Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Juni 2025

Bangga Buatan Cirebon 2025 Dibuka, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Lebih Luas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 di Area Mall UMKM pada Rabu (18/6/2025). 

Mengangkat semangat “Dari Cirebon untuk Negeri,” acara ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kearifan budaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, batik, hingga karya kreatif generasi muda, merupakan aset ekonomi yang sangat potensial. 

“Namun potensi sebesar ini tidak akan berkembang dengan sendirinya. Kita harus sediakan ruang, kesempatan, dan dukungan nyata agar produk-produk lokal ini bisa lebih percaya diri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas. 

“Kegiatan ini bukan sekadar promosi, tapi bentuk nyata dukungan kita terhadap pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menyoroti pentingnya Mall UKM sebagai wadah permanen bagi UMKM. Menurutnya, Mall UMKM bukan hanya tempat jualan, tapi laboratorium inovasi. 

"Tempat pelaku usaha bisa belajar, mencoba hal baru, dan memasarkan produk secara langsung maupun digital,” terangnya.

Wali Kota mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. “Ayo kita mulai dari diri sendiri, pilih, pakai, dan promosikan produk lokal. Dengan begitu, kita bukan hanya menggerakkan ekonomi, tapi juga mengangkat harga diri kota kita,” serunya.

Pemerintah Kota Cirebon, kata Wali Kota, akan terus berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah. “Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan secara rinci berbagai kegiatan yang disiapkan dalam agenda ini.

“Pengunjung bisa menikmati pameran produk lokal unggulan, mengikuti workshop seni seperti melukis topeng, serta terlibat dalam kegiatan market sounding dan business matching yang mempertemukan pengusaha besar dengan koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Iing juga menambahkan bahwa ada seminar terkait kebijakan pengadaan barang dan jasa, serta lomba-lomba kreatif untuk anak muda. 

“Kami ingin kegiatan ini punya sisi edukatif, informatif, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya. Dekranasda juga turut andil besar dalam merancang area dekorasi dan ruang kreasi, yang memberi sentuhan estetika dan budaya khas Cirebon.

Iing berharap kegiatan ini menjadi jembatan jejaring bisnis yang lebih luas. “Kami ingin para pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan mitra potensial. Business matching ini kami desain agar tidak hanya terjadi transaksi hari ini, tapi kerja sama jangka panjang,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi, “Bangga Buatan Cirebon 2025” diharapkan mampu menginspirasi pelaku usaha dan masyarakat untuk terus mencintai dan mempromosikan produk lokal dari Cirebon, untuk negeri. (din)



Selasa, 17 Juni 2025

Perkuat Informasi di Akar Rumput, Komdigi Luncurkan KIM.ID

 

KABUPATEN CIREBON — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI meluncurkan situs KIM.ID sebagai upaya dalam memaksimalkan digitalisasi dan merangkul masyarakat dalam mengelola informasi.

Peluncuran tersebut dilakukan di Aston Hotel Cirebon, Selasa (17/6/2025). Sekadar diketahui, KIM.ID merupakan jembatan antara pemerintah dan komunitas informasi masyarakat (KIM).

Menurut Sekretaris Dinas Kominfo (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Agi Agung Galuh Purwa, peluncuran KIM.ID merupakan amanat dari Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Konkuren.

“KIM adalah kelompok masyarakat yang melakukan pengolahan dan diseminasi informasi, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan kreatif, serta memiliki kedudukan yang berlaku,” kata Agung dalam sambutannya.

Agung tak menampik KIM memiliki kedudukan yang kuat dan strategis. Ia mengatakan, esensi dibentuknya KIM adalah sebagai mitra pemerintah di akar rumput.

KIM memiliki asas “Akses Informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi Informasi, dan Aspirasi (ADINDA)”.

“Kami di Jabar, pemetaan telah dilakukan oleh Diskominfo Jabar pada April 2024 lalu. Pemetaan yang kami lakukan dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh serta kekuatan KIM di Jabar,” tuturnya.

Dari hasil pemetaan itu, lanjut Agung, Diskominfo Jabar mendapatkan informasi mengenai corak KIM. Di Jabar, KIM bergerak dalam bidang pariwisata, pertanian, desa, hingga pendidikan dan lainnya. Pemprov Jabar terus berupaya untuk merangkul KIM.

“Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendapatkan informasi pemetaan yang akurat dan menyeluruh. Sehingga, bersama pemerintah dan pegiat KIM bisa saling memberikan manfaat, dan tumbuh bersama dalam membangun pemerintahan Jabar Istimewa menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Agung.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli Jeni Indarto dalam acara Peluncuran Website KIM.ID memaparkan, keberadaan KIM sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam melakukan diseminasi informasi di level akar rumput.

KIM mengedepankan konsep networking, berdiskusi, bertatap muka langsung dalam menyampaikan informasi sekaligus menyerap aspirasi. 

“KIM merupakan salah satu partner (pemerintah) dalam hal terkait, bukan hanya menyampaikan informasi tapi juga melakukan advokasi atas isu-isu di masyarakat,” ujar Marroli.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki budaya tutur yang sudah melekat. KIM ikut melestarikan budaya tutur dengan melakukan pertemuan-pertemuan lintas komunitas.

Meski begitu,  arus informasi sudah bertransformasi lewat media sosial dan media daring. Agar aktivitas KIM tetap relevan, Komdigi memberikan platform digital bagi KIM untuk tetap bisa melakukan diseminasi informasi yang efektif.

Misalnya, lanjut Marroli, membuat konten video-video pendek yang informatif dan edukatif agar mudah dicerna masyarakat. 

“Orang hari ini lebih senang sesuatu yang berbasis video. Kalau KIM mau relevan juga dengan masyarakat, harus menggunakan konten yang bergenre sama. Isinya (konten) bisa tentang program-program desa,” kata Maroli. (din)

DPRD Kembali Ingatkan Dispora Soal Keseriusan Revitalisasi Kawasan Olahraga Bima

CIREBON — Komisi III DPRD Kota Cirebon kembali mengingatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait keseriuasan pengambangan kawasan olahraga di Kota Cirebon. Hal itu disampaikan saat rapat kerja Komisi III membahas tentang rencana revitalisasi kawasan Stadion Bima, Selasa (17/6/2025).

Ketua Komisi III DPRD, Yusuf MPd menilai, revitalisasi kawasan Stadion Bima merupakan program yang penting dan strategis bagi pengembangan sektor olahraga dan kepemudaan.

Ia menekankan, DPRD akan terus mengawal agar proses revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, namun juga berdampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Revitalisasi Stadion Bima jangan hanya sebatas perbaikan fisik, tapi nantinya harus menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang publik yang inklusif. Sehingga, kami mendorong agar rencana ini betul-betul matang dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas olahraga, pemuda, hingga pelaku UMKM lokal,” ujar Yusuf di Kantor Dispora Kota Cirebon, Jalan Yudasari 2 Kawasan, Kawasan Bima, Kel. Sunyaragi.

Ia juga menambahkan bahwa Dispora harus segera menyusun Detail Engineering Design (DED) dan maket kawasan sebagai langkah awal yang konkret dalam mewujudkan revitalisasi Stadion Bima.

“Kami minta Dispora segera menyiapkan DED dan maket, agar rencana ini bisa ditindaklanjuti secara lebih serius dan terukur,” tegasnya.

Senada disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, rencana revitalisasi kawasan Stadion Bima harus dilaksanakan secara menyeluruh. Mulai dari taman, jalan, pengelolaan sampah, hingga penataan PKL.

Menurutnya, langkah penting dalam revitalisasi tersebut dimulai dari penataan kawasan terlebih dahulu, baru setelah itu ke pembangunan fisik.

Andrie juga berharap nantinya kawasan Stadion Bima dapat menjadi rumah bagi seluruh cabang olahraga yang ada di Kota Cirebon, baik sekretariat maupun tempat pemusatan latihan.

“Kami sudah melihat rencana ke depan seperti apa, namun dalam revitalisasi ini yang paling utami dibenahi adalah kawasannya dulu, baru setelah itu pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Cirebon Dr Irawan Wahyono SPd MPd mengatakan, revitalisasi kawasan Stadion Bima akan dirancang secara bertahap.

Fokus utama pada tahap awal meliputi pembenahan PKL hingga penataan area terbuka yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Setelah itu baru masuk ke skala yang lebih besar, seperti penyempurnaan Stadion, lintasan atletik, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Untuk perbaikan kita mulai dari yang kecil dulu, baru setelah itu ke skala yang lebih besar. Rencana revitalisasi, diantaranya stadion berstandar FIFA, kawasan Bima yang tertib teratur, nyaman dan indah. Sehingga nanti betul-betul menciptakan suasana semangat berolahraga di Kota Cirebon,” ujarnya.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota Komisi III DPRD. Yaitu, dr Tresnawaty SpB, Prisilia, Rizki Putri Mentari SH, Leni Rosliani SIP, Stanis Klau, Rinna Suryanti ST, Hendi Nurhudaya SH, dan Indra Kusumah Setiawan AMd.  (Ara)

Pemkab Cirebon Gandeng Forkopimda Sidak Tambang Ilegal di Desa Cipanas

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pertambangan galian C di Blok Curug Dengkak, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Selasa (17/6/2025).

Hasilnya, mencengangkan, aktivitas penambangan masih berlangsung meski tanpa izin resmi.

Bupati Cirebon, Imron, yang turut hadir dalam sidak tersebut, menyayangkan masih adanya praktik tambang ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan kegiatan penambangan, terutama yang belum mengantongi izin. Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal menjaga alam dan keselamatan warga,” tegas Imron di lokasi.

Wabup Jigus: Akan Ada Pendampingan dan Pengawasan Tambang

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, atau yang akrab disapa Wabup Jigus, menjelaskan bahwa Forkopimda saat ini tengah mengidentifikasi lokasi-lokasi tambang yang legal dan ilegal di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

“Kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha tambang yang berizin, serta penindakan tegas terhadap tambang yang tidak sesuai aturan. Ini penting, agar kejadian seperti di Gunung Kuda tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Insiden yang disebut Wabup Jigus mengacu pada longsor tambang beberapa waktu lalu yang menelan korban jiwa, akibat lemahnya pengawasan terhadap tambang liar.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa sidak kali ini menyasar salah satu lokasi yang dikelola oleh CV Bukit Aden.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa perusahaan tersebut belum mengantongi izin lengkap.

“Perizinannya belum lengkap, jadi perusahaan ini belum boleh melakukan aktivitas penambangan,” jelas Sumarni.

Sebagai langkah tegas, Polresta Cirebon langsung membentangkan garis polisi (police line) di area tambang tersebut, termasuk pada pintu masuk dan alat berat yang digunakan.

“Kami juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Siapa pun yang melanggar aturan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sidak ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah bersama Forkopimda Kabupaten Cirebon dalam menindak tegas aktivitas tambang ilegal yang kerap menimbulkan kerusakan lingkungan, membahayakan warga, dan merugikan negara secara ekonomi.

Dengan penindakan ini, pemerintah daerah dan Forkopimda berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat lebih sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.

Selain aspek hukum, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah-langkah pembinaan agar para pelaku usaha tambang bisa beroperasi secara legal dan berkelanjutan. (din)

Kota Cirebon Dipilih UNHAN RI untuk KKDN, Sekda Tegaskan Pentingnya Peran Daerah dalam Ketahanan Bangsa

CIREBON – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dari Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI), Selasa (17/6/2025). 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Sekda menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kehadiran para peserta di Kota Udang.

Menurut Sekda, kunjungan dari institusi strategis seperti UNHAN RI bukanlah peristiwa biasa. Ia menilai, UNHAN tidak hanya sebagai pusat pendidikan pertahanan, tetapi juga sebagai simbol integrasi antara pembangunan pertahanan dan dinamika masyarakat sipil. 

“Kehadiran para peserta KKDN dari Fakultas Strategi Pertahanan UNHAN adalah suatu kehormatan sekaligus kesempatan langka bagi kami,” ujarnya. 

Sekda menegaskan bahwa KKDN ini lebih dari sekadar kegiatan observasi lapangan.  Ia memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata integrasi antara teori pertahanan dengan realitas pembangunan daerah. 

"Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menyambut kegiatan ini dengan tangan terbuka dan semangat kolaboratif," tambahnya.

Sekda juga menjelaskan bahwa Kota Cirebon memiliki kekayaan konteks yang layak dijadikan ‘living laboratory’ untuk memahami strategi pertahanan berbasis wilayah. Cirebon dinilai sebagai kota yang kompleks secara historis dan strategis. 

“Kota ini adalah pintu masuk sejarah Islam Nusantara, titik temu budaya Sunda dan Jawa, serta simpul logistik antara barat dan tengah Pulau Jawa,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini Cirebon tengah bergerak menjadi bagian penting dari kawasan strategis Rebana Metropolitan. Dalam banyak aspek, Cirebon merupakan gambaran kecil dari kompleksitas Indonesia. 

“Para peserta KKDN akan melihat langsung bagaimana tata kelola wilayah, urbanisasi, keamanan lingkungan, hingga ketahanan ekonomi lokal berkelindan dalam satu lanskap kebijakan,” jelasnya.

Lebih jauh, Sekda menekankan pentingnya peran daerah dalam sistem pertahanan non-militer. Ia berharap para peserta KKDN dapat menggali berbagai inspirasi dan merumuskan gagasan kebijakan yang membumi dari pengalaman di lapangan.

“Dari Cirebon, kami berharap akan lahir gagasan-gagasan segar dan perspektif baru bagi penguatan sistem pertahanan nasional yang berbasis rakyat dan wilayah,” tambahnya. 

Sekda juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, UNHAN, dan pemerintah daerah. “Sinergi ini harus terus diperkuat dalam satu visi besar Indonesia yang tangguh, aman, dan berdaulat dalam segala bidang,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Sekda mengundang para peserta KKDN untuk menikmati kekayaan budaya dan kuliner khas Cirebon. Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kesan yang mendalam.

“Semoga ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara UNHAN RI dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon di masa mendatang,” pungkasnya. (din)



Tradisi Mapag Sri Jadi Sarana Lestarikan Budaya dan Semangat Petani


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi Mapag Sri yang dipusatkan di depan balai desa setempat, Selasa (17/6/2025).

Gelaran ini sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan semangat para petani menjelang musim panen.

Tradisi tahunan itu dirangkaikan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang menyisipkan pesan moral, nilai-nilai agraris, serta edukasi sosial bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, menyebut Mapag Sri merupakan bentuk nyata pelestarian budaya agraris yang masih terjaga kuat di wilayah pesisir Cirebon.

“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari sejarah budaya yang dulu digunakan para wali untuk menyebarkan Islam, khususnya oleh Sunan Kalijaga yang menggagas penyampaian dakwah melalui seni,” kata Amin.

Ia menambahkan, tradisi seperti Mapag Sri perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur, mulai dari rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian hingga pembelajaran etika sosial dan sopan santun bagi generasi muda.

“Sekarang ini di wilayah pesisir juga tengah digalakkan kembali sedekah laut atau nadran, termasuk pentas tari topeng, angklung bungko, wayang golek, hingga ronggeng bugis. Semua ini merupakan upaya bersama untuk merawat budaya Cirebon,” katanya.

Menurut Amin, dukungan pemerintah terhadap kegiatan desa seperti di Guwa Lor merupakan bagian dari upaya revitalisasi budaya daerah agar tidak tergerus zaman.

Sementara itu, Kuwu Guwa Lor, Maksudi, menjelaskan bahwa Mapag Sri merupakan tradisi menjelang panen yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur mereka.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa kembali menyelenggarakan Mapag Sri dengan pementasan wayang kulit. Siang harinya, ceritanya tentang pertanian dan hama. Malamnya, pesan-pesan moral seperti tata krama dan hidup rukun,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tradisi ini juga menjadi sarana refleksi dan penyemangat bagi petani yang sebagian besar baru mulai panen meski masa tanam sempat mundur hingga akhir Februari.

“Panen kali ini masih cukup baik meski tidak seoptimal biasanya. Per bau kami dapat 4 sampai 4,5 ton. Biasanya bisa sampai 5–6 ton, tapi alhamdulillah masih lebih tinggi dibanding desa lain,” kata Maksudi.

Menurutnya, keterlambatan tanam menyebabkan munculnya hama seperti walang sangit dan lembing batu yang menyerang buah padi. Tetapi semangat warga tetap tinggi dalam menyambut musim panen.

Ia berharap tradisi Mapag Sri terus dipertahankan, karena mampu memperkuat rasa kebersamaan warga sekaligus menyatukan semangat untuk terus bekerja dan menjaga kearifan lokal.

“Semoga tradisi ini bisa menambah semangat bertani, meningkatkan hasil, dan menguatkan persatuan di tengah masyarakat,” tuturnya. (din)

Senin, 16 Juni 2025

Sinergi Bersama Kontra Radikalisasi, BNPT dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian

 

CIREBON –Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersinergi dengan civitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar acara Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian, dalam rangka memperkuat upaya pencegahan terorisme di Indonesia. 

Menurut Direktur Penegakan Hukum BNPT Brigjen Pol Sigit Widodo, S.I.K., kegiatan bedah buku penting dilaksanakan mengingat adanya temuan barang bukti buku bermuatan ekstrem yang disita dari para pelaku saat penangkapan oleh Densus 88. Sejumlah buku yang disita dari pelaku terorisme ini menjadi bukti masih terjadinya  proses radikalisasi melalui literatur dalam membentuk ideologi kekerasan. 

“Fakta empiris, dari proses penegakan hukum  tindak pidana terorisme selalu tidak lepas dan diawali dengan proses radikalisasi. Buku-buku radikal ini ditemukan dalam jumlah besar di lokasi penangkapan. Ini menunjukkan betapa kuatnya peran literatur dalam membentuk ideologi kekerasan,” tegasnya.

Brigjen Polisi Sigit menambahkan, sebagai langkah kontra radikaliasi terhadap buku radikal, BNPT bersama akademisi, peneliti, birokrat, dan mantan napiter, telah melakukan kajian menyeluruh terhadap 15 buku paling berpengaruh di kalangan kelompok teroris. Hasilnya, lahirlah dua buku reflektif dan edukatif: Tercerahkan dalam Kedamaian: Secercah Kisah Mantan dan Tercerahkan dalam Kedamaian: Menggali Akar Radikal Terorisme di Indonesia.

“Jika buku bisa digunakan untuk menyebar kebencian dan kekerasan, maka buku pula yang harus digunakan untuk menyebarkan kedamaian dan pencerahan,” ujarnya.

Melalui kegiatan bedah buku, dirinya berharap seluruh mahasiswa termasuk para dosen UINSSC dapat menjadi bagian dari upaya bersama melawan dan mencegah masuknya paham radikal terorisme di Indonesia. 

“Mari kita bangun kolaborasi yang tercerahkan dalam keikhlasan. Kita ingin Indonesia maju, damai, dan terbebas dari ideologi kekerasan,” katanya. 

Sementara itu Rektor UINSSC Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag. mendukung kegiatan bedah buku di kampusnya sebagai sinergi upaya pencegahan paham radikal terorisme.

"Kami sangat menyambut gembira kegiatan ini dan tentunya punya irisan dari peran utama kami yaitu dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran disamping penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat. Tugas akademisi salah satunya publikasi ilmiah dan jalur yang paling cepat untuk mendoktrin orang itu melalui buku. Dan disinilah pentingnya kita mengkaji buku," katanya. 

Rektor UINSSC juga berharap agar para mahasiswa dapat memahami nilai - nilai lokal yang khas dengan sejarah berdirinya Cirebon yaitu nilai-nilai spritualisme dan multikulturalisme. 

"Nilai - nilai spritual dan multikulturalisme sangat erat dengan Cirebon. Nilai-nilai tersebut dapat dikaji kemudian ditarik kemasa kini untuk memitigasi radikal terorisme," ujarnya. (din)