Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 17 Oktober 2025

Rektor UIN Siber Cirebon Dorong Transformasi Wakaf Produktif dan Kolaborasi PTKIN

 

CIREBON  — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menghadiri Rapat Sosialisasi dan Persiapan Kick Off Kota Wakaf yang digelar pada Jumat (17/10/2025) di Ruang Rapat Bupati Cirebon. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon sebagai pilot project “Kota Wakaf” yang dijadwalkan akan dilaunching secara resmi oleh Menteri Agama RI pada 4 November 2025 mendatang.

Rapat yang dipandu langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua MUI Kabupaten Cirebon, Kepala Bappelitbang, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala ATR/BPN, Ketua Baznas, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) KH. Aziz Hakim Syaerozie, Rektor Universitas Bunga Bangsa, dan perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Cirebon Jadi Pilot Project “Kota Wakaf”

Dalam paparannya, H. Slamet, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) program Kota Wakaf oleh Kementerian Agama RI. Program ini diharapkan menjadi gerakan nasional dalam mengoptimalkan potensi wakaf, baik wakaf tanah maupun wakaf uang, untuk kesejahteraan umat.

“Rapat ini menjadi langkah awal menyatukan visi lintas instansi agar peluncuran Kota Wakaf berjalan sukses. Kami menargetkan Cirebon tidak hanya menjadi kota simbolis, tetapi juga kota yang produktif dan mandiri secara ekonomi berbasis wakaf,” ujar Slamet.

Pemkab Cirebon Siap Dukung Penuh

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. menyampaikan apresiasi terhadap inisiasi Kemenag Kabupaten Cirebon dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan program Kota Wakaf.

“Kami dari pemerintah daerah siap mendukung dan mensupport penuh inisiatif ini. Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi contoh nasional dalam pengelolaan wakaf yang produktif dan menyejahterakan masyarakat,” tegas Bupati Imron.

BWI Dorong Gerakan Wakaf Produktif

Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozie, menjelaskan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan oleh BWI, antara lain:

1. Melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat tentang pentingnya wakaf uang.

2. Mengidentifikasi seluruh tanah wakaf yang ada di Kabupaten Cirebon.

3. Menertibkan nadzir sesuai ketentuan bahwa masa jabatan maksimal adalah lima tahun.

4. Memetakan aset wakaf produktif yang memiliki potensi manfaat ekonomi dan sosial besar bagi masyarakat.

Menurutnya, wakaf uang menjadi terobosan penting dalam mendorong kemandirian umat melalui pengelolaan keuangan syariah yang transparan dan berkelanjutan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dorong Paradigma Baru Wakaf

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menyampaikan pandangannya tentang paradigma baru wakaf di era digital dan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa sertifikasi tanah wakaf bukan hanya sekadar legalitas administratif, tetapi juga pondasi menuju wakaf produktif yang berdampak sosial dan ekonomi nyata.

“Kita perlu bergeser dari konsep 3M — maqbarah, masjid, madrasah — menuju konsep wakaf produktif yang menopang ekonomi umat. Inilah semangat baru yang harus kita kembangkan bersama,” ungkap Prof. Aan.

Beliau juga mencontohkan sinergi nasional dalam pengelolaan wakaf melalui KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan yang dilakukan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, di mana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama 13 PTKIN lainnya menjadi mitra strategis Kementerian ATR/BPN.

Lebih lanjut, Prof. Aan memaparkan bahwa UIN Siber Cirebon telah aktif mengembangkan berbagai KKN Tematik yang relevan dengan isu sosial keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, di antaranya:

Literasi Pendidikan bekerja sama dengan program INOVASI (kemitraan Indonesia–Australia),

Moderasi Beragama bersama BNPT,

Pemberdayaan Desa dan Pengelolaan Wakaf–Zakat Berbasis Digital.

“Pembiayaan dan dukungan teknis kegiatan kami juga melibatkan kolaborasi mitra strategis, baik pemerintah maupun lembaga swasta. Prinsipnya, semua pihak bisa berkontribusi dalam membangun ekosistem wakaf yang produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah Bersama Menuju Ekonomi Umat

Rapat Sosialisasi dan Persiapan Kick Off Kota Wakaf ini menjadi tonggak penting sinergi lintas lembaga di Kabupaten Cirebon, antara pemerintah daerah, Kemenag, BWI, lembaga pendidikan tinggi, dan perbankan syariah.

Dengan peluncuran resmi Kota Wakaf Cirebon pada 4 November 2025 mendatang, diharapkan muncul model kolaboratif wakaf produktif yang tidak hanya menyejahterakan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi bagian dari ekosistem baru ini — memadukan ilmu, riset, dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun peradaban ekonomi berbasis wakaf,” tutup Prof. Aan.(Nur)

Kerjasama FEB UGJ dengan Jepang dan Summer School Malaysia, Wujudkan Kampus Daerah Bertaraf Internasional

 

CIREBON, FC– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Melalui program unggulan “FEB UGJ Go International”, kampus ini membuktikan komitmennya mencetak generasi muda berwawasan global dan berdaya saing dunia.

Tiga mahasiswa terbaik FEB UGJ terpilih menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik ternama Jepang, Seiwa Wex Co. Ltd. Mereka adalah M. Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N. (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi).

Ketiganya berhasil melewati proses seleksi yang sangat ketat, mulai dari administrasi, tes fisik, hingga kemampuan bahasa Jepang. 

“Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembekalan intensif selama tiga bulan yang langsung diberikan oleh perwakilan perusahaan Jepang, mencakup bahasa, budaya kerja, hingga etos profesional,” ungkap Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, MM. M.Si.

Menariknya, program magang yang semula berdurasi enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun penuh atas permintaan langsung pihak perusahaan. 

Selama magang, mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik setara 40 SKS serta kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB UGJ yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatan dilakukan secara bertahap. Ini merupakan gelombang kedua, setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” tutur Dr. Acep penuh kebanggaan.

Tak hanya Jepang, FEB UGJ juga menembus Malaysia lewat program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang akan berlangsung pada 18–30 Oktober 2025. 

Peserta program ini adalah mahasiswa pilihan, di antaranya Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Dr H Acep Komara menjelaskan, program Summer School ini memadukan kuliah akademik, seminar internasional, pelatihan pengembangan diri, serta eksplorasi budaya lintas negara. 

“Mahasiswa yang berangkat merupakan hasil seleksi ketat dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni,” jelas Dr H. Acep Komara, MM. M.Si.

Menurutnya, kegiatan internasional ini sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa. 

“Status mereka bukan pekerja migran, melainkan mahasiswa yang menjalankan program akademik internasional. Ini adalah wujud nyata Merdeka Belajar di level global,” tegasnya.

Langkah berani FEB UGJ ini menjadi bukti bahwa kampus daerah pun mampu menembus batas dunia. Dengan dukungan kerja sama strategis bersama mitra luar negeri, FEB UGJ konsisten membangun ekosistem pendidikan yang global-minded, profesional, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal serta humanis.

Melalui semangat “FEB UGJ Go International”, fakultas ini meneguhkan posisinya sebagai pelopor internasionalisasi pendidikan tinggi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Kami ingin mahasiswa FEB tidak hanya cerdas dalam teori, tetapi juga tangguh di dunia kerja dan berjiwa pemimpin global. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr. Acep Komara penuh optimisme. (din)

Mahasiswa FEB UGJ Cirebon Magang ke Jepang dan Summer School di Malaysia Langkah Nyata “FEB UGJ Go International” Wujudkan Kampus Daerah Bertaraf Dunia

 

CIREBON FC – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon terus membuktikan diri sebagai kampus yang dinamis dan berdaya saing global. Melalui program “FEB UGJ Go International”, tiga mahasiswa terpilih akan menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik terkemuka Jepang, Seiwa Wex Co. Ltd.

Ketiganya adalah M. Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N. (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi). Mereka akan berangkat setelah melewati berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes fisik, hingga kemampuan bahasa Jepang.

“Sebelum berangkat, mereka mendapat pembekalan intensif selama tiga bulan tentang bahasa dan budaya Jepang langsung dari perwakilan perusahaan,” jelas Dekan FEB UGJ, Dr. H. Acep Komara, M.Si.

Menariknya, program magang yang semula hanya enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun atas permintaan langsung dari pihak perusahaan.

Selama magang, mahasiswa akan memperoleh konversi akademik setara 40 SKS serta kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari dalam seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatannya dilakukan secara bertahap. Ini merupakan tahap kedua, setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” tambah Dr. Acep dengan penuh kebanggaan.

Selain ke Jepang, lima mahasiswa FEB UGJ juga bersiap mengikuti program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada 18–30 Oktober 2025. Mereka adalah Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Program ini dirancang sebagai short course internasional yang memadukan kuliah akademik, seminar, pelatihan pengembangan diri, hingga pengenalan budaya lintas negara.

“Mahasiswa yang ikut program ini telah melalui seleksi dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang baik,” jelas Wakil Dekan I FEB UGJ, Moh. Yudi Mahadianto.

Ia menegaskan, program magang dan Summer School luar negeri ini selaras dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa.

“Status mereka bukan pekerja migran, melainkan mahasiswa yang menjalankan program akademik internasional. Ini bentuk nyata Merdeka Belajar di level global,” tegas Yudi.

Langkah berani FEB UGJ ini menunjukkan bahwa kampus daerah pun mampu menembus batas dunia. Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, FEB UGJ membangun ekosistem pendidikan berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan humanis.

Dengan semangat “FEB UGJ Go International”, kampus ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam teori, tangguh menghadapi realitas dunia kerja, dan berjiwa pemimpin global.

“Kami ingin mahasiswa FEB menjadi duta kampus dan duta bangsa. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr. Acep Komara penuh harap. (din)

FEB UGJ Go International: Wujudkan Mimpi Mahasiswa Menembus Dunia

CIREBON, FC– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon terus membuktikan diri sebagai fakultas yang progresif dan visioner. Melalui program “FEB UGJ Go International”, fakultas ini membuka jalan bagi mahasiswanya untuk meraih pengalaman global, mulai dari magang kerja di Jepang hingga Summer School di Malaysia.

Langkah internasional ini secara resmi ditandai dengan pelepasan delapan mahasiswa FEB UGJ pada Kamis (16/10/2025) di Kampus I UGJ Cirebon. Acara penuh kebanggaan ini dipimpin langsung oleh Rektor UGJ, Prof Dr Achmad Faqih, didampingi Dekan FEB, Dr Acep Komara MSi, serta Wakil Dekan I, Moh Yudi Mahadianto SE MM MPM CAP CTT ACPA.

Dalam sambutannya, Rektor UGJ Prof Dr Achmad Faqih menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi dan semangat internasionalisasi FEB UGJ.

“Ini kesempatan luar biasa. Jepang dikenal sebagai negara dengan kedisiplinan dan etos kerja tinggi. Mahasiswa FEB UGJ berkesempatan untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional internasional, sekaligus memperkenalkan kualitas sumber daya muda dari Cirebon kepada dunia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi pengalaman magang, melainkan bagian dari komitmen UGJ untuk menyiapkan lulusan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.

“Mahasiswa yang berangkat hari ini adalah mereka yang terpilih. FEB UGJ telah menunjukkan kelasnya sebagai fakultas dengan daya saing internasional. Tahun ini saja, kami telah membuka program perkuliahan internasional yang menjadi tonggak penting bagi transformasi UGJ ke arah global university,” tambah Prof Faqih.

Sementara itu, Dekan FEB UGJ, Dr Acep Komara MSi, menjelaskan bahwa tiga mahasiswa FEB akan menjalani magang kerja selama 12 bulan di perusahaan logistik terkemuka Jepang, Seiwa Wex Co Ltd.

Mereka adalah M Septian Arya Permana (Akuntansi, Semester 5), Maulana Iqbal N (Manajemen, Semester 7), dan Muhamad Francisko Umam Safuro Ganti (Akuntansi).

“Sebelum berangkat, mereka telah melalui proses seleksi yang ketat, baik administratif, fisik, maupun kemampuan bahasa. Bahkan, selama tiga bulan terakhir mereka mendapat pembekalan bahasa dan budaya Jepang langsung dari perwakilan perusahaan,” ungkap Dr Acep.

Menariknya, masa magang yang awalnya hanya enam bulan kini diperpanjang menjadi satu tahun karena permintaan langsung dari pihak perusahaan. Selama periode tersebut, mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik setara 40 SKS dan kompensasi Rp12–15 juta per bulan dengan sistem kerja profesional lima hari seminggu.

“Total ada 62 mahasiswa FEB yang lolos seleksi magang ke Jepang, namun keberangkatannya dilakukan secara bertahap. Ini adalah tahap kedua setelah tahap pertama sukses diberangkatkan bulan lalu,” imbuhnya.

Selain ke Jepang, lima mahasiswa FEB UGJ juga siap menimba ilmu di luar negeri melalui program Summer School di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang berlangsung 18–30 Oktober 2025.

Mereka adalah Aisyah Ariani (Akuntansi, Semester 7), Fidela Agatha (Manajemen, Semester 7), Nicky Adelaide Ames (Akuntansi, Semester 3), Muhammad Husni Ardine Eldziesyah (Manajemen, Semester 3), dan Nawal Vikanie (Manajemen, Semester 3).

Program ini dirancang sebagai short course internasional yang berisi kuliah akademik, seminar, pelatihan pengembangan diri, serta pengenalan budaya lintas negara.

“Mahasiswa yang ikut program ini telah melalui seleksi dengan IPK minimal 3,0 dan kemampuan bahasa Inggris yang baik,” jelas Wakil Dekan I FEB UGJ, Moh Yudi Mahadianto.

Ia menambahkan, program magang luar negeri dan Summer School ini sepenuhnya sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa.

“Status mereka bukan pekerja migran, tetapi mahasiswa yang sedang menjalankan program akademik internasional. Ini bentuk nyata Merdeka Belajar di level global,” tegas Yudi.

Langkah berani FEB UGJ ini menjadi bukti nyata bahwa kampus di daerah pun mampu menembus batas dunia. Melalui kerja sama strategis dengan perusahaan dan universitas luar negeri, FEB UGJ membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan humanis.

Dr H Acep Komara M.Si menegaskan, dengan semangat “FEB UGJ Go International”, kampus ini terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dunia nyata.

“Kami ingin mahasiswa FEB menjadi duta kampus dan duta bangsa. Dari Cirebon, mereka membawa semangat untuk belajar, bekerja, dan menginspirasi dunia,” pungkas Dr Acep Komara penuh harap. (din)

Kamis, 16 Oktober 2025

Ayu Amiroh Lutfiyah Abkar Raih Juara 1 MHQ 30 Juz Tingkat Kabupaten Majalengka

 

MAJALENGKA, FC —  Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon Ayu Amiroh Lutfiyah Abkar, meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz tingkat Kabupaten Majalengka, (16/10).

Kompetisi ini merupakan bagian dari Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka pada 14–16 Oktober 2025 di Kecamatan Sindang, Jawa Barat. Keberhasilan Ayu menjadi sorotan karena diraihnya di tengah kesibukan kuliah dan aktivitas organisasi yang padat.

Dalam wawancara singkat, Ayu mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia harus berjuang keras untuk membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, dan hafalan Al-Qur’an.

“Meluangkan waktu untuk terus muroja’ah Al-Qur’an di tengah sibuknya perkuliahan dan organisasi tidaklah mudah. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti. Saya terus berusaha melakukan yang terbaik, dengan niat untuk mendapatkan ridha Allah dan keberkahan Al-Qur’an. Alhamdulillah, proses tidak mengkhianati hasil,” ujarnya penuh syukur.

Menurut Ayu, motivasi terbesar datang dari doa orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung. Di balik prestasi gemilangnya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh tantangan, termasuk keraguan terhadap diri sendiri.

“Jangan jadikan suatu peluang menjadi tantangan. Terus percaya diri dan berusaha maksimal dalam prosesnya. Optimis dan jangan lupa tawakal kepada-Nya,” tambahnya.

Kemenangan Ayu tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai Al-Qur’an. Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu bersaing dan berkontribusi nyata di tingkat daerah, bahkan di tengah keterbatasan waktu dan tantangan akademik.

Prestasi ini juga menjadi ajang pembuktian kualitas mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekaligus membawa nama baik kampus di kancah lokal dan nasional.

"Ayu adalah representasi mahasiswa Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga secara spiritual. Ia membuktikan bahwa dengan tekad kuat dan manajemen waktu yang baik, prestasi bisa diraih tanpa harus mengorbankan salah satunya," ujar salah satu dosen pembimbing PAI.

Sebagai kampus Islam berbasis digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di panggung kompetisi yang membawa misi keagamaan dan kemanusiaan.

Prestasi Ayu diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menggali potensi spiritual dan sosial sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat dan agama. (din)