber Islamic University, UIN Siber Cirebon menunjukkan peran sentralnya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman, termasuk dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme melalui pendidikan dan pengabdian yang transformatif. (din)



UIN Siber Cirebon dan BNPT Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Bimtek KKN Tematik Moderasi Beragama

CIREBON — Dalam komitmennya membangun ketahanan sosial masyarakat dari ancaman radikalisme, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penguatan Moderasi Beragama pada Rabu–Kamis, 9–10 Juli 2025. 

Bertempat di Gedung Siber SBSN Lantai 8, kegiatan ini diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke masyarakat.

Bimtek ini merupakan bagian dari implementasi kolaborasi strategis antara UIN Siber Cirebon dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam Program Desa SIAPSIAGA — sebuah inisiatif nasional yang bertujuan menciptakan desa-desa tangguh terhadap ideologi ekstremisme dan terorisme melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif.

Dalam sesi lanjutan kegiatan, para peserta KKN mendapatkan materi penting mengenai Perkembangan Terorisme di Media Sosial, yang disampaikan langsung oleh Analis Media Sosial Subdirektorat Teknologi Intelijen BNPT, Atmo Gayuh Laksono Setiawan, S.ST. 

Ia memaparkan bagaimana narasi-narasi ekstremisme kini menyusup melalui konten digital, algoritma media sosial, dan platform komunikasi daring yang sering tidak terpantau publik.

“Terorisme hari ini tidak hanya lahir dari senjata dan kekerasan, tetapi juga dari narasi. Media sosial menjadi senjata ideologis baru yang harus kita waspadai bersama. Mahasiswa perlu cerdas digital dan mampu menjadi agen kontra narasi di ruang siber,” jelas Atmo dalam paparannya yang disambut antusias peserta.

Tak hanya fokus pada aspek digital, sebelumnya peserta juga mendapatkan pembekalan dari sesi diskusi inspiratif bertajuk Ketahanan Keluarga dalam Menangkal Radikalisme. Diskusi ini menghadirkan pasangan Mitra Deradikalisasi BNPT, Ustadz Haris Amir Falah dan Umi Ainun Syafaah, yang membagikan kisah nyata perjalanan mereka keluar dari ideologi ekstrem menuju pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi kampus dengan lembaga strategis negara seperti BNPT dalam memperluas jangkauan pengabdian mahasiswa yang berdampak langsung pada ketahanan ideologis masyarakat.

“Program Desa SIAPSIAGA adalah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengabdi, tetapi juga sebagai edukator dan pemantik perubahan sosial yang damai dan toleran,” ujar Dr. Budi.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UIN Siber Cirebon yang tergabung dalam KKN Tematik Moderasi Beragama akan ditempatkan di berbagai desa di Kabupaten Cirebon, membawa misi untuk menyemai semangat kebhinekaan, memperkuat nilai-nilai toleransi, dan membangun masyarakat yang tahan terhadap infiltrasi ideologi kekerasan.

Bimtek ini sekaligus mempertegas positioning UIN Siber Cirebon sebagai kampus pelopor moderasi beragama berbasis digital — yang tak hanya unggul di ranah akademik, tetapi juga aktif membumikan nilai-nilai Islam wasathiyah demi menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (din)



Pemkab Cirebon Gencar Bersihkan TPS Liar, Wabup Jigus Ajak Masyarakat Sadar Kebersihan

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta masyarakat untuk membudayakan kebersihan. Salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, yang tentu saja dapat mengganggu kesehatan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, ditengah pembersihan tempat pembuangan sampah liar yang berada di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Rabu (9/7/2025).

Dikatakan Jigus, sapaan akrabnya, saat ini telah banyak TPS liar yang ditemukan di wilayah Kabupaten Cirebon. Oleh sebab itu, Jigus mengajak masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan bersih.

“Saya harap mulai hari ini, masyarakat mengutamakan kebersihan. Jika lingkungan bersih, maka kesehatan juga akan terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Jigus juga menginstruksikan agar semua pihak bisa bekerja sama dalam upaya mencegah munculnya TPS liar di wilayah masing-masing. Mulai dari tingkatan desa, Jigus mengungkapkan perlu adanya koordinasi.

“Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup tidak henti dalam melakukan pembersihan. Termasuk juga jika ada TPS liar, maka kami minta diinfokan agar segera ditangani dan dibersihkan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, menyebut pembersihan di lokasi TPS liar Desa Kertawinangun sudah kedua kalinya. Dirinya juga menyayangkan tindakan warga yang masih membuang sampah sembarangan.

“Sebetulnya pembersihan di lokasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi, saya juga menyayangkan tindakan masyarakat yang membuat kita melakukan tindakan ekstra pembersihan disini,” ujar Iwan.

“Untuk kali ini, kita rencana mengerahkan sepuluh truk untuk mengangkut sampah dengan estimasi satu truk itu memuat 3 ton sampah. Berarti, ada 30 ton sampah dari sini,” terang Iwan.

Disinggung tindakan selanjutnya, Iwan mengatakan telah melakukan komunikasi dengan camat dan kuwu setempat.

“Akan ada pemagaran, agar masyarakat tidak lagi buang sampah disini. Langkah lainnya juga sudah kita komunikasikan dengan camat dan kuwu,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga, Iwan menyebut, pihaknya masih terus mempercepat pembuatan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuangan sampah liar.

Dia menegaskan, bahwa ada denda yang akan diberikan kepada masyarakat jika terbukti membuang sampah sembarangan.

“Dendanya sampai Rp500 ribu. Semoga Perbup ini segera selesai dan dapat diterapkan,” tutupnya. (Nur)








Foto Kuwu Sampiran Dicatut untuk Modus Penipuan, Sujito: Warga Diminta Waspada

CIREBON,FC – Kuwu Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Sujito, menyampaikan klarifikasi kepada seluruh warga desa atas tindakan tidak bertanggung jawab pihak tertentu yang menyalahgunakan foto dirinya untuk melakukan aksi penipuan. 

Dalam pernyataannya, Sujito menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta apapun, baik berupa uang maupun dalam bentuk lainnya, kepada warga.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah meminta, apalagi menyuruh seseorang untuk melakukan transfer uang. Jika ada yang mengatasnamakan saya dan meminta sesuatu, mohon jangan langsung percaya. Segera konfirmasi ke saya langsung atau melalui perangkat desa,” ujar Sujito dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).

Sujito mengungkapkan bahwa baru-baru ini dirinya menjadi korban penyalahgunaan identitas, di mana foto dirinya digunakan oleh oknum pelaku penipuan untuk menghubungi warga dan meminta sejumlah uang. Warga yang merasa kenal dan percaya, tanpa melakukan konfirmasi ulang, akhirnya menjadi korban.

“Pelaku memanfaatkan foto saya agar korban percaya. Setelah itu mereka menelpon dan mengaku sebagai saya, lalu meminta ditransfer sejumlah uang. Karena percaya itu benar saya, korban langsung mengirimkan uang tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Ini sangat disayangkan,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Sampiran untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan, terutama yang mengatasnamakan pejabat desa atau tokoh masyarakat. 

Menurutnya, pelaku kejahatan akan menggunakan berbagai cara untuk memanipulasi dan mengecoh warga, khususnya mereka yang sedang dalam kondisi membutuhkan bantuan atau sedang mengalami tekanan.

“Saya minta kepada seluruh warga, jika menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, jangan langsung percaya. Cek dan ricek dulu kebenarannya, pastikan dengan cara menghubungi nomor resmi saya atau datang langsung ke kantor desa,” tegas Sujito.

Dirinya berharap kasus serupa tidak terulang kembali dan warga menjadi lebih hati-hati serta bijak dalam menyikapi segala bentuk permintaan melalui media sosial, pesan singkat, maupun telepon yang mengatasnamakan dirinya atau pemerintah desa.

“Modus penipuan saat ini semakin canggih. Saya mohon warga jangan menjadi korban berikutnya. Waspada, dan jangan mudah percaya sebelum memastikan kebenarannya,” pungkasnya. (din)