Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 30 Mei 2025

Tragedi Longsor di Gunung Kuda Telan 14 Korban Jiwa dan Melukai 4 Orang Lainnya

CIREBON, FC – Tragedi longsor di kawasan pertambangan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/5/2025), menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 4 lainnya. Hingga malam hari, upaya pencarian masih terus dilakukan terhadap korban yang dilaporkan hilang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang turun langsung ke lokasi, mengonfirmasi bahwa saat ini pemerintah telah menetapkan status darurat bencana guna mempercepat proses penanganan.

“Kami sudah konsolidasikan penanganan bencana. Delapan korban masih dalam pencarian. Proses evakuasi akan dikoordinasikan langsung oleh Dandim,” ujar Herman.

Sebagai langkah awal, tim gabungan akan melakukan sterilisasi area dan penilaian menyeluruh terhadap kondisi Gunung Kuda untuk memastikan tidak terjadi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Assessment akan dilakukan terlebih dahulu. Bila lokasi dinyatakan aman, pencarian akan dilanjutkan oleh Basarnas,” tegas Herman.

Dia mengingatkan bahwa insiden serupa di Sumedang pernah memakan korban tambahan akibat longsor susulan saat evakuasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dan korban luka-luka. Tak hanya itu, dukungan logistik juga disiapkan bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana ini.

“Arahan Gubernur jelas, bantuan harus diberikan secara menyeluruh. Tidak hanya santunan, tapi juga pendampingan agar keluarga korban bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Sebagai langkah tegas, Pemprov Jawa Barat telah mengeluarkan surat penghentian sementara aktivitas pertambangan di Gunung Kuda hingga waktu yang belum ditentukan. (din)



Pengen Mendapatkan Pengalaman Menarik, Inilah 10 Rekomendasi Wisata Alam di Kabupaten Cirebon


Kabupaten, Jawa Barat, menyimpan beragam destinasi wisata alam yang memikat hati wisatawan. Mulai dari ekowisata hingga taman buatan, semuanya menawarkan pengalaman yang menarik.

Tim Diskominfo Kabupaten Cirebon merangkum 10 tempat wisata alam yang cocok untuk dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Berikut ulasan beberapa destinasi wisata alam di Cirebon:

Setu Patok

Terletak di Desa Setu, Kecamatan Mundu. Waduk Setu Patok menawarkan pemandangan yang tenang dengan latar perbukitan hijau. Destinasi ini cocok untuk rekreasi keluarga dan kegiatan luar ruang seperti bersepeda atau sekadar menyesap pemandangan. Setu Patok juga bisa dijadikan pilihan untuk lokasi melepas penat dari kesibukan harian.

Cimandung

Situs Keramat Cimandung di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, merupakan tempat petilasan Raden Walangsungsang. Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga menjadi tujuan wisata religi yang populer di wilayah tersebut.

Area persawahan di situs ini menjadi obat untuk menggugurkan kepenatan. Wisatawan bisa berduduk santai sembari menikmati suasana keramat dan menenangkan.

Banyu Panas Palimanan

Terletak di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Banyu Panas Palimanan menawarkan kolam pemandian air panas alami yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Air panas di sini berasal dari sumber mata air yang mengandung belerang.

Lokasinya persis berada di sekitar pabrik Indocement Palimanan. Destinasi wisata ini cocok untuk berlibur bersama keluarga.

Batu Lawang

Berlokasi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Batu Lawang merupakan destinasi wisata alam dengan kontur wilayah yang masih sangat alami. Terdapat area perbukitan serta lereng hijau yang asri, cocok untuk kegiatan hiking dan fotografi alam.

Mangrove Pangenan

Ekowisata mangrove ini berada di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan. Destinasi wisata yang juga bagian dari upaya pelestarian di pesisir Kabupaten Cirebon ini memiliki walking track sepanjang 100 meter. Hutan mangrove di Pangarengan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berwisata di Cirebon.

Konservasi Kura-kura Belawa

Desa Belawa di Kecamatan Lemahabang dikenal dengan konservasi kura-kura belawa, spesies langka yang hanya ditemukan di daerah ini. Wisatawan dapat belajar tentang upaya pelestarian satwa langka sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Bukit Maneungteung (Ajimut)

Terletak si Kecamatan Waled, Bukit Maneungteung atau dikenal juga sebagai Bukit Ajimut menawarkan pemandangan alam yang memukau. Namun, perlu diwaspadai bahwa kawasan ini rawan longsor saat musim hujan.

Taman Raden Benadi

Berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Taman Raden Benadi merupakan taman wisata berbasis danau dengan latar belakang Gunung Ciremai. Tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga dan menikmati keindahan alam.

Mangrove Kasih Sayang

Terletak di Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Wisata Zona Mangrove Kasih Sayang menawarkan keindahan alam muara sungai dan ekosistem mangrove. Fasilitas yang tersedia antara lain balai pertemuan, cafetaria, dan jalur tracking.

Garden Ciberes Wisata Alam

Berlokasi di Desa Cikulak Kidul, Kecamatan Waled, Garden Ciberes merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan kolam renang dan area bermain anak. Tempat ini ideal untuk rekreasi keluarga dengan suasana alam yang menyegarkan.

Kabupaten Cirebon menawarkan beragam destinasi wisata alam yang memadukan keindahan alam, nilai sejarah, dan edukasi lingkungan. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri yang patut untuk dikunjungi.

Kamis, 29 Mei 2025

Jenderal Dudung Jalankan Misi Negara Sebagai Amirulhajj 2025

JAKARTA - Amirulhajj Indonesia untuk penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 telah resmi bertolak ke Arab Saudi pada 29 Mei 2025 lalu.

Keberangkatan tersebut menandai dimulainya misi kenegaraan penting dalam mengawal pelaksanaan ibadah haji, khususnya dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Amirulhaj membawa amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama menjalankan ibadah haji. Ini adalah tugas kenegaraan yang sangat penting.

Sesuai dengan ketentuan undang-undang, Amirulhajj memiliki mandat untuk memimpin misi haji Indonesia serta menjalankan diplomasi haji dengan otoritas Arab Saudi.

Hingga hari ke-29 operasional haji kemarin,  tercatat 189.734 jemaah haji reguler telah tiba di Tanah Suci dalam 482 kloter. Dari jumlah tersebut, 55% merupakan jemaah perempuan (105.085 orang), dan 45% laki-laki (84.649 orang). Selain itu, sebanyak 15.033 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Fase kedatangan jemaah gelombang pertama ke Madinah telah berakhir pada 25 Mei 2025. Seluruh jemaah kini telah berada di Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Tahun ini, Amirulhaj didampingi oleh 12 anggota, terdiri dari enam unsur pemerintah salah satunya adalah Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan enam unsur organisasi masyarakat Islam.

Berikut Struktur Amirulhajj 1446 H/2025 M:

a. Amirulhaj: Nasaruddin Umar

b. Naib Amirulhaj:

1) Mochamad Irfan Yusuf dan

2) Romo R. Muhammad Syafi’i

c. Sekretaris: Dahnil Anzar Simanjuntak

d. Anggota:

1) Muhadjir Effendy;

2) Dudy Purwagandhi,

3) Taruna Ikrar;

4) Amirsyah Sanusi Tambunan;

5) Dudung Abdurachman;

6) Syamsul Anwar;

7) Arif Satria;

8) Akhmad Said Asrori;

9) Arifatul Choiri Fauzi

d. Sekretariat:

1) Arskal Salim dan

2) Jojon Novandri

Rabu, 28 Mei 2025

DPRD Komitmen Wujudkan Pembangunan Kota Cirebon Berbasis Pariwisata

 

CIREBON – DPRD Kota Cirebon terus melakukan upaya pembangunan kepariwisataan daerah. Optimalisasi pembangunan daerah berbasis kepariwisataan tersebut dibahas melalui kegiatan One Day With Citizen (ODWC) dengan pegiat industri pariwisata di Griya Sawala, Rabu (28/5/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH menyampaikan, melalui forum ini DPRD membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor pariwisata.

Fitrah juga menjelaskan, forum ODWC juga sebagai tindak lanjut keseriusan DPRD dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riparda) Kota Cirebon.

“Forum ODWC ini penting dalam rangka perancangan Riparda, maka kami minta kepada seluruh pihak untuk sama-sama mengusung identitas budaya Kota Cirebon dengan pariwisata,” katanya.

Menurut Fitrah, langkah ini perlu kolaborasi dan sinergi seluruh pihak agar kualitas pariwisata Kota Cirebon mampu menciptakan rasa nyaman dan puas bagi wisatawan yang berkunjung.

Pemanfaatan berbagai medium juga perlu didorong agar distribusi informasi maupun promosi wisata daerah mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

“Momentum ini juga penting dalam menjaga pariwisata Kota Cirebon. Maka, kita juga perlu mendorong promosi wisata dalam berbagai medium,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi III DPRD Yusuf MPd. Ia berharap forum ODWC menjadi salah satu momentum identifikasi potensi pariwisata di Kota Cirebon.

Di sisi lain, Yusuf juga berharap konsep pembangunan Kota Cirebon berbasis pariwisata dapat menjadi ide kolektif seluruh pihak, mulai dari kepala daerah hingga tingkat RW/RT.

“Pembangunan pariwisata harus jadi ide kolektif dan ide pembangunan di Kota Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Drs Agus Sukmanjaya SSos MSi menyebut ada dua strategi penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pertama, mulai dari penataan gerbang masuk ke Kota Cirebon yang perlu disesuaikan dengan identitas budaya Kota Cirebon. Kedua, penataan kawasan wisata seperti Keraton dan kawasan Kota Lama di BAT.

“Dalam upaya penataan kawasan pariwisata, bisa dibuat penanda visual di sejumlah titik seperti di gerbang masuk, kawasan Keraton, BAT, penataan pedestrian, dan ornamen publik. Itu salah satunya untuk menarik orang-orang datang,” katanya. (Ara)

Kota Cirebon Mantapkan Langkah Strategis Menuju Kota Pariwisata Berdaya Saing

CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata melalui forum dialog terbuka bertajuk One Day with Citizen yang digelar di Gedung DPRD Kota Cirebon pada Rabu (28/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para legislatif, sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para pelaku industri kreatif.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan antara kebijakan, aspirasi warga, dan arah pembangunan kota. 

"One Day with Citizen adalah ruang perjumpaan antara kebijakan, aspirasi warga, dan masa depan kota kita. Saya mengapresiasi DPRD Kota Cirebon yang telah menginisiasi dialog publik semacam ini,” ujarnya.

Sekda menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sebagai wajah yang ditampilkan kota kepada dunia luar. 

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang cerita dan pengalaman. Ini adalah cara kita merayakan jati diri Kota Cirebon yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner,” tambahnya.

Namun demikian, tantangan besar juga hadir, yaitu bagaimana menjadikan kekayaan tersebut relevan dan mampu memberikan dampak nyata. “Kita perlu menjadikan pariwisata sebagai ekosistem. Ini menyangkut pelaku usaha, masyarakat lokal, pekerja kreatif, infrastruktur, dan layanan publik. Semuanya harus terintegrasi,” jelas Sekda.

Sekda mengajak seluruh pihak untuk menjadikan forum ini sebagai langkah awal menuju perubahan konkret. Ia percaya arah pembangunan kepariwisataan yang sedang dibentuk tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi pijakan jangka panjang. 

“Kota Cirebon tidak hanya harus menjadi persinggahan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membekas. Mari kita buka ruang partisipasi dan kerja sama yang lebih luas,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, Pemkot Cirebon berharap sektor pariwisata dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Muara dari setiap pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Jika pariwisata dikelola dengan baik, geliat ekonomi akan tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tutup Sekda.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan sektor pariwisata. “Kami sangat senang menjalin komunikasi dengan para pelaku industri pariwisata. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat adalah kunci agar pariwisata kita semakin maju,” kata Fitrah.

Fitrah juga menambahkan pentingnya peningkatan kualitas akomodasi, transportasi, serta pengembangan produk wisata yang inovatif. “Kami berharap ada lebih banyak gagasan segar dari generasi muda. Cirebon punya potensi besar, tinggal bagaimana kita meramunya menjadi daya tarik yang berkelanjutan,” ungkapnya.\

Forum ini diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan berlanjut menjadi program-program nyata yang berakar pada karakter lokal, terbuka terhadap inovasi, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan pariwisata Kota Cirebon. (din)


Dokumentasi : Devi Triya Andriyani

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati


Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon

Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon