Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 10 Januari 2025

Diprediksi Bertahan Tiga Tahun Lagi, Komisi II Berharap TPA Kopiluhur Segera Direvitalisasi

CIREBON – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon di ruang rapat gedung DPRD, Jumat (10/1/2025).

Ketua Komisi II DPRD M Handarujati Kalamullah SSos MAP menilai perlu adanya revitalisasi TPA Kopiluhur segera mungkin, mengingat masa daya tampungnya yang diprediksi hanya bertahan tiga tahun ke depan.

Menurutnya, hal ini bisa segera dilakukan tindakan oleh pemerintah daerah, apalagi saat ini kawasan TPA Kopiluhur sekitar 11,3 hektare telah bersertifikat resmi.

“Hal ini menjadi permasalahan mendasar dan perbaikan ke depan yakni revitalisasi TPA Kopi Luhur, Untuk revitalisasi setidaknya butuh support anggaran 54 miliar,” kata pria yang disapa Andru usai rapat.

Menurut Andru, revitalisasi TPA sangat penting dilakukan apalagi jika terjadi kondisi cuaca yang ekstrem. Ia mencontohkan, jika musim panas TPA rentan terjadi kebakaran dan jika musim hujan serapan air juga turut mengkontaminasi sumber air masyarakat sekitar.

Untuk mempercepat revitalisasi tersebut, Komisi II juga meminta agar DLH membuat rancangan desain yang nantinya dapat disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian untuk penyerapan anggaran daerah. Karena sejauh ini, penyerapan anggaran DLH pun hanya sekitar 94 persen, sehingga cukup memberatkan apalagi jika menggunakan serapan APBD untuk proses revitalisasi.

Kendati demikian, Andru juga mengapresiasi upaya DLH untuk mengoptimalkan kenaikan pendapatan daerah melalui retribusi sampah dengan mengubah status hukum unit pengelola persampahan menjadi BLUD.

“Selain itu, sebagian unit persampahan akan di-BLUD-kan, sehingga jika dikelola dengan baik maka akan menghasilkan potensi PAD yang lebih optimal,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisi II juga mendukung efisiensi kinerja DLH untuk membangun satu kantor yang terpusat di Grenjeng Harjamukti. Sebab, sejauh ini operasional kantor DLH terbagi menjadi empat lokasi.

Menurutnya, luas lahan sekitar enam hingga delapan hektare di Grenjeng cukup strategis untuk dibangun sebuah kantor. Apalagi, luas lahan tersebut sudah tersertifikasi dan merupakan milik pemerintah daerah.

“Tentunya kita akan supporting agar ini tetap berjalan supaya target ini sudah ada di satu lokalisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Cirebon dr Yuni Darti Sp GK menekankan akan fokus melakukan revitalisasi TPA Kopi Luhur dan Taman Kehati serta mempercepat Perwal BLUD untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota Cirebon.

Khusus untuk revitalisasi TPA, proses tersebut akan terbagi dalam dua tahap. Untuk tahun 2025 akan fokus pada perancangan desain dan detail engineering design (DED). Sementara untuk pembangunan infrastruktur akan dimulai pada 2026 mendatang.

“Untuk revitalisasi sudah mendapat bantuan Kementerian PUPR, kita akan melaksanakan RDF di sana, dan di trimester ketiga bulan Juli 2025 akan kajian DED dan lingkungan,” tuturnya.

Hadir dalam rapat Wakil Ketua Komisi II Ana Susanti SE MSi, Sekretaris Komisi II Subagja, serta anggota Komisi II H Karso SIP, M Noupel SH MH, Een Rusmiyati SE, Anton Octavianto SE MM MMTr, dan Abdul Wahid Wadinih SSos. (din)

Kamis, 09 Januari 2025

Optimalkan Pelayanan, Komisi III DPRD Tekankan Dinsos Segera Pemutakhiran DTKS

 

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon menekankan pentingnya pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) oleh pemerintah daerah. Hal itu bertujuan agar penerima manfaat di Kota Cirebon tepat sasaran.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon M Yusuf MPd menilai, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon memiliki peran yang bersentuhan langsung dengan warga. Sehingga, akurasi DTKS sangat menentukan seberapa baik tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Dinsos mempunyai posisi berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga DTKS itu harus diverifikasi dan update. Jangan kemudian jadi salah sasaran,” kata Yusuf usai rapat di Griya Sawala, Kamis (9/1/2025).

Selain pemutakhiran DTKS, Yusuf meminta Dinsos juga mampu menjamin keterbukaan informasi mengenai data tersebut, sehingga masyarakat di tingkat kelurahan dapat mengaksesnya secara langsung.

“Pada prinsipnya, bagaimana kemudian Dinsos harus prima dalam melayani masyarakat, karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Kalau ada masalah, segera perbaiki sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

Di samping itu, Komisi juga berpesan agar terus mengoptimalkan pelayanan sosial lain seperti penanganan khusus bagi disabilitas telantar, gelandangan, pengemis, hingga ODGJ di Kota Cirebon.

“Di lapangan, ada sekitar 800-an lebih ODGJ di Kota Cirebon yang terdata di Dinsos. Sehingga, inisiasi Dinsos untuk membangun pusat rehabilitasi atau rumah singgah dan shelter menjadi prioritas kita,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sarifudin SH juga menyebut bahwa Dinsos juga harus lebih selektif dalam memutakhirkan DTKS sehingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat tidak salah sasaran.

Ia juga mengimbau agar kerja sama antar lembaga, baik Dinsos dengan legislatif maupun dengan lembaga lain lebih dioptimalkan di tahun 2025 ini.

“Saya kira sudah baik apa yang dilakukan Dinsos, akan tetapi kami tetap mengingatkan agar ke depan sinergi dengan Komisi III agar penerapan programnya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cirebon Dra Hj Santi Rahayu MSi melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi DTKS sebanyak 39 ribu keluarga penerima manfaat hingga tahun 2024.

Di tahun yang sama, Dinsos juga telah menyalurkan bantuan terhadap keluarga yang mengalami rumah ambruk sebanyak 140 penerima manfaat.

Pihaknya juga meminta dukungan kepada DPRD agar pembangunan shelter pemerlu layanan kesejahteraan sosial (PPKS), rumah singgah, serta pengadaan mobil pelayanan dapat segera terealisasi.

“Untuk itu kami memohon dukungan kepada DPRD untuk membangun fasilitas tersebut, karena hingga saat ini masih belum dapat beroperasi secara optimal,” katanya.

Hadir dalam rapat Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, anggota Komisi III DPRD Indra Kusumah Setiawa Amd, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, Rizki Putri Mentari SH, Stanis Klau, Leni Rosliani SIP, Rinna Suryanti ST, dan Prisilia. (Hafid)

Rabu, 08 Januari 2025

Kabar Duka, Pelawak Legendaris Abah Qomar Tutup Usia


Kenangan Manis : Bambang HS, Tokoh Masyarakat Talun, berfose bersama almarhum, Abah Qomar, saat semasa hidup.


CIREBON, FC - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Abah Qomar, pelawak legendaris yang telah menghibur jutaan rakyat Indonesia selama beberapa dekade, meninggal dunia pada Rabu, 8 Januari 2025, pukul 17.45 WIB di Rumah Sakit Tanggerang.

Abah Qomar dengan nama lengkap Nurul Qomar dikenal dengan gaya humornya yang khas, sederhana, namun mampu menyentuh berbagai kalangan. Sosoknya tak hanya mengisi layar kaca, tetapi juga meninggalkan jejak dalam panggung seni tradisional yang menjadi ciri khas komedinya.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga mengenai penyebab kepergiannya. Namun, dikabarkan ucapan belasungkawa mulai berdatangan dari para penggemar, rekan sesama artis, hingga tokoh nasional yang mengapresiasi karya dan dedikasi Abah Qomar dalam dunia seni hiburan.

"Selamat jalan, Abah Qomar. Tawa yang engkau ciptakan akan terus hidup dalam ingatan kami," tandas Bambang. (BHS)

Pj Bupati Cirebon Pastikan KBM Berjalan Lancar Di Awal Semester Genap

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya meninjau kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah di Kabupaten Cirebon, Selasa (7/1/2025). Wahyu ingin memastikan KBM berjalan maksimal di awal Semester 2 atau genap tahun ajaran 2024/2025.

Wahyu bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon meninjau pelaksanaan KBM di tiga titik lokasi di Kecamatan Plumbon, yaitu SDN 1 Purbawinangun, SMPN 1 Plumbon, dan SMAN 1 Plumbon.

“Kemarin (Senin), baru mulai masuk sekolah. Saya menyempatkan silaturahmi ke sekolah, baik itu SD, SMP, maupun SMA. Melihat kesiapan guru mengajar kembali, kemudian siswanya apakah sudah hadir lengkap,” kata Wahyu.

Ia bersyukur, KBM di Kabupaten Cirebon sudah berjalan normal. Seluruh siswa dan guru hadir. Selain memastikan kehadiran guru dan siswa, ia juga mengecek layanan dan fasilitas sekolah.

“Semua sudah berjalan sesuai harapan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wahyu juga memberikan nasihat kepada siswa. Ia berharap, siswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki mental baja, dalam kata lain, tak memiliki mental yang lembek. Ia menganalogikan mental lembek itu bak stroberi.

“Saya titip, jangan sampai jadi generasi stroberi yang terlihat manis dan enak, tapi sebetulnya lembek. Saya minta putra-putri ini menjadi generasi muda, yang suatu saat memimpin bangsa dan negara. Mereka harus jadi pribadi yang kuat dan mandiri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Cirebon, H Ronianto SPd MM mengatakan, tidak ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Semester 2 2024/2025. Namun, ia juga tak menampik, kondisi cuaca menjadi faktor tingkat kehadiran siswa.

“Tetapi kemungkinan hanya cuaca, hujan dan lainnya. Tapi, anak-anak kita jangan jadi generasi stroberi. Jadi, jangan lembek saat kondisi apapun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun pekan ini merupakan awal tahun ajaran baru, namun pelaksanaan KBM sudah berjalan 100 persen.

Informasi mengenai KBM pun telah disebar Disdik Kabupaten Cirebon melalui berbagai media, salah satunya langsung kepada para orang tua melalui aplikasi perpesanan.

“Jadi, tidak ada alasan menunda pelajaran. Guru-guru sudah siap, persiapan matang. Begitu tanggal 6 (Januari) harus siap 100 persen,” ucap Ronianto. (Adin)

Pemkab Cirebon Prioritaskan Pembangunan Tematik Untuk Perempuan Dan Anak

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik “Perempuan dan Anak Kabupaten Cirebon”, Selasa (7/1/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon ini digelar di Hotel Apita Cirebon.

Wahyu menegaskan, pemerintah daerah kini mulai mengubah pendekatan perencanaan pembangunan menjadi lebih tematik pada tahun ini.

Fokus tersebut mencakup isu-isu khusus, seperti perempuan, anak, disabilitas, dan lanjut usia (lansia).

“Selama ini, pembangunan infrastruktur sudah sering menjadi perhatian utama. Namun, ada kekhawatiran bahwa isu-isu lain, seperti perempuan dan anak, kurang mendapatkan perhatian yang maksimal,” ujar Wahyu.

“Oleh karena itu, kami ingin memastikan prioritas ini bisa terlayani dengan optimal pada tahun ini,” sambungnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan, terutama dalam mempermudah akses ekonomi bagi perempuan yang menjadi kepala keluarga.

“Banyak perempuan di Kabupaten Cirebon yang menjadi kepala keluarga. Maka, akses ekonomi harus dipermudah untuk mendukung keberdayaan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi SSi MSc MT, menyampaikan bahwa dari evaluasi menunjukkan dominasi perempuan dan anak sebagai peserta dalam berbagai forum Musrenbang di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

“Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa perempuan dan anak adalah kelompok peserta terbanyak dalam setiap musrenbang,” jelas Dangi.

“Oleh karena itu, program pembangunan tahun ini kami prioritaskan untuk mereka, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat,” lanjutnya.

Acara ini menjadi langkah awal bagi Kabupaten Cirebon untuk memperkuat layanan dan perhatian terhadap kelompok rentan, dengan harapan mampu  kesejahteraan masyarakat secara inklusif.