Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 Juli 2024

Puncak Perayaan Hari Jadi Cirebon ke-597 : Konser Budi Doremi dan Penghargaan Bergengsi dari Kemenkumham

CIREBON – Malam puncak peringatan Hari Jadi Cirebon ke-597 berlangsung meriah dengan ribuan warga yang memadati Balai Kota Cirebon pada Sabtu malam (27/7/2024). Acara ini diisi oleh berbagai pertunjukan seni, mulai dari senam poundfit, zumba, hingga penampilan band lokal.

Acara semakin spesial dengan penampilan istimewa dari Budi Doremi yang menghibur dengan berbagai lagu populer. Di momen tersebut, Kota Cirebon juga menerima penghargaan bergengsi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat.

Kota Cirebon dianugerahi penghargaan inventarisasi kekayaan intelektual komunal, yang terdiri dari tujuh penghargaan kategori ekspresi budaya tradisional dan tiga penghargaan kategori pengetahuan tradisional. Penghargaan ini merupakan pengakuan negara terhadap kekayaan intelektual komunal yang dimiliki oleh Kota Cirebon.

Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perayaan Hari Jadi Kota Cirebon tahun ini. “Perayaan Hari Jadi Cirebon ke-597 ini bukan hanya sebagai bentuk syukur dan refleksi perjalanan panjang kota ini, tetapi juga sebagai momentum untuk merayakan dan menghargai kekayaan budaya serta potensi lokal yang kita miliki. Penghargaan dari Kemenkumham ini menjadi bukti nyata pengakuan atas kekayaan intelektual dan budaya kita,” ujarnya.

Untuk diketahui, tujuh penghargaan kategori ekspresi budaya tradisional tersebut diantaranya Tari Topeng Cirebon, Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Jamasan Cirebon, Goong Renteng, Upacara Perkawinan Kasultanan Cirebon, Tari Bedaya Rimbe, dan Maca Babad.

Sementara, tiga penghargaan kategori pengetahuan tradisional diantaranya Empal Gentong, Sega Bogana dan Docang. Tidak hanya itu, ada juga penghargaan kategori bangunan cagar budaya Kota Cirebon berdasarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 165 Tahun 2024.

Pj Wali Kota juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga dan pihak yang telah berkontribusi dalam merayakan Hari Jadi Cirebon ke-597. Ia berharap acara ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai warga Kota Cirebon.

“Mari kita bersama-sama membangun Kota Cirebon yang lebih maju dan sejahtera,” ajaknya.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, diharapkan Kota Cirebon akan terus berkembang dan menjadi kota yang semakin baik di masa depan. (din)

PJ Bupati Cirebon Hadiri Rapat Koordinasi Terkait Inflasi Bersama Kemendagri

KABUPATEN CIREBON - Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSI menghadiri rapat koordinasi terkait inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pertanian (Kementan), dan sejumlah lembaga lainnya secara virtual di Command Center Setda Kabupaten Cirebon, Senin (29/7/2024).

Pemerintah pusat hingga daerah terus berupaya menjaga inflasi. Kemendagri dalam rapat tersebut, menyampaikan tentang komitmen pemerintah dalam menyusun strategi untuk menjaga inflasi.

Kemendagri tak ingin pemerintah bertugas seperti pemadam kebakaran, artinya bergerak ketika muncul masalah saja. Namun, berbagai strategi telah disiapkan jauh-jauh hari, dari jangka menengah hingga panjang untuk mengantisipasi inflasi.

Kemendagri mengingatkan tentang kolaborasi dan sinergitas harus dikedepankan, agar strategi penanganan inflasi bisa berjalan baik.

“Tentunya, kerja sama dengan para gubernur, bupati, dan wali kota dalam pelaksanaannya di daerah masing-masing,” kata Tomsi Tohir, Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri saat rapat virtual.

Tomsi juga menjelaskan soal grafik kenaikan harga komoditas pertanian, seperti bawang, cabai, hingga beras dalam lima tahun terakhir. Kenaikan harga selalu terjadi pada periode yang sama.

“Upaya-upaya yang kita lakukan untuk jangka menengah ke depan, jadi perhatian kita,” sambungnya.

Ia menginstruksikan, agar semua berkoordinasi untuk mengawasi distribusi komoditas yang bisa menyumbang inflasi. Ia juga meminta agar semua lembaga kemudian mengevaluasi.

Sementara itu, perwakilan dari Kementan menyampaikan tentang kenaikan harga pada cabai rawit. Hal ini terjadi, karena kekeringan yang terjadi di Jawa Timur. Selain itu, Kementan juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kestabilan harga, seperti bawang merah, cabai merah, dan komoditas lainnya.

Hal serupa juga dilakukan Perum Bulog. Kepala Divisi Perencanaan dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Epi Sulandari mengaku telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengendalikan harga beras.

Ada empat strategi utama yang dilakukan Bulog, yaitu menjaga stok beras agar cukup, meningkatkan penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), persiapan bantuan pangan, dan komunikasi publik. Pihaknya juga telah mengimpor beras.

“Menyusun strategi pengendalian harga beras dengan berkoordinasi ke seluruh kantor wilayah dan pemerintah daerah. Bulan ini, memang umumnya terjadi kenaikan harga (beras). Hal ini disebabkan suplai berkurang, karena selesainya masa panen,” jelas Epi.

Perum Bulog telah turun langsung untuk mengendalikan harga, salah satunya yakni dengan program Warung Masyarakat dan Pedagang Tanggap Inflasi (Mrantasi). (din)

Minggu, 28 Juli 2024

Pj Bupati Cirebon Evaluasi Layanan Di MPP Dan Buat Peta Investasi

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi melakukan peninjauan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Cirebon, Jumat (26/7/2024), untuk melihat kondisi pelayanan dan fasilitas di tempat tersebut.

Dalam peninjauan itu, Wahyu menyampaikan rencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi layanan publik di MPP Kabupaten Cirebon.

“Kami berkunjung ke MPP hari ini, untuk melihat langsung kondisi layanan publik yang ada di sini. Kami akan melakukan evaluasi secara keseluruhan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, terdapat layanan yang sudah optimal, namun ada juga yang masih perlu perbaikan. Selain evaluasi layanan, pihaknya juga menyampaikan rencana untuk membuat peta promosi investasi.

“Kami akan membuat peta promosi investasi, sehingga lebih mudah menawarkan potensi investasi kepada para investor yang akan datang ke Kabupaten Cirebon,” ujarnya menambahkan.

Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan layanan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Kita akan mengoptimalkan pemberian kemudahan layanan NIB, sehingga pelaku usaha dapat menempuh proses pembuatannya dengan lebih mudah. Dengan cara ini, mereka bisa mengantongi NIB,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki layanan, khususnya dalam perizinan bisnis dan aspek teknis lainnya.

“Jika layanan sudah baik, maka teknis layanannya akan menjadi lebih optimal,” tukasnya. (Ara)

Mahasiswa KKN Kelompok 139 Desa Warujaya Bangun Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

CIREBON, FC - Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berusaha untuk membuktikan pengabdiannya di masyarakat dengan keilmuan yang diperoleh dari hasil studi di kampusnya. Mereka adalah mahasiswa KKN Kelompok 139 Desa Warujaya dengan dosen pembimbing lapangan Aan Mohamad Burhanudin.

"Program kegiatan ini hasil dari assesment lapangan mahasiswa kkn kel 139 Desa Warujaya atas bimbingan Dosen DPL," ujar Aan Mohamad Burhanudin.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa mengkaryakan dirinya dengan meluncurkan sejumlah program di masyarakat. Salah satunya adalah menciptakan kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Dusun 3 Desa Warujaya. Program ini dilaksanakan berdasar kebutuhan masyarakat setempat.

Aan Mohamad Burhanudin menjelaskan bahwa agenda kegiatan tersebut bernama 'budi daya magot' bertempat kegiatan di Dusun 3  (tempat budidaya ikan) Desa warujaya, Kecamatan Depok, kabuoaten Cirebon. Dengan tema KKN "Desa Mandiri Pengelolaan Sampah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat".

Aan Mohamad Burhanudin menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi sampah, pakan alternatif ternak dan meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan capaian kegiatan yakni kandang magot 80 persen perkembangan magot umur 1 hari (penetasan telur).

Sementara peserta pada kegiatan ini, kata Aan Mohamad Burhanudin di antaranya perangkat desa, para peternak, warga dusun 3, dan mahasiswa KKN selaku fasilitator.

Aan Mohamad Burhanudin juga menjelaskan, bahwa untuk target dan harapan pada kegiatan ini targetnya adalah masyarakat mampu mengelola sampah, dengan harapan Desa Warujaya bersih sampah, sekaligus pemberdayaan dan peningkatan ekonomi.

"Nara sumber dalam kegiatan bapak Heri selaku pengusaha magot," terang Aan Mohamad Burhanudin. (Ara)

Sedekah Laut Di Desa Citemu, Tradisi Pesisir Yang Menjaga Alam Dan Budaya

KABUPATEN CIREBON — Upacara adat sedekah laut atau Nadran, yang merupakan tradisi nelayan di pesisir utara, kembali digelar di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Minggu (28/7/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk mensyukuri hasil tangkapan ikan yang melimpah, serta berharap peningkatan hasil pada tahun mendatang, sembari memohon keselamatan dalam mencari nafkah di laut.

Penjabat Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menyampaikan, apresiasinya terhadap masyarakat Desa Citemu yang telah melestarikan budaya sedekah laut.

Menurut Wahyu, tradisi ini sangat baik untuk terus dijaga, karena melalui rasa syukur dan sedekah, masyarakat tidak hanya memelihara budaya, tetapi juga berharap mendapatkan berkah dan hasil laut yang melimpah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi masyarakat di Desa Citemu yang telah memelihara budaya sedekah laut. Ini adalah hal yang baik untuk dilestarikan,” ujarnya.

Selain itu, Wahyu berharap, tradisi sedekah laut dapat menjadi atraksi wisata yang menarik di Desa Citemu, sehingga dapat dikunjungi oleh wisatawan.

Ia juga mengingatkan akan pentingnya menjaga kelestarian laut, agar dapat terus memberikan manfaat dan kebaikan bagi alam dan masyarakat sekitar.

“Kami juga berharap nelayan di sini memelihara laut dengan baik, sehingga memberikan kebaikan untuk alam kita,” harapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori menyoroti pentingnya menjaga aspek utama dalam tradisi sedekah laut, yakni semangat atau rasa syukur masyarakat pesisir yang menjadi inti dari kegiatan ini.

Hasan berharap, semangat menjaga laut dan mencari ikan terus menjadi tradisi yang diwariskan. Ia juga melihat potensi tradisi ini, untuk dijadikan acara tahunan yang dapat menarik wisatawan ke pesisir Kabupaten Cirebon.

“Harapannya, ini bisa menjadi event tahunan di Kabupaten Cirebon, yang dapat menarik di pesisir pantai di Cirebon,” katanya.

Sedangkan Kepala Desa Citemu, Heritianto, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam acara sedekah laut. Ia menyatakan bahwa masyarakat hari ini bergembira ria melaksanakan acara syukuran ini.

Upacara Nadran ini tidak hanya sebagai bentuk syukur, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam laut.

Tradisi yang diadakan setiap tahun ini, menjadi simbol budaya yang kaya dan potensi wisata yang menjanjikan bagi Kabupaten Cirebon.

“Masyarakat hari ini bergembira melaksanakan acara syukuran atau sedekah laut. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat atas partisipasinya,” tuturnya. (Ara)

Sabtu, 27 Juli 2024

Kota Cirebon Tuan Rumah West Java Swimming Series 2024 Rekor Bersejarah Catherine Surya Terpecahkan

 

CIREBON – Sejarah 31 tahun rekor yang dipegang oleh salah satu atlet dari Kota Cirebon yang namanya diabadikan pada kolam renang milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat yaitu Catherine Surya terpecahkan. 

Rekor ini terpecahkan dari penyelenggaraan kejuaraan renang West Java Swimming Series 2024 di Kolam Renang Catherine Surya, Kompleks Stadion Bima Kota Cirebon.

Event yang berlangsung selama tiga hari sejak 26 Juli ini berhasil menyedot perhatian 1.307 atlet dari dari 87 perkumpulan yang berasal dari 24 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Dengan semangat juang tinggi, para perenang mempertandingkan 3.387 nomor, menciptakan atmosfer kompetisi yang sengit.

Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai lokasi penyelenggaraan acara bergengsi ini.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih atas pemilihan Kota Cirebon sebagai tempat penyelenggaraan series kedua dalam rangka Piala Gubernur Jawa Barat,” ujarnya.

Pj Wali Kota berharap ke depannya masih ada agenda-agenda olahraga lain yang dapat meningkatkan prestasi dan perekonomian melalui sport tourism.

“Semoga momentum ini menjadi inspirasi bagi para atlet muda untuk terus berprestasi,” tuturnya.

Ketua Umum Pengprov Akuatik Jawa Barat, Verdia Yosef, menyatakan kekagumannya terhadap Kota Cirebon.

“Kota Cirebon sangat luar biasa. Di sini, kita berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Catherine Surya sejak tahun 1993. Alhamdulillah, rekor itu sekarang telah terpecahkan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat, Asep Sukmana, menyampaikan bahwa penunjukan Kota Cirebon sebagai tuan rumah sangat tepat.

“Selain memiliki atlet legendaris seperti Catherine Surya, Kota Cirebon juga memiliki fasilitas kolam renang yang layak dan bertaraf internasional. Kami berharap, semoga lebih banyak rekor baru terpecahkan di sini,” harapnya. (Nisa)

Jumat, 26 Juli 2024

Pj Wali Kota Cirebon Apresiasi CEF ke-9: Momentum Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi UMKM

CIREBON – Kantor Perwakilan (KPw) Cirebon kembali menyelenggarakan acara tahunan bergengsi, ‘Ciayumajakuning Entrepreneur Festival’ (CEF) ke-9, yang digelar di Taman Kota Kuningan. Event ini dimulai dengan acara pembukaan yang bertajuk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan yang Masif, Digital, Inklusif dan Hijau” pada Jumat malam (26/7/2024), dengan suasana yang sangat meriah.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu (25-28/7/2024), menampilkan partisipasi dari total 112 UMKM dari seluruh Ciayumajakuning. Berbagai jenis usaha, mulai dari halal food, kopi, fashion, craft, hingga produk pangan, terlibat dalam kegiatan ini. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan ekonomi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah aglomerasi tersebut, termasuk Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi tinggi terhadap festival ini. Opening ceremony dihadiri Bupati/Wali Kota beserta jajaran pejabat daerah lainnya (Forkopimda) dari Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Menurut Pj Wali Kota, CEF bukan sekadar festival semata, melainkan langkah besar dalam upaya pengembangan potensi ekonomi di daerah, khususnya di wilayah Ciayumajakuning.

“Event seperti ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita semua dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi,” ujarnya.

Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, CEF ke-9 diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan UMKM serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.

Pj Wali Kota menambahkan, dengan melibatkan 112 UMKM dari berbagai sektor, CEF memberikan kesempatan berharga bagi para pelaku usaha untuk berinovasi dan berkembang. “Kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan dan memaksimalkan potensi ekonomi yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Cirebon, Anton Pitono mengatakan, CEF ke-9 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2024 dan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2024. Menurut Anton, festival ini memiliki tujuan strategis yang mendalam dalam mendukung bauran kebijakan ekonomi.

Anton menjelaskan bahwa CEF 2024 dirancang untuk mendukung berbagai kebijakan penting, seperti pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, serta integrasi ekonomi dan keuangan inklusif, termasuk ekonomi syariah.

“CEF 2024 juga berperan dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), serta Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia Aja, sejalan dengan program strategis Pemerintah Daerah,” ungkap Anton.

Festival ini menjadi sinergi positif dalam upaya memperkuat ekonomi daerah serta mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan digital secara inklusif dan ekonomi hijau. 

“CEF ke-9 adalah momen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM, yang merupakan backbone dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang positif dan menjaga stabilitas harga. UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap perekonomian nasional, sehingga perannya sangat krusial,” tambahnya. (din)

Fikar dan Wika 2024, Langkah Nyata Wujudkan Kampung Wisata Arab di Cirebon

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Festival Kampung Arab (Fikar) dan Wisata Kampung Arab (Wika) Muharram 2024, Jumat (26/7/2024). Acara yang bertemakan “Festival Panjunan Akulturatif” ini dilaksanakan di depan Masjid Merah Panjunan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam pembentukan Kampung Wisata Arab Panjunan. “Kegiatan Festival Kampung Arab dan Wisata Kampung Arab ini adalah bagian dari program unggulan tahun 2024 yang bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata budaya di Kota Cirebon,” ujarnya.

Untuk diketahui, Program Fikar dan Wika ini sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Meski sempat tertunda karena adanya perubahan administrasi parsial, acara ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik.

Pj Wali Kota menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh Kampung Arab Panjunan, salah satunya adalah keberadaan gedung-gedung tua yang bersejarah. 

“Rumah-rumah tua di Kampung Arab Panjunan memiliki daya tarik tersendiri. Jika diubah menjadi cafe dengan konsep Arabian, ini akan menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.

Festival ini tidak hanya menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga diharapkan dapat mendorong perkembangan ekonomi lokal melalui pariwisata. “Kami berharap Fikar dan Wika ini dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengumumkan bahwa kegiatan ini menjadi kick off atau penanda awal dari rangkaian pembentukan Kampung Wisata Arab Panjunan. Program ini sudah digagas sejak dua tahun yang lalu dan kini mulai direalisasikan.

“Festival Panjunan ini merupakan titik awal dari upaya kami membentuk Kampung Wisata Arab Panjunan yang telah direncanakan selama dua tahun terakhir,” ujar Agus Sukmanjaya.

Festival ini akan menampilkan berbagai macam acara, mulai dari penampilan seni budaya, bazar UMKM, ngaji sejarah, hingga ziarah ke makam Pangeran Pekarungan. “Kegiatan ziarah ini dimaksudkan untuk mengingatkan kita kepada orang tua dan leluhur kita,” tambah Agus.

Agus Sukmanjaya juga menyebutkan bahwa Festival Panjunan akan berlangsung sepanjang tahun sebagai bagian dari upaya promosi budaya pariwisata dan untuk menginspirasi warga Panjunan agar bisa menggali potensi yang ada di wilayah mereka. 

“Kami ingin warga Panjunan terinspirasi untuk memaksimalkan potensi yang ada di lingkungan mereka,” jelasnya.

Secara paralel, pembangunan infrastruktur di Panjunan juga sedang berjalan. “Secara fisik, infrastrukturnya sedang kami bangun dan diharapkan bisa selesai sebelum akhir tahun ini, karena ini merupakan bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat,” ungkap Agus.

Selama enam bulan ke depan, akan ada berbagai event seperti ini yang diadakan di lokasi yang berpindah-pindah, mengingat di Panjunan terdapat tiga RW. Dengan adanya kegiatan ini, Pemkot Cirebon optimis bahwa Kampung Wisata Arab Panjunan akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Ara)

Penanaman 10 Ribu Mangrove, Cegah Abrasi dan Tingkatkan Potensi Wisata Bahari

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya melakukan pengembangan pariwisata. Saat ini, sektor unggulan pariwisata Cirebon meliputi kuliner, religi, sejarah, dan budaya, sementara sektor bahari belum dimanfaatkan secara optimal.

Pantai Kejawanan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata tambahan di Kota Cirebon karena memiliki kawasan hutan mangrove yang luas.

“Potensi pariwisatanya sangat luar biasa. Hutan mangrove bisa diperluas lagi. Ada rencana pembangunan jalur pejalan kaki di PPN Kejawanan,” kata Penjabat (Pj) Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi saat meninjau kawasan Pantai Kejawanan, Jumat (26/7/2024).

Pj Wali Kota menyatakan bahwa wisata hutan mangrove bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana pantai, tetapi juga spot-spot baru yang menarik.

“Ini bisa menjadi daya tarik baru di kawasan wisata bahari Kejawanan (WBK). Pasir di sekitar mangrove sangat halus seperti di Pantai Jimbaran, Bali. Semoga bisa lebih modern dan instagramable,” ungkapnya.

Namun, Pj Wali Kota menekankan pentingnya perhatian terhadap kebersihan selama pengembangan. Ia meminta masyarakat dan pedagang untuk menjaga kebersihan kawasan.

“Sampah masih banyak terlihat, terutama sampah plastik. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan, karena sampah plastik membutuhkan puluhan tahun untuk terurai,” jelasnya.

Pj Wali Kota juga mengapresiasi upaya Laskar Agung Macan Ali Nuswantara dan para pecinta lingkungan yang telah menanam 10 ribu pohon mangrove, di kawasan Kejawanan dalam rangka memperingati Hari Jadi Cirebon ke-597.

“Pemeliharaan adalah yang paling penting. Kami berharap kolaborasi terus berlanjut untuk merawat mangrove ini. Jika ada yang mati, segera diganti agar bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman ini akan berlangsung selama satu bulan. Menurutnya, penanaman mangrove ini diharapkan dapat mencegah abrasi dan mengurangi dampak rob yang sering terjadi di pesisir Kota Cirebon.

“Hari ini kami menanam 10 ribu mangrove dan akan terus melanjutkan hingga satu bulan ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi pantai di Kota Cirebon sangat kritis akibat abrasi dan rob yang tinggi. Tak hanya itu, tingkat arus dan kadar garam yang tinggi menjadi tantangan utama. Pihaknya berkolaborasi dengan Pemkot Cirebon dan PPN Kejawanan membuat Gerak Setara, yaitu Gerakan Semai Tanam Pelihara.

“Jadi, setelah penanaman itu ada gerakan untuk merawat pohon mangrove, ini yang terus kita gelorakan,” ucapnya. (din)

Kamis, 25 Juli 2024

Dosen BSA FUA UIN Siber Cirebon Hadiri Lokakarya Konvensi Nasional RKKNI Bidang Penerjemah

JAKARTA - Berbagai ahli dan praktisi di bidang penerjemahan dari seluruh Indonesia berkumpul untuk menghadiri Lokakarya Konvensi Nasional Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (RKKNI) Bidang Penerjemahan yang berlangsung di Hotel Wyndham Jakarta. Acara yang digelar selama tiga hari (24-26 Juli 2024) ini bertujuan untuk merumuskan standar profesionalisme dalam bidang penerjemahan secara nasional.

Konvensi ini dihadiri oleh lebih dari 60 peserta yang terdiri dari penerjemah profesional, akademisi, perwakilan industri, badan dan lembaga pemerintahan dan pihak terkait lainnya. 

Salah satu fokus utama konvensi ini adalah penyusunan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) khusus untuk penerjemahan. KKNI ini diharapkan dapat menjadi panduan yang jelas bagi pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan karir bagi para penerjemah di Indonesia. 

Dengan adanya KKNI yang terstruktur, diharapkan akan tercipta konsistensi dalam penilaian kompetensi penerjemah serta peningkatan kualitas layanan penerjemahan secara keseluruhan.

Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa KEMDUKBUDRISTEK, Iwa Lukmana menjelaskan pentingnya KKNI dalam mengatur dan mengembangkan profesi penerjemah di Indonesia. 

“Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) ini akan membantu meningkatkan profesionalisme penerjemah, memperjelas standar yang harus dicapai, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penerjemahan,” ujarnya.

Turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan konvensi nasional ini, H. Rijal Mahdi, Lc., MA selaku Dosen Jurusan Bahsa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati. 

Secara terpisah, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag selaku dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati  mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengakuan eksistensi dan kapasitas dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus memontum untuk mempersiapakan lulusan Jurusan BSA UIN Siber Syekh Nurjati cirebon sesuai dengan profil lulusan sebagai pengalih bahasa atau penerjemah.

Di sela-sela kegitan konvensi, Rijal Mahdi berkesempatan untuk mengkoordinasikan beberapa kegiatan yang mungkin dapat dikolaborasikan antara PUSTANDA KEMDUKBUDRISEK dengan UIN Siber Syekh Nurjati antara lainnya adalah dengan berkonsultasi dengan Penanggung Jawab Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penurur Asing atau BIPA KEMDIKBUDRISTEK untuk mengadakan pelatihan BIPA untuk akademisi UIN Siber Syekh Nurjati. 

"Besar harapan kegiatan ini dapat diselanggarakan dalam waktu dekat di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon," ujarnya. (din)

UIN Siber Cirebon Gelar Entry Meeting Evaluasi Program Cyber University dengan Inspektorat Jenderal Kemenag RI

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Entry Meeting Evaluasi Program Cyber University bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara ini berlangsung pada Kamis, 25 Juli 2024, di ruang Rapat Senat lantai 2 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh seluruh pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, Direktur Pascasarjana, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan PJJ PAI, Ketua dan Sekretaris LPM, Ketua dan Sekretaris SPI, Kepala Perpustakaan, Kepala PTIPD, Kepala PIPD, Kabag Umum dan Layanan Akademik, para Kabag TU Fakultas, Kasubbag Layanan Akademik, Kasubbag TUPRT, Kasubbag Pascasarjana, dan JF Pranata Humas.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya menjelaskan bahwa langkah besar ini merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 860 tahun 2022, yang menetapkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam berbasis siber.

“IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pilot Project PTKI berbasis siber akan menjalankan tiga hal pokok, yakni melaksanakan program pendidikan berbasis siber sebagai advokasi Gerakan Open Islamic Education Resources (OIER), menyelenggarakan proses belajar mengajar berbasis Digital Multimedia University (DMU) untuk mengembangkan perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai pusat penciptaan dan transmisi pengetahuan, serta menyelenggarakan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi atau universitas siber yang terhubung secara digital dan virtual,” ujar Prof. Aan.

Visi ini menjadi langkah signifikan dalam mendorong transformasi pendidikan keagamaan Islam di Indonesia menuju era digital. Dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dan sumber daya digital, IAIN Syekh Nurjati Cirebon berupaya menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi dan kemajuan dalam dunia pendidikan tinggi keagamaan.

Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Inspektorat Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, yang juga menjadi penanggung jawab dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa kehadiran tim Inspektorat Jenderal yang terdiri dari Mahmudah Pengendali Teknis, Ifrokhatul Khusnah Ketua Tim, Mudrik Zamzami, Ketua Sub Tim, Jamilludin Ali Anggota Sub Tim, Eliyana Rahmach Ketua Sub Tim, dan Fajar Harmanto anggota Sub Tim. 

Tujuan utamanya adalah untuk melakukan monitoring program siber dengan modal awal PJJ PAI. Ia menekankan bahwa Inspektorat saat ini tidak hanya berperan sebagai auditor tetapi juga sebagai kawan dan tim yang bersama-sama membangun Kementerian Agama.

"Perubahan paradigma Inspektorat Jenderal ada empat poin: 1) Pendampingan, 2) Monitoring dan evaluasi program, 3) Melakukan audit, dan 4) Investigator terhadap Dumas. Kami juga melakukan upgrading semua elemen UIN SSC dan memastikan kesiapan serta kelengkapan sarana dan prasarana terkait program siber," ujar Ruchman Basori.

Mahmudah, Pengendali Teknis Inspektorat Jenderal, dalam paparannya menjelaskan urgensi dilakukannya evaluasi Program Cyber University pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon adalah untuk mengakselerasi terciptanya Universitas Siber Terdepan di Indonesia dan dunia.

Evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengembangan kelembagaan, kesiapan Lembaga Penjaminan Mutu, dukungan anggaran, sarana dan prasarana, serta memastikan outcome yang mencakup dua hal utama: memberikan potret lapangan apakah pencapaian UIN Siber sudah dapat dijadikan legacy sesuai dengan target program prioritas Menteri Agama, dan mengevaluasi capaian UIN Siber menjadi salah satu kampus unggulan tingkat nasional serta menduduki peringkat 10 besar perguruan tinggi terkemuka tingkat Asia.

Evaluasi ini diharapkan dapat memperkuat langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan inovasi dan kemajuan di bidang pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis teknologi digital, sehingga mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. (din)

Selasa, 23 Juli 2024

Beranda Profil Pemerintahan Layanan Digital Archives PPID EVENT DOKUMEN PENGUMUMAN GALERI FOTO BERITA POTENSI DAERAH AGENDA JDIH Home Wisata & Budaya Disbudpar Kabupaten Cirebon Promosikan Seni Budaya Melalui Festival Talun Ngangeni Disbudpar Kabupaten Cirebon Promosikan Seni Budaya Melalui Festival Talun Ngangeni

KABUPATEN CIREBON — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Festival Talun Ngangeni 2024. Festival yang bertujuan untuk mempromosikan seni dan budaya Kabupaten Cirebon, khususnya di wilayah Kecamatan Talun.

Festival Talun Ngangeni digelar pada Sabtu (20/7/2024) dan Minggu (21/7/2024) di kawasan wisata kuliner Rindoe Talun. Berbagai kegiatan meramaikan Talun Ngangeni, seperti kirab seni dan buaya yang diramaikan 11 desa, pertunjukan seni dan budaya, perlombaan tari dan karaoke, hingga bazar produk ekonomi kreatif (ekraf) Kabupaten Cirebon.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Drs Abraham Mohammad MSi mengatakan, Festival Talun Ngangeni juga merupakan bagian dalam memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah.

Abraham menyebut, Kabupaten Cirebon memiliki ragam kekayaan kebudayaan dan ekraf. Sehingga, lanjut dia, pihaknya terus berinovasi untuk mengembangkan potensi dan kekayaan Kabupaten Cirebon, baik dalam sektor budaya, pariwisata, maupun ekraf.

“Kegiatan ini menggabungkan unsur kebudayaan, keagamaan, entertainment, dan exhibition. Kegiatan Festival Talun Ngangeni sudah menjadi agenda tahunan, yang pada tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-4 sejak tahun 2020,” ucap Abraham.

“Kegiatan ini semoga dapat memberikan akses pasar seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Cirebon tentang kebudayaan Cirebon, dan mendapat peran dalam geliat ekonomi yang begitu dinamis saat ini,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, Kecamatan Talun merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Cirebon. Enam desa wisata pun telah ditetapkan di Kecamatan Talun.

“Festival Talun Ngangeni merupakan sebuah festival budaya yang diselenggarakan bersamaan dengan mempromosikan potensi produk ekonomi kreatif, dan dikolaborasikan dengan pertunjukan seni sebagai bentuk sadar wisata melalui identitas,” tambahnya.

Ia mengapresiasi semua pihak yang turut menyukseskan Festival Talun Ngangeni. Abraham juga berharap, Festival Talun Ngangeni menjadi penggerak kegiatan serupa di kemudian hari.

Senada disampaikan Kepada Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kabupaten Cirebon, Achmad Bayu Suryadilaga SPar, Festival Talun Ngangeni bertujuan untuk mempromosikan seni dan budaya Kabupaten Cirebon. (Ara)


“Kegiatan ini merupakan suatu festival budaya untuk mengangkat dan mempromosikan potensi budaya, serta seni khas daerah,” kata Bayu.