Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Oktober 2023

Diskominfo Kabupaten Cirebon Luncurkan Sistem Pelayanan Informasi Terpadu (Sipiter)

KABUPATEN CIREBON - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon terus melakukan inovasi dalam mempermudah layanan berbasis elektronik. Terbaru, Diskominfo Kabupaten Cirebon meluncurkan Sistem Pelayanan Informasi Terpadu (Sipiter), bertempat di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (18/10/2023).

Peluncuran Sipiter ini merupakan Laporan Proyek Perubahan Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH., MH yang tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Tahun 2023. 

Launching ini dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon yang sekaligus mentor, Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat beberapa layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas maupun ASN di lingkungan Pemkab Cirebon. Sehingga, Sipiter ini juga merupakan integrasi beberapa layanan elektronik yang selama ini masih tersebar di Perangkat Daerah masing-masing dijadikan dalam satu wadah layanan secara terpadu.

Bupati Imron menyambut baik inovasi yang dilakukan ini. Menurutnya, semangat reformasi birokrasi berbasis elektronik ini bisa cepat tercapai dengan adanya integrasi layanan.

"Dengan adanya sistem ini, maka masyarakat cukup dipermudah, karena semua layanan masyarakat sudah terpadu ada disitu dalam satu layanan website. Semoga inovasi ini juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi masyarakat secara umum maupun ASN," ujar Imron.

Namun, Imron juga meminta kepada semua instansi di Pemkab Cirebon untuk ikut berperan aktif dalam memperbaharui data yang ada dalam sistem. Karena, menurutnya, tanpa adanya kerjasama, maka sistem yang baik tidak akan berjalan dengan baik.

"Perangkat daerah juga harus ikut membantu, karena pada dasarnya, semua ini untuk mempermudah layanan kepada masyarakat," tambahnya.

Di tempat sama, Sekda Kabupaten Cirebon juga menyebut inovasi ini sangat sejalan dengan amanat Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE. 

"Kita berharap, masyarakat bisa memanfaatkan website Sipiter ini untuk mendapatkan berbagai layanan yang dibutuhkan. Efektif, efisien dan transparan adalah semangat kita dalam memberikan pelayanan," singkatnya.

Sementara itu, Kadiskominfo Kabupaten Cirebon sebut masih ada beberapa permasalahan yang menjadi kendala dalam pengembangan website Sipiter ini. Menurutnya, penyempurnaan dari website akan terus diupayakan oleh pihaknya, sehingga kedepan website Sipiter akan bermanfaat secara penuh.

"Ada beberapa perangkat daerah yang belum menyerahkan data layanan informasi berbasis elektroniknya, sehingga saat ini website Sipiter kedepannya akan dilakukan pembaharuan secara berkelanjutan," ungkap Bambang.

"Harapan saya, semoga website Sipiter ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dan ASN yang hendak mendapatkan pelayanan melalui media elektronik. Karena kalau diibaratkan, Sipiter ini merupakan rumah bagi berbagai aplikasi layanan informasi berbasis elektronik yang disediakan oleh Pemkab Cirebon," imbuhnya. (Ara)

Selasa, 17 Oktober 2023

Bangun Semangat Olahraga, IAIN Cirebon Selenggarakan Poros Jati 2023

CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Pekan Orientasi Riset Olahraga dan Seni (Poros Jati) yang diselenggarakan mulai tanggal 17 hingga 20 Oktober 2023. Acara ini menjadi sorotan utama dalam kalender akademik kampus, menggabungkan semangat olahraga, seni, dan rasa persatuan di antara mahasiswa dan anggota komunitas kampus. Selasa, 17 Oktober 2023.

Dalam sambutanya Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menyampaikan Poros Jati bukan hanya tentang bersaing, tetapi juga tentang merayakan keanekaragaman bakat dan minat yang dimiliki oleh mahasiswa. 

"Ini adalah momen yang memungkinkan mereka untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan mempererat ikatan di antara satu sama lain,” tutur Prof. Aan.

Lanjutnya, hari ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi yang lebih penting adalah menjunjung tinggi sportifitas. Selamat bertanding, dan jadilah inspirasi bagi semua yang menyaksikan.

Sementara Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam ,M.Ag. menjelaskan, kegiatan Poros Jati tersebut merupakan program kampus setempat untuk memfasilitasi minat dan bakat mahasiswa serta menjaring bibit unggul yang dapat mewakili IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk berkompetisi dalam berbagai event.

Poros Jati tahun ini  mengangkat tema “Mewujudkan Kampus Cyber yang Berprestasi”, dan menjadi platform yang menghubungkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan kebugaran fisik, kreativitas seni, dan budaya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Salah satu sorotan dalam Poros Jati adalah berbagai kompetisi olahraga yang sangat kompetitif. Mahasiswa membentuk tim dan berpartisipasi dalam cabang-cabang olahraga seperti futsal, voli, badminton, basket, tenis meja dan catur cepat. Kompetisi yang ketat dan semangat sportifitas yang tinggi menjadi daya tarik utama dalam ajang ini.

Selain olahraga, seni juga memiliki peran utama dalam Poros Jati. Mahasiswa menampilkan bakat seni mereka dalam berbagai cabang seni, termasuk musik, pop solo islami, band, kaligrafi, MTQ, debat bahasa Inggris, debat bahasa Arab, debat konstitusi, duta kampus dan dokumenter poros jati. Penampilan seni yang menginspirasi dan kreatifitas yang memukau mewarnai kegiatan ini.

Sedang untuk lomba cabang Karya Tulis Ilmiah (sains dan teknologi) yakni bussines plan dan karya inovatif. Sementara khusus untuk juara lomba Tiktok Moderasi Beragama dan Tiktok Branding Kampus, sudah barang tentu dengan melihat banyaknya viewers pada Tiktok masing-masing peserta lomba.

Poros Jati telah menetapkan standar tinggi dalam penyelenggaraan acara yang menggabungkan semangat kompetisi dan kekreatifan seni. Ini bukan hanya tentang merayakan bakat mahasiswa, tetapi juga tentang mempromosikan semangat kebersamaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Acara ini juga mencerminkan komitmen IAIN dalam membentuk lulusan yang berpengetahuan luas, berbakat, dan memiliki etika serta semangat kebersamaan yang kuat. (din)

Senin, 16 Oktober 2023

Lulusan PPG IAIN Cirebon Capai 88,50 Persen, Rektor : Ini Capaian Terbesar Tahun 2023

 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag saat mengukuhkan Guru Profesional pada kegiatan PPG 2023.


FOKUS CIREBON, FC - Gemuruh tepuk tangan dari ratusan guru profesional menggema di ruang hotel, di Kota Cirebon. Tepuk tangan ini sebagai bentuk curahan rasa syukur dan bangga mereka yang telah dikukuhkan sebagai guru profesional oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan dilangsungkan dengan penyematan sebagai tanda mereka lulus sebagai guru profesional, Senin, (16/10/2023).

Berdasarkan data yang diperoleh Fokus Cirebon, bahwa pengukuhan ini dihadiri oleh 257 guru dan merupakan yang terbanyak dengan prosentase kelulusan tertinggi sekitar 88,50 persen selama 2 tahun terakhir. 

"Alhamdulillah, pada tahun 2023 ini pengukuhan guru profesional dihadiri 257 guru dengan prosentase kelulusan tertinggi sekitar 88,50 persen," terang Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saifudin M.Ag.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPTK IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu, kata Dekan FITK, 257 guru ini terdiri 257 Guru ini terdiri dari Mata Pelajaran PAI 119 Guru, Mata Pelajaran Fiqih 26 Guru, Mata Pelajaran Akidah Akhlak 36 Guru, Mata Pelajaran Qur’an Hadist 58 Guru, Mata Pelajaran Bahasa Arab 18 Guru.

Menurutnya, asal daerah peserta lulus tersebar di 35 Kota/Kabupaten seluruh indonesia. Di antaranya dari Bandung, Banjarnegara, Batang, Bekasi, Binjai, Bogor, Brebes, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Cilacap, Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Garut, Karawang, Tasikmalaya, Tegal, Probolinggo, Sumenep, Sidoarjo, Subang, Kendal, Kab. Sigi (Sulteng), Kabupaten Takalar Sulsel, Kab Sumba Barat NTT, dan lain-lain.

"Sedangkan untuk 6 provinsi itu, berasal  dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan," katanya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag dalam sambutannya menyatakan, bahwa pengukuhan guru profesional periode 5 tahun 2023 ini merupakan yang terbesar. 

"Para guru profesional ini berasal dari 35 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Hari ini kita kukuhkan dan semoga ilmu-ilmu yang didapat bisa diaplikasikan di masyarakat untuk menyongsong masa depan generasi bangsa," jelasnya.

Prof Aan juga menjelaskan, bahwa untuk mengingat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Aan memulai dengan membuka kesejarahan Cirebon terkait nama Syekh Nurjati Cirebon.

Kemudian berdasarkan KMA RI Nomor 860 Tahun 2022 tentang penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam berbasis Siber dan menetapkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai PTKI berbasis Siber pertama di Indonesia.

Penetapan ini didasarkan pada keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 1175 Tahun 2021 tentang Penetapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam berbasis Siber (Digital University.

Menurut Prof Aan, Transformasi Kelembagaan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) ini memiliki 3 peran utama. Pertama menyelenggarakan program pendidikan berbasis Siber, sebagai frontier advokasi gerakan OIER (Open Islamic Educational Resources) yang berarti bahwa UINSSC menjadi inisiator dalam pusat pengembangan pendidikan Islam yang ke depan akan menjadi rujukan dunia.

Terkait dengan beberapa hal yang menjadi prioritas antara lain kajian dan perkembangan Moderasi Beragama, pengembangan pembelajaran berbasis digital dan yang lainnya. Kemudian PTKI sebagai knowledge creation and transmission dalam semi-isolation space menjadi re-creation and connecting knowledge pada open space.

Kedua UINSSC Menyelenggarakan proses belajar mengajar berbasis digital multimedia university dalam mengembangkan PTKI sebagai knowledge creation and transformation, ini menandakan bahwa UINSSC ini perguruan tinggi keagamaan Islam yang memiliki peran dalam memproduksi pengetahuan dan mentransformasikannya dalam konteks pengembangan belajar mengajar berbasis digital.

Pada aspek yang kedua ini, kata Prof Aan, untuk menjadi multimedia, sehingga untuk dosen dan mahasiswanya, itu harus bisa membuat konten-konten (konten kreator).

Ketiga UINSSC Penyelenggara program pendidikan jarak jauh (PJJ) dan pendidikan berbasis teknologi atau cyber university yang networked, digital, dan virtual Efisiensi pembiayaan dan efektivitas pembelajaran yang menghasilkan output yang lebih optimal dan mampu mendorong terjadinya revolusi peran PTKI, dosen, mahasiswa, dan stakeholder PTKI. Menerapkan program pembelajaran berbasis TIK, seperti blended atau hybrid learning, e-learning, online learning, digital learning, dan virtual learning melalui Learning Management System (LMS) yang futuristik dan modern, dan menjadi frontiers of education innovation, sebagai pusat riset dan pengembangan inovasi berbagai modus pembelajaran berbasis teknologi dan diseminasi inovasi.

"Pada Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini,  sebentar lagi kita akan ada 6 Prodi, 5 Prodi S1 dan 1 Prodi S2," terangnya.


Sementara itu, kegiatan pengukuhan guru profesional ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian
 Agama RI, Drs. Amrullah, M.Si, kemudian Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, para Wakil Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Direktur Pascasarjana dan 0ara Dekan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, para Wakil Dekan FITK, Kepala Bagian TU FITK, Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi PPG, para tamu undangan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Seksi PAI, Kapala Seksi Penmad Se-Wilayah 3 Cirebon. (Nurdin)




Minggu, 15 Oktober 2023

Pemkab Cirebon Lakukan Pra Kerjasama Dengan Pemkot Guangzhou China Terkait Pariwisata dan Budaya

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan pra kerjasama dengan Pemerintah Kota Guangzhou China terkait Pariwisata dan Budaya dari Anggota Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim (CAMSR).

Penandatanganan pra kerjasama sendiri dilakukan di Hotel Patra, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/10/2023) dan dihadiri oleh para pejabat, baik dari Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Pemerintah Kota Guangzhou China.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, dirinya mengaku bangga, karena Kabupaten Cirebon dapat berpartisipasi aktif sebagai salah satu wilayah pendaratan jalur Sutera Maritim pada abad 14 yang dilakukan oleh Laksamana Ceng-Ho.

"Kabupaten Cirebon merupakan salah satu lokasi pendaratan jalur perdagangan, sehingga penyebaran budaya jalur Sutera Maritim dapat berkembang pesat, karena letaknya yang strategis sebagai daerah pesisir pantai dan memiliki pelabuhan Muara Jati Cirebon yang sangat ramai pada masanya," ujar Imron.

Menurut Imron, terdapat sembilan pendaratan jalur Sutera Maritim yang tersebar di Nusantara, salah satunya di wilayah Cirebon.

Imron menjelaskan, menurut sejarah Laksamana Cheng-Ho berlabuh di Muara Jati Kerajaan Singapura, nama kerajaan sebelum dikenal adanya Cirebon pada tahun 1415.

"Kedatangan Laksamana Cheng-Ho sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan peradaban sosial, budaya dan ekonomi Cirebon," ungkap Imron.

"Bukti peninggalan kedatangan Cheng-Ho yang masih ada hingga saat ini di Cirebon, diantaranya bangunan seperti masjid, vihara, makam, mercusuar, benda bersejarah, seperti keramik China, tembikar, tata busana, batik motif Mega Mendung, kuliner juga beragam peninggalan lain khas Tiongkok yang telah berakulturasi dengan sistem budaya lokal di Cirebon," jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya pertemuan dengan forum promosi dan pra kerjasama pariwisata dan budaya ini akan semakin menguatkan kedua wilayah, baik kota-kota yang telah tergabung dalam CAMSR dan Kabupaten Cirebon sendiri. 

"Semoga dengan forum ini, kegiatan pariwisata dan budaya Kabupaten Cirebon akan makin maju dan berkembang, serta menjadi akses awal pemerintah daerah berinteraksi lebih baik dan modern dalam pergaulan global untuk mensejahterakan masyarakatnya," harapnya.

Di tempat yang sama, Deputy Chief of Guangzhou Culture, Television, Tourism Bureau Chief of Guangzhou Culture Heritage Bureau, Mr. Liu Xiao-Ming mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang ada di Indonesia yang telah mengatur pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Bahkan pihaknya juga mengirimkan salam hormat kepada teman-teman di Indonesia yang selama ini telah mendukung perkembangan budaya jalur Sutra Maritim. 

"Kami datang dengan hati yang tulus, penuh harapan dan dengan visi bersama untuk mendorong perkembangan lebih lanjut dari Jalur Sutra Maritim," katanya.

Ia menjelaskan, tahun ini adalah tahun ke-10 dari One Belt One Road dan perjalanan budaya jalur Sutra Maritim, yang dimulai dari Guangzhou sampai di Indonesia, yakni di Cirebon, yaitu untuk melanjutkan persahabatan jalur Sutra yang sudah mencapai ribuan tahun. 

"Lebih dari 2000 tahun yang lalu kapal-kapal dagang Tiongkok berlayar jauh hingga ke Indonesia, dan menciptakan sejarah legendaris di jalur Sutra Lautan Hindia," lanjutnya.

Liu Xiao-Ming mengungkapkan, saat ini Tiongkok telah menjadi mitra perdagangan terbesar di Indonesia selama 10 tahun berturut-turut. 

Tiongkok dan Indonesia terus mengembangkan ide-ide baru dan wilayah baru dalam kerjasama, serta menggali potensi baru. 

Dengan latar belakang kerjasama yang erat antara Tiongkok dan Indonesia, saat ini Gungzhou dan Cirebon memiliki peluang perkembangan yang luas.

"Dalam perjalanan budaya jalur Sutra Maritim pada tahun 2023, pihaknya akan terus menjalin hubungan, berbagi pengalaman, dan saling menguntungkan, serta melakukan komunikasi dan kerja sama budaya yang menyeluruh," ungkapnya.

"Dengan fokus pada kerjasama pelestarian warisan budaya Jalur Sutra Maritim, kita akan berbagi sumber daya dan mendapatkan manfaat bersama, meningkatkan komunikasi budaya, saling memperkaya dan berupaya untuk lebih baik dalam menemukan, menyoroti, dan mengkomunikasikan nilai nilai Jalur Sutra Maritim," sambungnya.

"Di Cirebon ini, mari kita bersama-sama menjadi saksi perjalanan budaya Jalur Sutra Maritim menuju pelayaran yang baru, membuka layar dan menjelajah dengan semangat baru," imbuhnya. (Anisa)

Komunitas Kolaborator Kebaikan ID Yang Diprakarsai Mahasiswa IAIN Cirebon Berdama DLH Gelar Aksi Clean Up di Pantai Kesenden

FOKUS CIREBON, FC - Aksi gotong royong yang dilakukan Komunitas Kolaborator Kebaikan ID pada 14-15, Sabtu-Minggu Oktober 2023, menggelar bersih-bersih sampah sampai di Pantai Kesenden Cirebon.

Dalam kegiatan ini Komunitas Kolaborator Kebaikan ID menindak lanjuti inisiasi sebelumnya dengan komunitas Bersama Indonesia chapter Cirebon yang telah mengadakan Diskusi Publik tentang kesadaran lingkungan.

Komunitas yang penggeraknya adalah  mahasiswa lintas jurusan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, disiasati aksi yang bertepatan juga dengan momentum sumpah pemuda mendatang.

Dengan kata lain, aksi ini adalah bentuk output dari sebuah diskusi yang diadakan pada pekan sebelumnya. Terbilang cukup singkat untuk persiapan aksi clean up yang hanya satu pekan.

Berkolaborasi dengan beberapa komunitas lingkungan seperti Suara Alam Indonesia, Pesona Gunung Indonesia, World Clean Up Day, dan beberapa Sispala dari berbagai sekolah seperti SMA N 4 Cirebon dan MAN 4 Cirebon. Dan masih banyak lagi.

Tak hanya dari sektor komunitas, aksi ini pun menggandeng beberapa stakeholder pemerintahan yang penting seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Cirebon, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, dan juga kelurahan Kesenden yang menjadi kawasan wilayah aksi.

Pada awalnya aksi digelar selama dua hari di beberapa titik tidak hanya pantai Kesenden melainkan juga sungai seperti Sukalila, pilang, dan belakang CSB. Namun, karena satu dan lain hal panitia memutuskan untuk memfokuskan wilayah kerja aksi pada satu titik saja yaitu pantai Kesenden.

"Pantai Kesenden ini sebetulnya sering kami bersihkan berkala beberapa pekan, bahkan dari sebelum dan setelah adanya Pandawara. Tapi tetap saja cepat kotor karena membawa sampah dari dua sungai yang mengapitnya" ujar Rezky dari DLH.

Ruliyanto, Lurah Kesenden juga menyatakan hal yang sama bahwa permasalahan kotornya pantai kesenden tak bisa diselesaikan dengan membersihkan pantainya saja. Masyarakat setempat pun perlu diedukasi, dan aksi pembersihan sungai-sungai lainnya juga.

Selaku Koordinator Aksi Clean Up, Omar Qad Panity menyatakan, sekalipun belum sepenuhnya semua sampah dibersihkan, tapi setidaknya dapat meminimalisir dan sebagai upaya kecil memantik kesadaran kolektif khususnya anak muda.

Untuk relawan yang hadir sendiri di hari pertama sekitar 80an, dan di hari keduanya mengalami kenaikan menjadi sekitar 100an orang. Terdiei dari elemen pemerintah, komunitas, organisasi kampus, sekolah, madrasah, dan umum lainnya.

"Perlu ada sedikit catatan evaluasi bagi panitia agar melaksanakan koordinasi dengan baik, seperti ke tingkat-tingkat RW/RT sekalipun, agar masyarakat juga terasa dirangkul," ujar Gun sebagai salah satu relawan yang terlibat. 

Hal senada diungkapkan Sugeng, bahwa keterlibatan warga setempat sangat dinanti. Apalagi warga Kesenden merupakan warga yang terdekat dari pantai ini. Maka kepedulian mereka sangat berarti bagi lingkungan di sini.


Terlepas dari itu, acara seperti ini memang pantas untuk diberi apresiasi. Seperti respon dari Diana. Pihaknya sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga banyak yang meniru aksi kebaikan seperti yang dilakukan anak-anak muda ini.

Demikian juga dari Ai yang menyatakan, bahwa kegiatan ini yang dibutuhkan anak-anak, kapan pun dan di mana pun pokoknya pihaknya siap support.

"Semoga aksi-aksi clean up, gerakan-gerakan kebaikan kecil lainnya akan terus ada dan berlipat ganda," tandasnya.

Sabtu, 14 Oktober 2023

Direktur Diktis Prof Dr Zainul Hamdi dan Ana Hasbie Juru bicara Menteri Agama RI, Berkunjung Ke IAIN Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) berubah bentuk menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) yang insya Allah berdasarkan informasi  SK Perpresnya akan keluar dalam waktu dekat atau tepatnya mudah-mudahan pas di hari santri nasional. ujar ReKtor IAIN Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani saat menyambut Direktur Diktis Prof Dr Zainul Hamdi dan Ibu Ana Hasbie  Juru bicara Menteri Agama RI di Cirebon.

"Dengan lahirnya Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC)  dari rahim Kementerian Agama, maka salah satu program prioritas Menteri Agama RI Gus Yaqut Kholil Qoumas telah tercapai dengan baik, mahasiswa UIN Siber tersebar di 37 Provinsi di Indonesia," terang Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Zainul Hamdi saat memberikan konfirmasi di Cirebon, Jum’at (13/10/2023)

Menurutnya, perubahan bentuk ini harus diikuti dengan adanya transformasi keilmuan dan digitalisasi campus secara menyeluruh agar kiprah UIN Siber di masyarakat semakin mendunia. 

Bahkan, lanjutnya, perubahan bentuk ini juga dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan proses integrasi keilmuan Agama Islam dengan sains serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. “Semoga cita-cita dan harapan mulia ini terwujud” harapnya. 

Makanya kami datang selain untuk mengevaluasi sarana prasarana, server, bandwith, LMS, SIM, SDM dan lainnya.

Pada kesempatan berbeda, juru bicara Menteri Agama RI ibu Ana Hasbie berharap agar perubahan bentuk ini diikuti dengan adanya perubahan peningkatan mutu dan kualitas. Penguatan bidang Sarpras, SDM Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi sangat penting terlebih khusus learning menejemen sistemnya harus bagus, mudah diakses dan fleksibel.

“Kampus UIN siber syekh nurjati harus mampu menyelenggarakan integrasi keilmuan agama Islam dan sains yang memiliki distingsi atau pembeda terhadap prodi yang ada pada perguruan tinggi lain. kerja kolektif, kolegial dan prosedural bisa cepat juga transformasi. Tidak ada yang merasa dilangkahi, dan saling respek. Semoga menjadi “lesson learn” untuk kita semua, pentingnya memperkuat sinergitas,” lanjut Ana.

Perubahan bentuk kelembagaan IAIN menjadi UIN Siber harus menjadi momentum perubahan mindset dari seluruh pimpinan, dosen, tenaga pendidik, dan stakeholders, sehingga mampu mengantarkan sebagai wolrd class university,” imbuh Rektor.

Sebelum Perpes UIN Siber Syekh Nurjati terbit, para pihak secara intensif melakukan pertemuan untuk membahas PMA tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN agar kampus bisa membuka Fakultas baru dan prodi-prodi PJJ lainnya baik S1 maupun S2.

Ketua Jurusan PJJ PAI, Dr. Moh Ali Hafid, M.Pd.I menyampaikan bahwa pilot projek Menteri Agama RI telah dilaksanakan dengan baik sesuai arahan pak Rektor, pak Dirjen, pak Direktur maupun pak Dekan FITK, dan telah melakukan transformasi digital secara bertahap dan sistematis di prodi PJJ PAI, baik LMS, peningkatan kualifikasi dan skill SDM, conten creator, penyusunan modul dan proses peningkatan mutu dalam pelayanan Pendidikan jarak jauh ini," ujar Ali (din)

Pemkab Cirebon Terus Percepat Turunkan Angka Stunting

 

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, sepanjang 2023 ini pemerintah daerah sudah melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke 15 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Menurut Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu ini, penurunan angka stunting merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 

Instruksi tersebut disampaikan presiden saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 pada Rabu (25/1/2023).

Dalam instruksinya itu, Presiden RI menekankan, pada tahun 2024 angka gagal tumbuh atau stunting harus berada pada angka 14 persen. Kabupaten Cirebon merupakan salah satu bagian yang turut andil dalam penurunan angka tersebut.

“Tahun ini adalah tahun terberat untuk berupaya menurunkan angka stunting,” kata Ayu saat melakukan monev ke Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Jum'at (13/10/2023).

Berdasarkan data, pada 2023 ini jumlah angka stunting di Kabupaten Cirebon sebanyak 14.014 atau 8,59 persen dari jumlah balita (hasil EPPGBM). Puluhan ribu balita tersebut, menyebar di 28 desa dari sembilan kecamatan.

Ayu berharap, seluruh jajaran yang bertugas mempercepat penurunan angka tersebut tidak hanya sekadar melakukan seremoni saja, melainkan paham akan langkah kerja yang harus digulirkan.

"Upaya penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor. Semua pihak berperan, dari mulai pemerintah daerah, desa, dan tentunya masyarakat," ungkap Ayu.

Ia menambahkan, bahwa pemerintah desa harus mempunyai data yang valid untuk dijadikan sasaran. Perlu pengkategorian data untuk menjadi sasaran dalam penanganan stunting. 

Pengkategorian data ini mencakup data remaja, calon pengantin (catin), ibu hamil, dan balita, baik balita yang underweight, wasting dan stunting. Hal ini agar memudahkan dalam melakukan intervensi, serta capaian kinerja yang jelas. 

Terhadap balita stunting, lanjut Ayu, yang perlu dilakukan oleh pemerintah desa adalah merujuk ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penatalaksanaan gizi. Namun pastikan, balita tersebut memiliki BPJS dan administrasi kependudukan yang valid. 

"Sementara untuk balita resiko stunting, dapat diberikan PMT berupa makanan bergizi seimbang yang bersumber dari pangan lokal, serta dipantau status gizinya," tambahnya. (Aida)

Jumat, 13 Oktober 2023

Warga Babakan Keluhkan Jalan Rusak, Bupati Cirebon Diminta Segera Turun Tangan

CIREBON, FC - Belum juga ada tindakan dari pemerintah daerah Kabupaten Cirebon untuk perbaikan jalan yang rusak membuat warga mulai resah.

Banyak masyarakat di depan pabrik gula Tersana Baru atau kita kenal dengan Rajawali, sambil berbelanja buah mereka banyak berbincang mengenai kerusakan parah pada jalan tersebut. Bahkan kepada awak media pun menyatakan sangat prihatin dengan kondisi jalan ini. 

Pertanyaan warga sangat sederhana, bahkan lumrah untuk didengar, kapan pemerintah mau turun untuk memperbaiki kerusakan jalan yang sudah parah ini ?. 

Pertanyaan warga ini seharusnya menjadi atensi pemerintah, karena sudah sangat menggangu dalam aktifitas warga. Baik kenyamanan dalam berkendara, maupun rasa dan bau debu yang bisa saja dapat menggangu pernafasan. 

Keluhan warga di wilayah timur Kabupaten Cirebon ini, sebenarnya hanya berharap agar Bupati, Wakil Bupati segera turun tangan dan berkoordinasi dengan PUTR, agar segera memperbaiki jalan tersebut.

Apa lagi sekarang sudah memasuki musim hujan, sangat dikhawatirkan akan kendaraan yang tergelincir akibat jalanan licin. 

Sementara itu, berdasarkan data di lapangan jalan jalan yang rusak tersebut di mulai dari Kec.Babakan sampai ke Kec.Waled, atau di depan RSU Waled dengan panjang kurang lebih 12 KM, dan  panjang-lebarnya sekitar 7,5 M. (I'ing Solihin)

FUAD IAIN Cirebon Gelar Seminar dan Bedah Buku Radikalisme Di Media Sosial

CIREBON, FC - Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Menggelar Seminar Nasional dan bedah buku yang bertajuk “Radikalisme di Media Sosial”. Acara prestisius ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Rektor IAIN Syekh Nurjati, Direktur Pascasarjana, para dekan, undangan dari tokoh masyarakat, dosen, dan mahasiswa. Auditorium FITK, 12 Oktober 2023.

FUA dengan semangat transformasi kelembagaan IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), seminar nasional dan bedah buku ini menghadirkan narasumber utama, Dr. H. M. Nuruzzaman, S.Ag., M. Si., yang merupakan staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia dan juga penulis dari buku Radikalisme di Media Sosial. 

Dr. Nuruzzaman sesuai dengan rencana akan memberikan paparan mendalam tentang dampak radikalisme di media sosial, menggali akar permasalahan, serta solusi untuk menghadapinya.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Syekh Nurjati, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menekankan pentingnya terobosan-terobosan dan inovasi dalam menjadi rujukan proyek siber. 

Prof Aan menggarisbawahi perlunya mengembangkan bahan ajar dalam bentuk digital dan multimedia serta memanfaatkan platform digital untuk kursus, pelatihan prakerja, dan pengembangan institusi.

Sofi Mubarok, M.H.I., yang bertindak sebagai moderator membuka diskusi dengan menyampaikan pandangannya tentang radikalisme di media sosial, dengan menyoroti perilaku “self-radicalism” yang muncul dan bagaimana media sosial telah membuka ruang geografis dalam konteks global village. 

”Interaksi di media sosial kini memiliki posisi yang sangat vital dalam menyebarkan pandangan agama dan keyakinan,” tutur Sofi.

Sementara Dr. Nuruzzaman dalam paparannya mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan mayoritas manusia Indonesia menganggap agama sangat penting, lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh. 

Ia juga menyatakan bahwa orang Indonesia adalah salah satu kelompok paling dermawan di seluruh dunia. Namun, ia juga menyoroti kelompok yang rentan terhadap radikalisme, yaitu orang-orang yang tinggal di kota, anak muda, dan perempuan. Akses media sosial dianggap sebagai faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pandangan radikal. paparnya.

Selanjutnya, Dr. Nuruzzaman menyatakan perlunya Universitas Islam Negeri (UIN) untuk mengarahkan perkembangannya kepada penyediaan ekosistem digital sebagai sarana pengembangan institusi pendidikan. 

Ia menggarisbawahi pentingnya tradisi pendidikan yang semakin bergantung pada alat-alat digital. ujar kang Zaman sapaan akrab beliau.

Sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta seminar dan narasumber berlangsung hangat. Beberapa pertanyaan berkisar eco-chamber dan pendefenisian serta bentuk distingtif radikalisme apa yang dimaksud oleh narasumber. 

Dr. Nuruzzaman memberikan penjelasan mendalam mengenai arti radikalisme sebagai tahapan intoleransi dan bagaimana piagam Madinah menjadi dasar toleransi yang diusung oleh Nabi Muhammad. Ia juga menekankan bahwa setelah radikalisme, terorisme bisa berkembang.

“Eco chamber atau ruang ekokomunikasi juga menjadi fokus diskusi, dengan penekanan pada peran penting para influencer dalam membentuk pandangan keagamaan dan keyakinan di masa depan. Media sosial juga dinilai memiliki posisi strategis dalam hal ini”. pungkas kang Zaman.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), Dr. Anwar Sanusi, mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap kesuksesan acara seminar nasional dan bedah buku ini. Dr. Anwar Sanusi menilai acara ini memberikan wawasan berharga dalam menangani tantangan radikalisme di era digital.

“Pentingnya menghadirkan tawaran alternatif wacana keagamaan yang moderat sebagai solusi untuk meredakan radikalisme di media sosial. Dalam era digital ini, penyebaran pesan-pesan moderat dianggap kunci untuk menghadapi tantangan radikalisme”. ungkapnya. (din)


Kamis, 12 Oktober 2023

Aktifis Mahasiswa IAIN Cirebon Kritisi Baliho Kampanye 2024 Yang Banyak Bertebaran di Kota

Salah satu foto Caleg Pemilu 2024 di salah satu ruas jalan Kota Cirebon, terlihat oleh mata, termasuk poster dan baligho yang masih banyak berebaran di sudut-sudut dan di tengah kota.


CIREBON, FC - Maulana Yusuf (Mahasiswa Hukum Tata Negara IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Mengkritik Pemasangan baliho kampanye partai politik dan bakal calon legislatif di kota cirebon sebelum masa kampanye 2024 berpotensi melanggar Undang-Undang Pemilu. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuat Tahapan dan Jadwal Pemilu Tahun 2024 dan tahapan kampanye akan berlangsung dimulai dari tanggal 28 November 2023 - 10 Februari 2023.

Namun ia melihat realitas dilapangan banyak parpon dan bacaleg yang curi start kampanye dengan memasang baliho, tentu hal tersebut tidak dapat dibenarkan, mengingat pelaksanaan kampanye belum dimulai, jika kita perhatikan terpampang jelas logo dan nomor urut partai politik dalam spanduk atau baliho yang terpajang di beberapa sudut Kota Cirebon,” jelas Yusuf dalam kritiknya

Tindakan tersebut dapat dikategorikan upaya meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program dan atau citra diri peserta pemilu. 

"Sikap atau perilaku pengurus parpol tersebut tidak dibenarkan menurut hukum, secara eksplisit ditegaskan dalam Pasal 492 UU nomor 7 Tahun 2017, bahkan perilaku seperti itu dapat dikenakan sanksi pidana,” ujar Yusuf.

Sebagai mahasiswa hukum tata negara, dirinya menyarankan kepada badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon agar terus melakukan penegakan hukum baik konteksnya persuasif dan preventif, sehingga  potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini.

"Ya, sekalipun pada tanggal 25 September 2023 Bawaslu Kota Cirebon telah menertibkan baliho kampanye di beberapa tempat, hal itu harus rutin dilakukan agar pemilu tahun 2024 berjalan sesuai dengan ketentuan dan Undang-undang yang sudah ditetapkan karena melihat masih banyaknya baliho kampanye  bertebaran di beberapa sudut jalanan kota cirebon," pungkasnya. (Ara)

IAIN Cirebon Bangun Sinergitas Dengan Kepolisian Resort Cirebon Kota

FOKUS CIREBON, FC - Tahun ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali bangun sinergitas dengan Kepolisian Resort Cirebon Kota. Menurut Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag ada beberapa hal yang ingin disampaikan dalam momen ini, pertama mudah-mudahan IAIN Cirebon bisa segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon yang sudah dilakukan pembahasan di Kementerian dan informasi terakhir sudah masuk ke Kementerian Sekretariat Negara, Kamis, (12/10/2023).

Ini menandakan bahwa kemitraan publik, kemitraan home industri dan kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat harus dilakukan dalam konteks bagaimana nanti UIN bisa bersinergi dan bersama-sama membangun memberikan kontribusi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara khusus. 

Yang kedua, bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini PTKIN yang memang diberikan amanah sebagai file project untuk membangun Universitas Islam Siber dan di tempatkannya di IAIN Cirebon. 

Ini menandakan bahwa bukan hanya sirkulasi mahasiswa tetapi juga perkembangan dan inovasi pendidikan tinggi khususnya yang terhubung dengan teknologi digital dan ini menjadi program yang akan kita desain, kita rencanakan untuk memberikan kontribusi penting, terutama adalah dalam percepatan program prioritas transformasi digital di perguruan tinggi. 

Seiring dengan itu program-program pengembangan Siber Islamic University yang sudah berjalan kita sudah memiliki program Studi S1 PJJ PAI. 

"Alhamdulillah tahun ini sudah tiga angkatan sekitar 3600 dan dari jumlah mahasiswa itu terutama terbanyak di luar wilayah Jawa dan sasaran dari Kementerian adalah daerah yang 3T, karena tahun 2021 itu sekitar 80 guru-guru, Pondok Pesantren dan madrasah yang tidak memiliki akses pendidikan, tidak memiliki kesempatan biaya sehingga program prioritas Siber Islamic University yang diberikan IAIN ini sekiranya bisa memberikan manfaat besar, karena itu mereka dari 3000 lebih itu diberikan beasiswa full sampai 4 tahun mendatang," jelasnya.

Kemudian satu bulan lalu kita melakukan koordinasi dan ternyata diberikan kewenangan dan sudah memproses akan ada program studi tambahan selain prodi PAI. Nanti akan ada program studi hukum keluarga Islam, program studi sejarah.  peradaban Islam dan program studi pendidikan bahasa Arab, dan beberapa program studi lainnya, bahkan ditambahkan untuk S2 PJJ PAI. 

Rangkain ini menjadi satu dan mudah-mudahan dengan doa bersama kita, Perpres UIN Sibernya turun kemudian 6 Prodi PJJ PAI juga bisa turun dan semoga terutama Gedung Sibernya dapat diselesaikan, baik, aman dan dapat memberikan manfaat di masa mendatang.

Bahwa satu graind desain kita adalah bukan hanya Siber Islamic University tetapi juga membangun apa yang disebut Green Campus atau kampus hijau. 

Harmonisasi lingkungan ini menjadi bagian penting hingga apa yang menjadi tugas kita dan kemudian kita alami hari ini, bisa menjadi pembelajaran bagi kita, khususnya di lAIN Syekh Nurjati Cirebon, sehingga desain program mulai perencanaan pelaksanaan ini harus terjalin sinergitas dengan stakeholder, dengan para pemangku kepentingan dengan masyarakat dan warga sekitar sehingga kehadiran IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini betul betul bisa memberikan maslahat bagi seluruh kehidupan masyarakat. 

"Dalam konteks bersinergi ini, kami dari unsur pimpinan mohon diberikan masukan, usulan, kebaikan dan juga peningkatan program terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, baik pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat mungkin bisa disinergitaskan terkait program kampus belajar merdeka, bisa juga magang, PPL, riset dosen dan mahasiswa yang bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia," pintanya. (din)