Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 11 Januari 2026

Webometrics Januari 2026: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Masuk 23 PTKIN Terbaik Indonesia

 


CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil masuk dalam 23 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia, dengan menempati peringkat ke-23 secara nasional.(11/01/26).

Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu sistem pemeringkatan universitas paling kredibel di dunia yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan kekuatan dan dampak kehadiran digital. 

Penilaian ini didasarkan pada tiga indikator utama, yakni visibility (visibilitas dan dampak konten digital), openness (keterbukaan akses publikasi ilmiah), serta excellence (kualitas artikel ilmiah yang masuk dalam 10 persen teratas publikasi internasional).

Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang relatif masih tergolong muda sebagai kampus berbasis Cyber Islamic University. Namun demikian, institusi ini terus menunjukkan akselerasi signifikan dalam penguatan ekosistem digital, pengelolaan website akademik, serta peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis digital.

“Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu tolok ukur universitas di dunia dan Indonesia yang didasarkan pada beberapa indikator penting. Visibility mengukur sejauh mana referensi eksternal terhadap situs universitas; Excellence menilai kualitas artikel penelitian yang paling banyak dikutip berdasarkan data Scopus atau Scimago; sementara Transparency melihat tingkat sitasi dari peneliti yang paling sering dikutip melalui Google Scholar,” ungkap Rektor.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pun menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, peringkat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mendorong transformasi digital, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan publikasi ilmiah agar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” ujar Rektor.

Berdasarkan data resmi Webometrics Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tercatat berada pada peringkat 3.750 dunia, sekaligus peringkat ke-23 PTKIN terbaik Indonesia. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu PTKIN yang konsisten mengembangkan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi digital.

Ke depan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan peningkatan kualitas konten digital, penguatan kolaborasi riset, serta optimalisasi website dan media sosial institusi sebagai bagian dari strategi menuju kampus Islam digital berdaya saing global. (din)

Sabtu, 10 Januari 2026

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Juara 2 BPRC 2.0 Nasional dengan Kampanye #PilahItuIbadah

 

CIREBON, FC - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional. Tim ECOMOVE berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Bandung Public Relations Convergence (BPRC) 2.0, kompetisi Public Relations bergengsi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) di Telkom University, Bandung, Sabtu (10/1/2026).

Tim ECOMOVE yang terdiri dari Siti Hamidah, Aminah Amna, dan Dwi Agustia Putri Nur Aisyah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), tampil unggul melalui kampanye PR inovatif bertajuk #PilahItuIbadah.

Kompetisi yang mengusung tema “Innovative Green PR for Better Lifestyle” ini menjadi wadah adu gagasan strategis di bidang komunikasi publik berbasis keberlanjutan. 

Tim ECOMOVE berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan pendekatan Green Public Relations yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai keagamaan melalui perspektif ekoteologi.

Melalui kampanye #PilahItuIbadah, Tim ECOMOVE menempatkan pengelolaan sampah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari praktik keimanan. 

Strategi komunikasi yang ditawarkan meliputi pembentukan Student Task Force serta pengembangan Dashboard Hijau sebagai sistem monitoring perilaku ramah lingkungan di kampus keagamaan. Pendekatan ini dinilai memiliki potensi implementasi tinggi dan berdampak luas, khususnya di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Prestasi ini semakin istimewa karena Tim ECOMOVE berhasil mengungguli ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan sejumlah kampus unggulan lainnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Naela Farah, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FDKI tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan strategi komunikasi yang kreatif, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Konsep ekoteologi yang diusung Tim ECOMOVE menjadi bukti integrasi ilmu dakwah dengan isu-isu kontemporer yang sangat relevan,” ujarnya.

Sementara itu, Dessy Kushardiyanti, M.A., dosen Public Relations sekaligus pembina tim dari Program Studi KPI, menilai keberhasilan ini sebagai contoh praktik strategic communication yang kuat.

“Tim ECOMOVE berhasil menerjemahkan konsep Green PR ke dalam narasi yang sangat resonan dengan audiensnya, yaitu nilai-nilai keagamaan. Kampanye #PilahItuIbadah tidak hanya logis secara ekologis, tetapi juga bermakna secara spiritual. Ini adalah contoh brilian komunikasi strategis yang berangkat dari kearifan lokal,” jelasnya.

Ketua Tim ECOMOVE, Siti Hamidah, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar gagasan yang diusung dapat memberi dampak nyata.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Kompetisi ini sangat ketat, namun kami percaya pada konsep yang kami tawarkan. Harapan kami, kampanye #PilahItuIbadah dapat diimplementasikan tidak hanya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga di berbagai institusi keagamaan lainnya,” ungkapnya.

Prestasi ini semakin menegaskan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus Islam berbasis digital yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif, kritis, dan berorientasi pada solusi berkelanjutan melalui integrasi ilmu komunikasi, nilai keislaman, dan kepedulian lingkungan. (din)

Jumat, 09 Januari 2026

Wujudkan Sinergi Pembangunan, Pemkot Cirebon Prioritaskan Infrastruktur Dasar


BANDUNG – Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fokus utama dalam tahun anggaran 2026 akan diprioritaskan pada pembenahan infrastruktur dasar dan optimalisasi layanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, usai menghadiri Rapat Evaluasi APBD se-Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/1/2026).

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam arahannya menekankan bahwa di tengah kondisi fiskal yang cukup menantang, setiap daerah wajib melakukan efisiensi ketat. Penghematan dilakukan dengan memangkas pos belanja yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, untuk dialihkan ke sektor produktif.

​"Pembangunan ke depan harus memenuhi hak dasar rakyat. Kita fokuskan anggaran pada perbaikan jalan, drainase, trotoar, hingga irigasi,” ujarnya.

Gubernur juga mewajibkan seluruh kepala daerah untuk transparan soal anggaran. Ia menyarankan agar manfaatkan media sosial untuk ekspos APBD.

“Agar rakyat tahu dan percaya bahwa uang mereka kembali dalam bentuk pembangunan," tuturnya 

​Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, diwakili Kepala Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Cirebon, Mastara  menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan instruksi tersebut. 

Selain efisiensi, Pemkot Cirebon juga melaporkan kondisi keuangan daerah secara transparan, termasuk terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

​"Kami hadir memenuhi undangan Pak Gubernur bersama Pak Pj Sekda dan kepala perangkat daerah terkait. Poin utamanya adalah memastikan pelaksanaan APBD tidak sekadar mengejar persentase serapan, tapi harus efektif,” ujarnya.

Mastara menjelaskan, untuk Kota Cirebon, SiLPA di RKUD sekitar  Rp19 miliar, yang terdiri dari Rp13 miliar SiLPA berhadapan dan Rp6 miliar SiLPA bebas. Lebih lanjut, Mastara mengungkapkan bahwa SiLPA bebas tersebut akan langsung dialokasikan untuk menangani isu krusial di Kota Cirebon, yakni pengelolaan lingkungan.

​"Sesuai arahan pusat dan kebutuhan mendesak di lapangan, SiLPA bebas ini akan kami fokuskan untuk penataan masalah persampahan, khususnya di TPA Kopiluhur yang sudah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Kami ingin amanat dari Kementerian Lingkungan Hidup segera terealisasi demi kenyamanan warga Kota Cirebon," tambahnya.

Rapat koordinasi ini juga mendorong inovasi daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan retribusi. Dengan sinkronisasi ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis pembangunan di tahun 2026 akan lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak signifikan pada kesejahteraan ekonomi masyarakat. (Hafid)



Kamis, 08 Januari 2026

Pemkab Cirebon Optimalkan Satu Data Untuk Dukung Kebijakan Berbasis Bukti

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala saat membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1/2026).

Hendra memberikan arahan terkait penyelenggaraan Satu Data di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyampaikan, statistik sektoral merupakan bagian dari implementasi SDI.

Karena itu, setiap perangkat daerah wajib memastikan data yang dihasilkan memenuhi prinsip standar data, metadata, interoperabilitas, serta kode referensi atau data induk.

“Perangkat daerah adalah aktor utama dalam menentukan kualitas data daerah. Data yang dihasilkan harus akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, setiap perangkat daerah perlu memiliki penanggung jawab data yang aktif berkoordinasi dengan Diskominfo selaku wali data untuk menjaga konsistensi dan keselarasan data antarsektor.

Data sektoral juga harus mendukung dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD, Renstra, Renja, hingga indikator kinerja daerah.

Dalam penyusunan data tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melaksanakan desk daftar data pada akhir November.

Kegiatan tersebut menghasilkan daftar data tahun 2026 yang disepakati bersama oleh produsen data dan wali data serta dituangkan dalam berita acara sebagai acuan kerja.

Hendra menambahkan, mekanisme pengumpulan, penyampaian, dan verifikasi data dilakukan melalui Portal Satu Data yang dikelola Diskominfo.

Perangkat daerah diminta melakukan pembersihan data secara berkala dan menyampaikan data sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Penginputan data harus dilakukan langsung oleh masing-masing perangkat daerah melalui Portal Satu Data Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menyampaikan, penyelenggaraan Satu Data tahun 2026 mencakup 1.060 data sektoral dari 31 perangkat daerah.

Data tersebut merupakan data tahun 2025 yang dikumpulkan berdasarkan hasil kesepakatan desk daftar data.

Menurut Bambang, penyelenggaraan Satu Data mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Bupati Cirebon Nomor 56 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Cirebon.

Ia menjelaskan, proses input data oleh masing-masing dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Maret 2026, sedangkan verifikasi data oleh Diskominfo dilakukan pada Maret hingga April 2026.

Hasil kesepakatan daftar data tahun 2026 selanjutnya ditetapkan dalam berita acara yang ditandatangani perangkat daerah selaku produsen data dan Diskominfo sebagai wali data sebagai dasar pelaksanaan Satu Data Kabupaten Cirebon tahun 2026. (Nur)








Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Apresiasi Polresta Cirebon Gelar Panen Raya Jagung Pipil

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Polresta Cirebon menggelar panen raya jagung pipil serentak dalam rangka mendukung ketahanan pangan tahun 2026 di Blok Ciwareng, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1/2025).

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Bupati Cirebon Imron bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Panen raya ini merupakan program yang digagas oleh Polresta Cirebon sebagai bagian dari upaya pemberdayaan petani melalui penanaman jagung.

Bupati Cirebon Imron mengapresiasi program yang dilaksanakan Polresta Cirebon. Ia menyebutkan, kegiatan panen raya ini merupakan panen pada kuartal keempat tahun 2025 yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah.

“Pada hari ini, kami dan Forkopimda mengadakan panen raya yang digagas oleh Kapolresta. Kami mengucapkan terima kasih atas program Polresta Cirebon penanaman jagung ini,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, sebelumnya, panen raya telah dilaksanakan di wilayah Cirebon timur, dan saat ini berlanjut di Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang.

Menurutnya, hasil panen jagung yang diperoleh cukup baik dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, panen raya di Desa Sindangjawa dilakukan di lahan seluas dua hektare.

Selain itu, masih terdapat sejumlah lokasi lain yang akan melaksanakan panen dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Panen ini lokasi di Sindangjawa dua hektare, tapi kita ada beberapa tempat lain yang menyusul satu sampai dua hari ke depan panen juga,” kata Imara.

“Total keseluruhan lebih dari 300 hektare dan dilakukan secara bertahap, tidak semuanya langsung panen bersamaan,” ungkapnya. (Nisa)