Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 26 November 2019

Upaya Menambah UMKM Di Kota Cirebon, Perizinan Akan Dipermudah


FOKUS CIREBON - Perizinan UMKM akan dipermudah. Dengan menetapkan diri sebagai daerah pariwisata, keberadaan UMKM di Kota Cirebon diyakini akan semakin bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri dan memberikan sambutan motivasi kepada pelaku UMKM Kota Cirebon dalam Kegiatan Business Development Services (BDS) dengan tema “Digital Marketing untuk UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’", Selasa, 26 November 2019.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membina UMKM yang ada di Kota Cirebon,” papar  Eti.

Terlebih, Kota Cirebon memiliki jumlah UMKM yang cukup besar, bahkan mencapai seribu. “Potensi ini yang harus terus dibina,” ungkap Eti. 

Khususnya memperkenalkan pelaku UMKM terhadap kemajuan teknologi saat ini. Sehingga mereka tidak lagi berjualan secara tradisional, namun bisa secara online dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi saat ini. 

Karena itu, Eti menyambut baik upaya dari berbagai pihak, termasuk dari KPP Pratama Cirebon yang memberikan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM yang ada di Kota Cirebon.


Sebagai salah satu bentuk pembinaan juga, Eti berjanji jika Pemda Kota Cirebon selalu berupaya untuk mempermudah perizinan kepada pelaku UMKM di Kota Cirebon. 

“Karena UMKM ini justru sebagai pendorong perekonomian di Kota Cirebon,” urainya. 

Eti juga meminta kepada pelaku UMKM untuk segera menghubungi dirinya jika memang terhalang dengan proses perizinan.

Kota Cirebon, lanjut Eti, juga telah menetapkan diri sebagai kota pariwisata. Ini berarti peluang terbuka lebar bagi pelaku UMKM di Kota Cirebon untuk melebarkan bisnis penjualannya. “Karena pariwisata itu memiliki multiplyer effect,” tegas Eti. 

Berbagai sektor UMKM bisa tumbuh pesat, baik kuliner, oleh-oleh dan lainnya. “Kita manfaatkan peluang ini,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Cirebon Dua, Erwin Priambodo, menjelaskan jika kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. 

“Tujuan pertama tentu agar pelaku UMKM di Kota Cirebon bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Erwin.


Dengan begitu, mereka bisa menjual produksi yang dihasilkan secara online, tidak lagi secara tradisional. Karena penjualan secara online bisa menembus ruang dan waktu tidak dihalangi lagi oleh tembok-tembok bangunan. 

Sedangkan tujuan keduanya yaitu, peningkatan UMKM otomatis akan meningkatkan perolehan pajak. Karenanya pelaku UMKM juga diminta untuk membuat NPWP untuk pembayaran pajak mereka.

 “Pajak itu nantinya juga akan kembali lagi kepada mereka,” tandasnya, yaitu berupa pembangunan infrastruktur di berbagai bidang yang bisa menunjang bisnis dan pelayanan terhadap UMKM. (bam)

Woww.. !! Tim 'SMP' Perwakilan Mahasiswa IAIN Cirebon Kunjungi Tiga Negara


FOKUS CIREBON, SINGAPURA - Upaya menjalin kerjasama Perguruan Tinggi Internasional, tim Student Mobility Program (SMP) perwakilan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berkunjung ke tiga negara di kawasan asia. Salah satu negara yang dikunjungi di antaranya Singapura, Selasa (26/11/2019).

Tujuan dari program ini, untuk menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi International, sebagai bahan persiapan bagi PTKIN yang akan 'go' international. Selain itu, juga untuk memperlajari tentang tatalaksana Perguruan Tinggi Negara, tujuannya adalah sebagai supporting system bagi pengembangan IAIN menjadi UIN ataupun UIN menjadi international kampus.

Tidak hanya itu, tujuan dengan adanya program ini juga untuk mempersiapkan pembukaan kelas international di IAIN.

Terkait dengan program tersebut, tim 'SMP' juga bertandang ke Singapura. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri pengajian tinggi Al Zuhry dalam rangka Student Mobility Program (SMP) Kementrian Agama 2019 yang di pimpin langsung oleh KASUBDIT. 

Lalu siapa di antara tim 'SMP' tersebut ?, Mereka di antaranya adalah Wahit Hasyim, M.Hum (pendamping), Nasrullah, M.Pd.I (pendamping), Cicik Zakiyaturrosidah (Ketua Senat Mahasiswa), Deri Pramestio (Ketua Dewan Mahasiswa).

Kemudian juga Rizka Fahma Sabila Haque (Jurusan Tadris Bahasa Inggris), Meta Nurosmifa (Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir), Sarpras dan Kemahasiswaan. Tim SMP disambut oleh direktur Al Zuhry, Mohammed Yasin Rozali. 

Pada kunjungan ini, Al Zuhri terbuka untuk bekerjasama dalam penguatan kapasitas akademik dan kepemimpinan. Presentasi tentang strategi pendidikan di Singapura cukup menarik, dan program tersebut dilaksanakan sekama 7 hari, yakni pada 24-30 November 2019. 

Menurut Direktur Az-Zuhri, bahwa dari 5.6 juta penduduk Singapura hanya 15% dari mereka yang beragama Islam. Meskipun minoritas, namun penganut yang lain tetap menghormati orang muslim di Singapura. 

Komunitas Muslim di Singapura memiliki lembaga administasi sendiri yakni Administration of Muslim Low Act (AMLA),1996, dan sama seperti Indonesia yang memiliki MUI (Majelis Ulama Indonesia), Singapura juga memiliki Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) 1968.


Institut Pengajian Tinggi Al Zuhri sendiri terhubung dengan Institusi dan mengunjungi beberapa perguruan tinggi di bebrapa negara. 

Sementara itu, tim 'SMP' ini sendiri akan berkunjung ke 3 negara di kawasan asia, yakni  Institute Higher For Education Al Zuhri Singapura, Universitaas Slangor Malaysia, International Islamic University Malaysia (IIUM) Malaysia dan Fatani University Thailand. (din)

Warga Korban Kebakaran Di Muara Angke Mendapat Bantuan dan Kunjungan Kapolsek Sunda Kelapa


FOKUS JAKARTA -- Selain tugas, rasa kepedulian juga ditunjukkan Kapolsek. Bersamaan dengan  kegiatan Patroli, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H. M.H pun memberikan bantuan dan kunjungan kepada warga korban kebakaran di Muara Angke, Senin (25/11/2019).

megunjungi dan memberi bantuan kepada korban kebakaran, Senin (25/11), bertempat di Blok Empang gang 1, Muara Angke.

Dalam kunjungan tersebut, Kompol Armayni SH. MH, didampingi Kanit Bianmas Iptu Agus saat ke lokasi pasca bencana kebakaran di Blok Empang, RT.009/022, Pelabuhan Angke.

Bantuan berupa peralatan mandi ini lantaran permintaran langsung para korban yang memang membutuhkannya. "Kami berbincang-bincang dengan para korban, dan saat ditanyakan mereka sudah makan belum?. Mereka menjawab sudah, lalu ada yang ngomong kami butuh perlengkapan mandi bu, berupa sabun, sampo, odol dan sikat," kata Armayni. 

Mendengar itu, Armayni usai berdialog langsung ke Pasar Muara Angke, untuk membeli perlengkapan mandi yang dimintai warga korban bencara kebakaran tersebut.

"Sejumlah barang yang dibuutuhkan para korban, langsung saya berikan satu-satu kepada warga Muara Angke sesuai sejumlah jiwa yang ada," terangnya. (dade)

LPPM IAIN Cirebon Undang 120 Aktivis, Bedah Peran Perempuan Menuju Penguatan SDGs


FOKUS CIREBON - Peran perempuan dalam keterlibatannya diberbagai aspek kehidupan dan pembangunan, kian menarik untuk didiskusikan dalam sebuah seminar. 

Hal itu yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan menggelar kegiatan seminar sehari tentang penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Selasa (26/11/2019) di kampus IAIN Cirebon.

Dalam seminar ini, sejumlah narasumber diundang, bahkan 120 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang organisasi dan LPM dari sejumlah perguruan tinggi juga dihadirkan dalam seminar tersebut.

Dr H A Yani MAg, Ketua LPPM IAIN  SNJ Cirebon menjelaskan, bahwa narasumber yang diundang pada seminar sehari ini adalah betul-betul berkompeten, yakni H Sukandar dari UIN Walisongo Semarang, dia adalah alumni filosofi dokter khusus tentang momen studi, lulusan dari Australia. 

Kemudian narasumber yang kedua adalah Doktor Erlin Herliana, dia adalah Ketua Ikatan Istri dokter Kabupaten Cirebon dan praktisi psikologis, juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cirebon.

Sedangkan para pesertanya, lanjut  Yani, kita undang sejumlah organisasi dan aktivis perempuan,  perwakilan lain seperti Mawar Balkis, Fahmina, Fatayat NU, Aisyiyah, kemudian juga dari Al Washliyah serta utusan-utusan dari LPM Untag, UMC dan lainnya, serta 120 aktivis perempuan dan perwakilan dari dosen.

Dijelaskan, target kegiatan ini adalah bagaimana ada penguatan peran perempuan, terutama dalam mengisi pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang dikenal dengan sebutan
Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs sendiri merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Salah satu bidang tujuan dari SDGs ini adalah kesetaraan gender.

Sedangkan tujuan pembangunan berkelanjutan, kata Yani, bagaimana peran perempuan d baik di ranah domestik keluarga maupun publik harus kuat, terutama untuk mengisi pembangunan berkelanjutan tersebut.

"Ya, tagert kegiatan seminar ini adalah bagaimana peran perempuan, baik di wilayah domestik keluarga maupun perempuan di masyarakat itu lebih nampak dan sesuai dengan kebutuhan situasi saat ini," paparnya. (din)

Presiden Jokowi Tengah Fokus Selesaikan Satu Persatu Pekerjaan Besar Indonesia


FOKUS NASIONAL, (Korea Selatan) – Pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan besar di Indonesia. Setelah berfokus pada pembangunan infrastruktur pada lima tahun ke belakang, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya.
Saat bertemu dengan para ilmuwan dan peneliti dari Indonesia yang berada di Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah juga mulai menata soal riset dan inovasi. Diharapkan, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.
“Saya kira negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari yang dulunya diekspor barang mentah, menjadi barang-barang jadi atau setengah jadi. Itu strategi bisnis negara jadi ada added value, ada nilai tambah yang bermanfaat bagi rakyat. Dan kita harus optimis bahwa itu bisa kita kerjakan dengan baik,” katanya.
Pertemuan dengan para peneliti dan ilmuwan muda ini, kata Kepala Negara, mendorong semangat untuk meyakini bahwa apa yang diprediksi sejumlah lembaga internasional akan terwujud, yakni Indonesia emas 2045. Pada saat itu, Indonesia disebut akan menjadi empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD23.000-29.000 per tahun.
“Kalau sekarang UMK kita baru Rp2-3 juta, nantinya sudah berada pada Rp27 juta per bulan. Lompatan yang sangat besar sekali dan itu akan terjadi kalau step-step besar, pekerjaan-pekerjaan besar di negara kita ini kita lalui dengan tahapan-tahapan yang benar, tanpa terganggu oleh misalnya turbulensi politik. Jangan sampai. Kalau stabilitas politik dan keamanan itu ada seperti ini terus, insyaallah hitung-hitungan itu tidak akan meleset,” ujarnya.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden