Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 29 Juli 2025

Komisi III DPRD Dorong Optimalisasi Digitalisasi Pendidikan di Kota Cirebon

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau


CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul di masa depan.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau, usai rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Kota Cirebon dan Google Indonesia, Senin (28/7/2025), di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon.

Menurut Umar, Google Indonesia melalui program pendidikannya menawarkan kolaborasi penyediaan sarana prasarana digital serta pelatihan bagi guru dan siswa untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.

“Google ingin tahu kondisi objektif di lapangan, apakah fasilitas seperti Chromebook yang sudah disediakan itu berjalan optimal. Jika ada kendala, mereka siap mendukung,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa distribusi perangkat digital di Kota Cirebon masih jauh dari ideal. Banyak sekolah belum mendapatkan perangkat, sementara yang sudah menerima hanya mendapat sekitar 15 unit per kelas yang memiliki 32 hingga 40 siswa. Artinya, satu perangkat masih harus digunakan bergantian oleh beberapa siswa.

Menanggapi hal tersebut, Komisi III berkomitmen mengawal pengalokasian anggaran dalam jangka pendek melalui pendekatan politik anggaran, baik dari APBD Kota Cirebon maupun dana perbantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.

“Masih ada kekurangan sekitar tiga ribu perangkat. Setengah dari kebutuhan pun belum terpenuhi. Ini yang akan kami perjuangkan secara konkret,” kata Umar.

Ia juga mendorong Dinas Pendidikan menyusun desain pembelajaran jangka panjang yang memanfaatkan fasilitas digital secara maksimal, sehingga output pendidikan di Kota Cirebon mampu bersaing secara nasional, bahkan internasional.

Namun, ia juga menyoroti beberapa tantangan besar dalam proses digitalisasi ini, di antaranya budaya, mentalitas, serta literasi digital masyarakat dan pendidik yang masih rendah. Selain itu, minimnya kolaborasi antar-stakeholder dan lemahnya dukungan konkret dari pimpinan menjadi hambatan tersendiri.

“Kultur digital masyarakat kita masih tabu, termasuk di sektor pendidikan. Padahal AI dan teknologi digital sudah banyak tersedia, namun penggunaannya masih minim karena belum terbiasa,” jelasnya.

Umar menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan, Diskominfo, Bappelitbangda, hingga bagian keuangan agar implementasi transformasi digital dapat berjalan optimal. Ia juga mengkritisi minimnya kehadiran pimpinan dinas dalam forum penting seperti ini.

“Sayangnya, Ibu Kadis Pendidikan tidak hadir hari ini. Ini bukan yang pertama kali. Kita akan lakukan crosscheck, karena hal seperti ini bisa menjadi tanda tanya bagi publik,” ujarnya.

Umar berharap seluruh pihak yang bergerak di bidang pendidikan dapat menunjukkan komitmen konkret, bekerja total dan tulus dalam mewujudkan visi kepala daerah mencetak generasi unggul untuk Kota Cirebon masa depan.

“Ini soal wajah masa depan kota kita. ASN, terutama dari dinas pendidikan, harus bekerja dengan sepenuh hati. Tidak bisa setengah-setengah,” tegasnya.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Fitrah Malik SH, Ketua Komisi III Yusuf MPd, Laurentia Mellynda, Leni Rosliani SIP, Rizki Putri Mentari SH. (Nur)

Senin, 28 Juli 2025

KPK RI Roadshow di Kabupaten Cirebon, Bangun Karakter Antikorupsi Sejak Dini

 

KABUPATEN CIREBON — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali menggelar roadshow nasional bertajuk “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” di Kabupaten Cirebon.

Salah satu titik kegiatan berlangsung di SMP Negeri 1 Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Senin (28/7/2025), yang dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, Plt Sekda Kabupaten Cirebon, Iyan Ediyana, beberapa kepala perangkat daerah, serta Penyuluh Antikorupsi (Paksi) Jawa Barat.

Roadshow ini merupakan bagian dari agenda besar KPK RI tahun 2025 untuk menyemai nilai-nilai antikorupsi di kalangan pelajar hingga pejabat pemerintahan daerah. Bupati Imron mengapresiasi kehadiran tim KPK.

“Hari ini kedatangan tamu terhormat, KPK RI, yang sedang menggelar Roadshow KPK 2025 di Kabupaten Cirebon. Dan sekarang tepatnya di SMPN 1 Suranenggala,” ujar Imron.

“Kami atas nama Pemkab Cirebon mengucapkan banyak terima kasih kepada KPK, yang telah memberikan bimbingan terhadap anak-anak sekolah di Kabupaten Cirebon, dan juga para pejabat. Agar Kabupaten Cirebon bersih daripada korupsi,” tuturnya.

Imron mengatakan, korupsi berdampak buruk terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Cirebon. Imron mengaku, pemkab terus berupaya agar korupsi tak terjadi di daerah berjuluk Kota Wali ini.

Menurutnya, kegiatan KPK di Kabupaten Cirebon memiliki dua sasaran penting, yaitu membentuk karakter antikorupsi pada pelajar sebagai generasi masa depan, serta mengingatkan para pejabat agar menjauh dari praktik korupsi.

“Sangat penting, ini ada dua kegiatan. Kalau untuk anak sekolah tujuannya masa depan, supaya anak-anak sudah tertanam karakternya antikorupsi,” kata Imron.

“Kedua, kepada orang dewasa, kepada pejabat sekarang. Biasanya orang korupsi itu ada kesempatan dan ada niat. Bisa saja orang itu korupsi,” sambungnya.

“Ini harus kita lakukan secara terus menerus mengkampanyekan antikorupsi. Kemudian, korupsi yang terjadi pada PNS itu ada dua, berupa uang dan tidak berupa uang. Yang tidak berupa uang ini, seperti tidak disiplin, abai terhadap aturan,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPK RI, Guntur Kusmeiyano menjelaskan, program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi ini sudah berjalan sejak 2014. Untuk tahun ini, KPK menjangkau delapan kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Cirebon.

“Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Kabupaten Cirebon, pada dasarnya kita ingin merangkul semua pemangku kepentingan,” jelas Guntur.

“Seperti disampaikan Pak Bupati tadi, dari mulai penyelenggara negara, OPD, sampai dengan kuwu atau kepala desa, hingga ke pelajar SMA, SMP, dan SD untuk membumikan internalisasi nilai-nilai antikorupsi,” kata Guntur.

Lebih lanjut, ia mengatakan, internalisasi nilai antikorupsi itu dengan ‘Jumat Bersepeda Kaka’. Nilai-nilai tersebut meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, yang kemudian disingkat menjadi Jumat.

Kemudian berani, sederhana, peduli, disiplin, dan adil disingkat menjadi ‘Bersepeda’. Serta, kerja keras yang disingkat jadi ‘Kaka’.

Dalam kegiatan ini, KPK juga melibatkan penyuluh antikorupsi, duta integritas, serta kelompok kesenian seperti angklung, sebagai media kampanye kreatif.

Tujuannya agar pesan antikorupsi tersampaikan secara ringan dan menyenangkan, tanpa terasa menggurui.

“Kami juga sudah nonton bareng di Desa Susukan, dibarengi tanya jawab. Masyarakat di sana tahu pesan dari film yang kami tayangkan itu seperti apa,” ungkap Guntur.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya program-program berkelanjutan di daerah.

“Harapannya, hal ini sebagai trigger (pemicu). Selesai ini, seperti yang Pak Bupati sampaikan, akan ada banyak kegiatan lanjutan,” ucapnya.

“Mungkin nanti untuk mobil Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi akan ada permainan, dan buku bacaan seperti komik. Mudah-mudahan bisa diduplikasi dan diperbanyak, agar menjangkau secara luas,” pungkasnya. (din)

Sabtu, 26 Juli 2025

Wali kota Cirebon: HUT Arhanud 14/PWY, Kejuaraan Renang Jadi Momentum Bangun Generasi Tangguh

CIREBON — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Kejuaraan Renang Danyon Arhanud 14/PWY Cup II Champion Tahun 2025 di Kolam Renang Tirta Wira Yudha, Sabtu (26/7/2025). Kejuaraan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Batalyon Arhanud 14/PWY.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh jajaran Batalyon Arhanud 14/PWY. Ia menyebut, kehadiran Arhanud 14/PWY selama ini telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga stabilitas serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

"Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-59 kepada Batalyon Arhanud 14/PWY. Teriring doa dan harapan, semoga Yon Arhanud 14/PWY senantiasa menjadi kesatuan yang tangguh, profesional, dan terus hadir di tengah rakyat, melindungi, mengayomi, dan menginspirasi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menilai, pelaksanaan kejuaraan renang ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana membangun sinergi yang kuat antara prajurit TNI dan masyarakat.

"Penyelenggaraan kejuaraan renang ini bukan hanya sebagai ajang olahraga semata, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Ini adalah wujud sinergi dan semangat kolektif yang sangat penting kita pelihara di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa olahraga seperti renang memiliki nilai-nilai penting dalam pembentukan karakter, terutama bagi generasi muda.

"Olahraga, termasuk renang, bukan hanya soal kekuatan fisik. Hal ini juga melatih disiplin, daya juang, fokus, serta ketangguhan mental. Nilai-nilai inilah yang sejatinya sangat selaras dengan semangat TNI dan juga penting ditanamkan dalam kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah Kota Cirebon, menurutnya, sangat mendukung kegiatan positif seperti ini karena mampu memperkuat kohesi sosial dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di tengah masyarakat.

"Pemerintah Kota Cirebon sangat mengapresiasi inisiatif yang mampu membangun budaya kompetitif yang sehat, menjunjung tinggi sportivitas, dan memperkuat kohesi sosial. Kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan, bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk membangun karakter dan solidaritas,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta lomba, Wakil Wali Kota memberikan semangat dan motivasi agar menjadikan ajang ini sebagai pengalaman yang berharga.

"Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi nilai-nilai sportivitas, dan jadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga dalam membina kemampuan dan melatih mental menuju raihan prestasi di masa mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Arhanud 14/PWY, Letkol Arh Hafda Prima Agung, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lomba renang ini merupakan bagian dari upaya pembinaan prestasi dan karakter generasi muda di bidang olahraga.

"Kejuaraan ini bertujuan untuk mencetak atlet-atlet renang sebagai penerus yang mampu berkompetisi di kejuaraan tingkat nasional maupun internasional," ujarnya 

Menurutnya, olahraga renang bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga pembentukan karakter.

"Karena membutuhkan konsentrasi, sinkronisasi gerak tubuh, kreativitas, serta disiplin,” terangnya.

Semangat juang dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam lomba ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter, selaras dengan semangat TNI dan cita-cita pembangunan Kota Cirebon. (din)



Konvensi Nasional SMSI 2025, Dukung Penegakan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Konvensi Nasional bertajuk "Sinergi dalam Membangun dan Menegakkan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045”, di The Jayakarta Hotel, Jakarta, 25 Juli 2025.

Hadir dalam kegiatan,  Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal SH, mewakili Kadiv Humas POLRI, Kombes Pol. Kamal Bahtiar, S.I.K mewakili Kabaintelkam Polri, Anang Supriatna, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI mewakili Jaksa Agung, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, M.Si, Zulmansyah Sakedang Ketua Umum PWI, Sasongko Tedjo Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Prof. Dr. Taufiqurokhman Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, Theodorus Dar Edi Yoga Ketua Forum Pemred SMSI Pusat, Banjar Chaerudin Dewan Pakar SMSI Pusat, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budisedjati, M. Rian Ali Akbar Ketua LKBH SMSI Pusat, dan Ketua SMSI Provinsi se- Indonesia dan para tamu undangan lainya.

Pada momen tersebut, SMSI sebagai organisasi  star up media siber terbesar di dunia versi Menteri Pariwisata RI dan Museum Rekor Indonesia (MURI), turut memberikan anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas kepada puluhan tokoh nasional.

Penerima Anugerah Sahabat Pers SMSI 2025, diantaranya, Dr. Rino Afrino. ST.MM,C.APO, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Muhammad Adnan Yasin. SH MKn, Dewan Redaksi Majalah TERAS, AKBP Nantalena Eko Cahyono, S.Kom, M.S, Kapolres Kabupaten Bungo, Polda Jambi, Provinsi Jambi, Fajar Syah Putra , S.H., M.H, Kejari Kota Medan diwakili oleh Dapot Dariarma, SH.,MH Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Medan, Afni Carolina, S.H., M.H.Kajari Lampung Selatan, serta  Dr. Siswanto, SH MH Kepala Kejaksaan Tinggi Banten yang  diwakili oleh Jefri Penanging Makapedua, SH.,MH Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Banten.

Sementara Anugerah Pin Emas disematkan kepada Prof. Dr. H. ST Burhanuddin, SH.,MMbyang diwakili  oleh Anang Supriatna, SH.MH selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum ) Kejaksaan RI sekaligus tampil sebagai keynote speaker.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus juga turut memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada para mitra SMSI yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

"Terimakasih kepada semua  mitra  yang telah mendukung Konvensi Nasional SMSI 25 Juli 2025,  BRI, Bank BJB,  Bank BJB Syariah, Bank Banten, Pertamina Hulu Indonesia dan juga dukungan dari Polri dan Kejaksaan," ucapnya.

Untuk diketahui, konvensi nasional SMSI kali ini, juga dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional LKBH SMSI yang sebelumya telah dilantik. (din)

Lakukan Mubeng, Bupati Imron Serap Langsung Aspirasi Warga

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon dengan Jawa Tengah melalui kegiatan “Mubeng” atau mudun bareng, yang difokuskan di Kecamatan Losari, Sabtu (26/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Imron turun langsung bersama Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau Jigus, jajaran kepala perangkat daerah, serta unsur Forkopimda.

“Kegiatan ini untuk menyapa warga sekaligus mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan mereka, terutama di daerah perbatasan yang selama ini jarang tersentuh,” kata Imron.

Ia menegaskan, kegiatan Mubeng merupakan salah satu metode yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon agar pelayanan dan pembangunan lebih merata hingga ke pelosok daerah.

Menurutnya, dari hasil kunjungan tersebut ditemukan sejumlah masalah mendasar, mulai dari permukiman warga di bantaran sungai yang rawan banjir, infrastruktur jalan yang rusak, hingga tingginya angka stunting.

“Banyak warga tinggal di lahan yang rawan longsor dan banjir. Ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan bencana saat musim hujan,” ujarnya.

Ia juga menerima usulan pembangunan jembatan penghubung di kawasan perbatasan yang dinilai krusial sebagai jalur antardaerah, karena menghubungkan Cirebon dengan Brebes.

“Karena melibatkan dua provinsi, pembangunan jembatan ini akan kami usulkan ke pemerintah pusat agar dapat dianggarkan dan dibangun segera,” tuturnya.

Selain infrastruktur, Imron juga menyoroti lemahnya layanan kesehatan dasar di daerah perbatasan dan meminta Dinas Kesehatan agar segera melakukan intervensi terhadap kasus stunting.

“Kami minta jajaran dinas turun langsung. Jangan menunggu laporan, tapi bergerak cepat setelah melihat langsung di lapangan,” katanya menegaskan.

Imron mengatakan, seluruh temuan dari kegiatan Mubeng akan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan tahun berikutnya, terutama untuk wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Kegiatan Mubeng ini, kata Imron, akan dilanjutkan ke wilayah lainnya di Kabupaten Cirebon secara berkala, sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menyentuh masyarakat secara langsung.

“Mubeng itu adalah kegiatan belanja masalah, supaya para pejabat melihat apa yang perlu dikembangkan hingga ke tingkat bawah,” pungkasnya. (din)