Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 20 Januari 2026

Wujudkan Estetika Kota Tanpa Kabel Semrawut, Pemkot Cirebon Bakal Tata Kabel Bawah Tanah

 

CIREBON – Pemandangan langit Kota Cirebon yang selama ini terhalang oleh karut-marut bentangan kabel akan segera berubah. Pemerintah Kota Cirebon secara resmi memulai langkah besar untuk membenahi wajah kota dengan menata ulang utilitas kabel yang selama ini dianggap merusak estetika dan kenyamanan ruang publik.

Langkah serius ini ditandai dengan peninjauan langsung yang dilakukan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo Bersama Pj Sekretaris Daerah, Sumanto dan sejumlah kepala dinas terkait di sepanjang Jalan Kartini. Area ini dipilih sebagai salah satu titik prioritas karena merupakan jantung aktivitas masyarakat dan wajah utama kota.

Wali Kota menyampaikan bahwa kondisi kabel yang melintang tidak beraturan saat ini sudah mencapai tahap yang cukup mengkhawatirkan secara visual. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu tiang penyangga bisa menampung 15 hingga 20 kabel dari berbagai provider berbeda, menciptakan kesan kumuh di tengah kota yang tengah berbenah.

"Hari ini kami sudah berkomunikasi dengan seluruh dinas terkait. Insyaallah dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Cirebon ingin membenahi kabel-kabel yang melintang maupun di pinggir jalan ini. Secara estetika, kondisi sekarang kurang nyaman dipandang. Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting," ujar Wali Kota saat memantau kondisi di Jalan Kartini.

Rencana besar ini tidak hanya menyasar satu titik. Setidaknya ada 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 15 kilometer yang masuk dalam target penataan. Proses ini diawali dengan merapikan kabel fiber optik, yang kemudian akan diikuti dengan koordinasi bersama PLN, PGN, hingga PDAM agar jalur utilitas di Kota Cirebon bisa terintegrasi dengan rapi.

"Saya sudah rapatkan dengan PLN, PGN, hingga PDAM. Saya ingin kabel-kabel yang melintang itu dibenahi menjadi satu jalur saja, tidak ada lagi yang berseliweran tidak jelas. Saat ini kami sedang dalam tahap proses administrasi dan teknis. Kami juga berkolaborasi dengan Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi). dan pihak swasta lainnya untuk pelaksanaan di lapangan," tambahnya.

Menyadari bahwa proyek ini akan berdampak pada mobilitas warga, Wali Kota pun menyampaikan permohonan maaf dan meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Penataan ini menurutnya adalah investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keindahan Kota Cirebon di masa depan.

"Mohon maaf jika nanti selama proses perbaikan ada aktivitas warga atau pengguna jalan yang terganggu. Ini semua kami lakukan semata-mata untuk pendataan dan penataan kabel agar Kota Cirebon jauh lebih rapi dan cantik. Saya harap masyarakat mendukung penuh upaya ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menjelaskan bahwa secara teknis pihaknya tengah melakukan inventarisir mendalam. Penataan ini akan menyasar jalan-jalan protokol seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Tuparev.

"Kita akan buatkan semacam gorong-gorong khusus atau ducting di bawah tanah. Penempatannya nanti menyesuaikan kondisi lapangan, bisa di bawah badan jalan atau trotoar, tergantung letak jaringan gas atau pipa PDAM yang sudah ada. Harapan kami, minimal 10 kilometer pertama bisa segera dieksekusi, dan tahun ini sudah harus ada aksi nyata di lapangan," jelas Rachman.

Respons Cepat 112 Siaga Katon, Puluhan Kejadian Darurat Berhasil Ditangani Sepanjang 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 42 kejadian darurat berhasil ditangani melalui Layanan 112 Siaga Katon selama tahun 2025.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari koordinasi terpadu lintas perangkat daerah yang dinilai semakin responsif dalam menangani situasi gawat darurat di lapangan.

Sebagai layanan unggulan Pemerintah Kabupaten Cirebon, 112 Siaga Katon berfungsi sebagai pusat koordinasi penerimaan laporan masyarakat sekaligus penghubung dengan instansi teknis sesuai jenis kejadian.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto mengatakan, layanan ini dirancang untuk memastikan penanganan darurat berlangsung cepat dan terarah.

“Layanan ini memastikan setiap laporan kegawatdaruratan dapat diteruskan dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Bambang.

Keberhasilan penanganan puluhan kejadian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah di Kabupaten Cirebon.

Setiap laporan yang masuk ke layanan 112 langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi terpadu dengan OPD terkait.

Penanganan di lapangan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta perangkat daerah lainnya sesuai karakter kejadian.

Pola kerja lintas sektor ini memungkinkan respons yang lebih cepat sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, evakuasi hewan dan hama menjadi jenis laporan terbanyak dengan 17 kejadian.

Penanganan mencakup evakuasi sarang tawon, ular berbisa, hingga hewan buas seperti biawak yang berpotensi membahayakan warga.

Sementara itu, kejadian kebakaran tercatat sebanyak 10 kasus, meliputi kebakaran rumah, lahan, pasar, serta gangguan pada gardu dan KWH meter listrik.

Selain evakuasi dan kebakaran, layanan 112 Siaga Katon juga menangani 9 kejadian kebencanaan dan lingkungan, seperti banjir bandang, pembersihan pascabanjir, serta pohon tumbang.

Peningkatan laporan kebencanaan ini terjadi pada musim hujan, khususnya pada November hingga Desember 2025.

Adapun kejadian teknis dan sosial lainnya, seperti kebocoran gas, kecelakaan lalu lintas, gangguan penerangan jalan umum (PJU), cincin macet, serta penanganan orang terlantar, tercatat sebanyak 6 kejadian.

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat 112 Siaga Katon sebagai satu nomor kegawatdaruratan yang mudah diakses dan bebas pulsa.

Layanan ini diharapkan menjadi solusi cepat dan terintegrasi bagi masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan ini secara bijak dan tidak ragu menghubungi 112 ketika terjadi kegawatdaruratan.

Petugas akan segera mengoordinasikan penanganan dengan perangkat daerah terkait sesuai kebutuhan di lapangan.

Minggu, 18 Januari 2026

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al Muhajirin RW 05 Sumber Asri Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

 

CIREBON, FC — Masjid Al Muhajirin RW 05 Sumber Asri, Desa Kecombran, Kabupaten Cirebon, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan nuansa kebersamaan, Sabtu malam. Kegiatan keagamaan tahunan ini dihadiri oleh warga Sumber Asri, jamaah dari lingkungan tetangga kompleks, para tokoh masyarakat, para ustadz, remaja, hingga anak-anak.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos Asy’ari, S.Ag, menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya jumlah jamaah yang hadir pada peringatan Isra Mi’raj tahun ini.

“Alhamdulillah, terlihat ada peningkatan jamaah, baik dari warga Sumber Asri maupun dari tetangga komplek. Ini menjadi tanda bahwa semangat keagamaan masyarakat semakin tumbuh,” ujarnya didampingi Ketua Panitia, Ustad Samsul Ma'arif S.Pd.

Dengan mengusung tema “Isra Mi’raj Meneguhkan Kembali Hakikat Perjalanan Manusia Menuju Tuhan”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supriadi, menambahkan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

“Kegiatan keagamaan ini selalu kami laksanakan setiap tahun sebagai momentum kebersamaan dan memperkuat persaudaraan di lingkungan Sumber Asri,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, H. Dede Yusi. Ia mengapresiasi konsistensi DKM Al Muhajirin dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara rutin. Menurutnya, hal tersebut sangat berdampak positif terhadap kemajuan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Kegiatan yang rutin ini sangat mendorong peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di lingkungan Sumber Asri. Kehadiran semua unsur masyarakat membuat manfaat kegiatan ini benar-benar tersampaikan,” ungkapnya.

Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al Muhajirin pun berlangsung hangat, sarat nilai keagamaan, dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan serta kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam. Tausyiah disampaikan langsung oleh Habib Ahmad Zaki  bin Seggaf Al-Kaff - Pengasuh Majelis Jawiyah Al Fakih, Cangkring Kota Cirebon.  (Ara)

Kamis, 15 Januari 2026

IPM Kabupaten Cirebon 2025 Capai 73,27, Naik Konsisten Selama Lima Tahun

 

KABUPATEN CIREBON — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cirebon tahun 2025 tercatat sebesar 73,27. Angka tersebut menunjukkan peningkatan berkelanjutan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam periode 2021-2025.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, IPM Kabupaten Cirebon pada 2021 berada di angka 69,99

Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi 70,92 pada 2022, kemudian naik menjadi 71,81 pada 2023, naik dan 72,30 pada 2024, serta naik kembali menjadi 73,27 pada 2025.

Dalam kurun lima tahun terakhir, IPM Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan sebesar 3,28 poin. Capaian tersebut menempatkan IPM Kabupaten Cirebon pada kategori tinggi, yakni berada pada kisaran nilai 70–80.

IPM merupakan indeks komposit yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia secara menyeluruh.

Indikator ini mencakup aspek kesehatan yang diukur melalui angka harapan hidup saat lahir, aspek pendidikan melalui angka harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta aspek kesejahteraan yang diukur melalui daya beli atau pengeluaran per kapita.

Peningkatan IPM mencerminkan perkembangan capaian pembangunan manusia di Kabupaten Cirebon dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Data ini menjadi gambaran kondisi pembangunan manusia secara umum di wilayah Kabupaten Cirebon selama periode 2021 hingga 2025. (din)

Rabu, 14 Januari 2026

Cirebon Jadi Pilot Project, 730 Guru Madrasah Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

CIREBON, FC - Sebanyak 730 guru madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA di Kabupaten Cirebon mengikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (KOPJAWAS) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 12–14 Januari 2026, bertempat di Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan madrasah di Kabupaten Cirebon untuk menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, yang mulai wajib diimplementasikan pada tahun 2026. Kurikulum ini menekankan pendekatan pendidikan berbasis nilai, karakter, empati, serta hubungan humanis antara guru dan peserta didik.

Ketua KOPJAWAS Madrasah Kabupaten Cirebon, KH. Abdul Kholiq, S.Ag., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tahap awal dari proses panjang implementasi KBC di madrasah. Meski pelaksanaan kegiatan memiliki keterbatasan, ia menegaskan bahwa akan ada tindak lanjut dan pendampingan agar kurikulum ini benar-benar dapat diterapkan secara nyata di setiap madrasah.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para guru yang mengikuti pelatihan, seraya menegaskan bahwa keberhasilan KBC sangat bergantung pada komitmen kepala madrasah dan guru, dengan pengawasan berkelanjutan dari pembina masing-masing satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H. Jajang Badruzaman, M.Ag., yang telah menjabat sejak November 2024, menegaskan pentingnya keseriusan madrasah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. 

Ia mengungkapkan bahwa terdapat madrasah yang harus kehilangan izin operasional akibat terhentinya kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, izin operasional madrasah merupakan amanah besar yang tidak mudah diperoleh. Oleh karena itu, madrasah yang telah mendapatkan izin harus mampu merawat dan menjaga keberlangsungannya dengan penuh tanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jajang Badruzaman, M.Ag. juga menyampaikan apresiasi kepada KOPJAWAS Madrasah yang telah memfasilitasi kebutuhan guru melalui pelatihan ini. 

Ia menyebut Kabupaten Cirebon sebagai pilot project implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, sekaligus menyampaikan rencana pengembangan program Madrasah Hijau yang berorientasi pada lingkungan madrasah yang bersih, asri, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan praktik pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Panca Cinta.

Salah satu peserta pelatihan, Misbahul Munir, S.Pd., perwakilan dari MTs Daarul Fathonah Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, menilai bahwa pelatihan KBC memberikan pemahaman mendalam terkait konsep dan implementasi kurikulum berbasis nilai di madrasah.

Ia berharap hasil dari pelatihan ini dapat direalisasikan secara konsisten di seluruh madrasah di Kabupaten Cirebon dan memberikan dampak nyata bagi siswa dan siswi, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pembentukan karakter.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, madrasah di Kabupaten Cirebon diharapkan semakin siap menyongsong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi pendidikan madrasah yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Tingkatkan Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemkot Cirebon Fokus pada Inflasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM

CIREBON – Kota Cirebon memacu mesin ekonominya melalui dua jalur utama, stabilitas harga pangan dan transformasi digital yang masif. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting bagi Kota Cirebon dan wilayah Ciayumajakuning untuk tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. 

Melalui pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah daerah ditegaskan kembali sebagai kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas ekosistem pembayaran non-tunai.

Untuk diketahui, hingga penghujung tahun 2025, Kota Cirebon berhasil mencatatkan rapor ekonomi yang impresif. Pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan III-2025 mencapai 5,26%, melampaui angka pertumbuhan Jawa Barat yang sebesar 5,20% dan nasional di angka 5,04%. 

Capaian ini linier dengan keberhasilan menekan angka pengangguran terbuka menjadi 6,29% serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke level 78,99. Keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi pasar yang dilakukan secara kolaboratif untuk menjaga inflasi tetap stabil di angka 2,86%.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menekankan bahwa keberhasilan mengendalikan inflasi, terutama pada sektor pangan, merupakan buah dari kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia. 

Program-program seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), operasional Pasar Murah Keliling, hingga efektivitas Warung Peduli Inflasi (WADULI) terbukti ampuh meredam gejolak harga di tingkat konsumen.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan kebijakan Bank Indonesia yang sangat akomodatif. Ke depan, fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat melalui transparansi keuangan daerah. Penggunaan QRIS dan kanal digital lainnya untuk pajak dan retribusi akan terus kami optimalkan melalui TP2DD demi mewujudkan tata kelola yang lebih akuntabel," ujar Wali Kota.

Sejalan dengan hal tersebut, perluasan digitalisasi di Kota Cirebon menunjukkan tren yang sangat positif. Digitalisasi bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan mesin penggerak baru bagi UMKM dan sektor jasa. 

"Dengan integrasi teknologi dalam sistem pembayaran, efisiensi ekonomi di tingkat akar rumput meningkat signifikan, yang pada akhirnya memperkuat daya saing daerah di kancah regional maupun nasional," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan selamat datang kepada Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon yang baru menggantikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Terdahulu Periode 2025, Jajang Hermawan. 

Pemerintah Kota Cirebon berharap di bawah kepemimpinan Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala Perwakilan BI Cirebon yang baru, kolaborasi ini semakin solid. 

"Kepada Bapak Jajang Hermawan juga terimakasih atas kerjasama yang sudah terjalin dan sukses di tempat yang baru. Tantangan ekonomi di tahun 2026 menuntut lahirnya lebih banyak program terobosan yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat luas, mari kita tingkatkan kolaborasi agar lebih solid," harapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan catatan khusus mengenai progresivitas digitalisasi di Cirebon. 

Ia mengungkapkan bahwa volume transaksi menggunakan QRIS di wilayah Cirebon pada periode Januari hingga November 2025 telah menembus angka 13,2 juta transaksi. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Cirebon telah siap menghadapi era ekonomi digital sepenuhnya.

"Alhamdulillah, inflasi dan pertumbuhan ekonomi Cirebon juga sejauh ini sangat baik, bahkan inflasi berhasil dijaga di bawah angka nasional. Fokus kita ke depan adalah memperkuat daya tahan pangan dan memperdalam digitalisasi. Capaian 13,2 juta transaksi QRIS adalah bukti nyata, namun BI tidak bisa sendiri, sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait adalah keharusan untuk mendorong UMKM kita naik kelas," tegas Destry.

Selain digitalisasi, pengembangan UMKM yang mendukung sektor pariwisata menjadi prioritas dalam memperkuat identitas wilayah Ciayumajakuning. Program inovatif seperti Wira Kriya Wastra yang melibatkan akademisi dari FSRD-ITB menjadi bukti nyata upaya peningkatan kapasitas desainer dan perajin lokal.  

Melalui pendampingan ini, produk-produk unggulan Cirebon mulai merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan Karya Kreatif Indonesia.

"Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM-UMKM yang ada di Cirebon, dan tentunya tidak bisa Bank Indonesia sendiri. Kita harus bersinergi dengan Bapak-Ibu sekalian, dengan lembaga Bapak-Ibu sekalian karena tugas ini tidak mudah," tuturnya. (Hafidz)



Tinggalkan Pola Kerja 'Asal Selesai', Wali Kota Instruksikan ASN Fokus pada Dampak Nyata ke Masyarakat

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja tahun 2026 bukan sekadar penggugur kewajiban administratif di awal tahun. 

Ia menekankan bahwa dokumen yang ditandatangani oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah tersebut membawa beban tanggung jawab yang besar, baik di mata hukum maupun secara moral kepada masyarakat. 

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Penandatangan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja ASN 2026 yang dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan di Balai Kota Cirebon, Rabu (14/1/2026).

“Saya ingin menegaskan bahwa Pakta Integritas ini adalah komitmen hukum dan moral yang nyata. Ini bukan pajangan atau rutinitas tahunan. Di dalamnya ada janji untuk tidak mencederai kepercayaan publik, baik melalui gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, maupun ketidakefisienan anggaran. Setiap rupiah dan setiap kebijakan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota dalam arahannya.

Momentum ini juga menjadi ajang evaluasi mendalam terhadap capaian tahun 2025. Meski pembangunan fisik seperti pembenahan drainase dan perbaikan fasilitas publik telah berjalan, serta digitalisasi birokrasi mulai mempercepat akses layanan, Wali Kota memberikan catatan kritis. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka di atas kertas atau selesainya proyek fisik semata.

Wali Kota menyoroti adanya jarak antara target administratif dengan realitas yang dirasakan warga di lapangan. Ia mencatat masih adanya keluhan masyarakat yang lambat direspons serta beberapa program yang pelaksanaannya belum menyentuh akar persoalan.

"Saya harap seluruh jajaran Pemkot Cirebon untuk lebih peka terhadap dinamika yang terjadi di tengah warga agar setiap kebijakan memberikan dampak yang konkret," tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Wali Kota menginstruksikan penghapusan pola kerja "asal selesai" di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Standar kerja tinggi kini menjadi keharusan, sejalan dengan visi besar pemerintah daerah untuk menciptakan institusi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada solusi. 

Ia menuntut para pimpinan perangkat daerah untuk memantau ketat setiap progres kegiatan tanpa menunda waktu sedikit pun.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa keterlambatan dalam bekerja berdampak langsung pada kerugian layanan bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta setiap Kepala Perangkat Daerah untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan internal dan memastikan efisiensi anggaran benar-benar terjaga demi kemaslahatan publik.

Sinergi antar-instansi juga menjadi poin penting yang ditekankan dalam Rapat Pimpinan tersebut. Wali Kota meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), dari tingkat pimpinan hingga pelaksana, untuk menanggalkan ego sektoral. Ia berharap kolaborasi kolektif dapat mempercepat pencapaian target-target strategis kota yang selama ini terkendala oleh sekat-sekat birokrasi.

Menutup arahannya, Wali Kota mengajak seluruh keluarga besar Pemerintah Kota Cirebon untuk memiliki rasa memiliki yang kuat terhadap Kota Cirebon. Profesionalisme dan dedikasi penuh diharapkan menjadi warna baru dalam pelayanan publik sepanjang tahun 2026 guna membuktikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Mari kita mulai tahun 2026 ini dengan semangat baru. Kebersamaan dan kerja sama harus ditingkatkan. Kita harus lebih semangat lagi membuktikan bahwa Pemerintah Kota Cirebon benar-benar hadir dan bekerja keras untuk kemajuan seluruh warganya,” pungkasnya. (din)