Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 Agustus 2024

KKN Kolaborasi UIN Siber Cirebon dan UIN Sunan Kalijaga Berakhir, Mahasiswa Berikan Kontribusi Nyata di Gunung Kidul

CIREBON, FC - Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi berakhir pada Jumat, 23 Agustus 2024, dengan acara penutupan yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga. 

KKN ini berlangsung selama 45 hari dan mencakup wilayah Desa Giriasih, Girijati, dan Saptosari di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Dr. Muhrisudin Afandi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, dalam sambutannya pada penutupan KKN ini, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di desa-desa tersebut. 

“KKN ini bukan hanya tugas akademis, tetapi juga bukti nyata pengabdian dan komitmen kita untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ummatul Bahiyah, S.Ag., M.Pd., Dosen Pembimbing Lapangan KKN kolaborasi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menekankan pentingnya semangat kebangsaan dan komitmen dalam menjalankan pengabdian masyarakat. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para lurah dan masyarakat desa setempat atas dukungan dan kerja samanya.

“KKN ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Interaksi dengan masyarakat desa memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan,” tambah Mohammad Iqbal, M.Sc., yang juga bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan.

Sementara itu, Lailatus Saidah, salah satu peserta  KKN Kolaborasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat berkesan dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para mahasiswa. 

“Semoga apa yang telah kami lakukan bisa memberikan dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sini,” katanya.

Kegiatan KKN kolaborasi ini melibatkan total 30 mahasiswa dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang ditempatkan di tiga desa berbeda: 20 mahasiswa di Desa Girijati, 5 mahasiswa di Desa Giriasih, dan 5 mahasiswa di Desa Saptosari. 

Mahasiswa-mahasiswa ini dibagi ke dalam beberapa kelompok, seperti Kelompok 89 hingga Kelompok 134, yang tersebar di beberapa dusun.

KKN yang dijadwalkan berlangsung selama 45 hari ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Giriasih, Girijati, dan Saptosari. 

Mahasiswa yang terlibat diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah dan memperoleh pengalaman berharga dari interaksi langsung dengan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, KKN kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Gunung Kidul, serta memperkaya pengalaman dan keterampilan mahasiswa dalam dunia nyata. (din)

UIN Siber Cirebon Berkomitmen Menjaga Standar Kualitas Akademik dan Profesionalisme Dosen

CIREBON, FC - Untuk menjaga standar kualitas akademik dan profesionalisme di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Layanan Kepegawaian Biro AUAK menggelar Sidang Komite Integritas Akademik. 

Acara yang berlangsung mulai Kamis hingga Sabtu, tanggal 22-24 Agustus 2024, di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan, Jawa Barat, ini bertujuan untuk melaksanakan penilaian menyeluruh terhadap integritas, kinerja, tanggung jawab, serta tata krama dosen yang akan melakukan kenaikan jabatan akademik.

Sidang Komite Integritas Akademik ini menjadi ajang penting bagi dosen-dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk dinilai dan dipertimbangkan dalam proses kenaikan jabatan akademik. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., dalam laporannya menekankan bahwa acara ini diikuti oleh berbagai elemen penting dalam kampus, termasuk Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, para Dekan, Kepala Lembaga, serta beberapa perwakilan dari Guru Besar. 

Menurut Prof. Jamali, evaluasi ini menjadi pijakan penting untuk menjamin standar profesionalitas dan integritas yang tinggi di kalangan akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan urgensi dari Sidang Komite Integritas Akademik ini. 

Ia menyatakan bahwa penilaian integritas, kinerja, tanggung jawab, dan tata krama dosen merupakan kunci dalam menjaga mutu akademik dan menjaga marwah perguruan tinggi. 

“Integritas adalah fondasi dari kemajuan akademik dan profesionalisme. Oleh karena itu, melalui sidang ini, kita memastikan bahwa setiap dosen yang akan naik jabatan benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujar Prof. Aan dalam sambutannya.

Acara ini juga sekaligus menjadi platform refleksi bagi seluruh tenaga akademik di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan tanggung jawab dalam mengemban tugas pendidikan. Setelah sambutan dan laporan resmi, Prof. Aan secara simbolis membuka Sidang Komite Integritas Akademik, menandai dimulainya proses evaluasi selama tiga hari penuh.

Sidang Komite Integritas Akademik ini diinisiasi oleh Layanan Kepegawaian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjaga kualitas dan tanggung jawab akademik, di tengah transformasi besar-besaran yang sedang dilakukan oleh UIN Siber Cirebon.

Kamis, 22 Agustus 2024

TMMD Ke-121 Di Kabupaten Cirebon Tingkatkan Potensi Pertanian Dan Perekonomian

KABUPATEN CIREBON — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121 yang dilaksanakan di Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, membawa banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan potensi pertanian dan perekonomian daerah.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu daerah, khususnya yang sering dilanda kekeringan.

“Dengan penambahan pipanisasi sepanjang 1.200 meter, TMMD berhasil menjamin aliran air ke 55 hektare lahan pertanian,” ujar Wahyu, Kamis (22/8/2024).

“Ini tidak hanya mendukung peningkatan hasil panen saja, tetapi juga membantu mengamankan stok beras di Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Selain manfaat di sektor pertanian, Wahyu menambahkan, bahwa infrastruktur yang dibangun melalui program ini juga membuka akses bagi jalur distribusi hasil panen.

Hal ini, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat perekonomian para petani di Desa Kubang dan sekitarnya.

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Mochamad Fadjar, menjelaskan bahwa TMMD ke-121 yang digelar di Desa Kubang merupakan bagian dari program serentak di seluruh Indonesia, dengan empat titik pelaksanaan di wilayah Jawa Barat.

“Di Desa Kubang, kami membangun jalan sepanjang 1.200 meter yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan bermotor, karena ketiadaan jembatan,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program TMMD ke-121 juga melibatkan kegiatan nonfisik, seperti ceramah tentang bela negara, wawasan kebangsaan, pemahaman hukum, serta penyuluhan terkait bahaya narkoba dan pertanian.

“Dengan selesainya program ini, kami berharap, masyarakat Desa Kubang dapat merasakan manfaat yang signifikan, baik dari segi infrastruktur maupun peningkatan kualitas hidup,” tutupnya. (Ara)

Rabu, 21 Agustus 2024

Meriahkan HUT RI Antar Cluster, Sepak Bola Manara Raih Juara Utama


TIM Sepak Bola Manara


CIREBON, FC - Debut sepak bola antar cluster di Kota Baru Keandra (KBK), Sindang Jawa, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon menjadi momentum terindah bagi Manara. Betapa tidak, dengan kekuatan dan keserasian permainan di lapangan, akhirnya Cluster Manara keluar sebagai juara umum di ajang memeriahkan HUT RI Ke 79.

Ucu, Kapten kesebelasan Manara menyatakan, persiapan tim sebenarnya tidak begitu lama, sebab momen ini hanya untuk ajang memeriahkan HUT RI Ke 79.

"Jadi tidak ada persiapan khusus, kami hanya berpartisipasi agar di KBK tercipta silaturahmi antar warga, kerukunan dan kebersamaan sehingga ajang sepak bola ini kita lakukan dengan rasa senang," ucap Ucu.

Hal senada disampaikan Ismail, pemain dengan nomor punggung 10 ini, mengaku sangat bangga ikut serta dalam memeriahkan HUT RI melalui debut sepak bola ini. 

"Semua Cluster menurunkan 2 tim, dan semua pemainnya bagus-bagus. Tapi kami yakin dengan kemampuan yang tim turunkan. Selain serasi dalam permainan juga akurasi tendangan sangat baik sehingga banyak gol-gol yang kami ciptakan di pertandingan ini," terang Ismail.

Demikian juga diungkapkan Hendri, Manager Manara yang ikut turun menyaksikan laga pemain Manara saat bertanding dengan Cluster lain. 


Hendri mengaku puas dengan permainan timnya yang solid saat di lapangan, sentuhan-sentuhan bolanya sangat baik, bahkan bisa keluar dari tekanan kawan saat penetrasi lawan mulai meninggi.

"Ya semua berkat kerjasama tim. Satu sama lain saling memposisikan diri, sehingga aliran bola bisa terus dikuasai dan alhasil Manara jadi juara satu di ajang sepak bola ini," tandasnya. (Rafani)

Pantai Baro Menjadi Rumah Pengerajin Ikan Teri Asin

KABUPATEN CIREBON – Di pesisir Kabupaten Cirebon, tersembunyi sebuah pantai yang mungkin tak terlalu dikenal oleh banyak orang, tetapi menjadi pusat kehidupan dan harapan bagi masyarakat setempat. 

Pantai Baro, dengan segala keindahan dan keasriannya, menjadi saksi bisu dari kehidupan para nelayan dan pengrajin ikan teri asin yang menjadikan pantai ini sebagai rumah.

Seiring matahari terbit, suara ombak yang berdebur bercampur dengan aroma asin khas laut menyambut perahu-perahu nelayan yang kembali dari laut. Mereka membawa hasil tangkapan yang melimpah, namun ikan teri tetap menjadi primadona di antara hasil laut lainnya. 

Ikan-ikan kecil ini kemudian diproses dengan teliti, mengikuti tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh penduduk setempat.

Salah satu penjaga tradisi ini adalah Udin, seorang ayah dari tiga anak yang telah lima tahun terakhir mengabdikan dirinya pada produksi ikan teri asin. 

Di bawah terik matahari yang membakar, Udin terlihat telaten mengawasi proses penjemuran ikan teri, sebuah tahap krusial yang akan menentukan kualitas produk akhirnya.

“Ikan teri ini saya dapatkan dari nelayan sini sih, tapi kalau permintaan banyak saya juga ngambil ikan terinya dari daerah Jawa Tengah,” ungkap Udin. 

Produk ikan teri asin buatannya tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga tersebar hingga ke Jakarta dan Palembang. Gurih dan renyahnya ikan teri asin produksi Pantai Baro telah membuatnya menjadi favorit di berbagai kota besar, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran dan Natal.

Namun, di balik kelezatan dan popularitas ikan teri asin ini, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus. 

“Proses pembuatan teri asin ini tidak mudah. Mulai dari pemilihan ikan yang berkualitas, proses penggaraman, hingga penjemuran yang harus pas, semua itu butuh keahlian khusus,” ujar Udin sambil menunjukkan hamparan teri yang sedang dijemur.

Menurutnya, perebusan ikan teri memakan waktu tiga hingga empat jam, diikuti dengan proses penggaraman yang menjadi kunci kelezatan. Setelah itu, ikan teri ditiriskan dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering sempurna. Cuaca menjadi faktor yang sangat menentukan. 

“Kalau cuaca panas paling penjemuran cukup setengah hari saja, tapi kalau cuaca tidak mendukung, proses penjemuran bisa memakan waktu lebih lama dan kualitas teri asin pun bisa menurun,” katanya.

Di tengah keberhasilan industri ikan teri asin ini, Udin dan para pengrajin lainnya menghadapi tantangan baru. Harga ikan teri asin mengalami penurunan, dari Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp33 ribu. 

Penurunan harga ini dipicu oleh melimpahnya pasokan ikan teri dari luar Pulau Jawa, yang menyebabkan persaingan semakin ketat.

Meski begitu, bagi Udin dan warga Pantai Baro lainnya, produksi ikan teri asin tetap menjadi sumber penghidupan yang tidak tergantikan. Industri ini tidak hanya menopang kehidupan keluarga mereka, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, yang bekerja sambil tetap bisa mengurus keluarga.

Di balik setiap butir ikan teri asin yang gurih dan renyah, terdapat cerita perjuangan dan dedikasi para pengrajin di Pantai Baro.

Tradisi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Pantai Baro mungkin kecil, namun peranannya dalam menjaga tradisi dan memberikan harapan bagi banyak orang tidak dapat dipandang remeh. (din)