Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 01 September 2025

Deklarasi Kota Cirebon Damai, Bukti Nyata Sinergitas Wujudkan Kondisi Aman dan Kondusif



CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) , stakeholder terkait dan lapisan masyarakat menegaskan komitmen menjaga ketertiban dan keamanan wilayah dengan menggelar rapat koordinasi dan penandatanganan Deklarasi Kota Cirebon Damai pada Senin (1/9/2025). Langkah ini diambil sebagai respons atas terjadinya aksi unjuk rasa yang terjadi.

Kegiatan berlangsung di Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon dihadiri jajaran forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perwakilan dari organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, LSM, dan organisasi kepemudaan.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Wakil Wali Kota  Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten, staf ahli, dan kepala perangkat daerah.

Dalam keterangannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Cirebon.

“Agenda hari ini bersama forkopimda adalah sebagai wujud kesepakatan kita semua untuk menjaga Kota Cirebon tetap damai. Ini merupakan respons terhadap aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir. Kami menginstruksikan seluruh elemen mulai dari RT, RW, lurah, camat, hingga tokoh masyarakat dan agama untuk aktif menjaga wilayah masing-masing,” ujarnya.

Wali Kota juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan tetap menjaga suasana yang kondusif, terutama di media sosial.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi kita semua. Jangan sampai upaya percepatan pembangunan yang sedang kita jalankan rusak karena tindakan segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Tidak hanya itu, langkah yang dilakukan Pemkot Cirebon adalah sinergi dengan unsur forkopimda dan pihak terkait dengan menggelar patroli keamanan. Wali Kota juga meminta lurah dan camat untuk terus berkoordinasi dan mengedukasi warga. 

"Khususnya anak-anak muda, para pelajar untuk tidak terprovokasi apalagi hingga mengikuti ajakan perusakan fasilitas umum. Mari kita jaga Kota Cirebon bersama-sama agar aman, nyaman dan damai," ajaknya.

Sementara itu, Komandan Korem 063/SGJ, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menekankan bahwa penanganan aksi massa harus dilakukan secara bijak, terukur, dan bertanggung jawab.

“Perlu kita garis bawahi, para peserta unjuk rasa itu adalah saudara-saudara kita. Namun demikian, terhadap tindakan anarkis, tentu harus ada penindakan yang tegas sesuai aturan,” jelas Danrem.

Danrem juga menegaskan bahwa keamanan Kota Cirebon merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Kami mencatat, sebagian besar peserta aksi berasal dari wilayah Cirebon dan sekitarnya. Namun, kami juga tidak menutup kemungkinan adanya provokasi dari pihak luar. Karena itu, antisipasi dan sinergi antar elemen menjadi sangat penting,” tegasnya.

Penandatanganan Deklarasi Kota Cirebon Damai menjadi simbol komitmen bersama seluruh elemen untuk menjaga ketertiban dan menghindari segala bentuk provokasi maupun kekerasan. Seluruh pihak sepakat bahwa stabilitas keamanan adalah syarat utama untuk mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (din)



Yudi Prasetyo Mahasiswa FEBI UIN Siber Cirebon Raih Best Performance di Pasanggiri Mojang Jajaka Ciamis 2025

 

CIAMIS - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Yudi Prasetya, mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), berhasil meraih penghargaan Best Performance sekaligus terpilih sebagai Finalis Jajaka 2025 dalam ajang bergengsi Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Ciamis 2025.

Kompetisi yang digelar sejak 15 Juni hingga 2 Agustus 2025 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Yayasan Paguyuban Mojang Jajaka ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk tampil sebagai duta budaya dan pariwisata daerah. Para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari kecerdasan, kepribadian, kemampuan komunikasi, wawasan kebudayaan, serta komitmen terhadap pengembangan pariwisata lokal.

Dalam ajang tersebut, Yudi tampil memukau dengan kepercayaan diri, penguasaan materi kebudayaan, serta kepiawaian berkomunikasi. Hal ini membuatnya layak menerima penghargaan Best Performance.

“Keikutsertaan saya di Pasanggiri Mojang Jajaka ini bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi pariwisata Ciamis ke khalayak luas,” ujar Yudi.

Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, M.H., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa binaannya.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih saudara Yudi Prasetya. Keikutsertaannya dalam Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Ciamis tidak hanya membawa nama baik dirinya, tetapi juga mengharumkan nama FEBI dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Penghargaan Best Performance ini membuktikan bahwa mahasiswa FEBI tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitasnya dalam bidang budaya, komunikasi, dan kepemimpinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Didi menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi FEBI dalam mencetak generasi unggul yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global dengan tetap berakar pada nilai budaya serta kearifan lokal. (din)

Keberhasilan Yudi di Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Ciamis 2025 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu berkontribusi di berbagai bidang, tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga di panggung budaya dan pariwisata.

Ajang ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga identitas bangsa serta mengangkat potensi wisata daerah ke tingkat nasional bahkan global.

Minggu, 31 Agustus 2025

Wali Kota Cirebon Temui Massa Aksi: Ajak Sampaikan Aspirasi dengan Damai dan Tidak Terprovokasi

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi dan Asisten Administrasi Umum, M Arif Kurniawan menemui para peserta aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Cirebon pada Sabtu (30/8). 

Dalam pertemuan terbuka tersebut, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tanpa kekerasan.

"Saya memahami semangat teman-teman dalam menyuarakan pendapat. Tapi mari kita jaga kota ini bersama. Aspirasi boleh disampaikan, namun jangan sampai merusak. Saya sangat menyesalkan terjadinya kerusakan. Ke depan, mari kita tempuh jalur dialog, audiensi, atau forum-forum terbuka lainnya. Tidak perlu ada aksi anarkis," ujar Wali Kota di hadapan para peserta aksi.

Wali Kota juga mengimbau agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpancing oleh provokasi yang dapat memicu tindakan destruktif. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bersama unsur Forkopimda siap memfasilitasi ruang-ruang penyampaian pendapat secara konstruktif.

“Kalau ada hal yang ingin disampaikan, kami terbuka. Saya sudah koordinasi dan sinergi dengan seluruh forkopimda," ungkapnya.

Aksi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut sempat menimbulkan ketegangan, termasuk adanya kerusakan pada fasilitas umum seperti gedung DPRD. Meski demikian, situasi secara keseluruhan berhasil dikendalikan berkat langkah cepat jajaran TNI, Polri, dan unsur Forkopimda Kota Cirebon.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, yang turut hadir dalam pengamanan aksi, menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan menghindari konfrontasi.

“Kita harus kedepankan dialog. Jangan sampai aksi-aksi seperti ini terulang. Kalau memang ada aspirasi, mari kita duduk bersama, bicarakan baik-baik. Jangan mudah terprovokasi,” ujarnya.

Danrem juga memastikan bahwa situasi di wilayah sekitar, termasuk Karawang, Subang, Purwakarta, dan kawasan Ciayumajakuning, masih dalam kondisi aman dan kondusif.

Sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan akan terus membuka ruang komunikasi dan menghindari pendekatan represif. Aksi unjuk rasa harus menjadi sarana demokrasi yang sehat, bukan ajang kerusakan atau kericuhan. (din)



Peringati HUT ke-104, RSD Gunung Jati Didorong Terus Berinovasi dan Menjadi Rumah Sakit Unggulan Nasional

CIREBON – Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon genap berusia 104 tahun. Momentum bersejarah ini diperingati melalui apel bersama yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di halaman RSD Gunung Jati, Minggu (31/8/2025). 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran perangkat daerah.

Dalam amanatnya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap dedikasi seluruh jajaran RSD Gunung Jati yang telah mengabdi selama lebih dari satu abad dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Ini adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus pencapaian. RSD Gunung Jati tidak hanya sekadar tempat berobat, melainkan telah menjadi pusat harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang terbaik," ujar Wali Kota.

Dengan mengangkat tema "Inovatif, Berkendali Mutu–Berkendali Biaya, Berkeunggulan dan Humanis," RSD Gunung Jati diharapkan terus memperkuat komitmen dalam memberikan layanan kesehatan yang tidak hanya prima dari sisi teknis, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Wali Kota juga menyoroti berbagai inovasi yang telah dilaksanakan, seperti digitalisasi sistem pendaftaran dan rekam medis, hingga pengembangan layanan rawat jalan dengan membuka poliklinik sore hari. Langkah-langkah ini dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan pentingnya pengendalian mutu dan biaya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan rumah sakit. 

“Meski tantangan anggaran dan biaya operasional selalu hadir, RSD Gunung Jati harus terus menjaga mutu pelayanan agar tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Cirebon, tambahnya, memberikan dukungan penuh terhadap transformasi RSD Gunung Jati menjadi rumah sakit pendidikan. Upaya ini ditempuh melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan demi mencetak tenaga medis yang unggul dan berkompeten.

Namun, Wali Kota juga mengingatkan bahwa tantangan non-teknis juga harus dihadapi bersama, terutama terkait kasus kekerasan terhadap tenaga medis. 

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang kerap dialami tenaga kesehatan. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang aman serta kondusif,” tegasnya.

Wali Kota menutup sambutannya dengan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian RSD Gunung Jati yang kini menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk enam layanan unggulan, yaitu kanker, jantung terpadu, ginjal terpadu, stroke, kesehatan ibu dan anak, serta layanan penyakit emergency.

"Saya yakin, dengan semangat inovasi dan komitmen yang kuat, RSD Gunung Jati akan terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul dan berdaya saing tinggi. Mari jadikan ulang tahun ini sebagai momen refleksi untuk melangkah lebih maju," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSD Gunung Jati, Dr. Katibi, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian rumah sakit hingga usia ke-104 ini. 

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang diberikan selama ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh unsur rumah sakit serta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Kami sangat gembira bisa terus melayani masyarakat. Tentu ke depan tantangannya lebih besar, dan kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,"* ungkapnya.

Peringatan ulang tahun ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan yang unggul, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (din)

Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemkot Cirebon Gelar Sapa Warga di Kebon Pelok, Wali Kota Tekankan Pentingnya Kondusivitas dan Serap Aspirasi Masyarakat

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali menggelar kegiatan Sapa Warga sebagai wujud kedekatan dan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, pada Sabtu (30/8/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten daerah, serta kepala perangkat daerah. 

Ratusan warga tampak hadir memanfaatkan beragam pelayanan gratis yang tersedia, mulai dari pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, perbankan, hingga donor darah.

Mengawali kegiatan, Wali Kota Cirebon menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan kondusivitas, terutama menyikapi situasi aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah.

“Pemerintah menghargai setiap aspirasi masyarakat. Namun saya mengajak seluruh warga, termasuk para peserta aksi, untuk menyampaikannya dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan ataupun kericuhan. Mari kita duduk bersama, mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Wali Kota.

Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota juga berdialog langsung dengan masyarakat. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan saluran air, penanganan banjir, persoalan limbah lingkungan, hingga permintaan penambahan fasilitas umum. 

Mendengar hal tersebut, Wali Kota secara tegas meminta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti.

“Kami akan mengkaji dengan seksama setiap aspirasi yang masuk. Prinsipnya, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Cirebon  berpihak kepada masyarakat, demi peningkatan kualitas hidup bersama,” ungkapnya.

Selain pelayanan publik, kegiatan Sapa Warga kali ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Langkah ini merupakan upaya Pemkot Cirebon dalam menstabilkan harga serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon sebagai bentuk edukasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan masyarakat. 

Pemkot Cirebon juga menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak, sebagai komitmen dalam memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan sejak usia dini.

Dengan kehadiran kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan secara langsung, namun juga dapat menyampaikan masukan serta melihat komitmen nyata pemerintah kota dalam menjawab kebutuhan publik. (Nur)