Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 27 Agustus 2025

PBAK 2025 FUA Gaet Tokoh Nasional K.H. Said Aqil Siroj: Mahasiswa Baru Diajak Rawat Kebangsaan dan Moderasi

CIREBON – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan kehadiran ulama kharismatik, K.H. Said Aqil Siroj, Senin (26/8).

Ribuan mahasiswa baru tampak antusias menyambut tokoh nasional yang dikenal sebagai penggerak moderasi Islam di Indonesia itu. Kehadiran Kiai Said merupakan inisiatif panitia PBAK Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), sehingga kegiatan kali ini terasa istimewa.

Dalam tausiyahnya, mantan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021) yang kini menjabat Mustasyar PBNU (2022–2027) itu berpesan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama.

“Mahasiswa bukan sekadar penerima ilmu, tetapi agen perubahan. Kalian adalah generasi yang dituntut untuk melahirkan gagasan segar, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Islam mengajarkan kita untuk cinta ilmu sekaligus menjaga kebhinekaan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah.

Kiai Said juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai Islam dengan perkembangan teknologi di era digital. Menurutnya, visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University sejalan dengan tantangan zaman, yakni bagaimana generasi muda menguasai teknologi tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kiai Said Aqil hadir dan memberikan wejangan berharga.

“Kehadiran Kiai Said menjadi motivasi luar biasa bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa baru. Pesan beliau selaras dengan visi kampus kami sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang tetap menjunjung tinggi nilai moderasi dan kebangsaan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., turut mengapresiasi kerja keras tim panitia yang berhasil menghadirkan sosok inspiratif bagi mahasiswa baru.

“PBAK tahun ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Kiai Said Aqil. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah berupaya maksimal demi terselenggaranya kegiatan ini dengan baik,” katanya.

Dengan hadirnya K.H. Said Aqil Siroj, PBAK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga forum penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama yang akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. (din)

Selasa, 26 Agustus 2025

Bupati Imron Harap CDPOB Cirebon Timur Percepat Pemerataan Pembangunan

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron berharap rencana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cirebon Timur, dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (26/8/2025), yang membahas persiapan pemekaran wilayah sekaligus calon ibu kota Cirebon Timur.

“Harapan kami, pemekaan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pemerataan pembangunan dan percepatan kesejahteraan,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon saat ini menanggung beban besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, sementara dukungan anggaran dari pusat masih terbatas, maka pemekaran menjadi salah satu solusi agar pembangunan bisa lebih merata,” ujarnya.

Imron menekankan pembentukan daerah persiapan otonomi baru tidak hanya sebatas urusan administratif. Namun juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, aspek keuangan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari kajian objektif terhadap kesiapan Cirebon Timur menjadi CDPOB.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, skor kelayakan Cirebon Timur sebagai CDPOB masih di angka 351 poin, sementara standar minimalnya 400-500 poin.

Menurut Ono, ada beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Cirebon, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau masyarakat sudah satu barisan dan calon ibu kota jelas, tidak ada alasan untuk memperlambat. Yang penting kekurangan indikator segera dipenuhi,” kata Ono. (din)







Bupati Imron Harap CDPOB Cirebon Timur Percepat Pemerataan Pembangunan

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron berharap rencana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cirebon Timur, dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (26/8/2025), yang membahas persiapan pemekaran wilayah sekaligus calon ibu kota Cirebon Timur.

“Harapan kami, pemekaran ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pemerataan pembangunan dan percepatan kesejahteraan,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon saat ini menanggung beban besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, sementara dukungan anggaran dari pusat masih terbatas, maka pemekaran menjadi salah satu solusi agar pembangunan bisa lebih merata,” ujarnya.

Imron menekankan pembentukan daerah persiapan otonomi baru tidak hanya sebatas urusan administratif. Namun juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, aspek keuangan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari kajian objektif terhadap kesiapan Cirebon Timur menjadi CDPOB.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, skor kelayakan Cirebon Timur sebagai CDPOB masih di angka 351 poin, sementara standar minimalnya 400-500 poin.

Menurut Ono, ada beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Cirebon, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau masyarakat sudah satu barisan dan calon ibu kota jelas, tidak ada alasan untuk memperlambat. Yang penting kekurangan indikator segera dipenuhi,” kata Ono. (din)

Dukungan Ekosistem Pendidikan Berhasil Kurangi Kesenjangan Mutu Pembelajaran di Pesisir Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Upaya kolaboratif lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menunjukkan hasil yang menggembirakan. 

Dukungan ekosistem yang melibatkan sekolah, madrasah, pemerintah, universitas, komunitas lokal, dan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan pendidikan dasar antara Pemerintah Australia dan Indonesia, berhasil meningkatkan mutu pembelajaran dasar, khususnya dalam kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Salah satu contoh nyata terlihat di SD Negeri 3 Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Sekolah yang sudah beroperasi 46 tahun ini, menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan sarana, rendahnya keterlibatan orang tua, hingga kondisi sosial-ekonomi masyarakat. 

Banyak siswa diasuh oleh kakek atau nenek karena orang tua bekerja sebagai buruh migran. Lingkungan belajar yang kurang mendukung memperkuat kesenjangan capaian siswa.

Menurut hasil asesmen kemampuan membaca, hanya 15% siswa kelas awal mampu membaca paragraf dengan baik pada Maret 2025. Namun, setelah penerapan strategi seperti asesmen membaca, refleksi pembelajaran, klinik baca, dan kolaborasi dengan orang tua, capaian tersebut meningkat menjadi 42% pada Agustus 2025. 

Peningkatan signifikan terjadi pada siswa perempuan, dari 65% menjadi 82%, sementara siswa laki-laki naik dari 68% menjadi 70%.“Penerapan asesmen membaca dan metode pendidik sebaya (peer teaching) menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan literasi ini,” ujar Ali Sadikin, Kepala SD Negeri 3 Astanalanggar.

Guru memanfaatkan pendidik sebaya di SD Negeri 3 Astanalanggar untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa. Lewat dukungan program INOVASI bersama ekosistem pendidikan, SD Negeri 3 Astanalanggar mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dokumentasi: Diskominfo Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kepala Madrasah MIS Assuniyah 3, Subhan, menyampaikan bahwa meskipun menghadapi tantangan serupa, madrasahnya mencatat peningkatan kemampuan membaca. 

Pada Maret 2025, baru 74% siswa kelas awal yang mampu membaca paragraf, dan angka ini meningkat menjadi 92% pada Agustus 2025. Peningkatan ini dicapai melalui asesmen membaca dan intervensi pembelajaran yang konsisten.

Lebih lanjut Subhan mengatakan, analisis menunjukkan bahwa siswa laki-laki mengalami peningkatan dari 67% menjadi 91%, sementara siswa perempuan meningkat dari 81% menjadi 94%. Meski peningkatan tertinggi terjadi pada siswa laki-laki, capaian siswa perempuan tetap lebih tinggi secara keseluruhan.

Kepala Sekolah SDN 3 Astanalanggar, Ali Sadikin menegaskan bahwa dukungan ekosistem pendidikan telah membawa dampak positif bagi sekolahnya, sejalan dengan visi menjadi sekolah yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. 

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah MIS Assuniyah 3, Subhan, yang menilai bahwa ekosistem pendidikan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan mutu pendidikan berkarakter di madrasahnya.

Provincial Manager INOVASI Jawa Barat, Agnes Widyastuti, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui kolaborasi erat dengan ekosistem pendidikan daerah. 

Dukungan ini bertujuan memperkuat mutu pendidikan dasar, khususnya dalam bidang literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, BBPMP Jabar, BBGTK Jabar, perguruan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Universitas Pendidikan Indonesia, serta komunitas lokal seperti KLASA Cerbon. 

Bersama-sama, ekosistem melaksanakan pelatihan asesmen diagnostik membaca, penguatan kapasitas guru dalam pembelajaran terdiferensiasi, dan penyediaan bahan ajar yang relevan melalui Pokjawas.

Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Cirebon, yakni “CIREBON BERIMAN” (Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, dan Aman). Selain memperkuat kapasitas guru, pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif orang tua dan komunitas dalam mendukung proses belajar anak.

Hingga saat ini, dukungan ekosistem pendidikan telah memberikan manfaat langsung kepada 329 guru, lebih dari 6.500 siswa, dan 27 satuan pendidikan (terdiri dari 16 SD dan 11 MI) di Kecamatan Losari. 

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menjawab tantangan pendidikan di daerah pesisir dan memperkecil kesenjangan mutu pembelajaran antar satuan pendidikan di Kecamatan Losari.

Program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara pemerintah Australia dan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya pada bidang literasi, numerasi, dan karakter. 

Program ini bekerja sama dengan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta beroperasi di enam provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Maluku. Di Jawa Barat, program ini bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang. (din)



Pelantikan DPD PGMI Belitung, Momentum Menguatkan Peran Guru Madrasah

Wakil Bupati: PGMI Harus Jadi Garda Terdepan Peningkatan Mutu Madrasah

Prosesi pelantikan Ketua DPD PGMI, Farid Wajdi dan pengurus, oleh Ketua DPW PGMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dilanjut pengukuhan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom. 


TANJUNGPANDAN – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Indonesia (DPD PGMI) Kabupaten Belitung periode 2024–2029 yang digelar di Ruang Sidang Pemkab Belitung, Sabtu (23/8/2025).

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PGMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sulaiman, M.Pd, dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom. 

Kehadiran berbagai tokoh daerah, mulai dari anggota DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, Ketua MUI, hingga para pengawas madrasah, menjadi bukti dukungan luas bagi perjalanan PGMI Belitung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, sekaligus cerdas.

“PGMI harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Pemerintah daerah akan selalu mendukung kiprah PGMI agar semakin nyata kontribusinya bagi pendidikan di Belitung,” ujar Syamsir disambut tepuk tangan para hadirin.

Senada, Plt. Kepala Kemenag Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E, menekankan pentingnya kolaborasi.

“Kementerian Agama siap bersinergi dengan PGMI, terutama dalam program peningkatan kompetensi guru dan penguatan lembaga pendidikan madrasah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PGMI Babel, Sulaiman, M.Pd, menggambarkan PGMI sebagai rumah besar bagi para guru madrasah.

“PGMI adalah ruang perjuangan kolektif. Mari kita majukan guru madrasah agar semakin profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan era digital,” tuturnya penuh semangat.

Ketua DPD PGMI Belitung yang baru dilantik, Farid Wajdi, S.Ag., M.Si, menyampaikan tekadnya untuk menjadikan PGMI Belitung lebih progresif.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak demi peningkatan kualitas guru madrasah. InsyaAllah PGMI Belitung akan hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan di daerah,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PGMI Belitung untuk semakin meneguhkan peran guru madrasah sebagai ujung tombak pendidikan, sekaligus mitra pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul. 

"Dengan semangat kebersamaan, harapan baru tumbuh untuk kemajuan pendidikan madrasah di Negeri Laskar Pelangi," tandas Farid Wajdi.