Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 01 Oktober 2021

Jelang Musim Hujan, DPUPR Kota Cirebon Tingkatkan Pemeliharaan Drainase

FOKUS CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) meningkatkan intensitas pemeliharaan drainase, menjelang datangnya musim hujan.

Hal itu dilakukan guna memastikan kondisi drainase siap dialiri air dengan debit lebih tinggi dibanding sebelum musim hujan. Setidaknya dapat mengurangi potensi luapan air ketika intensitas hujan tinggi.

Kepala DPUTR Kota Cirebon, Syaroni ATD., M.T., menuturkan, prioritas pemeliharaan drainase diantaranya di ruas Jalan Cipto Mangunkusomo dan Jalan Terusan Pemuda. Di ruas jalan tersebut sering terjadi genangan air saat musim hujan.

“Ini sebagai langkah antisipasi terjadi genangan air di badan jalan pada ruas yang sering terjadi genangan,” kata Syaroni, Kamis (30/9/2021), di Balai Kota Cirebon.

Pemeliharaan yang dilakukan meliputi membersihkan gorong-gorong, penyedotan lumpur dan membersihkan sampah yang menutupi drainase. “Hampir semua drainase yang rawan genangan sudah kami bersihkan,” ujarnya.

Menurut Syaroni, saat musim hujan tidak ada ruas jalan di Kota Cirebon yang banjir, melainkan hanya ada genangan air. 

“Kalau banjir itu air surutnya lebih dari sehari. Sedangkan genangan air surut dalam hitungan jam,” katanya.

Pihaknya, lanjut Syaroni, telah menyiapkan tim khusus di saat terjadi genangan air pada musim hujan. Hal ini berkaitan dengan instruksi walikota Cirebon tentang siaga bencana di musim hujan. “Kami ada tim yang siap diterjunkan kapan pun dan di mana pun,” kata Syaroni.

Dia juga mengaku terbuka menerima pengaduan dari masyarakat terkait infrastruktur di Kota Cirebon. Baginya, kenyamanan adalah prioritas utama yang diberikan sebagai pelayan masyarakat. 

“Kalau ada keluhan terkait infrastruktur kami siap akan turun memperbaiki,” katanya. (din)

Kamis, 30 September 2021

Bupati Imron : Lulusan Perguruan Tinggi Harus Berkonstribusi Bagi Kemajuan Daerah

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag

FOKUS CIREBON- Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, M.Ag menghadiri wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Mahad Ali (Staima) di Patra Hotel, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Imron mengatakan, peran lulusan perguruan saat ini tidak hanya untuk untuk kemajuan sendiri, melainkan harus berkontribusi terhadap kemajuan daerah serta bangsa.

Menurut Imron, pada zaman orde baru, upaya meningkatkan kemajuan daerah harus diselaraskan dengan intruksi dari pemerintah pusat, sehingga tidak ada persaingan antar daerah.

"Pada era sekarang, kabupaten pun berlomba-lomba untuk kemajuan dan pemerintah dipersilahkan. Lulusan dari perguruan tinggi ini yang menjadi salah satu penentu," kata Imron.

Imron berharap, ilmu dari para dosen yang ditransferkan kepada mahasiswa bisa membantu pemerintah dalam upaya memajukan daerah. Membangun daerah, harus dengan ilmu serta potensi.

Menurut Imron, siapapun yang mampu menggali potensi, pasti akan maju dan bisa menyejahterakan dirinya sendiri, maupun sekitarnya.

"Jebolan almamater ini harus membuat program Cirebon ke depan harus bagaimana. Mangga, nanti kami fasilitasi bagi yang memiliki potensi," kata Imron.

Imron optimistis banyaknya generasi penerus di Kabupaten Cirebon yang bersungguh-sungguh menempuh pendidikan tinggi akan memiliki potensi bagus. 

“Era sekarang, semua orang bersaing satu sama lain. Kalau mengabaikan pendidikan, maka secara otomatis akan kalah sendiri,” kata Imron. (din)

Usai 6 Hari Kegiatan, Bupati Tutup Secara Resmi MTQ Ke-47 Tingkat Kabupaten

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag

FOKUS CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Cirebon di Kecamatan Greged, Kamis (29/9/2021) malam. 

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-47 berlangsung selama enam hari dari Jumat 24 sampai Rabu 29 September 2021. 

Imron mengatakan, penyelenggaraan MTQ ini merupakan tidak hanya berbicara prestasi. Akan tetapi bisa diambil hikmah dan nilai tambah oleh seluruh potensi masyarakat. 

" MTQ ini merupakan pengamalan nilai Alquran dan membudayaan gemar mambaca Alquran dalam rangka membentuk manusia yang beriman, sehat, cerdas dan sejahtera," katanya. 

Imron mengucapkan selamat kepada pemenang lomba dalam ajang MTQ ke-47 ini. 

"Semoga prestasi yang sudah diraih terus ditingkatkan sehingga dapat mengharumkan nama Kabupaten Cirebon tidak hanya di tingkat provinsi, nasional bahkan tingkat Internasional.  Kepada peserta yang belum berhasil jangan patah semangat masih banyak kesempatan untuk memacu prestasi," ujarnya. 

Imron juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-47 tahun 2021. 

"Terima kasih penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak yang sudah memberikan perhatian secara khusus dan bimbingan petunjuk dan arahan sehingga sangat membantu penyelenggaraan MTQ ke-47 dengan lancar," katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon sekaligus Ketua Umum LPTQ, H.Asdullah mengatakan, kesuksesan MTQ ke-47 tahun 2021 ini tidak lepas dari semua dukungan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, kegiatan MTQ harus memberi pengaruh terhadap perilaku kehidupan masyarakat muslim, untuk ikut di masa mendatang agar setelah penyelenggraan MTQ ini dapat memberikan manfaat dan pengaruh positif untuk pembinaan keagamaan di masyarakat. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Greged yang sudah berupaya bersungguh-sungguh dan penuh keikhlasan menjadi tuan rumah yang baik untuk MTQ Kabupaten Cirebon. Mudah-mudahan gema dan syiar bisa memberikan berkah untuk jajaran pemerintah dan masyarakat khususnya Kecamatan Greged dan masyarakat Cirebon pada umumnya," ujarnya. 

Asdullah menjelaskan, pihaknya mempunyai harapan besar kepada pengurus LPTQ semua tingkatan agar dapat melakukan langkah-langkah strategis dan program teknis untuk melaksanakan secara terencana pembibitan qori, qoriah, hafid maupun yang lainnya dengan pengembangan potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh daerah masing masing. 

"Terima kasih kepada panitia dan juri yang mengamankan dan melaksanakan secara sungguh-sungguh acara MTQ ini. Komitmen LPTQ untuk diselengarakan MTQ yang bersih ,jujur, berakhlak berkualitas dan berprestasi," katanya. (din)

Rabu, 29 September 2021

Memasuki Musim Penghujan, Wali Kota Cirebon Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan


CIREBON – Jelang musim penghujan, Wali Kota Cirebon meminta seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Tindakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana juga perlu dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat Apel Gabungan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi 2021/2022 di lapangan Balai Kota Cirebon, Rabu (29/9/2021).

“Berdasarkan press release dari BMKG menyebutkan awal musim di Jabar diprakirakan terjadi September dan di Kota Cirebon pada Oktober-November,” kata Azis. Sedangkan puncak musim hujan diprakirakan terjadi Januari 2022.

Bila dikaji dari kejadian bencana selama 3 tahun ke belakang, ada tren yang menunjukkan bahwa banjir akan melanda Kota Cirebon di awal tahun. Seperti terjadi di RW 06 Suradinaya, Kelurahan Pekiringan pada Maret 2018, banjir di kawasan Kecamatan Harjamukti dan Kecamatan Lemahwungkuk pada Januari-Februari 2020, serta banjir di Kelurahan Kalijaga yang baru terjadi di akhir Maret 2021. Kejadian tersebut berdampak pada sekitar 12 ribu penduduk yang berada di sekitar area banjir.

“Untuk itu masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak musim penghujan,” kata Azis.

Terlebih curah hujan pada musim penghujan kali ini, sambung Azis, lebih tinggi daripada sebelumnya. 

“Perlu pula dilakukan tindakan antisipasi bencana bersama-sama,” katanya.

Seperti melakukan normalisasi sungai dan kali, memperbaiki drainase, memantau debit air sungai dan kali serta melakukan pembersihan sungai dari sampah dengan kegiatan kerja bakti.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bersama-sama dengan TNI/Polri dan instansi terkait lainnya akan melakukan kerja bakti dengan membersikan drainase dan normalisasi saluran. “Tindakan ini untuk mengantisipasi terjadinya bencana di musim penghujan,” kata Agus.

Pada kesempatan itu Agus juga meminta agar tidak terjadi delay atau waktu tunggu yang sama saat terjadi kebencanaan. “Begitu ada informasi bencana, teman-teman BPBD bisa meluncur ke lokasi,” ujarnya.

Namun Agus juga yakin personel BPBD Kota Cirebon sudah tangguh dan teruji. Sehingga mereka selalu siap menolong setiap terjadi kejadian kebencanaan.

Selain kesiapan personil, kesiapan sarana dan prasarana hingga logistik juga harus dilakukan BPBD Kota Cirebon. Untuk kesiapan sarana dan prasarana dapat dilakukan bekerja sama dengan TNI/Polri. Sedangkan untuk logistik juga telah disiapkan. “Kalau kurang, kita support. Kita upayakan dari berbagai sumber daya lainnya,” kata Agus.

Sedangkan titik rawan banjir di Kota Cirebon diantaranya Jalan Ciptomangunkusumo, Jalan Terusan Pemuda, dan Kalijaga. Sedangkan rawan longsor berpotensi terjadi di Kelurahan Larangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar, S.T., menjelaskan apel ini sebagai wujud kesiapan BPBD dan instansi terkait lainnya menghadapi bencana hidrometeorologi di Kota Cirebon. 

“Memasuki musim penghujan perlu kewaspadaan secara khusus,” kata Khaerul. Terlebih berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan tahun ini diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Untuk sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BPBD Kota Cirebon menurut Khaerul juga sudah siap dan layak untuk digunakan. Jika pun dianggap kurang, mereka telah berkoordinasi dengan Polres Cirebon Kota dan TNI untuk kesiapan sarana dan prasarana yang mereka miliki. (din)

Pemkab Cirebon Lakukan Revisi Perda RTRW


FOKUS CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai melakukan proses revisi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal tersebut terjadi karena adanya fluktuasi kepentingan masyarakat.

Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno mengatakan, revisi perlu dilakukan untuk memajukan Kabupaten Cirebon. Perubahan ini pun sesuai anjuran dari Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (BPN).

"2020 kemarin kami sudah melakukan. Artinya, diskusi yang akan dilakukan mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan akan berdampak pada 20 tahun ke depan untuk Kabupaten Cirebon," kata Rahmat saat melakukan diskusi rencana tata ruang wilayah di Apita Tower, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/9/2021) malam.

Rahmat mengatakan, hasil pembahasan yang dilakukan pemerintah daerah serta konsultan nantinya akan ditembuskan langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pengoreksian.

Lalu, berharap hasil dari perubahan revisi ini sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat Kabupaten Cirebon. "Mudah-mudahan diskusi ini lebih bermanfaat," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Iwan Rizky mengatakan, raperda ini hasil penjaringan aspirasi dari masyarakat melalui dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD).

Hasil evaluasi dari perda sebelumnya, ada perubahan wilayah administrasi dengan kabupaten atau kota tetangga. 

"Kami akan tempuh langkah-langkah untuk revisi RTRW ini. Diharapkan bulan Desember bisa selesai," katanya. (din)