Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 14 Agustus 2025

Kopdes Merah Putih, Jembatan Desa Menuju Kemerdekaan Bidang Ekonomi

JAKARTA - Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih merupakan upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi pedesaan. Kopdes juga dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Kopdes Merah Putih menjadi langkah monumental yang menandai era baru dalam pembangunan nasional berbasis desa. Mewakili kedaulatan rakyat dalam mengelola sumber daya mereka sendiri,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) Adita Irawati, Rabu, 13 Agustus 2025.

Pada momen peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI), kata Adita, Kopdes Merah Putih bisa diartikan sebagai sebuah era baru menuju kemerdekaan di bidang ekonomi. Melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat desa diharapkan bisa semakin berdaya.

“Kopdes Merah Putih membuat masyarakat desa menikmati kemerdekaan di bidang ekonomi,” kata Adita.

Dia menambahkan, Kopdes Merah Putih juga menjadi jembatan transisi dari ketergantungan bantuan sosial menuju pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Saat ini, desa dan kelurahan di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Misal, sebanyak 90% hasil tangkapan ikan belum bisa disimpan dengan layak.

Data lain, sebanyak 5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terjerat rentenir. Lebih dari 50 ribu desa dan kelurahan belum memiliki fasilitas kesehatan. Selain itu, sebanyak 70% desa dan kelurahan belum tersentuh koperasi.

Ada 60% koperasi yang belum memiliki layanan farmasi dan lebih dari 31 ribu koperasi belum ada toko sembako. Serta lebih dari 50% desa belum punya toko sarana produksi untuk mendukung pertanian dan usaha lokal.

Presiden Prabowo Subianto lantas membentuk 80.081 Kopdes Merah Putih pada 21 Juli 2025. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis membangun ekonomi kerakyatan yang berdikari, inklusif, dan adil.

Program ini merupakan pelaksanaan dari Asta Cita ke-3, yang menempatkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa. Tujuannya yakni untuk membuka lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, dan memperkuat sentra produksi rakyat secara berkelanjutan.

“Lebih dari 80 ribu koperasi ini adalah upaya konkret untuk memperpendek rantai distribusi dan aliran bahan-bahan penting bagi rakyat. Kita hadirkan sembako, obat, pupuk langsung ke tangan masyarakat. Dengan harga yang terjangkau dan sistem yang adil,” kata Presiden Prabowo.

Ketua Kopdes Merah Putih Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Dedi Nurendi, mengatakan koperasi membantu meringankan beban masyarakat Cileunyi Wetan.

“Kopdes ini menjawab keresahan masyarakat yang harus membeli kebutuhan pokok agak jauh. Masyarakat dalam hal simpan pinjam juga banyak yang terlilit Bank Emok (bank keliling),” kata Dedi.

Dedi mengatakan Kopdes Merah Putih merupakan jawaban atas kebutuhan ekonomi masyarakat. “Mari berkoperasi karena ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Koperasi juga menanamkan gotong-royong,” kata Dedi. (din)

Rabu, 13 Agustus 2025

Pemkot Cirebon Ikuti Tahap Verifikasi Nasional Kota Sehat, Dorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan


CIREBON -  Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno serta jajaran kepala perangkat daerah, menghadiri kegiatan Verifikasi Lanjutan Penyelenggaraan Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang digelar secara virtual oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rabu (13/8). 

Verifikasi ini merupakan bagian penting dalam rangkaian penilaian menuju Swasti Saba, penghargaan nasional yang diberikan kepada kabupaten/kota yang berhasil mewujudkan ekosistem kesehatan secara terintegrasi, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa keikutsertaan Kota Cirebon dalam program Kabupaten/Kota Sehat bukanlah sekadar mengejar prestasi atau pengakuan.

“Program ini bukan hanya soal penilaian tahunan, melainkan merupakan strategi pembangunan jangka panjang yang menempatkan kesehatan sebagai bagian tak terpisahkan dari tata kelola kota,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa visi pembangunan daerah yang diusung Kota Cirebon yaitu SETARA BERKELANJUTAN  (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan), menjadi landasan bagi seluruh sektor untuk mendorong kualitas hidup masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kesehatan lingkungan, kesetaraan akses, serta keberlanjutan layanan publik.

“Keberhasilan dalam mewujudkan Kota Sehat adalah cerminan dari pembangunan yang inklusif dan berpihak pada masa depan. Ini adalah tugas bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Cirebon telah menunjukkan komitmen konkret. Di antaranya penguatan lintas sektor dalam Forum Kota Sehat dan Tim Pembina, pengembangan tatanan kota yang sehat melalui penataan permukiman, pengelolaan sampah, penyediaan ruang terbuka hijau, dan transportasi berkelanjutan, peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan preventif, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam gerakan hidup bersih sehat.

Sekda juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan dinamika sosial. Oleh karena itu, 

Pemkot Cirebon berkomitmen untuk terus mengintegrasikan prinsip-prinsip kesehatan lingkungan dalam setiap kebijakan pembangunan serta mendorong keterlibatan aktif dari RT/RW, komunitas warga, sektor swasta, dan penggunaan teknologi digital.

“Penghargaan bukanlah tujuan akhir, tetapi indikator sejauh mana kita sudah berjalan dalam menciptakan kota yang sehat dan layak huni. Kota Sehat adalah kota yang tidak hanya membangun fisiknya, tetapi juga membangun kesadaran, kepedulian, dan kebersamaan warganya,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Murti Utami, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah mengikuti proses dengan penuh semangat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan daerah atas partisipasi aktifnya dalam mewujudkan kabupaten/kota sehat. Tahun 2025 ini menjadi tahun perayaan atas kerja keras bersama untuk memenuhi seluruh persyaratan Swasti Saba. Verifikasi lanjutan ini bertujuan untuk mendalami kelengkapan dokumen, dan kami berharap semangat ini terus terjaga hingga proses selesai,” ujar Murti.

Kegiatan verifikasi ini diharapkan menjadi forum pertukaran gagasan, pembelajaran antar daerah, serta pemicu peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. 

Pemerintah Kota Cirebon optimis, dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, tujuan besar menuju Kota Cirebon yang sehat dan berkelanjutan akan dapat diwujudkan. (Nur)



Wali Kota Cirebon Apresiasi Peran Bank Indonesia dalam Stabilitas Inflasi dan Pengembangan UMKM

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi menghadiri acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Rabu (13/8/2025). Serah terima jabatan dilakukan dari pejabat sebelumnya, Anton Pitono, kepada Jajang Hermawan yang akan memimpin Kantor Perwakilan BI Cirebon ke depan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan capaian positif pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon pada triwulan I tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,89 persen. Dari sisi Lapangan Usaha, tiga sektor utama yang menjadi penopang pertumbuhan yakni Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, serta Industri Pengolahan. 

"Kami optimis keyakinan konsumen di Kota Cirebon masih terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada zona optimis sebesar 146,17," ujarnya. 

Wali Kota juga menyoroti tren penurunan angka kemiskinan di Kota Cirebon yang kini berada di angka 9,02 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 9,16 persen. 

Penurunan ini disebutnya sebagai hasil konkret dari berbagai program yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari pengendalian inflasi, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan daya saing daerah secara menyeluruh.

Selain itu, sejumlah indikator sosial ekonomi juga menunjukkan perbaikan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 berada di angka 77,08 atau dalam kategori tinggi. Sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 6,29 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 7,66 persen.

Meski begitu, Wali Kota mengakui bahwa tantangan global dan dampak pasca-pandemi masih terasa. 

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 menjadi perhatian serius kami. Namun kami yakin, dengan sinergi lintas sektor, kita bisa menjaga momentum pemulihan ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan Cirebon, dalam mendukung stabilitas ekonomi makro daerah. 

Ia menilai koordinasi kebijakan antara moneter dan fiskal berjalan dengan baik. “Inflasi kita terjaga di rentang target, di mana pada Juli 2025 tercatat 0,53 persen (mtm) dan 2,53 persen (yoy),” jelasnya.

Bank Indonesia Cirebon juga dinilai aktif dalam berbagai inisiatif strategis, seperti program pengendalian inflasi pangan melalui GNPIP, pasar murah, pembentukan Warung Peduli Inflasi (WADULI), hingga percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah. 

“Kami mendukung penuh implementasi ETPD dan perluasan kanal pembayaran digital seperti QRIS,” tuturnya.

Tak hanya itu, BI Cirebon juga disebut memberikan kontribusi besar dalam pengembangan UMKM, khususnya sektor kriya dan pariwisata. Program Wira Kriya Wastra menjadi salah satu inovasi unggulan, dengan kolaborasi bersama FSRD ITB. 

“Kami mengapresiasi dukungan BI dalam mendampingi UMKM lokal hingga ke panggung nasional dan internasional,” imbuhnya.

Wali Kota berharap, di bawah kepemimpinan Jajang Hermawan, BI Cirebon dapat terus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. 

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dalam forum-forum strategis seperti TPID dan TP2DD, serta mendukung penuh program inovatif lainnya yang akan datang,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tercatat sebesar 5,12 persen secara tahunan. 

Angka ini dinilainya cukup baik di tengah kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian. “Tensi geopolitik di Timur Tengah juga masih memengaruhi pasar keuangan global. Namun, BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Aida.

Ia juga menekankan pentingnya peran daerah, khususnya kawasan Ciayumajakuning, sebagai salah satu lumbung pangan nasional. “Kami terus mendorong kolaborasi dengan pimpinan daerah agar perekonomian lokal tumbuh dan berdaya saing,” jelasnya. 

Aida menambahkan bahwa BI terus mengedepankan sistem pembayaran yang Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal)  melalui digitalisasi berbasis QRIS untuk memperluas inklusi keuangan.

"Bank Indonesia akan terus menjadi mitra aktif pemerintah daerah dan senantiasa mendorong pertumbuhan UMKM sebagai motor penggerak kemajuan ekonomi," pungkasnya. (din)

Wisuda Kedua UIN Siber Cirebon, Dekan FUA: Fakultas Ushuluddin Naik 125 Persen

CIREBON, FC – Wisuda kedua UIN Siber Cirebon pada Agustus 2025 naik tajam. Setelah pada wisuda Februari lalu meluluskan sekitar 1.500 mahasiswa, kini jumlah wisudawan melonjak menjadi lebih dari 2.400 orang.

Rektor UIN Siber Cirebon sebelumnya menargetkan adanya peningkatan jumlah lulusan pada wisuda kali ini. Target tersebut disambut baik oleh seluruh fakultas, termasuk Fakultas Ushuluddin dan Adab yang mencatat lonjakan signifikan: dari hanya 92 lulusan pada Februari menjadi 245 lulusan di Agustus ini naik sekitar 125 persen.

Dekan FUAD, Dr Anwar Sanusi, M.Ag

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr Anwar Sanusi, M.Ag menuturkan, bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari pemetaan target oleh rektor, perencanaan fakultas, hingga koordinasi intensif dengan para pimpinan jurusan, dosen, dan tenaga kependidikan. 

“Semua komponen bergerak dalam satu visi, sehingga target Pak Rektor bisa terwujud,” ujarnya kepada fokus cirebon, Rabu, 13 Agustus 2025.

Selain capaian jumlah lulusan, kata Dekan FUAD, UIN Siber Cirebon juga menegaskan komitmennya pada transformasi digital. Sejak kampus berbasis siber, pembekalan wisudawan tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan digital. 

Mahasiswa dibekali materi terkait digitalisasi dalam akademik, serta strategi pemasaran digital (digital marketing) yang diharapkan dapat membuka peluang kerja dan usaha di era global.

Fasilitas digital kampus juga terus dikembangkan, termasuk kemudahan komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa baik secara online maupun offline. 

Hal ini mempercepat proses bimbingan dan koreksi tugas. Bahkan, saat ini sedang dipersiapkan aplikasi khusus untuk bimbingan mahasiswa agar lebih praktis dan efektif.

Kepada para wisudawan, dekan berpesan untuk menjaga marwah dan nama baik UIN Siber Cirebon, serta menerapkan profesionalisme di bidang akademik masing-masing. 

“Dengan bekal akademik, keterampilan digital, dan digital marketing, kami yakin kalian bisa sukses tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di kehidupan profesional dan wirausaha,” pungkasnya. (ADV/Nurdin)

Selasa, 12 Agustus 2025

Pasar Murah Wujud Kolaborasi Pemkot Cirebon dan Kejari Tekan Inflasi serta Stunting

CIREBON – Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi  menghadiri Pasar Murah dan Bazar UMKM di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Selasa (12/8). 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri Kota Cirebon bersama Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)  Kota Cirebon. Untuk diketahui, pasar murah dan bazar UMKM merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Bhakti Adhyaksa ke-80 tahun 2025.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendukung upaya pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara instansi pemerintah dan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kota Cirebon, kami mengucapkan selamat hari lahir Kejaksaan Republik Indonesia yang ke-80. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan pasar murah dan bazar UMKM hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan pasar murah juga telah menjadi agenda rutin Pemda Kota Cirebon dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok. Kerja sama strategis dengan Bulog, para supplier, serta kelompok wanita tani, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Selain bahan pokok dengan harga terjangkau, kami juga menghadirkan bantuan sosial serta layanan Pojok Stunting. Ini akan menjadi bagian tetap dari setiap pelaksanaan pasar murah ke depan,” tambahnya.

Sekda juga mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Cirebon berhasil menurunkan angka stunting dari 19,9% pada 2023 menjadi 14,9% di 2024. Penurunan ini, merupakan hasil intervensi komprehensif yang telah dirancang sejak 2022, termasuk penetapan kelurahan prioritas penanganan stunting.

"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi kita semakin kuat, termasuk dengan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan ketahanan pangan, mengendalikan harga, serta mempercepat penurunan angka stunting di Kota Cirebon," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Muhamad Hamdan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian institusi kejaksaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai bagian dari komitmen bersama mencegah inflasi dan mempercepat penanganan stunting.

“Harapannya, kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan berharap kolaborasi ini dapat berlanjut secara rutin. Menurutnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak oleh seluruh Kejari di wilayah Jawa Barat.

“Selain pasar murah, kami juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti penanaman pohon, bakti sosial, serta pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita. Semua ini merupakan langkah konkret untuk mendukung pencegahan stunting,” pungkasnya. (Nur)