Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Februari 2025

Pj Wali Kota Apresiasi Peluncuran Layanan KA Gunungjati, Tingkatkan Ekonomi dan Konektivitas Wisata

CIREBON- Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c ) Drs H Agus Mulyadi MSi hadir dalam peluncuran layanan Kereta Api (KA) Gunungjati yang menghubungkan Semarang Tawang, Cirebon, dan Gambir di Stasiun Cirebon, Sabtu (1/2/2025).

Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi dan berterimakasih kepada PT KAI atas hadirnya layanan baru ini.

Menurut Pj Wali Kota, kehadiran layanan kereta api ini tentu akan mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya.

“Atas nama masyarakat Kota Cirebon dan pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan selamat atas diresmikannya KA Gunungjati. Kami juga berharap ini menjadi peluang besar untuk mendorong perekonomian daerah, khususnya melalui pengembangan wisata di wilayah Ciayumajakuning,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa KA Gunungjati tidak hanya mempererat konektivitas antar wilayah, tetapi juga membuka peluang untuk lebih mengenal destinasi wisata yang ada di sekitar Cirebon.

“Nama kereta api ini juga lekat dengan sosok Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa. Sebuah kebanggaan, simbol sejarah dan budaya daerah,” tambahnya.

Pj Wali Kota berharap, kehadiran KA Gunungjati dapat semakin memperkuat posisi Cirebon sebagai pusat ekonomi dan pariwisata di wilayah Jawa Barat.

“Semoga menjadi bagian penting dari jaringan transportasi publik yang mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Sarana KAI, John Robertho, mengatakan bahwa KA Gunungjati hadir sebagai wujud komitmen KAI untuk terus meningkatkan layanan transportasi kereta api yang lebih efisien, aman, dan nyaman.

“Dengan dioperasikannya KA Gunungjati, masyarakat kini memiliki pilihan moda transportasi yang lebih praktis, yang akan mempermudah mobilitas antar kota serta mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah yang dilalui,” ujar John.

KA Gunungjati akan beroperasi dengan empat jadwal perjalanan setiap harinya. KA 117 berangkat dari Stasiun Cirebon menuju Gambir pada pukul 05.40 WIB, diikuti oleh KA 118 dari Stasiun Gambir menuju Semarang Tawang dan Cirebon pada pukul 09.00 WIB. 

Kemudian, KA 119 berangkat dari Stasiun Semarang Tawang menuju Gambir dan Cirebon pada pukul 15.45 WIB, dan KA 120 yang berangkat dari Gambir menuju Cirebon pada pukul 22.05 WIB.

Tiket untuk perjalanan KA Gunungjati kini telah tersedia mulai 1 Februari 2025, dan bisa dipesan melalui aplikasi Access by KAI atau kanal pemesanan resmi lainnya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terwujudnya perjalanan KA Gunungjati ini. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini, karena dengan menggunakan kereta api, kita turut mendukung penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan dan efisien,” harapnya. (din)

Jumat, 31 Januari 2025

Pemerintah Kabupaten Cirebon Siapkan Tahapan Pelaksanaan Program MBG

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon mempersiapkan tahapan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), agar dapat berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Saat ini, pemerintah daerah tengah fokus pada verifikasi lokasi, kesiapan dapur, serta kecukupan bahan baku.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya mengatakan, program ini membutuhkan sekitar 130 dapur untuk mencakup seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis.

“Saat ini, satu dapur di Gegesik sudah berjalan sejak 13 Januari 2025, menyediakan 3.043 porsi MBG setiap harinya. Selanjutnya, jika tidak ada perubahan, pada 17 Februari 2025 akan ditambah tiga dapur baru di Sumber (Kodim), Plumbon, dan Kedawung, masing-masing dengan kapasitas 3.000 porsi,” kata Wahyu, Kamis (30/1/2025).

Selain penambahan dapur, kata Wahyu saat rapat di Pendopo Bupati Cirebon, saat ini tahapan verifikasi sedang dilakukan di dua lokasi lain, yakni Ciwaringin dan Depok, untuk memastikan kesiapan operasional.

Pemkab Cirebon juga terus menghitung kecukupan bahan baku, agar program ini dapat berjalan berkelanjutan.

Ia menargetkan program MBG dapat diperluas secara bertahap untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat yang membutuhkan, dengan tetap memperhatikan kesiapan sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan.

“Setiap dapur akan dioperasikan oleh 50 personel, terdiri dari kepala dapur, juru masak, ahli gizi, dan lainnya. Semua persiapan dilakukan agar distribusi makanan dapat berjalan lancar dan sesuai standar gizi,” ujarnya. (din)

Pemkot Cirebon Fokus Jaga Stabilitas Harga di Kawasan Rawan Pangan

 Pemerintah Kota Cirebon


CIREBON- Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya menjaga kestabilan harga pangan dan memastikan kebutuhan pokok warga dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, Kamis (30/1/2025). 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Dalam sambutannya, Pj Sekda mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan GPM. 

“GPM ini merupakan ikhtiar Pemda Kota Cirebon untuk memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjadi upaya kita dalam menjaga kestabilan inflasi,” ujar Pj Sekda.

Lebih lanjut, Pj Sekda menekankan pentingnya pengendalian inflasi meskipun tingkat inflasi di kota Cirebon relatif rendah. 

“Kami tetap harus menjaga stabilitas harga dan memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga bahan pokok, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya membutuhkan lebih banyak persiapan,” tambahnya.

Selain itu, dalam kegiatan GPM kali ini juga disediakan paket bantuan ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta mendukung upaya menurunkan angka stunting di Kota Cirebon.

“Paket bantuan ikan ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan asupan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak agar tumbuh dengan sehat,” jelas Pj Sekda.

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh SP MSi, menyampaikan bahwa di tahun 2025, GPM rencananya aka digelar secara rutin setiap bulan. 

“Kami sudah merencanakan untuk mengadakan GPM kembali, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri nanti. Kami berharap kegiatan ini dapat terus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah komoditas pangan yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, antara lain beras, telur, minyak goreng, cabe merah, cabe rawit, dan daging sapi. Misalnya, cabe rawit dijual seharga Rp60.000 per kilogram, sementara di pasar harganya mencapai Rp70.000. Begitu juga dengan cabe merah, yang dijual di GPM seharga Rp50.000, sedangkan di pasar harganya sekitar Rp57.000 per kilogram.

Daging sapi dijual dengan harga Rp110.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp130.000. Sedangkan beras yang dijual oleh Bulog dengan Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) dijual seharga Rp57.000 per lima kilogram. Telur dijual dengan harga Rp24.000 per kilogram, sementara di pasaran masih sekitar Rp26.000.

Elmi juga menambahkan bahwa lokasi GPM kali ini dipilih dengan mempertimbangkan aksesibilitas bagi masyarakat di daerah rentan pangan, seperti Kelurahan Argasunya. 

“Kami memilih Lapangan Kebon Pelok di Kalijaga sebagai titik strategis, agar lebih dekat dengan daerah yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan pangan,” tutur Elmi. (din)

Harapan UIN SIBER Cirebon untuk Mahasiswa di Tahun 2025 : Menjadi Generasi Unggul dan Adaptif dan Berdaya Saing Digital


CIREBON – Universitas Islam Negeri (UIN) SIBER Cirebon menatap tahun 2025 dengan penuh optimisme, terutama dalam mencetak mahasiswa yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era digital. 

Sebagai perguruan tinggi berbasis digital, UIN SIBER Cirebon terus berupaya menghadirkan inovasi pendidikan yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Rektor UIN SIBER Cirebon menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk semakin mandiri dalam belajar, aktif dalam riset, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial dan keagamaan.

"Kami berharap mahasiswa UIN SIBER Cirebon tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang mumpuni, seperti kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Dunia saat ini membutuhkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman," ujarnya.

Menurut Rektor, untuk mendukung visi fokus UIN SIBER Cirebon di tahun 2025, kampus berkomitmen memperkuat beberapa aspek penting, di antaranya :

- Peningkatan Kualitas Akademik

- UIN SIBER Cirebon akan memperluas akses terhadap sumber belajar digital dan memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi.

- Mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah.

- Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Mahasiswa

- Mengembangkan program pembinaan karakter berbasis keislaman dan kewirausahaan.

- Menyelenggarakan berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan, seminar, dan pelatihan kepemimpinan.

- Kolaborasi dan Jaringan Internasional

- Membuka peluang pertukaran pelajar dengan universitas luar negeri.

- Meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang riset dan pengembangan inovasi.

- Kesiapan di Dunia Kerja dan Wirausaha

- UIN SIBER Cirebon akan memperbanyak program magang dan kerja sama dengan industri digital.

- Mendorong mahasiswa untuk membangun startup dan usaha kreatif berbasis teknologi.

Sementara itu, Humas UIN SIBER Cirebon, H. Arifin, M.Pd.I, mengajak mahasiswa untuk menjadikan tahun 2025 sebagai tahun produktif dan penuh pencapaian.

"Kami ingin mahasiswa lebih aktif dalam mengembangkan diri, memanfaatkan semua fasilitas yang ada di kampus, dan terus meningkatkan kualitas diri. Jadilah generasi yang mampu bersaing secara global, namun tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan budaya lokal," ungkapnya.

Dengan berbagai upaya ini, UIN SIBER Cirebon berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. (din)

Kamis, 30 Januari 2025

Pemkab Cirebon Gerak Cepat Tangani Persoalan Banjir Dari Timur Hingga Barat

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menggelar rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Kamis (30/1/2025).

Dalam rapat yang digelar di kantor BBWS Cimanuk-Cisanggarung itu, Wahyu menyampaikan terkait penanganan banjir yang dilakukan Pemkab Cirebon bersama BBWS dari wilayah timur hingga barat.

Ia mengatakan, sejumlah perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir, termasuk untuk mengantisipasi banjir sedang dilakukan.

Salah satunya perbaikan fondasi jembatan Sungai Cipager di Kecamatan Sumber yang terkikis akibat banjir. Wahyu memastikan perbaikan fondasi jembatan sedang dilakukan oleh pihak Pemprov Jabar.

“Kemudian, jalan putus di Sidamulya, yang dari Buntet Pesantren menuju Sidamulya itu juga sudah kita selesaikan. Sehingga, sekarang sudah bisa dilalui warga,” kata Wahyu usai rapat koordinasi bersama BBWS.

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan, Pemkab Cirebon telah berkoordinasi juga dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar terkait perbaikan infrastruktur di Desa Panembahan.

Selain itu, Pemkab Cirebon juga menyelesaikan pembangunan pegangan tangan bagi pejalan kaki di jembatan.

“Kemudian, untuk jembatan-jembatan yang waktu kemarin pegangannya tidak ada, sudah kita selesaikan. Itu sudah bisa dilalui lagi oleh masyarakat,” ucap Wahyu.

Ia juga menegaskan, penanganan banjir di wilayah timur Kabupaten Cirebon sedang berjalan. Pemkab Cirebon berkerja sama dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk normalisasi sungai di area hilir wilayah Waled. Di titik banjir lainnya, seperti Pangarengan dan Pangenan juga dilakukan normalisasi.

“Masih menunggu, karena kami hanya memiliki satu amfibi yang sedang digunakan normalisasi di Ambulu. Tujuh hingga 10 hari ke depan selesai, nanti kita alihkan di Pangarengan, dan Pangenan juga yang dekat sekolah dibuatkan tanggul oleh BBWS di area situ,” jelasnya.

“Untuk wilayah tengah, terkait di Kedawung dan sekitarnya sudah koordinasi dengan BBWS, beberapa normalisasi sungai di area tersebut. Perbaikan juga kita lanjuti,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, ia juga menerangkan tentang upaya Pemkab Cirebon menangani banjir di wilayah barat, seperti di Gegesik.

Pemkab Cirebon akan melakukan penanganan di wilayah hilir terlebih dahulu. Dua alat berat diterjunkan di wilayah barat.

“Sebelum Idulfitri, kita targetkan selesai. Upaya yang kita lakukan ini untuk mengurangi banjir di Kabupaten Cirebon, kalau ada (banjir) itu mudah-mudahan tidak terlalu signifikan,” pungkasnya. (Nur)