Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 14 Januari 2026

Tinggalkan Pola Kerja 'Asal Selesai', Wali Kota Instruksikan ASN Fokus pada Dampak Nyata ke Masyarakat

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja tahun 2026 bukan sekadar penggugur kewajiban administratif di awal tahun. 

Ia menekankan bahwa dokumen yang ditandatangani oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah tersebut membawa beban tanggung jawab yang besar, baik di mata hukum maupun secara moral kepada masyarakat. 

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Penandatangan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja ASN 2026 yang dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan di Balai Kota Cirebon, Rabu (14/1/2026).

“Saya ingin menegaskan bahwa Pakta Integritas ini adalah komitmen hukum dan moral yang nyata. Ini bukan pajangan atau rutinitas tahunan. Di dalamnya ada janji untuk tidak mencederai kepercayaan publik, baik melalui gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, maupun ketidakefisienan anggaran. Setiap rupiah dan setiap kebijakan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota dalam arahannya.

Momentum ini juga menjadi ajang evaluasi mendalam terhadap capaian tahun 2025. Meski pembangunan fisik seperti pembenahan drainase dan perbaikan fasilitas publik telah berjalan, serta digitalisasi birokrasi mulai mempercepat akses layanan, Wali Kota memberikan catatan kritis. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka di atas kertas atau selesainya proyek fisik semata.

Wali Kota menyoroti adanya jarak antara target administratif dengan realitas yang dirasakan warga di lapangan. Ia mencatat masih adanya keluhan masyarakat yang lambat direspons serta beberapa program yang pelaksanaannya belum menyentuh akar persoalan.

"Saya harap seluruh jajaran Pemkot Cirebon untuk lebih peka terhadap dinamika yang terjadi di tengah warga agar setiap kebijakan memberikan dampak yang konkret," tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Wali Kota menginstruksikan penghapusan pola kerja "asal selesai" di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Standar kerja tinggi kini menjadi keharusan, sejalan dengan visi besar pemerintah daerah untuk menciptakan institusi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada solusi. 

Ia menuntut para pimpinan perangkat daerah untuk memantau ketat setiap progres kegiatan tanpa menunda waktu sedikit pun.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa keterlambatan dalam bekerja berdampak langsung pada kerugian layanan bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta setiap Kepala Perangkat Daerah untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan internal dan memastikan efisiensi anggaran benar-benar terjaga demi kemaslahatan publik.

Sinergi antar-instansi juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam Rapat Pimpinan tersebut. Wali Kota meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), dari tingkat pimpinan hingga pelaksana, untuk menanggalkan ego sektoral. Ia berharap kolaborasi kolektif dapat mempercepat pencapaian target-target strategis kota yang selama ini terkendala oleh sekat-sekat birokrasi.

Menutup arahannya, Wali Kota mengajak seluruh keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon untuk memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap Kota Cirebon. Profesionalisme dan dedikasi penuh diharapkan menjadi warna baru dalam pelayanan publik sepanjang tahun 2026 guna membuktikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Mari kita mulai tahun 2026 ini dengan semangat baru. Kebersamaan dan kerja sama harus ditingkatkan. Kita harus lebih semangat lagi membuktikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon benar-benar hadir dan bekerja keras untuk kemajuan seluruh warganya,” pungkasnya. (din)

Selasa, 13 Januari 2026

Kedawung Terbanyak, Ini Data Persebaran Rumah Makan Di Kabupaten Cirebon 2024

KABUPATEN CIREBON — Data tahun 2024 menunjukkan persebaran rumah makan di Kabupaten Cirebon masih terkonsentrasi pada kecamatan dengan aktivitas pemerintahan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Kecamatan Kedawung tercatat sebagai wilayah dengan jumlah rumah makan terbanyak, yaitu 50 unit. Selanjutnya, Kecamatan Sumber memiliki 37 rumah makan, sejalan dengan fungsinya sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.

Wilayah dengan jumlah rumah makan relatif tinggi lainnya adalah Kecamatan Ciledug dan Pabuaran, masing-masing sebanyak 26 unit, serta Kecamatan Beber dengan 21 unit.

Pada kelompok jumlah menengah, Kecamatan Talun dan Weru masing-masing memiliki 16 rumah makan, Lemahabang 14 unit, Dukupuntang 13 unit, Palimanan dan Plumbon masing-masing 12 unit, serta Arjawinangun sebanyak 10 unit.

Sementara itu, beberapa kecamatan mencatat jumlah rumah makan yang relatif sedikit, di antaranya Babakan, Gebang, Susukan, Gunungjati, Mundu, dan Tengahtani, yang menunjukkan potensi pengembangan usaha kuliner masih terbuka.

Berdasarkan Open Data Kabupaten Cirebon tersebut, terdapat pula kecamatan yang belum tercatat memiliki rumah makan pada tahun 2024, yaitu Pasaleman, Pabedilan, Karangwareng, Greged, Suranenggala, dan Kaliwedi. (din)

Senin, 12 Januari 2026

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkot Cirebon Cetak Massal SPPT PBB-P2 Tahun 2026

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan. Melalui langkah-langkah strategis dan digitalisasi layanan, Pemkot Cirebon berupaya menciptakan iklim perpajakan yang transparan dan akuntabel. 

Warga Kota Cirebon kini diimbau untuk lebih proaktif dalam menunaikan kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) demi keberlangsungan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa partisipasi aktif wajib pajak memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur dan layanan sosial di Kota Cirebon. 

Oleh karena itu, berbagai inovasi terus diluncurkan agar proses pembayaran pajak tidak lagi dianggap sebagai beban yang rumit, melainkan sebuah kontribusi nyata yang mudah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dari mana saja dan kapan saja.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang telah didistribusikan dapat direspons dengan kepatuhan. Targetnya, jumlah SPPT yang tersebar harus berbanding lurus dengan tanda bukti bayar yang masuk ke kas daerah sebagai cermin ketaatan warga.

“Harapan kami, SPPT yang sudah dibagikan kepada masyarakat dapat kembali dalam jumlah yang sama dalam bentuk tanda bukti bayar PBB. Kami sangat berharap warga Kota Cirebon yang sudah menerima SPPT ini segera melaksanakan kewajibannya tepat waktu guna mendukung kelancaran agenda pembangunan kota,” ujar Sumanto saat kegiatan cetak massal SPPT PBB-P2 Tahun 2026 di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Senin (12/1/2026). 

Lebih lanjut, Pj Sekda memberikan kabar baik terkait adanya rencana pemberian insentif pajak. Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah melakukan kajian mendalam mengenai pemberlakuan diskon pajak bagi para penunggak. 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menstimulus realisasi pendapatan yang sempat tertunda.

“Untuk tahun ini, kami sedang mengkaji rencana pengurangan pajak. Pak Wali menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan perundang-undangan, diharapkan tunggakan dari tahun 2010 hingga 2025 bisa mendapatkan pengurangan. Kami sedang mencari payung hukum yang tepat agar kebijakan ini bisa segera terealisasi. Insyaallah, akan ada juga diskon dengan besaran maksimal hingga 50 persen bagi wajib pajak,” tambahnya.

Selain kabar mengenai diskon, Pj Sekda juga mengungkapkan adanya evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 

Salah satu poin krusial dalam evaluasi tersebut adalah mengenai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Pemerintah berencana untuk mengembalikan tarif pajak pada tahun 2026 mendatang agar setara dengan kondisi pada tahun 2023.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Mastara, melaporkan bahwa proses cetak massal SPPT PBB-P2 tahun ini telah dimulai. 

Menurutnya, kesiapan sistem dan administrasi telah melalui proses panjang untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat distribusi maupun proses pembayaran di lapangan.

“Kami laporkan bahwa proses cetak massal SPPT insyaallah resmi dimulai hari ini. Ini merupakan hasil dari sebuah proses yang sangat panjang dan penuh ketelitian. Kami juga telah mengundang pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi agar dinamika atau kendala yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali di masa sekarang,” jelas Mastara.

Berdasarkan data teknis dari BPKPD, total SPPT yang dicetak untuk tahun 2026 ini mencapai 86.788 lembar dengan potensi nilai ketetapan sebesar Rp52.246.295.040. Angka tersebut terbagi dalam beberapa kategori, di mana mayoritas merupakan wajib pajak dengan ketetapan di bawah Rp2 juta sebanyak 82.608 SPPT dengan total nilai mencapai Rp14.595.988.889. 

Sementara itu, untuk kategori wajib pajak dengan ketetapan di atas Rp2 juta, tercatat sebanyak 4.167 SPPT dengan nilai total sebesar Rp36.623.689.948. 

"Dengan pemetaan data ini, pemerintah optimistis target pendapatan daerah dari sektor pajak dapat tercapai secara maksimal sembari tetap mengedepankan pelayanan yang humanis bagi seluruh warga Kota Cirebon," tuturnya. (din)



Dihadapan ribuan Alumni, Rektor Paparkan Jika UIN Siber Cirebon Hadirkan Pendidikan Inklusif di Era Digital

CIREBON, FC,- Dihadapan ribuan alumni, Rektor UIN Siber Cirebon menjelaskan tentang kampus Siber satu-satunya di PTKIN di Indonesia. Menurutnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berbasis digital. Kampus ini tidak hanya menawarkan kemajuan teknologi pembelajaran, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa kehadiran UIN Siber bukan semata-mata untuk mengikuti arus digitalisasi, melainkan sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa dibatasi ruang dan waktu

“UIN Siber Cirebon lahir dari semangat menghadirkan pendidikan yang berkeadilan. Teknologi kami manfaatkan sebagai jembatan, agar siapa pun—di kota maupun di pelosok—memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Prof. Aan Jaelani.

Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan harus tetap berpijak pada nilai-nilai etika, spiritualitas, dan karakter. Karena itu, UIN Siber Cirebon mengintegrasikan kurikulum berbasis teknologi dengan penguatan moderasi beragama, keilmuan Islam, serta pengembangan akhlak mahasiswa.

“Pendidikan tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Digitalisasi hanyalah alat, sementara tujuan utamanya adalah membentuk insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Aan menjelaskan bahwa UIN Siber Cirebon terus mendorong inovasi pembelajaran daring yang interaktif, riset berbasis digital, serta pengabdian kepada masyarakat melalui platform teknologi. Hal ini sejalan dengan visi kampus sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam siber di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran UIN Siber Cirebon juga diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami ingin lulusan UIN Siber Cirebon menjadi agen perubahan, yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” pungkas Prof. Aan Jaelani.

Dengan semangat inovasi dan nilai-nilai humanis, UIN Siber Cirebon terus meneguhkan perannya sebagai kampus masa depan yang tetap berpijak pada akar budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan. (din)

Minggu, 11 Januari 2026

Webometrics Januari 2026: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Masuk 23 PTKIN Terbaik Indonesia

 


CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil masuk dalam 23 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia, dengan menempati peringkat ke-23 secara nasional.(11/01/26).

Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu sistem pemeringkatan universitas paling kredibel di dunia yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan kekuatan dan dampak kehadiran digital. 

Penilaian ini didasarkan pada tiga indikator utama, yakni visibility (visibilitas dan dampak konten digital), openness (keterbukaan akses publikasi ilmiah), serta excellence (kualitas artikel ilmiah yang masuk dalam 10 persen teratas publikasi internasional).

Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang relatif masih tergolong muda sebagai kampus berbasis Cyber Islamic University. Namun demikian, institusi ini terus menunjukkan akselerasi signifikan dalam penguatan ekosistem digital, pengelolaan website akademik, serta peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis digital.

“Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu tolok ukur universitas di dunia dan Indonesia yang didasarkan pada beberapa indikator penting. Visibility mengukur sejauh mana referensi eksternal terhadap situs universitas; Excellence menilai kualitas artikel penelitian yang paling banyak dikutip berdasarkan data Scopus atau Scimago; sementara Transparency melihat tingkat sitasi dari peneliti yang paling sering dikutip melalui Google Scholar,” ungkap Rektor.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pun menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, peringkat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mendorong transformasi digital, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan publikasi ilmiah agar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” ujar Rektor.

Berdasarkan data resmi Webometrics Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tercatat berada pada peringkat 3.750 dunia, sekaligus peringkat ke-23 PTKIN terbaik Indonesia. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu PTKIN yang konsisten mengembangkan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi digital.

Ke depan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan peningkatan kualitas konten digital, penguatan kolaborasi riset, serta optimalisasi website dan media sosial institusi sebagai bagian dari strategi menuju kampus Islam digital berdaya saing global. (din)