Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 08 Februari 2025

Kejuaraan Taekwondo Bupati Cup 2025 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Kejuaraan Cabang Taekwondo Bupati Cup 2025 yang digelar di GOR Ranggajati, Sumber, pada Sabtu (8/2/2025), menjadi ajang pembinaan bagi atlet muda di Kabupaten Cirebon.

Kompetisi yang diikuti sekitar 200 peserta ini, diharapkan dapat melahirkan bibit unggul untuk berlaga di tingkat provinsi hingga nasional.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, saat membuka kejuaraan menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui olahraga. Menurutnya, taekwondo tidak hanya melatih kemampuan fisik, namun bisa membentuk kedisiplinan, ketangguhan, dan kemandirian bagi para atlet muda.

“Kejuaraan ini bukan hanya soal medali, tetapi juga membangun karakter. Dengan kedisiplinan dan ketangguhan, para atlet diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu berprestasi lebih tinggi,” ujar Wahyu.

Ia menyampaikan, bahwa dengan mempertandingkan kategori Kyorugi (tarung) dan Poomsae (jurus), kejuaraan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, serta meningkatkan daya saing mereka di tingkat yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan pemetaan atlet untuk persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025 yang rencananya akan digelar di Bandung.

“Kami sudah mulai mapping dari kuota yang ada, dan masing-masing cabang olahraga sudah dimintakan kesiapan mereka dalam menyumbangkan medali. Kuota kita sekitar 100 hingga 105 atlet, mudah-mudahan tidak berubah atau terkena efisiensi anggaran,” ujarnya.

Dia menyebutkan, taekwondo menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang medali bagi Kabupaten Cirebon. Ia pun mengapresiasi kejuaraan mandiri seperti Bupati Cup ini sebagai bentuk dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam pembinaan atlet.

“Kejuaraan mandiri seperti ini sangat penting, karena dari sinilah kita bisa menemukan atlet-atlet berprestasi, yang nantinya akan membawa nama baik Kabupaten Cirebon,” kata Ikin.

Sementara itu, Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, menjelaskan bahwa kompetisi ini juga menjadi ajang pemanasan menjelang Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) XVI/2026.

“Kami ingin melihat perkembangan atlet, serta menyeleksi mereka yang memiliki potensi besar untuk mewakili Kabupaten Cirebon nantinya,” sambungnya.

Selain sebagai persiapan menuju Porprov, kejuaraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan popularitas taekwondo di Kabupaten Cirebon, serta menjaring talenta baru yang dapat dibina lebih lanjut.

“Atlet terbaik dalam kompetisi ini berkesempatan mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi ajang yang lebih besar,” tukasnya.

Jumat, 07 Februari 2025

Haul Ponpes Jagasatru: Pj Wali Kota Apresiasi Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Religius

CIREBON - Pj Wali Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi, menghadiri peringatan haul yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Jagasatru pada Jumat (7/2/2025). 

Peringatan haul ini menjadi momen penting bagi masyarakat Cirebon, mengingat Ponpes Jagasatru merupakan salah satu pondok pesantren tertua yang telah memberikan banyak kontribusi positif terhadap perkembangan kehidupan beragama dan sosial di Cirebon.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar Ponpes Jagasatru serta pendiri ponpes atas terlaksananya peringatan haul yang penuh makna ini. 

“Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat memperingati haul Ponpes Jagasatru dan pendirinya. Semoga amal ibadah dan perjuangan yang telah dilakukan selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Ponpes Jagasatru dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki pengaruh besar, tidak hanya di Kota Cirebon, tetapi juga di wilayah sekitarnya. Keberadaannya yang sudah berdiri lama, telah memberi warna tersendiri bagi perkembangan kehidupan beragama di Cirebon, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan mendalami ilmu agama.

Selain itu, Pj Wali Kota juga mengapresiasi langkah Ponpes Jagasatru dalam mengembangkan jangkauan pendidikan dan dakwahnya.

“Kami juga sangat mengapresiasi Ponpes Jagasatru yang telah memperluas keberadaannya dengan mendirikan cabang di wilayah Mundu, yakni Jagasatru 2. Langkah ini sangat berarti, tidak hanya untuk pengembangan pesantren, tetapi juga untuk memperkuat peran pesantren dalam kehidupan masyarakat dan umat beragama,” tambahnya.

Ponpes Jagasatru, menurut Pj Wali Kota, turut memberikan dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih religius. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas keagamaan. 

Pj Wali Kota menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan lembaga keagamaan untuk menciptakan suasana yang harmonis, di mana nilai-nilai religius dapat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Pengasuh Ponpes Jagasatru telah memainkan peran yang sangat penting, tidak hanya dalam dunia pesantren, tetapi juga dalam memperkuat umat beragama di Cirebon,” lanjut Pj Wali Kota.

Pj Wali Kota juga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Ponpes Jagasatru dan pondok pesantren lainnya di Kota Cirebon.

“Pemerintah kota akan terus memberikan dukungan dan dorongan kepada pesantren-pesantren yang ada, termasuk Ponpes Jagasatru. Kami berharap pesantren dapat terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih religius, berakhlak, dan berbudi pekerti luhur,” tuturnya.

Perayaan haul Ponpes Jagasatru kali ini bukan hanya sekadar mengenang jasa para pendiri dan pengasuhnya, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat tradisi keagamaan yang telah ada. 

Dengan terus mengembangkan pesantren-pesantren di Cirebon, diharapkan dapat tercipta sebuah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan nilai-nilai spiritual yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat luas. (Nur)



Hadiri Paripurna, Pj Bupati Cirebon Sampaikan Urgensi Raperda KTR Dan Kependudukan

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat paripurna di ruang Abhimata Paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Jumat (7/2/2025).

Pada kesempatan ini, Pj Bupati Cirebon menyampaikan tentang hantaran dua rancangan peraturan daerah (raperda) usulan eksekutif.

Dua raperda yang diusulkan eksekutif tersebut, yakni Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Raperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Wahyu menjelaskan, salah satu penyebab menurunnya kualitas udara adalah asap rokok, sehingga membahayakan perokok aktif dan pasif.

Dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 151 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dan Pasal 443 ayat (11) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat tentang dampak langsung maupun tidak langsung akibat rokok.

Hingga menciptakan kualitas udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat, perlu adanya regulasi yang mengatur KTR di Kabupaten Cirebon.

Wahyu mengatakan, KTR yang dimaksud adalah area yang dilarang untuk kegiatan merokok, aktivitas promosi hingga menjual rokok.

“Meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, angkutan umum, tempat ibadah, tempat kerja, dan tempat umum lainnya yang ditetapkan,” ucap Wahyu.

Ia berharap, dengan lahirnya Perda tentang KTR bisa menyadarkan banyak pihak. Dan, bisa menjadi langkah untuk menurunkan angka kematian dengan mengubah perilaku masyarakat yang lebih sehat.

“Mencegah perokok pemula, serta mewujudkan generasi muda yang sehat dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Cirebon yang berbudaya, sejahtera, maju dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Wahyu, Raperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan diharapkan dapat memberikan pemenuhan atas hak administrasi penduduk dalam pelayanan publik.

Ia menyebut, raperda ini bertujuan untuk melindungi dokumen kependudukan tanpa ada perlakuan yang diskriminatif melalui peran aktif pemerintah.

Wahyu menjelaskan, sejatinya Kabupaten Cirebon memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

Namun dalam perkembangannya, perda tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan peraturan perundang-undangan di atasnya dan kebutuhan hukum masyarakat.

Sekadar diketahui, rapat paripurma yang digelar DPRD Kabupaten Cirebon juga membahas tentang penutupan masa sidang satu dan membuka masa sidang dua tahun 2025.

Selain itu, paripurna juga membahas mengenai Raperda tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi dan UMKM usulan dari legislatif. (Azis)

Pemkab Cirebon Bahas Evaluasi Program dan Penanganan Banjir Dalam Rapim


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) bersama para kepala perangkat daerah di Off Room Pendopo Bupati Cirebon, Rabu, (5/2/2025).

Rapim yang dilaksanakan secara rutin ini untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, serta membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai permasalahan daerah.

Dalam rapat tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyoroti pentingnya memastikan keberlanjutan program yang telah dilaksanakan selama sembilan bulan terakhir, terutama dalam persiapan transisi kepemimpinan bagi bupati terpilih selanjutnya.

Beberapa isu utama yang dibahas, antara lain penanganan banjir, perbaikan infrastruktur, serta normalisasi sungai di beberapa wilayah terdampak.

“Salah satu yang kita bahas adalah tindak lanjut penanganan banjir, termasuk perbaikan dinding Sungai Cipager yang roboh dan normalisasi sungai di Ambulu serta Pengarengan,” kata Wahyu usai rapat.

Ia menjelaskan, Pemkab Cirebon telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pembangunan embung di Waled-Asem, serta perencanaan normalisasi Bendung Ambit.

Selain itu, pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi untuk kemungkinan rekayasa cuaca, guna mengurangi intensitas hujan yang masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon.

Wahyu menegaskan, berbagai program yang telah berjalan diharapkan dapat diteruskan oleh bupati terpilih, agar permasalahan daerah, terutama terkait banjir dan infrastruktur, dapat ditangani secara berkelanjutan.

“Kita juga terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rekayasa cuaca jika diperlukan, agar curah hujan yang tinggi di daerah hulu, seperti Kuningan dan Majalengka tidak berdampak besar di Kabupaten Cirebon,” tukasnya. (Nur)

Kamis, 06 Februari 2025

Pengurus FKUB Kota Cirebon Dikukuhkan, Pj Wali Kota Apresiasi Kerukunan Umat Beragama yang Terjaga

 

CIREBON - Pj Wali Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi, secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cirebon periode 2025-2029 di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Kamis (6/2/2025).

Pengukuhan juga dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi, sejumlah tokoh masyarakat, pimpinan organisasi keagamaan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan perangkat daerah terkait. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat semangat kerukunan antar umat beragama di Kota Cirebon.

Pj Wali Kota mengungkapkan rasa terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan oleh pengurus FKUB periode sebelumnya. Dalam sambutannya, Pj Wali Kota menyampaikan bahwa meskipun Kota Cirebon memiliki keragaman agama yang tinggi, namun kondusifitas dan kerukunan antar umat beragama tetap terjaga dengan baik. 

“Alhamdulillah, kita sudah melewati banyak hal. Berkat upaya bersama, kita mampu menjaga, mengharmonisasi, dan merajut kerukunan antar umat beragama serta seagama. Tentu saja, kita harus terus mendorong agar kerukunan ini tetap terjaga, mengingat tantangan ke depan akan semakin besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pj Wali Kota menyampaikan pentingnya terus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi yang sudah terjalin dengan baik antara FKUB dan Forkopimda serta organisasi keagamaan lainnya. 

“Kami berharap, kolaborasi yang baik ini terus diperkuat. Semua pihak harus berperan aktif dalam menjaga kerukunan. Dengan kerja sama yang solid, insya Allah Kota Cirebon akan terus menjadi contoh kota dengan tingkat toleransi yang sangat baik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung segala upaya yang dilakukan FKUB dalam menciptakan suasana yang harmonis dan damai. 

Ia berharap, dengan adanya pengurus FKUB yang baru, kerukunan antar umat beragama dan seagama di Kota Cirebon bisa lebih ditingkatkan lagi. 

“Dengan komunikasi yang baik dan kerjasama yang erat, saya yakin kita dapat menjaga keharmonisan yang telah terbentuk selama ini,” tambahnya.

Ketua FKUB Kota Cirebon, Abdul Hamid, dalam pidatonya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemkot, TNI, dan Polri atas sinergi yang telah terjalin selama ini dalam menciptakan kerukunan umat beragama. 

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama yang sudah terjalin dengan baik antara FKUB, Pemerintah Kota Cirebon, serta TNI dan Polri. Kerukunan umat beragama di Kota Cirebon sudah berjalan dengan sangat baik, namun kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar kami dapat menjalankan amanah yang diberikan kepada kami dengan sebaik-baiknya,” ucap Abdul Hamid.

Selain itu, Abdul Hamid juga menekankan pentingnya melibatkan semua elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan. Menurutnya, keberhasilan FKUB dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Kota Cirebon tidak terlepas dari peran serta seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat.

“Kita semua memiliki peran dalam menjaga kedamaian. Semua elemen masyarakat harus saling mendukung dan bekerja sama. Semoga kerukunan yang telah terjalin bisa lebih baik lagi ke depannya,” jelasnya.

Dalam pengukuhan ini, FKUB juga memberikan perhatian besar terhadap pentingnya pendidikan toleransi sejak dini. 

“Kami juga akan terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Peningkatan kesadaran sosial akan sangat berpengaruh dalam menciptakan suasana yang damai,” tambah Abdul Hamid. (Nur)