Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 30 Oktober 2020

Jalin Kerjasama Pengawasan Usaha, IAIN Cirebon Bersama KPPU Tandatangani MoU

Ketua KPPU dan Wakil Rektor 1 IAIN Cirebon tengah bersama menandatangani nota kerjasama pengawasan usaha, Jum'at (30/10/2020).


CIREBON, (fokuscirebon.com) -  IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon melakukan penandatangan nota kerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di gedung FITK IAIN SNJ Cirebon, Lantai 5, kampus setempat, Jum'at (30/10/2020).

Penandatangan kerjasama ini dalam rangka untuk meningkatkan pengawasan terhadap persaingan usaha, sebagaimana tugas dan wewenang KPPU yang di atur dalam UU No 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha dan UU No 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag yang berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag menyampaikan rasa terimksh nya kepada KPPU yang sudah memberikan kepercayaan kepada IAIN Cirebon untuk pengawasan persaingan usaha yang diwujudkan dengan penandatangan nota kerjasama.

Saefudin Zuhri juga menjelaskan bahwa IAIN Cirebon sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan sejumlah lembaga, seperti KPK, KPU dan KPI.

"Dan hari ini kita bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)," ujar Warek 1, seraya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan tersebut.

Menurut Saefudin Zuhri, kerjasama ini sebagai langkah strategis dalam mengisi RPJM, terlebih di IAIN memiliki Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam yang akan dikembangkan menjadi dua fakultas yakni Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

"Jadi intinya, nanti detail-detailnya akan dibicarakan lebih lanjut, yang penting di antara kedua belah pihak bisa saling menguntungkan," tandasnya kepada fokus Cirebon.

Saefudin Zuhri juga menyatakan, jika kerjasama ini juga bisa sebagai bentuk di mana IAIN SNJ Cirebon bisa mengimplementasikan  kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar.

Dr Kartini, M.Pd Wakil Rektor 2, IAIN SNJ Cirebon yang juga turut membubuhkan tanda tangan pada nota kerjasama pengawasan usaha.


"Disitu ada salah satu opsi atau pilihan yaitu magang. Jadi mahasiswa kita ada pilihan magang selama dua semester di institusi-institusi di luar kampus kita. Jadi dengan KPPU misalnya mahasiswa kita dari fakultas syari'ah, akuntasi syariah dan ekonomi syariah, mereka bisa magang dan itu diakui oleh kita sebagai SKS," ujar Saefudin Zuhri. 

Sementara terkait kerjasama tersebut, pihaknya akan terlebih dahulu membicarakan secara detail, apa-apa saja yang bisa dikerjasamakan, karena ini sifatnya masih awal, tentu nanti akan ada tindak lanjutnya, yang terpenting dari kerjasama ini ada saling menguntungkan pada kedua belah pihak.

Sementara itu, penandatanganan nota  kerjasama dilakukan langsung oleh Ketua KPPU RI Kurnia Toha dan dari pihak IAIN dilakukan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalu Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag.

Ketua KPPU, Kurnia Toha mengatakan kerjasama antara KPPU dan IAIN Cirebon adalah upaya meningkatkan internalisasi nilai-nilai persaingan usaha, khususnya dikalangan mahasiswa dan akademisi serta masyarakat pada umumnya.

Kurnia Toha juga menyatakan KPPU dan perguruan tinggi memiliki hubungan yang cukup baik. Dalam setiap tahunnya pihaknya juga sering menerima mahasiswa magang dari berbagai PTN dan PTS yang jumlahnya cukup banyak.

"Hukum persaingan usaha sehat memang harus sering kami sosialisasikan kepada semua kalangan masyarakat agar tidak tercipta monopoli, di mana yang besar menguasai usaha kecil," katanya.

Maka eksistensi kampus ini bisa membantu dalam mensosialisasikan hukum persaingan usaha sehat kepada masyarakat. Sebab, KPPU tidak mampu melaksanakan amanah dua UU tersebut, maka diperlukan kerjasama dengan stakeholder, salah satunya adalah perguruan tinggi.

Kurnia Toha juga menjelaskan bahwa KPPU di Indonesia baru ada 6 kantor wilayah di Indonesia dan Cirebon masuk dalam KPPU Kanwil 3. 

Dijelaskan, dalam tugas dan kewenangannya, sebagaimana amanat UU No 5 Tahun 1999 dan UU No 20 Tahun 2008, KPPU baru hanya melakukan sebatas pencegahan, dan belum ada yang sampai ke judicial review.

"Jadi kami, KPPU bertugas untuk memberikan pendapat setiap kebijakan ekonomi, baik pusat maupun daerah. Tetapi jika ada kebijakan daerah yang dikeluarkan dan dianggap tidak sehat untuk usaha ekonomi, maka KPPU akan turun ke daerah untuk menyelesaikannya," tandasnya.

Guntur Saputra Saragih dalam konteks urgensi kerjasama ini mengatakan, pada dasarnya  kita mempunyai kewenangan dalam hal kebijakan, advokasi dan penegakan hukum, dan tentu saja kita melibatkan berbagai pihak salah satunya adalah Perguruan Tinggi dan kita berharap bisa bersinergi.

"Karena kampus juga bisa memberikan pemikiran intelektualnya terhadap mengkiritisi kebijakan yang bisa menjadi dasar rekomendasi atau juga melihat bagaimana pelanggaran persaingan usaha di daerah," tutur juru bicara KPPU kepada fokus cirebon.

Diakhir acara, Komisioner KPPU, Yudi Hidayat SE M.Si memaparkan tentang KPPU dan hukum persaingan usaha Indonesia. 

Mengawali paparanya, Yudi menjelaskan soal kedudukan KPPU sebagai lembaga non struktural (independen) yang dibentuk oleh UU No 5 Tahun 1999 dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden.

Terkait tugas, KPPU selain bekerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia juga dengan institusi-institusi lainnya, termasuk kerjasama dengan NU terkait Fiqh persaingan usaha.

Yudi juga menjelaskan peran KPPU secara nasional dalam menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi nasional sebagai upaya mensejahterakan rakyat, menjamin kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah, dan kecil, mencegah praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat, serta efektivitas dan efisiensi kegiatan usaha.

KPPU juga telah membentuk Direktorat Ekonomi, yang mana hal ini termasuk dalam upaya untuk terus mendukung perekonomian nasional yang semakin berkembang yaitu melalui pelaksanaan kajian industri nasional.


"Jadi tugas KPPU itu ada 4, yaitu penegakan hukum, penilaian marger dan akuisisi, pemberian saran dan pengawasan," jelasnya menutup rangkaian acara penandatangan nota kerjasama tersebut. (Nurudin)

Kamis, 29 Oktober 2020

Buku 'Menjerat Gus Dur', Hadirkan Inspirasi Dikalangan Generasi NU

Bedah buku 'Menjerat Gus Dur' gagasan keluarga besar NU Cirebon, hadirkan inspirasi dan aspirasi di kalangan generasi muda NU. 


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Komunitas Gusdurian Cirebon bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, MATAN Cirebon, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan IKatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon mengelar bedah buku Menjerat Gus Dur.


Acara yang menghadirkan langsung penulisnya itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Fatih Kayuwalang Kota Cirebon, Kamis, (29/10/2020).

Bambang Wirawan, selaku sekretaris PCNU Kota Cirebon mengatakan, kami hadirkan penulisnya langsung yakni Virdika Rizky Utama.

“Penulis buku Menjerat Gus Dur ini menulis dengan data yang patut kita apresiasi bersama, khususnya pelaksana PCNU Kota Cirebon,” kata Bambang.

Ia menyebutkan, buku ini menjadikan aspirasi dan inspirasi. Harapannya tentu generasi muda NU mampu meniru penulis.

Pengasuh PP. Al-Fatih Humeid Munib mengungkapkan, acara bedah buku Menjerat Gus Dur ini merupakan pertama kalinya di Cirebon.

“Sudah lama kami rencanakan, namun memang karena masa pandemi jadi baru terealisasikan saat ini,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ide Bagus Setiawan selaku perwakilan dari LAKPESDAM NU Kota Cirebon. Menurutnya, acara ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, akan tetapi pandemi datang lebih dahulu.

“Selain itu, kegiatan bedah buku ini juga merupakan  rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Santri Nasional ini penting untuk mengkaji lebih dalam tentang sosok Gus Dur yang merupakan typology santri yang berjuang tidak setengah-setengah.

“Gus Dur ini mengajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran yang patut kita duplikasi bagi kalangan saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Marzuki Wahid selaku pembicara menyampaikan, bangga terhadap anak muda seperti Virdika ini, ia bukan kader NU tetapi semangatnya sama dengan kita.

“Ini yang kemudian menjadi bermakna, karena ia bukan kader NU jadi sifatnya bukan pembelaan, beda keadaannya jika penulis ini merupakan kader NU,” kata Marzuki.

Ia menegaskan bahwa pada buku ini membuktikan fakta di luar fakta yang terlihat banyak orang, itu lah makna penting dari buku tersebut.

Virdika Rizky Utama, selaku pembedah buku mengaku menulis buku ini merupakan panggilan.

“Buku ini awalnya memang untuk tesis saya, akan tetapi kondisi nya berubah pada saat itu,” ujanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, buku ini disusun dengan metodologi sejarah dan jurnalistik.

“Yang sumbernya hanya katanya saya tidak masukkan, karena data itu tidak valid,” imbuhnya.


Selain itu, kata Vidi, buku ini menggunakan pendekatan intelektual, bukan emosi. 

“Harapannya buku ini tidak berhenti sampai di sini, namun riset dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” tandasnya. (Fas)

Rabu, 28 Oktober 2020

Cegah Penularan Penyakit di Masyarakat, Puskesmas Pangenan Buat Inovasi Pencegahan Diabet dan Hipertensi

Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag pada kegiatan program inovasi di Puskesmas Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/10/2020).


PANGENAN, (fokuscirebon.com) - Untuk mencegah banyaknya warga yang terkena Diabet dan Hipertensi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangenan, membuat program Ce Desi Manis (Cegah Diabet dan Hipertensi bersama Prolanis).

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Pangenan tersebut. Karena menurutnya, harus ada inovasi-inovasi baru, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau bisa, nanti sampai jemput bola ke masyarakat," kata Imron, Sabtu (28/10/2020).

Imron berharap, kegiatan ini nantinya bisa sukses sesuai dengan harapan yang diinginkan. Jika nanti program ini berjalan dengan baik, Imron juga meminta kepada Puskesmas lainnya, untuk bisa meniru program tersebut.

"Kalau berhasil, nanti perlu dilakukan juga ke puskesmas yang lainnya," ujar Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, selain program Ce Desi Manis, Puskesmas Pangenan juga memiliki program Ambil Semangka ( Ayo Membiasakan Bumil Senang Membaca Buku KIA).

Eni mengungkapkan, adanya program ini bertujuan untuk mencegah penyakit Diabet, Hipertensi dan juga kematian ibu dan anak.

Ia menyebutkan, bahwa pelayanan hipertensi di Kabupaten Cirebon, memang masih jauh dari target yang diharapkan. Oleh karena itu, program ini juga untuk mendorong masyarakat, untuk memeriksakan diri melalui puskesmas.

"Karena penderita hipertensi yang berusia 45-60 tahun, banyak yang tidak memeriksakan diri," kata Eni.

Selain itu, ada sejumlah indikator pelayanan kesehatan, yang nantinya harus dilaporkan ke tingkat provinsi hingga nasional. Dua diantaranya adalah pelayanan pemeriksaan hipertenai dan Diabetes Melitus (DM). 

Namun untuk pemeriksaan DM, Eni menyebutkan bahwa jumlah pelayanannya sudah lebih dari 100 persen. Hal tersebut dikarenakan, mudahnya melakukan pengecekan DM disejumlah tempat.

Dalam program Ce Desi Manis ini, pihaknya akan melakukan skrining kepada warga yang berpotensi menderita Hipertentsi dan DM. Nantinya, warga yang terdeteksi menderita Hipertensi dan DM, akan diarahkan untuk memeriksakan secara rutin di Puskesmas.


"Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait hipertensi dan DM kepada masyarakat," ujar Eni. (Nur)

Mahasiswa Lulusan Jerman Berikan Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Baru FUAD IAIN Cirebon

Mahasiswa luusan beasiswa Jerman berikan motivasi belajar berprestasi kepada mahasiswa baru FUAD IAIN SNJ Cirebon, Rabu (28/10/2020), foto : Karina.


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan webinar beasiswa dan motivasi untuk mahasiswa baru 2020. (28/10/2020).

Acara yang disi oleh Muhammad Abdullah Syukri, S.IP, MA. Alumni Beasiswa DAAD Jerman 2017 dan Kairin, S.Sos. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bidikmisi IAIN SNJ Cirebon 2014-2015, diselenggarakan di auditorium FUAD secara virtual melalui zoom dengan tema "Mengoptimalisasi Semangat Mahasiswa Untuk Berprestasi".

Menurut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari berharap, semoga dengan adanya webinar beasiswa bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru.

"Terselenggaranya webinar beasiswa, semoga bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru, agar bisa mencari beasiswa baik akademik maupun non akademik dan langkah awal optimalisasi prestasi dibidang apapun," harap Ketua Umum DEMA FUAD.

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Abdullah Syukri atau Gus Dede, sapaan akrabnya, menyampaikan, persiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda.

"Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda, ada yang kuliah sambil bantuin orang tuanya, ada yang kuliah sambil kerja dan ada juga yang kuliahnya ada halangan seperti sakit dan sebagainya. Tetapi, selama kita punya niat yang kuat, perencanaan yang baik dan punya supporting system yang baik, jangan sampai salah gaul," ucap Alumni Jerman itu.

Gus Dede juga mengatakan bahwa, bergaul boleh dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik.

"Jangan sampai salah gaul, teman itu mencerminkan siapa kita, kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik, orang-orang yang bisa membantu kita, bisa mensupport kita untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan," ujar Gus Dede.

Acara yang diikuti oleh 120 peserta ini berjalan dengan lancar, selain itu juga, acara ini dihadiri oleh SEMA FUAD, Ketua HMJ FUAD dan DEMA Institut. (Nu'man)

Selasa, 27 Oktober 2020

FSEI IAIN Cirebon Adakan Kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Tiga Prodi

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr H Aan Jaelani M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan workshop persiapan akreditasi program studi, Senin (27/10/2020).

Kegiatan dengan tema 'Tindak lanjut Laporan Evaluasi Diri (LED) 9 kriteria akreditasi pada program studi dan unit pelaksana program studi' ini, dihadiri langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon dan unsur pimpinan rektorat yang lain, termasuk Kepala Biro AUAK, serta civitas akademika FSEI juga tamu dari luar IAIN SNJ Cirebon.

Wakil Dekan 1, Bidang Akademik, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Edi Setiawan, menyampaikan  bahwa pada kegiatan ini terdapat tiga jurusan baru, yakni Akutansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara. 

Ketiga jurusan ini, kata Edi, tengah menuju tahap akreditsi, yang sebelumnya baru pada tahap ijin operasional.  

"Jurusan ini sudah berjalan selama dua tahun dan baru ijin operasion dan saat ini tengah menuju tahap akreditasi, dengan target nilai, akreditasi A," paparnya.

Edi menjelaskan, setelah dua tahun ini, kita wajib mengajukan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional, dan posisinya hari ini sedang kita lakukan. 

Edi juga menjelaskan, jika dalam  perkembangannya  diakuinya selama dua tahun ini, sangat baik. Terutama minat mahasiswa semakin terus bertambah. 

"Di tahun pertama tadinya hanya baru satu kelas namun sekarang sudah tiga kelas, ini perkembangan yang sangat baik," jelasnya. 

Untuk itu kata Edi, dari perkembangan yang baik ini, tentunya institusi punya tanggungjawab untuk mengajukan akreditasi, karena ini sudah merupakan tanggungjawab institusi, jika tidak nanti tidak diakui oleh Badan Akreditasi Nasional.

"Pada tahapan akreditasi ini, hari ini sedang pada tahapan review dan malam direvisi, kemudian besoknya submit," kata Edi Setiawan.

Sementara itu, Dekan FSEI IAIN SNJ Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag di dalam sambutannya meminta agar dua hari ini, tiga jurusan tersebut bisa segera difinalisasi. 

Sehingga tanggungjawab kita terhadap tiga jurusan tersebut selesai dan selanjutnya kita tinggal berdoa agar semuanya mendapat nilai akreditasi terbaik. (din)