Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 01 Desember 2025

AIAT se-Indonesia Apresiasi Kolaborasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Suksesnya Konferensi Internasional

 


CIREBON, FC – Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia sukses menggelar pertemuan tahunan sekaligus konferensi internasional bertajuk “The Qur’an and Religious Literacy in Southeast Asia” pada 29 November – 1 Desember 2025. 

Perhelatan akbar ini berlangsung dengan dukungan penuh dari tuan rumah, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), yang menyediakan berbagai fasilitas serta dukungan teknis demi kelancaran agenda.

Presiden AIAT se-Indonesia sekaligus Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Sahiron, M.A., mengapresiasi kontribusi signifikan UIN SSC dalam menyukseskan acara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan seluruh jajaran atas dukungan logistik dan fasilitas yang luar biasa. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam mengembangkan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir di Indonesia,” ujar Sahiron.

Ia menegaskan bahwa sejak 2015, Kementerian Agama RI terus memberikan dukungan terhadap berkembangnya asosiasi-asosiasi keilmuan, termasuk AIAT, yang kini semakin progresif dalam berbagai inovasinya.

“AIAT telah berkembang pesat, mampu membangun kurikulum, website, jurnal, serta menyelenggarakan konferensi internasional dengan sangat baik. Ini menunjukkan kemajuan besar dan harus terus dikonsolidasikan ke depan,” tambahnya.

Selain sesi akademik, momen berkesan dalam kegiatan ini adalah AIAT Awarding Night, di mana penghargaan diberikan kepada para tokoh dan akademisi Al-Qur’an serta Tafsir dari seluruh Indonesia. Penghargaan tertinggi Lifetime Achievement dianugerahkan kepada Alm. Supardi Abdu Shomat, pelopor Qur’an Braille Indonesia.

“Beliau adalah sosok luar biasa, santri tuna netra pertama yang menciptakan Qur’an Braille versi Indonesia dan berjasa besar dalam penyebaran literasi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas,” jelas Ahmad Rofiq, Sekretaris AIAT.

Rofiq juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap antusiasme generasi muda dalam bidang studi Al-Qur’an, terbukti dari terselenggaranya kompetisi ilmiah dengan 55 peserta esai, 35 artikel ilmiah, dan 40 konten kreator video.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan komitmen kampus dalam mendukung transformasi kajian Al-Qur’an melalui teknologi digital.

“Sebagai Cyber Islamic University, kami berkomitmen memperkuat riset dan literasi digital Al-Qur’an yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Digitalisasi tafsir, termasuk pengembangan aplikasi pencarian derivasi kata dalam Al-Qur’an, menjadi langkah strategis kami dalam menghadirkan ilmu yang relevan dan mudah diakses,” ujar Prof. Aan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membangun ekosistem keilmuan Al-Qur’an yang lebih progresif di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kerja sama dengan AIAT se-Indonesia dalam konferensi internasional ini merupakan bukti bahwa inovasi dalam studi keislaman harus dikerjakan bersama. Kami berharap hasil konferensi ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan Ulumul Qur’an, baik dalam metodologi kajian maupun pemanfaatan teknologi masa depan,” tegasnya.

Prof. Aan menutup sambutan dengan harapan agar konferensi ini menjadi ruang lahirnya gagasan baru dan relevan bagi umat.

“Kajian Al-Qur’an harus terus menjadi inspirasi kebaikan dan pencerahan, Shalih li Kulli Zaman wa Makan, sesuai dengan dinamika kehidupan manusia modern,” pungkasnya.

Kolaborasi ini tidak hanya menegaskan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus keislaman berbasis digital pertama di Indonesia, tetapi juga menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat jaringan akademik internasional dan pengembangan keilmuan Al-Qur’an di kawasan Asia Tenggara. (din)

UIN Siber Cirebon Selenggarakan The 8th Annual Meeting of AIAT se-Indonesia dan International Conference

 

CIREBON – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi kelembagaan dengan sukses menjadi tuan rumah The 8th Annual Meeting and International Conference yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia. 

Perhelatan ilmiah bertaraf internasional ini berlangsung meriah pada 29 November – 1 Desember 2025, mengangkat tema strategis “The Qur’an and Religious Literacy in Southeast Asia.”

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan AIAT untuk memilih kampusnya sebagai tuan rumah.

“Merupakan kehormatan besar bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi titik kumpul para pakar dan peneliti Al-Qur’an dan Tafsir dari berbagai negara. Kami bersyukur acara ini berjalan lancar dan sukses, menghadirkan diskusi yang produktif dan mencerahkan,” ujar Prof. Aan.

Dorong Inovasi Digital Studi Al-Qur’an

Prof. Aan menegaskan bahwa konferensi ini bukan hanya ruang bertukar gagasan, tetapi katalis pengembangan teknologi dalam kajian Al-Qur’an.

“Di era digital, kemudahan akses dan penelitian Al-Qur’an berbasis teknologi adalah keniscayaan. Kami berharap dosen-dosen IAT UIN Siber dapat segera merealisasikan aplikasi pencarian derivasi kata dalam Al-Qur’an yang akan sangat mendukung riset akademik,” tegasnya.

Komitmen transformasi digital ini sejalan dengan visi UIN Siber sebagai Cyber Islamic University yang unggul dalam inovasi keilmuan.

Hadirkan Pakar Dunia dan Lebih dari 80 Presenter

Konferensi ini menghadirkan tokoh-tokoh penting di Asia Tenggara dan Indonesia, di antaranya:

Dr. Khairudin Aljunied (National University of Singapore)

Haziah Hussin, Ph.D. (Universitas Kebangsaan Malaysia)

Faried F. Saenong, M.A., Ph.D. (Koordinator Staf Khusus Menteri Agama)

Nasywa Shihab (Managing Director Penerbit Lentera Hati)

Prof. Faqihuddin Abdul Kodir dan Prof. Sumanta (Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)

Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan lebih dari 80 presenter dari Indonesia, Malaysia, China, India hingga USA yang menyampaikan riset-riset mutakhir mereka.

Apresiasi AIAT dan Dukungan Kemenag

Ajang ini juga diramaikan dengan kompetisi ilmiah dan penghargaan yang diberikan AIAT kepada para pegiat dan guru besar IAT. Salah satu penghargaan tertinggi, Lifetime Achievement Award, diberikan kepada Alm. Supardi Abdu Shomat, pionir Qur’an Braille Indonesia.

Presiden AIAT yang juga Direktur PTKI Kementerian Agama, Prof. Sahiron, memberikan apresiasi atas dukungan penuh UIN Siber dalam kesuksesan penyelenggaraan acara.

Prof. Aan menegaskan kesiapan kampus dalam menguatkan kolaborasi yang lebih luas.

“Kami siap memperkuat kerja sama strategis dengan AIAT dan seluruh PTKI dalam pengembangan kajian Al-Qur’an. Semangat bahwa Al-Qur’an selalu relevan di setiap ruang dan zaman harus tercermin dalam inovasi akademik kita,” tutupnya.

Kesuksesan pelaksanaan konferensi internasional ini semakin menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat keunggulan studi keagamaan dan teknologi, yang siap melangkah menuju panggung global melalui literasi ilmiah dan digitalisasi Al-Qur’an. (din)

Sah! DPRD dan Pemerintah Daerah Setujui APBD Kota Cirebon Tahun 2026

 

CIREBON – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 resmi disahkan. Keputusan tersebut disepakati melalui rapat paripurna DPRD Kota Cirebon di Griya Sawala, Kamis (27/11/2025).

Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menerangkan, Raperda APBD tahun 2026 telah dibahas Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan berpedoman kepada RKPD, KUA dan PPAS.

Di samping itu, pengesahan APBD di dalam paripurna sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 14/2025.

“Banggar dan TAPD Kota Cirebon telah melakukan pembahasan terhadap raperda ABPD tahun anggaran 2026 dan sepakat untuk disetujui dalam rapat paripurna hari ini,” tuturnya.

Menyampaikan laporan Banggar, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH mengatakan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 telah dibahas sesuai ketentuan perundang-undangan serta memerhatikan kepatutan dan keadilan bagi masyarakat.

Fitrah melaporkan, secara keseluruhan pendapatan ditetapkan sebesar Rp1,49 triliun yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp744 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp750 miliar

Sementara itu, secara keseluruhan belanja ditetapkan sebesar Rp1,48 triliun, yang terdiri dari tiga komponen, yakni Belanja Operasi sebesar Rp1,42 triliun, Belanja Modal sebesar Rp55 miliar dan Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3 miliar.

“Atas nama pimpinan banggar, saya ucapkan terima kasih kepada para anggota banggar dan TAPD. Kami berusaha agar R-APBD memenuhi prinsip perundang-undangan,” katanya.

Sementara itu, dalam jawaban akhirnya, Walikota Cirebon, Effendi Edo SAP MSi menyampaikan apresiasi kepada DPRD yang sudah bersama membahas Raperda APBD 2026 hingga disahkan menjadi Perda.

Ia juga berharap, APBD yang telah disahkan mampu mengakomodir program-program strategis untuk pembangunan di Kota Cirebon.

“Kami berharap APBD ini bisa mengakomodir program yang mendukung sektor strategis. Saya memastikan alokasi wajib tetap terpenuhi secara maksimal, seperti pendidikan dan kesehatan,” kata Edo. (din)

Sabtu, 29 November 2025

Bupati Imron Optimis Dukupuntang Juara P2WKSS Tingkat Jabar 2025

KABUPATEN CIREBON - Desa Dukupuntang, Kecamatan Dukupuntang, mewakili Kabupaten Cirebon dalam Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.

Tim penguji melaksanakan evaluasi akhir pada Jumat (28/11/2025).

Bupati Cirebon Imron menyampaikan, Kabupaten Cirebon menaruh harapan besar pada hasil evaluasi tersebut.

Ia menilai, jawaban para kader saat sesi wawancara juri menunjukkan kesiapan dan pemahaman terhadap program.

“Acara penilaian akhir P2WKSS tingkat Jabar. Kami, di Desa Dukupuntang, Kecamatan Dukupuntang ini mewakili Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

“Kalau kita lihat dari segi pertanyaan dan jawaban kader, hasilnya memuaskan. Dari fakta dan bukti yang ada saat diwawancara, mudah-mudahan juara,” ucapnya menambahkan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menambahkan, evaluasi akhir ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan perubahan yang telah dicapai desa lokus.

“Melaksanakan evaluasi akhir P2WKSS di Desa Dukupuntang. Semoga hari ini kita betul-betul memberikan hal yang terbaik untuk tim juri, agar kita menjadi desa lokus P2WKSS yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Fitriani.

Ia menjelaskan, kondisi awal desa yang menjadi lokus P2WKSS masuk dalam kategori kumuh, masyarakat kurang berdaya, pendidikan rendah, serta tingkat kesejahteraan yang belum merata.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap terjadi peningkatan nyata.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini perempuannya makin berdaya, anak-anaknya terlindungi, dan keluarganya sejahtera,” tambahnya.

Fitriani menegaskan, pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Dukupuntang yang Madani, Cirebon Katon, Jabar Istimewa, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. (Nur)






Kota Cirebon Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025

CIREBON- Kota Cirebon meraih penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda pada ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 2025 oleh Kementerian Kesehatan RI , Jumat (28/11/2025). 

Sebelumnya, Kota Cirebon juga meraih penghargaan serupa pada tahun 2023. Raihan tersebut menjadi bukti konsistensi Pemkot Cirebon dalam memperkuat program kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.

Pj Sekda Kota Cirebon, Sumanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja bersama semua pihak.

 “Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat. Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan kita,” ujarnya. 

Dalam proses verifikasi penghargaan ini, dokumen Kota Cirebon diperiksa berdasarkan 9 tatanan yang menjadi indikator penilaian. 

Diantaranya kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, permukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas jalan, perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana. 

Hasil verifikasi menunjukkan komitmen Kota Cirebon dalam menyelaraskan seluruh tatanan tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Pj Sekda menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemkot Cirebon untuk semakin memperkuat program kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mempererat sinergi lintas sektor. 

“Hal ini sejalan dengan visi membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty menekankan pentingnya kolaborasi dalam pencapaian penghargaan ini. 

“Berkat dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan berbagai dinas terkait, kita bisa mencapai kategori Swasti Saba Wiwerda. Di tahun 2027, kami yakin Kota Cirebon bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Siti Maria juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan nyata dari masyarakat yang lebih sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik. 

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam membangun kesadaran masyarakat, meningkatkan sanitasi, dan kualitas hidup berjalan efektif,” tambahnya.

Keberhasilan Kota Cirebon ini menjadi kabar baik bagi warga dan juga menjadi motivasi bagi daerah lain di Ciayumajakuning. Saat ini, Kota Cirebon menempati peringkat terbaik di wilayah Ciayumajakuning dan menduduki peringkat ke-8 terbaik di Jawa Barat. Target ke depan, Pemkot Cirebon menyiapkan langkah strategis untuk meraih kategori Swasti Saba Wistara. (din)