Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 Desember 2023

100 Kuwu Hasil Pilwu Serentak Dilantik, Ini Pesan Bupati Imron

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik 100 kuwu hasil Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak Kabupaten Cirebon Tahun 2023 di Hotel Aston, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/12/2023).

Hadir dalam pelantikan kuwu tersebut, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan, saat ini pemerintahan desa terus mengalami perubahan yang positif. Sehingga, perlu untuk menyesuaikan, baik dalam landasan hukum yang melandasi operasional pemerintahan desa, maupun lainnya.

Terlebih, desa telah diberikan kewenangan yang begitu besar, baik kewenangan yang berdasarkan hak asal usul desa maupun kewenangan lokal berskala desa. 

"Maka, sangat diperlukan penyelenggaraan pemerintahan desa yang bersih dan berwibawa, dengan ditopang oleh SDM yang handal dan mengedepankan peran rakyat pada setiap aspek kehidupan," ujar Imron.

Ia juga meminta, agar dapat merangkul dan bekerja sama serta bersinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), guna membahas dan menyepakati berbagai kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk dengan lembaga kemasyarakatan lainnya.

"Untuk menampung kehendak rakyat yang beragam, dibutuhkan sikap yang bijaksana, serta kebesaran jiwa dalam menerima keputusan akhir, yang diharuskan tetap memiliki orientasi kepada kepentingan umum, jangan pribadi," jelas Imron. 

Imron berpesan, karena saat ini sudah dilantik sebagai kuwu, maka tanggung jawab selaku kuwu untuk bersama-sama memberikan yang terbaik kepada masyarakat desa.

"Mengingat pemerintahan desa mempunyai peran aktif sebagai motivator dan inovator pembangunan di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya. (Hafidz)

Senin, 18 Desember 2023

Hadiri Muscab X FKPPI, Bupati Imron: Semoga Bisa Bekerjasama Membangun Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) X dan Pelantikan Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kabupaten Cirebon yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (18/12/2023).

Imron menyampaikan selamat kepada Muscab dan berharap, terpilihnya orang-orang baik yang bisa bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Cirebon.

"Semoga FKPPI yang terpilih ini, bisa bekerjasama membantu program-program Pemkab Cirebon untuk membangun Kabupaten Cirebon," ujar Imron.

Imron juga meminta kepada forum tersebut untuk bersama-sama memelihara, menjaga dan mempertahankan kiprah anak bangsa dalam meneruskan cita-cita mulia para pendahulu. 

“Semoga Muscab ini bisa menghasilkan keputusan tepat dalam situasi dan kondisi tahun politik ini,” tambah Imron.

Menurut Imron, FKPPI merupakan aset bangsa dan menjadi tauladan bagi rekan-rekan ormas khususnya, dan masyarakat umum sesuai dengan norma-norma agama serta budaya.

“Hal ini, agar menjadi ikatan yang lebih kuat dan saling menguatkan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Cirebon yang sejahtera. Juga bergantung pada peran semua komponen masyarakat, termasuk FKPPI,” lanjutnya.

FKPPI Kabupaten Cirebon bisa bergerak melakukan penyuluhan dan pelatihan, baik dalam hal sosial, kesehatan, pertanian dan kegiatan atau bidang lainnya.

Diharapkan, melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas generasi penerus yang akan mewarisi estafet kepemimpinan, baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. (Ara)

IAIN Cirebon Sosialisasikan PermenPANRB No1 Tahun 2022 Dengan Menghadirkan Dua Tokoh Tetkemuka

CIREBON, FC - Momentum penting dalam perubahan pendidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon terjadi pada Senin (18/12/2023) melalui acara “Sosialisasi PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023” yang digelar di Auditorium FITK lantai 5. Kegiatan ini mengundang sejumlah akademisi, staf pengajar, dan tenaga kependidikan yang turut memeriahkan suasana.

Dalam acara yang bergengsi ini, dua tokoh terkemuka dalam dunia pendidikan, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed, Direktur Sumberdaya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta Iwan Winardi, S.Pd., M,Pd, Koordinator Karir Pendidik dan Kependidikan Direktorat Sumber Daya Kemendikbudristek, memberikan wawasan yang berharga sebagai narasumber.

Prof. Dr. H Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran para narasumber serta menyoroti perubahan besar yang sedang dilakukan oleh institusi ini.

“Transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah langkah besar yang sesuai dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 860 Tahun 2022 tentang Penetapan Institut Agama Islam Negeri Syeikh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Siber. Kami juga berbangga menjadi bagian dari tujuh program prioritas Menteri Agama, yakni Cyber Islamic University atau Kampus Siber,” ujar Prof. Aan.

Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed, menguraikan isu terkait PermenPANRB No. 1 tahun 2023, dengan menyoroti kebijakan evaluasi angka kredit dosen. Paparannya memberikan pemahaman mendalam tentang peran kebijakan ini dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara itu, Iwan Winardi, S.Pd., M,Pd, memberikan pandangan yang mendalam mengenai pelaksanaan kebijakan ini. Dalam paparannya, ia menekankan bagaimana evaluasi ini akan menjadi pendorong bagi pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan kesungguhan dalam merespons dan mengadopsi kebijakan baru ini di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Harapannya, kehadiran kebijakan ini tidak hanya sebagai panduan tetapi juga sebagai pemacu bagi kemajuan pendidikan tinggi, terutama di wilayah Cirebon. (din)

Rabu, 13 Desember 2023

Pemkab Cirebon Dorong Pembentukan APSAI, Wabup Ayu: Agar Tercipta Sinergitas dalam Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya memberikan perlindungan terhadap anak. Hal tersebut untuk mempertahankan Kabupaten Cirebon sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang holistik, terintegrasi dan berkelanjutan.

Kebijakan tersebut berupa KLA, yang bertujuan mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat dipastikan lebih baik. 

“Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia melalui "World Fit for Children." Dimana pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya,” kata Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu ini, di Hotel Apita Cirebon, Rabu (13/12/2023).

Ayu mengatakan, bahwa hasil verifikasi KLA 2023 menunjukkan, Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan tingkat pratama dengan poin 505,96. Hasil tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022, yang pada saat itu tidak memperoleh penghargaan sebagai KLA.

Pemerintah daerah, lanjut Ayu, berterimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam meningkatkan prestasi Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan KLA.

Diharapkan, KLA ini bisa ditingkatkan, agar status tersebut bisa terus meningkat dan tahun selanjutnya mampu meraih predikat yang lebih tinggi.

“Salah satu indikator yang perlu dipenuhi dalam KLA, yaitu pembentukan APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia),” lanjutnya.

Perlu kita ketahui, Kabupaten Cirebon belum membentuk APSAI. Dunia usaha yang tergabung dalam APSAI, diarahkan untuk melaksanakan penyelenggaraan perlindungan anak melalui 3P,  yaitu policy (kebijakan), produk, dan program. 

“Artinya, ada kebijakan perusahaan yang berperspektif anak, produk yang ditujukan untuk anak, harus aman bagi anak dan berkontribusi dalam pemenuhan hak anak melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” pungkasnya. 

Kegiatan ini, kata Ayu, diharapkan menjadi jembatan dalam pembentukan APSAI Kabupaten Cirebon, sehingga terciptanya sinergitas antara pemerintah dan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak. (Hafidz)

PSGA IAIN Cirebon Menggelar Acara Panggung Perempuan

FOKUS CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara panggung Perempuan dalam rangka penutupan acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yang  dilaksanakan di ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis hak perempuan, akademisi dan tamu undangan yang lainnya, hal ini menjadi momentum penting untuk meluncurkan Unit Layanan Terpadu Anti  Kekerasan Seksual.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghentikan kekerasan terhadap perempuan, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berbicara dan berbagi pengalaman mereka terkait isu ini. Dalam acara ini, berbagai kegiatan dan pertunjukan telah diselenggarakan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dr. Masriah, M.Ag selaku Kepala PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti keragaman kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian 16 HAKTP. Mulai dari sosialisasi, seminar, workshop, hingga panggung perempuan yang memuat berbagai kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan internal kampus, tapi juga berbagai lembaga penting di Cirebon dan sekitarnya. Semoga upaya yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat,"  ungkapnya.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang berarti dalam perjuangan melawan kekerasan.“Kami berharap antusiasme dari tamu yang hadir ini menjadi energi positif untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Masriah.

Lalu, Alifatul Arifiah dari fahmina institute selaku ketua Jaringan Cirebon ikut menyuarakan pentingnya kegiatan penanganan korban kekerasan seksual dan upaya pencegahannya dikesempatan ini beliau menuturkan. 

Jaringan Cirebon percaya bahwa penanganan korban kekerasan seksual tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi sebuah aksi nyata yang membutuhkan perhatian semua pihak. Upaya pencegahan dan perlindungan harus menjadi fokus bersama dalam menghapuskan kekerasan seksual. 

"Melalui langkah-langkah konkret, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan advokasi bagi para korban, kami dapat bersama-sama membangun masyarakat yang lebih aman dan menghargai martabat setiap individu. Dengan menguatkan penangkal terhadap kekerasan seksual, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan tanpa kekerasan bagi semua,” tutur Alifatul.

Sementara itu, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA.,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual.

“Saya percaya bahwa melibatkan berbagai lembaga dalam menangani isu kekerasan seksual adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Kolaborasi lintas lembaga membawa beragam sudut pandang dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi masalah ini dengan cara yang komprehensif dan efektif," ulasnya. 

Ini bukan hanya tanggung jawab satu entitas, tapi sebuah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, terutama bagi para perempuan yang sering menjadi korban. 

"Kerja sama ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memberikan perlindungan yang lebih baik dan memberi suara kepada mereka yang terpinggirkan oleh kekerasan seksual," jelasnya. Dr Faqihuddin.

Sementara itu juga, Prof Dr Hajam, M.Ag selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, secara resmi membuka Panggung Perempuan yang dipenuhi dengan beragam kegiatan seni dan deklarasi anti kekerasan. 

Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menandatangani deklarasi anti kekerasan seksual di perguruan tinggi. Para perwakilan dari PSGA, koordinator relawan, lembaga advokasi perempuan, dan berbagai organisasi terkait langsung menandatangani deklarasi ini, menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan. 

Dalam momen ini, pihaknya tidak hanya merayakan keberagaman seni dan kegiatan yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya perempuan dalam masyarakat, tetapi juga menegaskan urgensi dari keberadaan Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.

"Ini bukan hanya sebuah langkah simbolis, tetapi komitmen nyata untuk memberikan perlindungan dan akses terhadap layanan bagi mereka yang menjadi korban kekerasan seksual," ujar Prof Hajam.

Dengan harapan besar atas kesatuan komitmen dari berbagai pihak, acara Panggung Perempuan PSGA IAIN Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum nyata untuk menggalang kekuatan bersama dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. 

Imelda Triadhari selaku ketua relawan pusat studi gender dan anak mengungkapkan rasa bangga dan haru atas peresmian Unit Layanan Terpadu Anti Kekerasan Seksual "Nyimas Gandasari". 

"Inisiatif ini merupakan bukti nyata komitmen kita untuk memberikan perlindungan,dukungan dan akses kepada korban kekerasan seksual," ungkapnya.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan kamu yakin Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) beserta seluruh elemen kampus telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan adil. 

Namun perjuangan ini belumlah berakhir,kita masih harus terus bergerak maju, menjaga semangat kolaborasi, dan menjalankan komitmen nyata  untuk melawan kekerasan terhadap perempuan.

Khoerul Anwar selaku ketua pelaksana mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua lembaga yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini, juga ucapan terima kasih kepada PSGA yang telah peduli dan berani mengadakan kegiatan ini secara meriah di kampus kita, IAIN Cirebon. 

"Diucapkan pula rasa terima kasih kepada jaringan kemanusiaan Cirebon yang telah membantu kami dalam mewujudkan kampus yang tanggap terhadap kekerasan seksual. Dan kami ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mewujudkan acara yang sangat spektakuler ini," tuturnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu. Dengan adanya unit penanganan kekerasan seksual, kami ingin menyediakan sarana yang lebih tanggap dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang seringkali terabaikan atau sulit dilaporkan. (Ara)