Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 15 Desember 2025

Puluhan Ribu Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Jamsostek Dari Pemprov Jabar

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja, khususnya pekerja rentan.

Kali ini, sebanyak 39.775 pekerja rentan di seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk periode November-Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, pada kegiatan pembagian kartu peserta program perlindungan Jamsostek pekerja informal rentan di Kabupaten Cirebon, bertempat di ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon.

“Program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja, khususnya pekerja rentan yang memiliki risiko sosial ekonomi tinggi,” ujar Jigus, sapaan akrabnya.

“Kita ingin memastikan mereka dapat bekerja dengan rasa aman dan tenang,” ucapnya menambahkan, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda yang telah dilaksanakan oleh Bupati Cirebon Imron pada Jumat (5/12/2025), yang secara simbolis diberikan kepada perwakilan delapan kecamatan, yakni Sumber, Tengahtani, Talun, Plered, Weru, Plumbon, Kedawung, dan Dukupuntang, serta Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC).

Menurut Jigus, perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sejalan dengan visi Kabupaten Cirebon “Beriman”, yang mencakup pemerintahan yang bersih dan akuntabel, inovatif, maju, agamis, serta aman bagi seluruh masyarakat.

“Melalui program ini, kami berharap kualitas sumber daya manusia meningkat, produktivitas ekonomi semakin kuat, dan pekerja rentan tidak lagi dihantui kekhawatiran ketika menghadapi risiko pekerjaan,” katanya.

Ia juga memaparkan bahwa hingga Oktober 2025, tingkat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kabupaten Cirebon berada di angka 36,45 persen.

Dengan tambahan peserta pada November 2025, angka tersebut meningkat menjadi 41,28 persen, atau naik 4,83 persen.

“Ini capaian yang patut kita syukuri. Namun, kami tidak berhenti di sini. Ke depan, kami akan terus mendorong agar semakin banyak pekerja di Kabupaten Cirebon terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Cirebon juga telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 2.358 nelayan sebagai pekerja rentan melalui optimalisasi DBH CHT, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dalam program ini, para pekerja rentan mendapatkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Jaminan tersebut mulai dari perlindungan sejak berangkat kerja hingga kembali ke rumah, biaya perawatan tanpa batas, santunan cacat, santunan kematian, hingga beasiswa bagi dua anak peserta.

“Kepada para penerima manfaat, saya ucapkan selamat. Gunakan perlindungan ini sebagai ikhtiar untuk masa depan kerja yang lebih aman dan bermartabat,” tutur Jigus.

Ia juga meminta para camat untuk memastikan pendistribusian kartu kepesertaan berjalan tepat sasaran melalui peran aktif para kepala desa.

“Semoga langkah ini menjadi upaya bersama dalam memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (din)

Pemkot Salurkan Bantuan Sembilan Warga Kota Cirebon Terdampak Bencana Aceh


CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Sosial menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan memulangkan sembilan warga Kota Cirebon yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh. 

Upaya pemulangan ini menjadi ikhtiar panjang yang dirajut dari komunikasi, kepedulian, dan kerja lintas pihak, hingga akhirnya para warga dapat kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran dengan selamat.

Kesembilan warga tersebut sebelumnya berada di beberapa wilayah terdampak, yakni empat orang di Lhokseumawe, lima orang yang tersebar di Pidie Jaya dan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. 

Mereka bekerja sebagai pekerja bangunan di salah satu proyek yang berlokasi di markas TNI. Namun, bencana alam yang datang tiba-tiba membuat aktivitas terhenti dan memutus hampir seluruh akses kehidupan.

Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, Pemerintah Kota Cirebon juga menyerahkan bantuan kepada para warga yang telah dipulangkan. Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, bersama perangkat daerah terkait, bertempat di Kantor Kecamatan Harjamukti, Senin (15/12/2025).

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa proses pemulangan bukanlah hal yang mudah, namun dapat terwujud berkat kerja bersama.  Ia menambahkan, seluruh warga yang dipulangkan berada dalam kondisi selamat. 

“Ada sembilan orang, alhamdulillah semuanya selamat. Terima kasih sudah bertahan. Ini berkat komunikasi dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu,” ujar Wakil Wali Kota.

Menurutnya, perjuangan para warga untuk kembali ke Kota Cirebon penuh tantangan. “Sempat ada yang harus berjalan kaki karena semua akses terputus. Mereka berjuang untuk bisa kembali, dan hari ini kita sambut dengan penuh rasa syukur,” katanya.

Salah satu warga yang dipulangkan, Karyadi, warga Kelurahan Harjamukti, menceritakan pengalaman yang tak akan mudah dilupakan. Ia mengaku baru bekerja selama dua hari sebelum banjir dan longsor melanda. “Baru dua hari kerja, lalu banjir dan longsor datang. Jalan, listrik, sampai jaringan komunikasi semua terputus,” ungkapnya.

Selama terjebak di lokasi bencana, Karyadi dan rekan-rekannya bertahan dengan keterbatasan. “Makan seadanya, cuma nasi dan sayur. Kami menunggu penjemputan dari Basarnas hampir seminggu,” tuturnya.

Di akhir ceritanya, Karyadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memfasilitasi kepulangan mereka. “Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang sudah peduli dan membantu kami bisa pulang. Ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ujarnya. (din)



Pemkab Cirebon Salurkan Bantuan Logistik Untuk Warga Terdampak Banjir Di Panguragan

Dari Jalan Hingga Shelter Pedagang, Safari Pembangunan Pastikan Manfaat Nyata Bagi Warga Kabupaten Cirebon

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Latih Industri Rumahan Lewat Kreasi Donat Batik

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon menggelar pelatihan kelompok industri rumahan melalui lomba dan pelatihan kreasi donat batik Nusantara dalam rangka peringatan Hari Ibu Nasional ke-97, Senin (15/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPPKBP3A Kabupaten Cirebon itu diikuti pelaku industri rumahan dari berbagai kecamatan dan bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha skala kecil berbasis rumah tangga.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, pengembangan industri rumahan merupakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat peran perempuan dalam perekonomian.

“Program pengembangan industri rumahan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pelatihan teknis usaha skala kecil yang dikelola dari rumah,” katanya.

Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga, terutama peran laki-laki, sehingga partisipasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan program.

“Perempuan memang harus berdaya, tetapi dukungan suami dan keluarga sangat dibutuhkan agar perempuan bisa berkembang secara ekonomi tanpa meninggalkan peran di dalam keluarga,” ujarnya.

Kepala dinas yang akrab disapa Fitri ini menjelaskan, pelatihan donat batik Nusantara merupakan lanjutan dari pelatihan vokasional sebelumnya, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk industri rumahan agar lebih kompetitif di pasar.

“Donat yang biasa dijual sederhana, kini diberi sentuhan batik agar tampil lebih menarik dan memiliki ciri khas daerah,” katanya.

Menurut dia, pemilihan motif batik pada produk donat juga menjadi sarana promosi kekayaan budaya Kabupaten Cirebon yang dikenal memiliki beragam motif batik.

“Batik Cirebon tidak hanya hadir pada motif kain, tetapi juga bisa diaplikasikan pada produk kuliner, sehingga memiliki daya jual yang lebih luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Siti Komariah menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, termasuk peraturan daerah tentang pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

“Maksud kegiatan ini adalah memberdayakan perempuan secara ekonomi melalui pengembangan usaha skala kecil dengan pelatihan teknis dan dukungan peralatan,” jelasnya.

Ia menyebutkan tujuan kegiatan antara lain meningkatkan kemandirian finansial perempuan, mengurangi pengangguran, serta mengembangkan potensi ekonomi di tingkat desa dan daerah.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber praktisi kuliner dan melibatkan unsur organisasi perempuan, penggerak PKK, serta pemangku kepentingan terkait.

DPPKBP3A berharap melalui kegiatan ini pelaku industri rumahan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Cirebon. (Nur)