Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 Juni 2025

Fakultas Ushuluddin UIN Siber Cirebon dan Peneliti BRIN Lakukan Penelitian Jejak Rempah di Jalur Cimanuk Jawa Barat

CIREBON, FC – Rempah-rempah bukan sekadar bumbu dapur. Sejak dahulu, rempah telah menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, pengaruh budaya yang luas, dan fungsi medis yang beragam. 

Inilah yang mendorong kolaborasi penelitian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengkaji jejak perdagangan dan pemanfaatan rempah di wilayah timur Jawa Barat.

Penelitian lintas lembaga ini berfokus pada kawasan aliran Sungai Cimanuk yang melintasi tiga kabupaten, yaitu Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Kajian lapangan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, dari 25 Juni hingga 8 Juli 2025.

Ketua tim peneliti, Sarjiyanto, menjelaskan bahwa penelitian ini mengusung tiga fokus utama: pengembangan warisan budaya, pemberdayaan sumber daya alam untuk ekonomi lokal, dan pengelolaan infrastruktur berbasis keberlanjutan. 

“Ketiga aspek ini menjadi pijakan penting agar riset tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi masyarakat,” ujarnya.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan multidisipliner, memadukan metode arkeologi, sejarah, analisis literatur klasik, serta survei lapangan. Di sisi arkeologi dan sejarah, tim menelusuri situs-situs dagang lama dan pelabuhan sungai di kawasan seperti Cirebon dan Karangsambung.

Nanang Saptono, arkeolog dari BRIN, menegaskan pentingnya eksplorasi situs yang memiliki indikasi aktivitas perdagangan rempah. 

“Penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik di situs tertentu bisa menjadi petunjuk tentang pola distribusi rempah. Dari situ kita bisa membaca interaksi sosial-ekonomi, bahkan dinamika kekuasaan pada masa lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Sonny Chr. Wibisono menambahkan bahwa kajian literatur sejarah akan melibatkan naskah-naskah primer, termasuk dokumen penting seperti Suma Oriental karya Tomé Pires dan The Island of Java oleh Joseph Stockdale. 

“Sumber-sumber ini akan memberikan perspektif sezaman tentang peta perdagangan dan pengaruh politik di kawasan tersebut,” katanya.

Riset ini juga dilengkapi dengan survei jalur darat dan sungai, khususnya sepanjang Cimanuk hingga Kawali. Menurut Libra Hari Inagurasi, kegiatan ini penting untuk mengidentifikasi infrastruktur niaga seperti pasar tradisional, pelabuhan sungai, serta rute transportasi yang pernah eksis. 

“Dari sini kita bisa memahami bagaimana sistem distribusi barang bekerja di masa lalu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, menyebut bahwa keberadaan sungai menjadi kunci penting dalam mobilisasi komoditas berat pada masa lalu. 

“Dalam banyak manuskrip kuno Cirebon, disebutkan bahwa sungai menjadi tulang punggung transportasi. Ini bukan hanya soal niaga, tapi juga berkaitan dengan peradaban,” ujarnya.

Dosen sekaligus anggota tim peneliti, Tendi, menyoroti peran jalur perdagangan sebagai medium Islamisasi. Ia menyebut bahwa persebaran rempah juga membuka ruang interaksi antara masyarakat pesisir dan pedalaman. 

“Bukan hal mustahil jika para pedagang muslim yang awalnya datang untuk berniaga, kemudian turut menyebarkan ajaran Islam. Inilah yang menjelaskan bagaimana ajaran Islam bisa diterima di pedalaman Jawa Barat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu. 

Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan hasil riset yang komprehensif, relevan, dan memberi kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya lokal.

Penelitian ini menjadi langkah awal dalam memahami lebih dalam peran penting rempah-rempah dalam membentuk identitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah timur yang selama ini belum banyak terungkap dalam literatur sejarah arus utama. (Nurdin)

Kamis, 26 Juni 2025

Pemkab Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kabupaten Cirebon ke Jambore Daerah Jabar 2025

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melepas kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon untuk mengikuti Jambore Daerah Jawa Barat 2025 yang digelar di Kabupaten Bekasi. Pelepasan kontingen itu digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (26/6/2025).

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, mengatakan bahwa sebanyak 70 anggota pramuka akan mewakili Kabupaten Cirebon di Kabupaten Bekasi pada Jambore Daerah Jawa Barat 2025.

Ia menyebut, kontingen Kabupaten Cirebon terbanyak kedua se-Jawa Barat, hanya kalah dari tuan rumah.

“Kami berharap jambore daerah ini menjadi ajang silaturahmi, ajang pembinaan dan pembentukan karakter dalam rangka menumbuhkan semangat kesatuan nasionalisme. Kemudian, ajang peningkatan disiplin,” ucap Erus usai melepas kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon.

Erus menegaskan, Jambore Daerah Jawa Barat 2025 bisa menjadi ruang menumbuhkan semangat untuk prestasi bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon. Ia berharap semua pelaksanaan berjalan lancar.

“Peserta ini terdiri dari pramuka penggalang dan didampingi pembina,” katanya.

Senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Uisron.

Ia berahap Pramuka Kabupaten Cirebon menjadi inspirasi bagi remaja ataupun pelajar lainnya untuk berprestasi.

“Harapannya kita dapat melaksanakan, dan mendukung yang sedang melaksanakan jambore. Ini akan membawa warna kegiatan positif, adik-adik ini semoga menularkan ke temannya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi muda,” kata Uisron yang juga menjabat sebagai Dandim 0620/Cirebon.

“Serta diharapkan bisa memberikan warna sendiri dalam mengisi kemerdekaan, serta melanjutkan tongkat estafet pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ucapnya.(din)

Pemkab Cirebon Resmikan Bank Mini di SMPN 1 Weru

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan operasional bank mini di SMP Negeri 1 Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini sebagai langkah untuk menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan bank BJB Cabang Sumber. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi gerakan “Satu Rekening Satu Pelajar”.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, menyebutkan pendirian bank mini di sekolah merupakan bentuk edukasi praktis mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.

“Ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah daerah dalam mendukung literasi finansial siswa. Melalui kerja sama dengan bank BJB, para pelajar bisa mengenal dan mempraktikkan aktivitas keuangan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Hafidz, saat ini sudah ada sembilan SMP di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama serupa. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami sistem keuangan formal.

“Siswa bisa belajar secara langsung tentang transaksi perbankan sederhana, yang kelak akan bermanfaat dalam kehidupan mereka,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan tujuan utama dari pendirian bank mini adalah untuk membiasakan siswa gemar menabung secara teratur dan bertanggung jawab.

“Kalau dulu anak-anak menabung di celengan, sekarang kami ajak mereka menabung melalui rekening. Ini bagian dari upaya membentuk kebiasaan positif sejak usia dini,” ujarnya.

Ia berharap, orang tua juga ikut mendukung dengan rutin menyisihkan dana ke dalam rekening pelajar yang telah dibuat, sehingga dapat dimanfaatkan anak untuk kebutuhan pendidikan ke depan.

Sementara itu, CEO bank BJB Region III, Arris Mirawan, menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh program literasi keuangan di sekolah melalui penyediaan layanan dan edukasi perbankan yang sesuai dengan usia pelajar.

“Bank mini di sekolah ini adalah sarana pembelajaran yang efektif. Anak-anak diajak mengenal dunia keuangan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong inklusi keuangan,” tuturnya.

Arris menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi bank BJB dalam mendukung pendidikan karakter keuangan dan kemandirian ekonomi pelajar.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelajar tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak usia dini,” katanya. (Ara)

Cirebon Festival 2025 Resmi Dibuka, Wali Kota: Panggung Sinergi Budaya dan Ekonomi Rakyat

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi membuka gelaran Cirebon Festival (Cifest) 2025 pada di area gedung BAT, Jumat (26/6/2025) . 

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para staf ahli dan asisten serta jajaran kepala perangkat daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-598.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Asisten Deputi Inkubasi di Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia dalam pembukaan Cifest 2025. 

Wali Kota juga menegaskan bahwa Cirebon Festival 2025 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan perayaan kebersamaan yang mencerminkan identitas Kota Cirebon.

“Cifest tahun ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat bisa menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Ini bukan hanya festival seni atau bazar UMKM, tapi panggung semangat dan jati diri warga Kota Cirebon,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Wali Kota menyoroti bagaimana festival ini menghadirkan kekayaan seni, budaya, dan kreasi ekonomi kreatif masyarakat yang dikemas dalam nuansa inovatif dan terbuka.

“Cirebon Festival adalah wujud dari komitmen kami untuk merawat budaya lokal sambil mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini adalah ruang di mana nilai-nilai tradisi dan semangat kemajuan berjalan berdampingan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh warga dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh sukacita.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon yang juga Ketua Panitia Hari Jadi Cirebon ke-598, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Cifest 2025 akan berlangsung selama tiga hari (27-29 Juni)  dengan ragam kegiatan yang menarik dan inklusif.

“Tahun ini kita hadirkan festival kuliner khas peranakan, yang di dalamnya termasuk menu Tionghoa halal, hidangan Arabian, hingga makanan tradisional lainnya. Ada juga layanan servis HP gratis, jalan santai berbatik, dan pertunjukan dari 18 perguruan tinggi,” jelas Iing.

Cifest 2025 juga akan menghadirkan parade budaya seperti Pesona Perempuan Berkebaya, penampilan Jawara IPSI, hingga peluncuran Cirebon Kopi Community yang akan membagikan 598 cangkir kopi secara gratis. 

“Kami menyiapkan 76 booth dengan konsep kolaboratif. Bukan hanya jualan, tapi menyatukan berbagai komunitas dan sektor ekonomi untuk saling mendukung dan tumbuh bersama,” tambah Iing.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Cirebon Festival 2025 menjadi penanda bahwa Kota Cirebon tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus bergerak maju sebagai kota kreatif dan inklusif. (din)



Penguatan Pendidikan Qur’ani Langkah Nyata Wujudkan Kota Cirebon Religius dan Berkarakter



CIREBON - Sebanyak 66 santri Rumah Tahfiz Qur’an (RTQ) Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon resmi diwisuda dalam Haflah Akhirussanah 2025, Kamis (26/6/2025). 

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang menyampaikan apresiasi serta pesan mendalam terkait pentingnya pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa kegiatan Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi juga merupakan momentum berharga yang mencerminkan keberhasilan pendidikan Qur’ani yang ditanamkan sejak dini.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya Haflah Akhirussanah ini. Momentum ini bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi juga sebuah penanda keberhasilan pendidikan Al-Qur’an yang ditanamkan di hati generasi muda kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa Rumah Tahfiz Qur’an Masjid Raya At-Taqwa tidak hanya mencetak para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter santri yang berakhlak, disiplin, serta mencintai ilmu agama dan kehidupan sosial secara seimbang.

“Inilah bekal yang sangat penting dalam membangun masa depan umat dan bangsa, khususnya di Kota Cirebon yang kita cintai,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan yang berkualitas melalui berbagai kebijakan dan sinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan.

“Kami percaya, membangun daerah tidak hanya dari sisi fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari penguatan nilai spiritual dan karakter generasi muda,” katanya.

Kepada para santri, Wakil Wali Kota menyampaikan selamat atas capaian mereka dalam menghafal Al-Qur’an, seraya memberikan pesan agar hafalan tersebut dijadikan sebagai cahaya kehidupan yang senantiasa dijaga dan diamalkan.

“Menghafal Al-Qur’an bukan tugas ringan, namun kalian telah membuktikan bahwa dengan tekad, bimbingan guru, dan doa orang tua, semuanya bisa dilalui. Teruslah menjaga, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Tak lupa, penghargaan tinggi juga diberikan kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran.

“Bapak dan Ibu adalah pejuang di jalan Allah, yang dengan sabar menanamkan kalam ilahi ke dalam jiwa anak-anak bangsa. Semoga acara ini membawa keberkahan dan memperkuat langkah kita dalam membentuk Kota Cirebon yang religius, berkarakter, dan berperadaban,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua At-Taqwa Center, Ahmad Yani, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas dukungan yang terus diberikan kepada lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon atas  segala dukungannya. Kehadiran Ibu Wakil Wali Kota hari ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mencetak generasi Qur’ani,” ujarnya.

Acara Haflah Akhirussanah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur’an terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Kota Cirebon. (Silmi)



Rabu, 25 Juni 2025

Upaya Pemkab Cirebon Tingkatkan IPLM Melalui Kampung Literasi


KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menghadiri sekaligus membuka peluncuran Kampung Literasi Tahun 2025 di Balai Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Rabu (25/6/2025).

Pelucuran kampung literasi merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Alhamdulillah, atas nama pemerintah daerah mewakili Pak Bupati, saya mendukung dan sangat mengapresiasi (program kampung literasi),” ujar pria yang akrab disapa Jigus, usai menghadiri peluncuran Kampung Literasi Tahun 2025 di Desa Suranenggala Kidul.

Jigus berharap, keberadaan kampung literasi mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengatakan, kampung literasi ini bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Cirebon.

“Supaya bisa digetoktularkan ke desa-desa lainnya. Dan, yang paling penting, kampung literasi ini ke depan bisa meningkatkan budaya menulis dan membaca, serta mengatasi kesenjangan informasi dan pendidikan,” tuturnya.

“Kampung literasi ini juga diharapkan bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat,” ucap Jigus.

Lebih lanjut, Jigus menyebut, kampung literasi bertujuan untuk meningkatkan IPLM agar masyarakat lebih kritis dan mandiri. Sebab, kampung literasi memiliki beberapa sasaran, seperti literasi baca tulis, digital, dan keuangan.

“Intinya, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung adanya program ini, karena program ini merupakan bagian dari program pasangan BERIMAN, yaitu Pak Bupati dan saya. Karena kampung literasi ini yang pertama di Kabupaten Cirebon, supaya bisa digetoktularkan,” jelas Jigus.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kampung Literasi Desa Suranenggala Kidul dari Pemkab Cirebon.

Ia berharap ke depan, pembangunan di segala bidang dari mulai pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi bisa mengikuti perkembangan zaman.

Senada disampaikan Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Suhartono. Ia mengatakan, peluncuran kampung literasi merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon.

“Baru di Suranenggala Kidul. Nanti, 2026 rencananya dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Cirebon (peluncuran program kampung literasi),” kata Suhartono.

“Indeks literasi masih jauh dari yang kita harapkan. Launching ini diharapkan IPLM di Kabupaten Cirebon bisa meningkat secara signifikan,” ucapnya menambahkan.

Sekadar diketahui, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, angka IPLM di Kabupaten Cirebon pada 2024 sebesar 57,56.

Suhartono menegaskan, Pemkab Cirebon terus berupaya meningkatkan IPLM dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti Bank Indonesia, bank BJB, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), dan lainnya.

Selain itu, Pemkab Cirebon selama ini terus menjalin koordinasi dengan pegiat literasi yang jumlahnya sekitar 82 orang.

“Kita bangun komunikasi dengan pegiat literasi dan mengadakan beberapa rapat koordinasi, sehingga terbangun sinergi,” tuturnya.

“Kita berupaya dengan adanya kampung literasi, kemudian bangun komunikasi dengan stakelholder guna meningkatkan IPLM. Karena ini perlu kolaborasi, maka diharapkan IPLM mengalami kenaikan,”pungkasnya. (din)

Pemkot Cirebon dan TNI AD Sinergi Dukung Program Strategis Percepatan Pembangunan Daerah

CIREBON -  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menghadiri acara penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan jajaran TNI AD, yang berlangsung di Aula Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AD, khususnya Korem dan Kodim yang berada di wilayah Kodam Jaya dan Kodam III/Siliwangi. 

Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan, penguatan ketahanan wilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program strategis seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Karya Bakti TNI.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peran TNI AD dalam mendukung program-program prioritas pembangunan di daerah. 

Ia menilai keterlibatan TNI selama ini telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar, rehabilitasi pascabencana, dan pembinaan karakter bangsa.

“Pembangunan di Jawa Barat telah mencapai banyak target berkat kontribusi TMMD dan karya bakti TNI, bahkan menunjukkan over achievement di beberapa sektor,” ujar Kang Dedi.

Ke depan, lanjut Gubernur, Pemprov Jabar akan memberikan dukungan anggaran sebesar 50 persen bagi daerah yang mengalokasikan dana untuk TMMD dan Karya Bakti. 

"Kita akan terus gandeng TNI untuk menyelesaikan berbagai tantangan publik, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan karakter. Saya optimis, perubahan besar di sektor pemuda, pangan, lingkungan, hingga pengelolaan sampah akan dimulai dari Jawa Barat,” pungkas Dedi.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memperkuat kolaborasi dengan TNI, khususnya Kodim 0614/Kota Cirebon. Ia menekankan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah.

“Penandatanganan hari ini menandai komitmen kita bersama dalam mempercepat pembangunan di Kota Cirebon. Arahan Gubernur agar program kolaboratif ini bisa mulai dilaksanakan tahun ini langsung kami respon di tingkat daerah bersama Dandim,” tutur Wali Kota.

Dalam dokumen komitmen bersama tersebut, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Kodim 0614 menyepakati pelaksanaan sinergitas kegiatan TNI Manunggal Karya Bakti Skala Besar Pembangunan Daerah. 

Ruang lingkup kerja sama mencakup antara lain pembangunan jalan, jembatan dan irigasi, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, hingga penanganan darurat bencana.

Poin-poin kerja sama juga mencakup pengelolaan sampah, rehabilitasi ruang kelas, elektrifikasi, pelatihan bela negara, serta peningkatan kualitas permukiman masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan komitmen yang telah ditandatangani, Wali Kota Cirebon berharap program-program strategis ini dapat segera direalisasikan di lapangan.

“Kami siap bersinergi untuk membangun Kota Cirebon yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan sejahtera. Kolaborasi ini bukan sekadar program, tapi bentuk nyata gotong royong antara pemerintah daerah dan TNI demi masyarakat,” tutupnya. (Nur)