Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Mei 2022

Pemkab Cirebon Raih Penghargaan Editor Choice 2.0 Kategori Pengembangan Wisata Desa

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag

CIREBON - Pemkab Cirebon meraih penghargaan Editor Choice 2.0 dari Tribun Jabar untuk kategori Pengembangan Wisata Desa, di hotel Novotel Bandung, Senin kemarin (23/5/2022). Penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap langkah Pemkab Cirebon dalam memajukan pengembangan wisata desa di Kabupaten Cirebon.

"Saya mewakili Bupati Cirebon, mengucapkan terimakasih kepada Tribun Jabar. Semoga ke depan, Pemkab Cirebon dan Tribun Jabar bisa lebih intens lagi melakukan kolaborasi untuk mengembangkan wisata desa," kata Sekdis Kominfo Kabupaten Cirebon Ade Nugroho Yuliarno yang mewakili Bupati Cirebon, Imron.

Ade menjelaskan, saat ini Pemkab Cirebon sedang mengembangkan wisata desa. Tercatat, sudah ada satu wisata desa, yaitu Gegesik Kulon dan 21 desa lainnya masih dalam tahap pengembangan. Diharapkan, tahun depan akan ada 22 wisata desa. Untuk itu, kolaborasi dengan Tribun Jabar sangat membantu untuk sarana komunikasi dan publikasi.

"Kolaborasi antara Pemkab Cirebon dengan Tribun Jabar memang sangat membantu mengoptimalkan informasi dan publikasi. Salah satunya, potensi wisata desa yang saat ini sedang berkembang di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Cirebon merupakan satu dari sekian banyak penerima penghargaan Tribun Jabar Editor Choice 2.0 dalam rangkaian HUT ke-22 Tribun Jabar. Acara ini merupakan apresiasi Tribun Jabar kepada stakeholder yang berprestasi dan berkomitmen tinggi terhadap masyarakat, dan dinilai oleh para Editor Tribun Jabar berdasarkan riset.

Sedangkan Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum yang mewakili Pemprov Jabar, mengucapkan terimakasih dengan adanya Editor Choice 2.0 Tribun Jabar. Menurutnya, acara tersebut merupakan apresiasi kepada para tokoh, baik dari pemerintahan dan pihak perusahaan swasta. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi penerima penghargaan untuk memberikan yang lebih baik lagi, khususnya masyarakat Jawa Barat.

"Saya berharap, apresiasi ini tidak hanya diberikan kepada para tokoh penting saja, namun orang biasa yang memberikan dampak yang baik bagi masyarakat juga bisa diberikan apresiasi," tukasnya.

Berbeda dengan tahun lalu yang diadakan online, Editor Choice 2.0 tahun ini digelar secara langsung di Novotel Bandung. Editor Choice 2.0 juga dihadiri oleh tokoh pemerintahan dan pihak perusahaan swasta yang menerima apresiasi. (din)

Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon Sahkan Dua Raperda Menjadi Perda

CIREBON – Rapat paripurna DPRD Kota Cirebon mengesahkan dua rancangan peraturan daerah (raperda) menjadi perda, Jumat (27/5/2022), di Griya Sawala gedung DPRD.

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos menyampaikan, agenda rapat paripurna kali ini yaitu pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Raperda tentang Konservasi Sumber Daya Air (SDA). Kedua raperda tersebut kemudian disetujui menjadi perda.

Rapat paripurna ini, sambungnya, sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan DPRD Kota Cirebon tentang tata tertib DPRD. Kedua raperda tersebut telah difasilitasi oleh gubernur Jawa Barat serta dibahas secara intensif oleh Pansus DPRD bersama Tim Asistensi Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

“Kedua raperda itu pada hari ini sudah bisa dibawa ke tingkat rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan,” kata Handarujati saat memimpin rapat paripurna.

Sementara itu, Ketua Pansus Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Beni Sujarwo mengatakan, proses penyusunan raperda tersebut memakan waktu yang cukup panjang.

Selain melakukan pembahasan dengan Tim Asistensi Pemerintah Daerah Kota Cirebon, Pansus juga berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan.

“Setelah disahkan perda ini nantinya mengatur hubungan keuangan pusat dengan keuangan daerah,” kata Beni usai rapat paripurna.

Beni menjelaskan, raperda yang dibahas dan disusun oleh Pansus ini merupakan peraturan turunan dari PP Nomor 12 Tahun 2019. Di dalamnya berisi 16 bab yang mengatur tentang keuangan daerah.

“Ada PP Nomor 12 Tahun 2019, ada kewajiban dalam PP untuk membuat aturan turunannya. Oleh sebab itu kita membuat Perda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, juru bicara Pansus Raperda tentang Konservasi Sumber Daya Air, M Noupel SH MH mengatakan, raperda ini dimaksudkan sebagai pedoman penyelenggaraan konservasi air.

Adapun konservasi sumber daya air meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pembinaan, pengawasan dan evaluasi, agar berjalan sesuai dengan tujuan konservasi sumber daya air.

Perda ini bertujuan untuk mengatur dan mengawasi segala kegiatan pelestarian sumber daya air. Sehingga tidak berdampak buruk dan tetap bisa memenuhi berbagai kebutuhan makhluk hidup secara berkesinambungan. Baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

“Raperda ini terdiri 13 bab. Termasuk di dalamnya ada bab tentang zona konservasi, bentuk konservasi, pengelolaan konservasi, kewajiban dan peran serta masyarakat, serta bab sanksi administratif,” jelas Noupel.

Menanggapi agenda rapat paripurna kali ini, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH, menyambut baik disetujuinya kedua raperda tersebut menjadi perda.

Azis mengatakan, keputusan tersebut merupakan bentuk kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Kota Cirebon dengan DPRD Kota Cirebon.

Menurut Azis, kedua raperda itu sudah melalui tahapan pembahasan Pansus DPRD bersama Tim Asistensi Pemerintah Daerah Kota Cirebon, kemudian dievaluasi serta difasilitasi oleh gubernur Jawa Barat.

“Diharapkan kepada kepala perangkat daerah terkait segera menindaklanjutinya, dengan perumusan regulasi teknis sebagai turunan dari raperda tersebut dituangkan dalam Peraturan Walikota Cirebon,” katanya. (Heri)

Kamis, 26 Mei 2022

Pemkot Cirebon Dukung Literasi Budaya dan Profesi Untuk Anak Usia Sekolah


CIREBON, FC – Dukungan tersebut diberikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai menghadiri dan menandatangani launching Literasi Budaya dan Profesi Cirebon di halaman Balai Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022).

“Ada launching literasi budaya dan profesi dari Dinas Budpar Kota Cirebon ini luar biasa,” ungkap Agus. 

Pemda Kota Cirebon, lanjut Agus, mendukung terhadap program ini. “Kami apresiasi Dinas Budpar untuk bisa terus memperkenalkan budaya dan profesi dari anak usia dini,” ujarnya.

Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung dua tahun, anak-anak semakin akrab dengan dunia digital. Hampir setiap hari mereka berkecimpung dengan gawai.

Melalui literasi budaya dan profesi ini, diharapkan bisa membuka wawasan anak-anak. Selain mengenai budaya dan cagar budaya yang ada di Kota Cirebon, mereka juga bisa mengenal beragam profesi yang ada sekarang.

“Anak-anak sekarang kalau ditanya cita-citanya ingin jadi youtuber, influencer. Bagus, tapi masih ada bidang lainnya,” katanya.

Untuk itu, Agus meminta dukungan dari semua pihak untuk bisa mengenalkan profesi kepada anak-anak sejak dini. “Kalau ada permintaan kunjungan, mohon bisa dibuka pintu seluas-luasnya untuk mereka,” tutur Agus.

Misalnya saat mengunjungi Arhanud, sambung Agus, mereka bisa dibawa ke gudang persenjataan dan mengenal beragam persenjataan yang dimiliki oleh TNI tersebut. “Kami harapkan kegiatan ini tidak berakhir disini,” katanya.

Namun justru menjadi program yang berkelanjutan untuk anak didik yang ada di Kota Cirebon. Program ini, imbuh Agus, juga bisa menjadi salah satu kegiatan untuk pemulihan ekonomi di Kota Cirebon.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., menjelaskan launching program literasi budaya dan profesi ini ditujukan untuk siswa dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA bahkan hingga perguruan tinggi.

“Program ini merupakan kolaborasi Budpar dengan industri pariwisata, keraton, karang taruna, himpunan pramuwisata Indonesia termasuk didukung penuh oleh TNI dan Polri serta instansi vertikal lainnya,” ungkap Agus Sukmanjaya.

Dijelaskannya, selama ini anak-anak didik di Kota Cirebon lebih banyak melakukan kunjungan keluar daerah. “Padahal di sekitarnya masih banyak yang belum tergali,” katanya.

Untuk itu, program ini dirancang secara soft namun berkesan. Saat menuju ke keraton misalnya, anak-anak akan diberikan edukasi sejarah nama-nama jalan di Kota Cirebon.

“Kenapa diberi nama jalan Siliwangi, sejarah jalan Karanggetas. Itu kita berikan edukasi,” katanya.

Nantinya saat tiba di keraton pun anak-anak tidak hanya akan mengenal bangunan keraton yang bersejarah namun juga ada kegiatan lainnya seperti latihan menari, menulis huruf Cirebon dan program edukasi lainnya.

“Budpar merancang sistem nanti teknisnya dilakukan oleh teman-teman dari industri pariwisata,” tutur Agus Sukmanjaya.

Hari ini sebanyak 457 siswa dari 4 sekolah secara perdana turut serta pada kegiatan literasi budaya dan profesi. Mereka mendatangi Balai Kota Cirebon, gedung negara, bandara Cakrabuana serta tiga keraton di Kota Cirebon.

Menggunakan 15 kendaraan, mulai dari Citros hingga truk dan bus milik TNI dan Polri anak-anak tersebut diperkenalkan terhadap beragam budaya dan profesi yang dikunjungi. (Indah)

Sukma Yudistira, Mahasiswa KPI, Lulus Sarjana Dengan Predikat Terbaik

Sukma Yudistira, S.Sos saat berfose bersama kedua orang tuanya, usai mengikuti prosesi wisuda sarjana ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sukma merupakan satu lulusan KPI yang mendapat gelar sarjana dengan lulusan Predikat Terbaik.

CIREBON, FC - Rasa gembira terdengar riuh di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), FUAD Institut Agama Islam Negeri IAIN Syekh Nurjati Cirebon usai menggelar wisuda ke-XXIV di Swiss-Belhotel CSB. Selasa, (24/5/2022).

Pasalnya, pada wisuda sarjana gelombang I kali ini, terdapat satu mahasiswa bernama Sukma Yudistira S.Sos, yang lulus terbaik dari Jurusan KPI, Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwa (FUAD).

"Ya, dari 37 sarjana KPI yang lulus pada wisuda kemarin, Sukma adalah lulusan terbaik," ujar sejumlah mahasiswa KPI yang bangga dan bahagia atas raihan prestasi kesarjanaan tersebut.

Dijelaskan, dari 37 lukisan KPI yang dilantik sarjana pada wisuda ke XXIV, di antaranya 15 orang laki-laki dan 22 perempuan.

Saat ditanya usai menerima gelar sarjana, Sukma mengaku bahagia. Menurutnya, banyak proses dan rintangan yang harus ia lalui dan tentunya tidak mudah untuk mencapai gelar tersebut.

“Proses untuk itu semua bagi aku sulit, karena aku ngga punya basic keagamaan, ngga ngerti fiqih dan ulumul hadist,” ujar Sukma.

Tapi Sukma bukanlah sosok yang mudah menyerah pada keadaan, Ia terus berusaha sekuat mungkin untuk belajar dan menguasai keilmuan tersebut  

Semangat tinggi yang tumbuh dalam tekadnya tak pernah surut. Ia ingin seperti mahasiswa lainnya yang mengerti hal mengenai ilmu keagamaan, karena Sukma sendiri bukan berasal dari sekolah berbasis agama.

Lelaki yang dilahirkan di Kota Bekasi ini, juga tidak menyangka jika dirinya dinobatkan menjadi lulusan terbaik, karena menurutnya semasa kuliah pun hanya mengikuti alurnya saja. 

“Bahkan, nggak ada yang memotivasi aku, nggak ada yang buat aku you wanna be on top,” lanjutnya.

Sukma pun berpesan kepada adik-adik tingkatnya untuk memperbanyak relasi dan pengalaman mengenai magang dan intership, karena menurutnya organisasi saja tidak cukup, apabila kita ingin segera mendapatkan pekerjaan. Dan yang pasti, jangan mudah patah semangat, terus belajar dan kuasai ilmunya jika ingin sukses.

Ia juga berpesan kepada teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi.
“Jika lelah istirahat saja, dan jangan lupa berikan self reward atas apa yang telah kita lakukan” tutupnya. (Red/Eva)

Serahkan Bantuan Usaha, Bupati Harap Karang Taruna Lebih Partisipatif

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag berharap Karang Taruna bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam rangka membantu kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan bupati usai menyerahkan secara simbolis bantuan Gerobak Souvenir dan Rombong Sepeda Motor di Desa Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Rabu (25/5/2022).

Dijelaskan bupati, Karang Taruna sebagai organisasi yang banyak diisi oleh generasi muda harus bisa lebih aktif dalam membantu berbagai program pemerintah, khususnya dalam menyukseskan program kepada masyarakat. Disamping itu, Karang Taruna juga dituntut untuk bisa melakukan kegiatan yang berimbas langsung kepada kemajuan daerah.

"Generasi muda ini harus bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik, sehingga saya harapkan lebih banyak lagi kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar bupati.

Di samping itu, contoh yang baik telah dilakukan oleh Karang Taruna pada saat ini dengan memberikan gerobak souvenir dan rombong motor kepada pelaku usaha. Diharapkan, bantuan yang diserahkan kali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang mendapatkan bantuan.

"Manfaatkan bantuan yang diberikan untuk meningkatkan ekonomi di masyarakat. Penerima juga harus lebih rajin lagi berusaha dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatannya," terang bupati.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Cirebon, Eka Wildanu sebut bantuan kali ini merupakan bentuk kerja sama antara Karang Taruna dan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dijelaskannya, masa Pandemi Covid-19 yang belakangan terjadi, berimbas pada sektor perekonomian masyarakat.

"Kita melihat pengusaha kecil ini mengalami kendala, seperti sarana prasarana, permodalan dan marketing. Oleh karena itu, kita berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon dan diberitahu ada program bantuan dari Kementrian Perdagangan, sehingga kami langsung mengusulkan," ujar Eka.

Dirinya juga bersyukur tahun ini sudah bisa mendapatkan bantuan, berupa 50 unit Gerobak Souvenir dan 50 unit Rombong Sepeda motor. Meskipun, dia mengatakan usulan yang diberikan jauh lebih banyak dari yang diterima.

"Kita mengusulkan 529 gerobak souvenir dan 64 rombong sepeda motor. Tetapi, alhamdulillah berkat doa dan dukungan semua pihak, tahun ini juga kita langsung mendapatkan 50 unit gerobak souvenir dan 50 unit rombong sepeda motor,"  tambahnya.

Terkait distribusi bantuan, Eka menjelaskan, unit gerobak souvenir akan disebar di 28 Kecamatan dan rombong sepeda motor akan diberikan di 16 Kecamatan. Bukan hanya itu saja, Eka juga memastikan Karang Taruna akan terus mengawal keberlangsungan dari bantuan yang diberikan.

"Akan kita kawal bantuan ini, agar jika ada masalah bisa langsung kita bantu. Intinya, kita ingin bantuan ini benar tepat sasaran dan terus dipergunakan oleh penerima untuk berusaha. Kita juga akan coba mengusulkan kembali bagi yang belum mendapatkan," tutupnya. (Bam)