Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 Januari 2026

Pemkab Cirebon Tutup Smart Village 2025, Dorong Desa Digital Berbasis Data

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menutup Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2025 di Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Cirebon dalam mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis data, serta menjadi fondasi dalam mewujudkan Smart City di Kabupaten Cirebon serta mendukung visi dan misi Bupati Cirebon.

Sepanjang 2025, program dilaksanakan melalui pendampingan dan pembinaan teknis, meliputi pemanfaatan teknologi informasi, pengelolaan website desa, literasi data statistik, serta penerapan layanan digital seperti tanda tangan elektronik.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, bahwa konsep Smart Village bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

Sementara itu, Program Desa Cantik difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data dan statistik yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Data yang baik menjadi dasar penting dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan desa agar tepat sasaran,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh desa peserta atas partisipasi aktif dan inovasi yang ditunjukkan selama pelaksanaan program.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh desa peserta program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cantik atas partisipasi aktif, komitmen, serta berbagai inovasi yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan kegiatan,” jelas Jigus.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menyampaikan sambutannya, yang dibacakan oleh Sekretaris Diskominfo, Fajar Sutrisno, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal.

“Melalui Program Cirebon Smart Village dan Pembinaan Desa Cantik Tahun 2025, kami mendorong pemanfaatan teknologi dan data statistik desa secara optimal untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat,” jelas Fajar.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Cirebon menyerahkan penghargaan kepada desa berprestasi, antara lain Desa Cisaat, Guwa Kidul, Getrakmoyan, Arjawinangun, Babakan Gebang, dan Sindangjawa, serta Desa Pamengkang, Blender, dan Kalikoa sebagai Desa Terbaik Pembinaan Desa Cantik 2025.

Sedangkan Penghargaan Desa Pendamping Smart Village Tahun 2025 juga diberikan kepada Desa Karangwangun, Desa Kalibaru, dan Desa Kalikoa sebagai bentuk apresiasi atas komitmen desa dalam mendukung transformasi digital dan tata kelola berbasis data. (Ara)






Percepatan Kinerja Institusi Menjadi Tekanan Rektor Pada Moment Pelantikan Pegawai dan Sumpah Jabatan

CIREBON, FC — Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, setiap PNS yang diangkat dalam jabatan wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji jabatan. 

Menindaklanjuti regulasi tersebut, Layanan Kepegawaian Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di Auditorium Rektorat lantai 3.

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan dihadiri oleh pimpinan universitas serta jajaran terkait. Kegiatan berlangsung khidmat sebagai bagian dari penguatan tata kelola sumber daya manusia di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam arahannya, Prof. Aan menyampaikan ucapan selamat kepada para pegawai yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Ia menegaskan bahwa amanah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan profesional yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi tinggi.

“Mari bersama-sama kita kuatkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan berbagai percepatan. Setiap pejabat dan dosen harus mampu menjadi teladan melalui program dan kinerja nyata yang selaras dengan kebutuhan institusi,” tegas Prof. Aan.

Lebih lanjut, Prof. Aan menekankan pentingnya percepatan kinerja yang selaras dengan Perjanjian Kinerja (Perkin), baik bagi tenaga kependidikan maupun dosen. 

Ia mengingatkan agar pengembangan karier, peningkatan profesionalisme, hingga jenjang akademik seperti lektor kepala dan guru besar terus menjadi perhatian bersama.

“Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi dosen dan kinerja layanan bagi tenaga kependidikan harus disesuaikan dengan Perkin, sehingga seluruh capaian institusi dapat terukur, akuntabel, dan berdampak langsung pada kemajuan universitas,” tambahnya.

Adapun pegawai yang dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya dalam kegiatan tersebut adalah:

1. Nasrullah, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Kepala Subbagian Umum Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

2. Azis Mustaqim, S.E. sebagai Kepala Subbagian Umum Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

3. Uun Sunimah, S.E. sebagai Kepala Subbagian Umum Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

4. Dr. Rita Kusumadewi, S.E., M.M. sebagai Lektor Kepala

5. Dr. Laita Nurjannah, S.Si., M.Si. sebagai Lektor Kepala

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kepegawaian yang profesional, berintegritas, serta mendukung percepatan transformasi institusi sebagai Cyber Islamic University yang unggul dan berdaya saing nasional maupun global.

Asesmen Lapangan Perdana PJJ PAI UIN Siber Cirebon Digelar Hybrid, LAMDIK Evaluasi Mutu Pendidikan Jarak Jauh

CIREBON, FC — Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) perdana oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada Selasa–Rabu, 20–21 Januari 2026. 

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, berpusat di Gedung Siber SBSN lantai 8 dan 4 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor nasional LAMDIK, yakni Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag. dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag. dari UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan mutu akademik serta legitimasi penyelenggaraan Program Studi PJJ PAI sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi Islam berbasis digital.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi asesmen lapangan, menegaskan bahwa akreditasi PJJ PAI merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh.

“Asesmen lapangan ini bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan ikhtiar akademik untuk memastikan bahwa layanan Pendidikan Jarak Jauh PAI berjalan sesuai standar mutu nasional dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Prof. Aan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aan juga menukil nilai-nilai keutamaan Isra Mi’raj sebagai refleksi spiritual tentang pentingnya peningkatan kualitas diri, ilmu pengetahuan, dan peradaban. 

Ia memaparkan peta jalan (roadmap) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang berfokus pada percepatan layanan berbasis digital, penguatan kompetensi sumber daya manusia—meliputi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa—serta integrasi teknologi dalam seluruh proses akademik.

Lebih lanjut, Prof. Aan menjelaskan perjalanan transformasi kelembagaan PTKIN yang melandasi lahirnya Program Studi PJJ PAI, mulai dari dinamika kelembagaan sebelumnya hingga ditetapkannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pilot project PTKIN berbasis data digital melalui KMA Nomor 680 Tahun 2022. Kebijakan tersebut menjadi fondasi penting pengembangan pendidikan jarak jauh di lingkungan PTKIN.

Transformasi kelembagaan ini kemudian diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2024 tanggal 20 Mei 2024, yang secara resmi menetapkan perubahan status menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Tepat satu tahun setelahnya, pada 21 Mei 2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil meraih akreditasi institusi dengan predikat Unggul.

“Kami berharap asesmen lapangan ini dapat menghasilkan capaian akreditasi yang maksimal, sekaligus menjadikan Program Studi PJJ PAI sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan pendidikan agama Islam berbasis jarak jauh,” ujar Prof. Aan.

Sementara itu, Ketua Tim Asesor LAMDIK, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan kesungguhan sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengikuti seluruh rangkaian asesmen.

“Kehadiran kami bertujuan untuk mengklarifikasi dan memotret secara utuh seluruh dokumen yang telah disubmit. Asesmen lapangan merupakan ruang take and give dalam pendalaman siklus PPEPP pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yang meliputi Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu, agar kualitas pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) secara berkelanjutan,” jelas Prof. Evi.

Ia menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi momentum penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen, implementasi, serta capaian mutu pendidikan yang dijalankan oleh Program Studi PJJ PAI.

Rangkaian asesmen lapangan meliputi verifikasi dokumen, wawancara dengan pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna, baik secara luring maupun daring. 

Seluruh proses ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai penyelenggaraan Program Studi PJJ PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi Islam berbasis digital. (din)

PTKIN Siber Pertama di Indonesia, Menyemai Masa Depan Pendidikan Islam Digital

CIREBON, FC - Indonesia kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi keislaman. Kehadiran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Siber pertama di Indonesia menjadi tonggak transformasi pendidikan Islam menuju era digital dan global. 

Inisiatif ini tidak sekadar menjawab tantangan zaman, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa transformasi menuju kampus siber merupakan ikhtiar menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.

“PTKIN Siber hadir untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya, melampaui batas ruang dan waktu, sekaligus menjaga mutu akademik melalui tata kelola digital yang terintegrasi,” ujar Prof. Aan.

Sebagai universitas berbasis siber, PTKIN ini memposisikan diri sebagai frontier advokasi gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER) di tingkat dunia. Melalui pemanfaatan sumber belajar terbuka dan digital, kampus ini berupaya menjadikan pendidikan Islam lebih kolaboratif, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat global.

Konsep cyber university yang diusung menghadirkan sistem pembelajaran jarak jauh yang networked, digital, dan virtual. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong untuk aktif, kreatif, dan profesional melalui pembelajaran berbasis multimedia digital. Proses belajar dirancang lebih interaktif, kontekstual, serta selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika masyarakat modern.

Dalam semangat inovasi pendidikan futuristik, PTKIN Siber terus mengembangkan model-model pembelajaran baru yang memadukan teknologi digital dengan nilai-nilai keislaman. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, beretika, berkepekaan sosial, serta memiliki daya saing global.

Tak berhenti pada aspek pengajaran, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi fokus utama. Dengan pemikiran yang berorientasi global, kampus ini mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kualitas layanan publik berbasis pengetahuan dan teknologi.

“Kami ingin PTKIN Siber tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat inovasi dan solusi bagi persoalan umat dan bangsa,” tambah Prof. Aan.

Kehadiran PTKIN Siber pertama di Indonesia menjadi bukti bahwa pendidikan Islam mampu beradaptasi, bahkan memimpin perubahan. Dari ruang siber, kampus ini menyalakan harapan baru—bahwa masa depan pendidikan dapat dirajut melalui teknologi, nilai keislaman, dan kemanusiaan dalam satu napas pembangunan bangsa. (din)

Selasa, 20 Januari 2026

Transformasi Layanan Kesehatan, Pemkot Cirebon Dukung Penuh Perluasan Fasilitas Rawat Inap RS Pelabuhan

CIREBON - Bagi Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rumah Sakit Pelabuhan bukan sekadar fasilitas medis biasa, melainkan bagian dari memori masa kecil yang mendalam. Kenangan saat berobat atau mendampingi keluarga di rumah sakit ini tetap membekas hingga kini. 

"Masa kecil saya di sini, rumah sakit ini menjadi favorit saya dan keluarga sejak dulu sampai sekarang," kenang Wali Kota saat menghadiri groundbreaking gedung rawat inap baru RS Pelabuhan", Selasa (20/1/2026). 

Pengalaman personal ini menjadi pelecut semangat bagi Wali Kota untuk memastikan bahwa layanan kesehatan di lokasi bersejarah ini terus berkembang mengikuti zaman.

Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas kesehatan demi kesejahteraan warga. Langkah RS Pelabuhan dalam memperluas jangkauan layanannya dianggap selaras dengan visi misi pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia. 

Dukungan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan setiap warga mendapatkan akses pengobatan yang layak dan berkualitas di lingkungan yang sudah mereka percayai sejak lama.

Wali Kota menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT Rumah Sakit Pelabuhan dan Pertamina Bina Medika IHC atas langkah strategis ini. Keputusan perluasan fasilitas rawat inap adalah bukti nyata bahwa RS Pelabuhan terus beradaptasi menjawab ekspektasi publik yang kian meningkat. 

"Saya berbangga, konsep pembangunan ini sangat membantu pemerintah. Terima kasih sudah membantu warga. Ke depan, manfaatnya mungkin tidak hanya untuk warga Kota Cirebon saja, tetapi juga masyarakat dari luar kota," ujar Wali Kota memberikan apresiasi.

Keberhasilan pembangunan daerah di mata Pemkot Cirebon tidak lagi hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari derajat kesehatan masyarakatnya. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks. 

Tantangan ini bukan hanya soal ketersediaan obat, melainkan tentang kenyamanan fasilitas, kecepatan penanganan, hingga daya tampung rumah sakit yang memadai untuk melayani mobilitas penduduk yang tinggi.

Pembangunan gedung rawat inap baru ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan tersebut. Wali Kota berharap tambahan kapasitas ini dapat memperkuat ekosistem kesehatan di Kota Cirebon secara keseluruhan. 

Ia menitipkan pesan agar pembangunan ini selaras dengan semangat Smart City yang sedang diusung pemerintah kota, di mana efisiensi dan digitalisasi layanan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional gedung baru tersebut nantinya agar pelayanan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

Namun, di balik kecanggihan teknologi, Wali Kota mengingatkan bahwa "ruh" dari sebuah rumah sakit adalah pelayanan yang humanis. Ia berharap kemegahan fisik bangunan diikuti dengan peningkatan kualitas "hati" dalam melayani para pasien. 

Menurutnya, alat medis yang canggih hanyalah instrumen pendukung, sedangkan kesembuhan seringkali dimulai dari rasa nyaman dan kepedulian tenaga medis.

"Jadikanlah RS Pelabuhan sebagai tempat di mana setiap pasien merasa diayomi, didengarkan, dan dilayani dengan penuh kasih sayang," tegasnya.

Sinergi antara RS Pelabuhan dengan Dinas Kesehatan Kota Cirebon juga menjadi poin krusial untuk mewujudkan sistem rujukan yang terintegrasi. Pemerintah Kota Cirebon menyatakan akan selalu membuka pintu bagi investasi yang memberikan dampak sosial positif seperti pembangunan ini. 

Dukungan regulasi dan kemudahan proses administratif akan terus diupayakan agar layanan publik tidak terhambat oleh birokrasi, sehingga sektor swasta dan pemerintah dapat berjalan beriringan dalam memajukan daerah.

Kepada pihak pengembang dan kontraktor, Wali Kota berpesan agar proses konstruksi yang dilakukan di area Jalan Sisingamangaraja ini tetap memperhatikan aspek keamanan lingkungan. 

Ia meminta agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu mobilitas publik di sekitar kawasan pelabuhan yang merupakan urat nadi ekonomi kota. Ketertiban dan kepatuhan terhadap regulasi selama masa pembangunan menjadi syarat mutlak agar proyek ini berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Direktur RS Pelabuhan, dr. Otto Berhen Kawanda, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan realitas dari sebuah cita-cita panjang yang telah dirancang sejak lama. Sejak mulai melayani masyarakat pada tahun 1978, RS Pelabuhan terus berupaya meningkatkan fasilitasnya demi mengantisipasi permintaan pasar dan mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. 

"Kami merencanakan total tempat tidur nantinya mencapai 232 unit. Pembangunan ini dibagi dalam tiga tahap, di mana tahap pertama dimulai sekarang tahun 2026, tahap kedua pada 2028, dan tahap ketiga pada 2030," jelas dr. Otto.

Gedung baru ini nantinya akan mencakup berbagai fasilitas vital yang lebih modern, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), laboratorium, radiologi, poliklinik rawat jalan, hingga kamar operasi. 

Selain itu, pelayanan intensive care juga akan diperkuat mulai dari ICU, ICCU, hingga HCU untuk menangani kasus-kasus kritis. Pihak manajemen berkomitmen untuk mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kolaborasi dalam setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat luas.

Dengan pengembangan besar-besaran ini, dr. Otto berharap RS Pelabuhan tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesehatan, khususnya di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. 

"Mudah-mudahan melalui kolaborasi antara visi pelayanan RS Pelabuhan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cirebon, masa depan kesehatan masyarakat di wilayah ini  semakin cerah dan terjamin, menciptakan generasi yang lebih kuat dan produktif bagi kemajuan daerah," harapnya.