Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 31 Agustus 2025

Wali Kota Cirebon Temui Massa Aksi: Ajak Sampaikan Aspirasi dengan Damai dan Tidak Terprovokasi

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi dan Asisten Administrasi Umum, M Arif Kurniawan menemui para peserta aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Cirebon pada Sabtu (30/8). 

Dalam pertemuan terbuka tersebut, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tanpa kekerasan.

"Saya memahami semangat teman-teman dalam menyuarakan pendapat. Tapi mari kita jaga kota ini bersama. Aspirasi boleh disampaikan, namun jangan sampai merusak. Saya sangat menyesalkan terjadinya kerusakan. Ke depan, mari kita tempuh jalur dialog, audiensi, atau forum-forum terbuka lainnya. Tidak perlu ada aksi anarkis," ujar Wali Kota di hadapan para peserta aksi.

Wali Kota juga mengimbau agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat memicu tindakan destruktif. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bersama unsur Forkopimda siap memfasilitasi ruang-ruang penyampaian pendapat secara konstruktif.

“Kalau ada hal yang ingin disampaikan, kami terbuka. Saya sudah koordinasi dan sinergi dengan seluruh forkopimda," ungkapnya.

Aksi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut sempat menimbulkan ketegangan, termasuk adanya kerusakan pada fasilitas umum seperti gedung DPRD. Meski demikian, situasi secara keseluruhan berhasil dikendalikan berkat langkah cepat jajaran TNI, Polri, dan unsur Forkopimda Kota Cirebon.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, yang turut hadir dalam pengamanan aksi, menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan menghindari konfrontasi.

“Kita harus kedepankan dialog. Jangan sampai aksi-aksi seperti ini terulang. Kalau memang ada aspirasi, mari kita duduk bersama, bicarakan baik-baik. Jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.

Danrem juga memastikan bahwa situasi di wilayah sekitar, termasuk Karawang, Subang, Purwakarta, dan kawasan Ciayumajakuning, masih dalam kondisi aman dan kondusif.

Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan akan terus membuka ruang komunikasi dan menghindari pendekatan represif. Aksi unjuk rasa harus menjadi sarana demokrasi yang sehat, bukan ajang kerusakan atau kericuhan. (din)



Peringati HUT ke-104, RSD Gunung Jati Didorong Terus Berinovasi dan Menjadi Rumah Sakit Unggulan Nasional

CIREBON – Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon genap berusia 104 tahun. Momentum bersejarah ini diperingati melalui apel bersama yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di halaman RSD Gunung Jati, Minggu (31/8/2025). 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran perangkat daerah.

Dalam amanatnya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap dedikasi seluruh jajaran RSD Gunung Jati yang telah mengabdi selama lebih dari satu abad dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Ini adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus pencapaian. RSD Gunung Jati tidak hanya sekadar tempat berobat, melainkan telah menjadi pusat harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang terbaik," ujar Wali Kota.

Dengan mengangkat tema "Inovatif, Berkendali Mutu–Berkendali Biaya, Berkeunggulan dan Humanis," RSD Gunung Jati diharapkan terus memperkuat komitmen dalam memberikan layanan kesehatan yang tidak hanya prima dari sisi teknis, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Wali Kota juga menyoroti berbagai inovasi yang telah dilaksanakan, seperti digitalisasi sistem pendaftaran dan rekam medis, hingga pengembangan layanan rawat jalan dengan membuka poliklinik sore hari. Langkah-langkah ini dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan pentingnya pengendalian mutu dan biaya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan rumah sakit. 

“Meski tantangan anggaran dan biaya operasional selalu hadir, RSD Gunung Jati harus terus menjaga mutu pelayanan agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Cirebon, tambahnya, memberikan dukungan penuh terhadap transformasi RSD Gunung Jati menjadi rumah sakit pendidikan. Upaya ini ditempuh melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan demi mencetak tenaga medis yang unggul dan berkompeten.

Namun, Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan non-teknis juga harus dihadapi bersama, terutama terkait kasus kekerasan terhadap tenaga medis. 

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang kerap dialami tenaga kesehatan. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang aman serta kondusif,” tegasnya.

Wali Kota menutup sambutannya dengan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian RSD Gunung Jati yang kini menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk enam layanan unggulan, yaitu kanker, jantung terpadu, ginjal terpadu, stroke, kesehatan ibu dan anak, serta layanan penyakit emergency.

"Saya yakin, dengan semangat inovasi dan komitmen yang kuat, RSD Gunung Jati akan terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul dan berdaya saing tinggi. Mari jadikan ulang tahun ini sebagai momen refleksi untuk melangkah lebih maju," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSD Gunung Jati, Dr. Katibi, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian rumah sakit hingga usia ke-104 ini. 

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diberikan selama ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh unsur rumah sakit serta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Kami sangat gembira bisa terus melayani masyarakat. Tentu ke depan tantangannya lebih besar, dan kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,"* ungkapnya.

Peringatan ulang tahun ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan yang unggul, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (din)

Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemkot Cirebon Gelar Sapa Warga di Kebon Pelok, Wali Kota Tekankan Pentingnya Kondusivitas dan Serap Aspirasi Masyarakat

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali menggelar kegiatan Sapa Warga sebagai wujud kedekatan dan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, pada Sabtu (30/8/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten daerah, serta kepala perangkat daerah. 

Ratusan warga tampak hadir memanfaatkan beragam pelayanan gratis yang tersedia, mulai dari pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, perbankan, hingga donor darah.

Mengawali kegiatan, Wali Kota Cirebon menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan kondusivitas, terutama menyikapi situasi aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah.

“Pemerintah menghargai setiap aspirasi masyarakat. Namun saya mengajak seluruh warga, termasuk para peserta aksi, untuk menyampaikannya dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan ataupun kericuhan. Mari kita duduk bersama, mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Wali Kota.

Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota juga berdialog langsung dengan masyarakat. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan saluran air, penanganan banjir, persoalan limbah lingkungan, hingga permintaan penambahan fasilitas umum. 

Mendengar hal tersebut, Wali Kota secara tegas meminta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti.

“Kami akan mengkaji dengan seksama setiap aspirasi yang masuk. Prinsipnya, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Cirebon  berpihak kepada masyarakat, demi peningkatan kualitas hidup bersama,” ungkapnya.

Selain pelayanan publik, kegiatan Sapa Warga kali ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Langkah ini merupakan upaya Pemkot Cirebon dalam menstabilkan harga serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon sebagai bentuk edukasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan masyarakat. 

Pemkot Cirebon juga menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak, sebagai komitmen dalam memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan sejak usia dini.

Dengan kehadiran kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan secara langsung, namun juga dapat menyampaikan masukan serta melihat komitmen nyata pemerintah kota dalam menjawab kebutuhan publik. (Nur)



Kamis, 28 Agustus 2025

Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih BAZNAS Awards 2025 dalam Kategori Cendekiawan Muslim Pendukung Zakat

 


JAKARTA, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar ajang bergengsi BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta berbagai pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.

Dalam acara yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025), salah satu tokoh akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Sugiato, S.H., M.H., berhasil meraih penghargaan prestisius BAZNAS Awards 2025. Guru Besar yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana tersebut terpilih dalam kategori Special Award: Cendekiawan Muslim Pendukung Zakat Sejahterakan Umat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kiprah Prof. Sugiato dalam mendorong pengembangan pemikiran dan peran strategis zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Dedikasinya dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta advokasi kebijakan zakat dinilai memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekosistem zakat nasional.

Ketua BAZNAS RI dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga motivasi agar seluruh elemen bangsa, khususnya para cendekiawan, terus berkontribusi dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

Acara penganugerahan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pimpinan lembaga zakat, pejabat pemerintah, akademisi, hingga mitra strategis BAZNAS.

Dengan penghargaan ini, nama Prof. Sugiato semakin mengukuhkan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kontribusinya pada pengembangan zakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan penguatan peran akademisi dalam pemberdayaan umat. (din)

Rabu, 27 Agustus 2025

Kabupaten Cirebon Siap Implementasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan dua kebijakan pendidikan nasional yaitu Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). 

Kedua pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar secara menyeluruh, sejalan dengan visi CIREBON BERIMAN yang menekankan nilai keimanan, kasih sayang, dan kecerdasan berpikir.

Bupati Imron menegaskan bahwa pendidikan yang berpusat pada anak adalah fondasi masa depan bangsa. “Kami percaya bahwa pendidikan yang menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, dan kemampuan berpikir kritis akan membentuk generasi yang tangguh dan berakhlak,” ujarnya di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (27/8).

Imron menyampaikan bahwa Pemkab Cirebon akan memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang telah dibangun bersama ekosistem pendidikan daerah untuk mendukung implementasi PM dan KBC. Kolaborasi ini telah berhasil mengurangi kesenjangan mutu pendidikan dasar, khususnya di wilayah pesisir.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengapresiasi komitmen Kabupaten Cirebon dalam mendukung Pembelajaran Mendalam (PM). Saat mengunjungi SD Negeri 3 Astanalanggar, Toni melihat guru telah menerapkan metode pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta rutin melakukan asesmen membaca untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan murid. 

”Guru lebih percaya diri dalam mendorong rasa ingin tahu siswa, empati, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis,” terangnya.

Toni mencatat meski belum semua guru mendapat pelatihan PM, namun semangat untuk menerapkan pembelajaran bermutu begitu tinggi di Kabupaten Cirebon. Toni berharap pelatihan PM dapat diperluas agar lebih banyak guru terlibat.

Sementara itu, Faesal Musaad, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI, mengapresiasi semangat guru-guru MIS Assuniyah 3. Ia melihat bahwa prinsipi-prinsip KBC telah diterapkan di madrasah ini, sekalipun guru-guru MIS Assuniyah 3 belum mendapatkan pelatihan. 

Penilaian itu disampaikan setelah melihat dampak penggunaan asesmen membaca, dan pendampingan belajar yang lebih intensif untuk siswa yang paling tertinggal. 

“Guru telah menunjukkan cinta dan tanggung jawab dalam membantu anak-anak yang tertinggal. Ini adalah salah satu esensi dari KBC,” ujarnya.

Lebih lanjut Faesal mengatakan para guru telah menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Asesmen kemampuan membaca dilakukan secara rutin untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. 

Guru kini lebih fokus membantu siswa yang tertinggal, mencerminkan semangat KBC yang menekankan pendidikan karakter dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pelatihan dan pendampingan ekosistem pendidikan daerah menjadi modal penting dalam penerapan KBC.

Tim Stapleton, Minister Counsellor Tata Kelola dan Pembangunan Manusia dari Kedutaan Besar Australia, menyampaikan kesan positifnya saat mengunjungi Kabupaten Cirebon. Ia menegaskan bahwa Australia bangga mendukung Indonesia dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). 

Dukungan ini sejalan dengan komitmen bersama antara Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak Indonesia.

Direktur Program INOVASI, Sri Widuri mengatakan program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya pada bidang literasi, numerasi, dan karakter. 

Program ini bekerjasama dengan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta beroperasi di enam provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Maluku. Di Jawa Barat, program ini bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang.

Bersama ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon, INOVASI turut berkolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinas Pendidikan, Kemenag, BBPMP Jawa Barat, BBGTK Jawa Barat, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Pendidikan Indonesia, serta komunitas lokal seperti KLASA Cerbon dan INOVASI. 

Ekosistem ini memberikan pelatihan agar pengawas dan guru mampu melakukan asesmen diagnostik membaca, memperkuat kapasitas pengajaran, serta pendampingan melalui Pokjawas.

Hasilnya terlihat nyata di Kecamatan Losari. Di SD Negeri 3 Astanalanggar, kemampuan membaca siswa kelas awal dalam waktu lima bulan meningkat menjadi 42%, atau hampir tiga kali lipat dari capaian sebelumnya. Di MIS Assuniyah 3, dua dari tiga anak mengalami peningkatan kemampuan membaca hingga tingkat paragraf. 

Hal ini mencerminkan efektivitas intervensi. Dengan semangat kolaboratif dan dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Cirebon siap menjadi contoh implementasi kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak. (din)