Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Januari 2025

Musbangkel Pulasaren, DPRD Kota Cirebon Serap Aspirasi Perbaikan Infrastruktur

 

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menghadiri Musyawarah Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) Pulasaren Kecamatan Pekalipan, Kamis (23/1/2025).

Musbangkel merupakan salah satu tahapan dalam merumuskan perencanaan pembangunan untuk satu tahun ke depan.

Khusus di Kelurahan Pulasaren, Andrie menyoroti pembangunan fisik yang belum maksimal, sehingga permasalahan banjir yang masih saja melanda setiap tahunnya. Hal ini dinilai merugikan masyarakat, baik secara material maupun sosial.

“Bahwa pembangunan terutama pembangunan pembangunan fisik di Pulasaren masih kurang baik. Kita bisa lihat dari beberapa hari kemarin, di Kelurahan Pulasaren ada banjir,” kata Andrie.

Ia menduga, penyebab banjir bisa dikaitkan dengan curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir. Ditambah, infrastruktur drainase di Kota Cirebon masih belum maksimal.

Sehingga, hal ini perlu mendapat perhatian seluruh pihak, baik dari legislatif, eksekutif hingga masyarakat. Di antaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semua stakeholder saling terkait dalam kerja sama dan kesadaran menangani persoalan banjir tahunan ini agar terselesaikan dengan baik,” lanjutnya.

Di tempat sama, Camat Pekalipan Gandi SSTP MSi mengapresiasi atas komitmen DPRD Kota Cirebon, khususnya Ketua DPRD Kota Cirebon yang telah menjalankan fungsi pengawasan secara langsung melalui Musbangkel.

Gandi berharap, hasil musbangkel untuk perencanaan tahun 2026 ini mampu menutup kekurangan anggaran yang ada, sehingga pembangunan daerah dapat dioptimalkan.

“Kami juga sangat berterima kasih atas kehadiran Ketua, dan komitmen dalam menyelesaikan masalah di Kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan khususnya,” tuturnya.

Hadir di acara Lurah Pulasaren Apik Setiati SKM, elemen masyarakat, serta tamu undangan. (Nur)

Lampaui Target Retribusi 100 Persen, Komisi II DPRD Kota Cirebon Apresiasi Kinerja DKPPP

CIREBON - Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menghadiri Musyawarah Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) Pulasaren Kecamatan Pekalipan, Kamis (23/1/2025).

Musbangkel merupakan salah satu tahapan dalam merumuskan perencanaan pembangunan untuk satu tahun ke depan.

Khusus di Kelurahan Pulasaren, Andrie menyoroti pembangunan fisik yang belum maksimal, sehingga permasalahan banjir yang masih saja melanda setiap tahunnya. Hal ini dinilai merugikan masyarakat, baik secara material maupun sosial.

“Bahwa pembangunan terutama pembangunan pembangunan fisik di Pulasaren masih kurang baik. Kita bisa lihat dari beberapa hari kemarin, di Kelurahan Pulasaren ada banjir,” kata Andrie.

Ia menduga, penyebab banjir bisa dikaitkan dengan curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir. Ditambah, infrastruktur drainase di Kota Cirebon masih belum maksimal.

Sehingga, hal ini perlu mendapat perhatian seluruh pihak, baik dari legislatif, eksekutif hingga masyarakat. Di antaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semua stakeholder saling terkait dalam kerja sama dan kesadaran menangani persoalan banjir tahunan ini agar terselesaikan dengan baik,” lanjutnya.

Di tempat sama, Camat Pekalipan Gandi SSTP MSi mengapresiasi atas komitmen DPRD Kota Cirebon, khususnya Ketua DPRD Kota Cirebon yang telah menjalankan fungsi pengawasan secara langsung melalui Musbangkel.

Gandi berharap, hasil musbangkel untuk perencanaan tahun 2026 ini mampu menutup kekurangan anggaran yang ada, sehingga pembangunan daerah dapat dioptimalkan.

“Kami juga sangat berterima kasih atas kehadiran Ketua, dan komitmen dalam menyelesaikan masalah di Kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan khususnya,” tuturnya.

Hadir di acara Lurah Pulasaren Apik Setiati SKM, elemen masyarakat, serta tamu undangan. (Ara)

UIN Siber Cirebon Gelar Sosialisasi Beasiswa Kementerian Agama RI : Komitmen Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan

CIREBON – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan Sosialisasi Beasiswa Kementerian Agama RI tahun 2025 pada Kamis (23/1). 

Acara ini berlangsung di Gedung Siber, lantai 8, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta kepala lembaga di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Acara sosialisasi ini menghadirkan Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI, sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengucapkan selamat datang kepada Dr. Ruchman dan mengapresiasi dukungan Kementerian Agama terhadap upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui berbagai program beasiswa.

Prof. Aan juga menyampaikan capaian membanggakan UIN Siber Syekh Nurjati sepanjang tahun 2024. "Alhamdulillah, tahun lalu adalah tahun penuh berkah bagi kita. Sebanyak 57 tenaga honorer telah diangkat menjadi P3K, 57 dosen telah tersertifikasi, dan enam Program Jarak Jauh (PJJ) reguler telah diluncurkan. Selain itu, hasil riset kita banyak yang sudah terindeks Scopus," ujarnya.

Rektor juga menyinggung keberhasilan 27 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang telah memperoleh akreditasi unggul, dengan harapan besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi yang ke-28. Acara sosialisasi secara resmi dibuka oleh Prof. Aan, menandai komitmen UIN Siber dalam mendukung pengelolaan beasiswa yang lebih baik.

Dalam sosialisasi ini, Dr. Ruchman Basori memaparkan peran dan fungsi PUSPENMA sebagai lembaga pengelola pembiayaan pendidikan di bawah Kementerian Agama. Ia menjelaskan bahwa PUSPENMA bertugas memaksimalkan pengelolaan dana pendidikan yang sebelumnya dikelola secara terpisah oleh berbagai satuan kerja.

"Pembiayaan yang kami kelola meliputi Program Indonesia Pintar (PIP) untuk MI, MTs, dan MA, KIP Kuliah, Program Indonesia Bangkit, Dana Abadi Pesantren, Bantuan Riset, hingga Bantuan Non-Gelar," jelas Ruchman.

Ia juga menyoroti dasar hukum pembentukan PUSPENMA, yang diatur dalam PMA Nomor 25 Tahun 2024 dan telah diperbarui menjadi PMA Nomor 33 Tahun 2024. Ruchman menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan dana abadi pendidikan, kebudayaan, dan riset yang hingga saat ini belum dikelola secara maksimal.

Ketua Jurusan PGMI, Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd., yang memandu acara, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang berbagai peluang beasiswa yang ditawarkan Kementerian Agama RI.

Acara ini menjadi momentum penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat upayanya meningkatkan akses pendidikan dan mendukung pengembangan riset. Dengan semangat kolaborasi antara universitas dan Kementerian Agama, diharapkan program beasiswa ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi unggul di masa depan.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus meneguhkan perannya sebagai Cyber Islamic University yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. (din)

Wisata Dewi Bahari Diresmikan, Peluang Baru Bagi Ekonomi Masyarakat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan Wisata Dewi Bahari dan Mangrove Kasih Sayang di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kamis (23/1/2025).

Destinasi wisata ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, yang hadir mewakili Pj Bupati Cirebon, menegaskan bahwa keberadaan wisata ini merupakan langkah penting dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran strategis dalam mengelola sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengapresiasi hadirnya Wisata Dewi Bahari ini. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, destinasi ini juga dapat menjadi sumber pendapatan desa,” ujar Sudiharjo.

“Namun, pelestarian lingkungan tetap menjadi hal utama yang harus dijaga bersama,” lanjutnya.

Camat Mundu, Novi Komalasari, menyampaikan bahwa Desa Mundu Pesisir memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata bahari.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk memastikan pengelolaan yang maksimal.

“Tahun ini kami berencana mengembangkan berbagai fasilitas, termasuk pembangunan jembatan menuju hutan mangrove,” kata Novi.

“Dengan sinergi yang baik, wisata ini dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Mundu Pesisir, Khaerun, menjelaskan bahwa pihak desa telah berupaya memperbaiki akses menuju Mangrove Kasih Sayang, salah satu daya tarik utama di kawasan tersebut.

Jalur sepanjang 500 meter dari Taman Muara ke kawasan mangrove telah dibangun sebagian, dan diharapkan segera tersambung sepenuhnya.

“Kami ingin wisata ini berkembang dan terus menarik pengunjung. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis Wisata Dewi Bahari dapat menjadi destinasi andalan Kabupaten Cirebon,” ungkap Khaerun.

Selain fokus pada pengembangan wisata, pemerintah desa juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui program pengelolaan sampah TPS 3R yang bekerja sama dengan instansi swasta, kawasan wisata ini diupayakan agar tetap bersih dan ramah lingkungan.

“Wisata Dewi Bahari dan Mangrove Kasih Sayang menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Mundu Pesisir, serta mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah,” tukasnya. (din)

Selasa, 21 Januari 2025

Estriana Arifah Mahfud Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

 

Estriana Arifah Mahfud


CIREBON, FC - Nama Estriana Arifah Mahfud kembali mencuat di tingkat internasional. Sebagai lulusan baru dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, ia berhasil meraih predikat Favorite Delegate sekaligus memimpin tim Higher Education meraih penghargaan Best Team dalam ajang Internasional Youth Exchange Conference (IYEC) yang digelar di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada 14-19 Januari 2025.

Dipercaya sebagai pemimpin favorit, Estriana bersama timnya yang terdiri dari Rusmita Sari (Medan), Femi C.E. Pakpahan (Tarutung), Kareena Ayudya Maheswari (Jakarta), Gisthia Shifwa Fatiya (Sumedang), dan Nasywa Az-Zayan Hanani (Purwakarta), sukses menciptakan inovasi melalui program Strategi KP4 (Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Peduli Pendidikan). Program ini berfokus pada pengembangan pendidikan di wilayah Raja Ampat dan daerah 3T lainnya. Ke depan, program tersebut akan didokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah sebagai langkah keberlanjutan.

Selain sukses di IYEC, Estriana juga aktif mengharumkan nama Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat. Ia dikenal sebagai Rara Kota Cirebon dan Duta Pendidikan Intelegensia Jawa Barat. “Meskipun sudah lulus, saya ingin menunjukkan bahwa kontribusi dan prestasi dapat terus dilakukan melalui berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ungkap Estriana.

Estriana juga menyampaikan rasa terima kasih kepada NGO Indonesia Youth Action yang telah memberikan dua kesempatan berharga: sebagai delegasi fully funded action youth di Bromo dan penghargaan di IYEC#9. Ia juga mengapresiasi kerja sama solid timnya dalam mencapai prestasi tersebut.

Keberhasilan Estriana di kancah internasional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama bangsa ke level dunia. (Ara)

Pencetakan SPPT PBB-P2 Dimulai, Pj Sekda Ajak Warga Taati Pajak

 Pemerintah Kota Cirebon

CIREBON, FC – Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kembali menjadi fokus utama dalam pendapatan daerah Kota Cirebon. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi menghadiri acara coffee morning sekaligus meresmikan pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 yang berlangsung di Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Senin (20/1/2025).

PBB-P2 merupakan salah satu instrumen vital yang mendukung pendapatan daerah, yang hasilnya akan digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan Kota Cirebon. 

Dengan pembayaran PBB yang lancar dan tepat waktu, pembangunan Kota Cirebon dipastikan dapat terus berkembang dan meluas, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencapai target PBB. 

Ia menjelaskan, pajak daerah, khususnya PBB, menjadi sumber utama pendapatan yang digunakan untuk pembangunan Kota Cirebon.

“Oleh karena itu, pencetakan massal SPPT PBB-P2 ini merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa target PBB dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.

Pj Sekda juga mengingatkan kepada Camat, Lurah, dan Ketua RW untuk segera membagikan SPPT PBB-P2 kepada seluruh wajib pajak. Ia mengajak masyarakat untuk membayar PBB tanpa menunggu jatuh tempo.

“Saat ini, ada berbagai kemudahan dalam membayar PBB, seperti layanan online dan pembayaran di minimarket. Mari manfaatkan kemudahan ini untuk membayar pajak tepat waktu,” tambahnya.

Pj Sekda berharap agar target PBB untuk tahun 2025 yakni sekitar Rp70 miliar, dapat tercapai dengan baik. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama demi pencapaian target tersebut.

“Pajak sangat penting untuk kelangsungan pembangunan Kota Cirebon. Kami mengajak semua pihak untuk mempercepat proses pembayaran sesuai dengan tagihan yang tertera di SPPT,” ungkapnya.

Pj Sekda memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah taat membayar pajak. “Kami berharap, warga yang masih menunggak pajak, untuk segera melunasi kewajibannya, agar pembangunan kota kita bisa terus berjalan dengan lancar,” katanya.

Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, H Mastara SP MSi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencetak dan mendistribusikan sebanyak 86.081 SPPT PBB-P2 untuk Tahun Pajak 2025. Mastara optimis bahwa target capaian PBB tahun ini, yang sebesar Rp70.421.248.093, akan tercapai dengan baik.

“Pembayaran PBB sangat penting bagi keberlangsungan pembangunan di Kota Cirebon. Dengan membayar PBB, masyarakat secara langsung berkontribusi dalam pembangunan kota. Oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk segera membayar PBB mereka, agar pembangunan Kota Cirebon semakin meluas dan semakin baik,” ujar Mastara. (Hafid)

Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare, Pemkab Cirebon Dorong Swasembada Pangan

KABUPATEN CIREBON — Dalam upaya mendukung program Swasembada Pangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Kabupaten Cirebon mengambil langkah besar dengan menggelar penanaman jagung serentak pada satu juta hektare lahan di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, bersama unsur Forkopimda, dan Yayasan Persiapan Generasi Baru (YPGB) ini berlangsung di Dusun Kroya Desa Tanjunganom, Kecamatan Pasaleman, Selasa (21/1/2025).

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, dalam keterangannya menyatakan, bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

“Hari ini kita melaksanakan penanaman jagung di Kabupaten Cirebon sebagai kontribusi untuk mendukung program nasional. Sebelumnya, kami telah mengadakan pertemuan dengan seluruh camat untuk mempersiapkan langkah-langkah teknis,” ujar Wahyu.

Pemkab Cirebon menargetkan pemanfaatan lahan-lahan tidur yang belum optimal. Selain itu, kebutuhan benih jagung diperkirakan mencapai 6,3 ton untuk 412 desa di Kabupaten Cirebon.

Wahyu menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan benih kepada Kementerian Pertanian.

“Kami juga berencana memanfaatkan benih berkualitas, seperti Bayangkara untuk meningkatkan produktivitas,” ungkap Wahyu.

“Jika rata-rata hasil pipil saat ini 5,7 ton per hektare, maka penggunaan benih unggul bisa mendongkrak hasil hingga 12 ton per hektare,” imbuhnya.

Dengan asumsi hasil 5,7 ton per hektare, penanaman jagung di Kabupaten Cirebon diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.300 ton jagung pipil dalam satu musim.

Angka ini akan terus meningkat seiring perluasan lahan dan penggunaan benih unggul.

“Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan pada kebutuhan pangan nasional,” tukasnya.

Tidak hanya fokus pada penanaman, Pemkab Cirebon juga telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan hasil panen terserap dengan baik.

“Bulog siap menampung hasil panen petani, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga kebutuhan Jawa Barat dan nasional,” ucapnya menambahkan.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai pihak.

“Kami bersama Forkopimda, Dinas Pertanian, kelompok tani, dan elemen masyarakat telah menyiapkan 302,5 hektare untuk penanaman jagung, termasuk jagung pipil seluas 105 hektare,” ungkapnya.

Polresta Cirebon juga memanfaatkan lahan YPGB seluas 5 hektare sebagai lokasi percontohan.

“Dari total lahan YPGB, 1,2 hektare sudah ditanami. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan lahan tidur lainnya untuk meningkatkan ketahanan pangan,” imbuhnya. (din)

Estriana Ungkapkan Perasaan Terima Kasihnya Kepada Pihak Kampus UIN Cirebon dan Pihak NGO Indonesia Youth Action

CIREBON, FC – Nama Estriana Arifah Mahfud kembali mencuat di kancah internasional. Lulusan baru UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini berhasil meraih predikat Favorite Delegate dan memimpin tim Higher Education memenangkan penghargaan Best Team dalam International Youth Exchange Conference (IYEC) #9, yang berlangsung di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada 14-19 Januari 2025.

Sebagai pemimpin yang inspiratif, Estriana memimpin tim yang terdiri dari Rusmita Sari (Medan), Femi C.E. Pakpahan (Tarutung), Kareena Ayudya Maheswari (Jakarta), Gisthia Shifwa Fatiya (Sumedang), dan Nasywa Az-Zayan Hanani (Purwakarta). 

Bersama-sama, mereka menciptakan inovasi melalui program Strategi KP4 (Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Peduli Pendidikan) yang berfokus pada pengembangan pendidikan di wilayah Raja Ampat dan daerah 3T lainnya. Program ini juga direncanakan untuk didokumentasikan dalam sebuah karya ilmiah.

Selain keberhasilannya di IYEC, Estriana tetap aktif membawa nama baik Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat sebagai Rara Kota Cirebon dan Duta Pendidikan Inteligensia Provinsi Jawa Barat.

“Meskipun sudah lulus, saya ingin menunjukkan bahwa kontribusi dan prestasi bisa terus dilakukan melalui berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ujar Estriana.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada NGO Indonesia Youth Action, yang telah memberinya dua kesempatan berharga : pertama, sebagai delegasi fully funded Action Youth di Bromo, dan kedua, sebagai penerima penghargaan di IYEC#9. 

Estriana juga menyampaikan apresiasinya kepada timnya atas kerja sama yang solid dalam meraih prestasi ini.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. (din)

Pemkab Cirebon Terus Upayakan Penanganan Dampak Banjir

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mengintensifkan upaya penanganan pascabanjir yang menggenangi enam kecamatan dan 15 desa, yang berdampak terhadap 2.921 rumah, lima fasilitas pendidikan, sembilan tempat ibadah, empat jembatan, serta 357 hektare lahan persawahan.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa banjir tersebut berdampak pada 3.125 kepala keluarga (KK) dengan total 10.820 jiwa. Sebanyak 136 warga sempat mengungsi, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing.

“Kami bersama TNI, Polri, DPRD, serta instansi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus menangani dampak bencana banjir ini,” kata Wahyu usai rapat pimpinan (rapim) di Ruang Nyi Mas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Senin (20/1/2025).

“Penanganan meliputi distribusi makanan, layanan kesehatan, hingga pembersihan area terdampak yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan BPBD,” ungkapnya.

Perbaikan mendesak, seperti pegangan jembatan yang sempat rusak akibat banjir, sudah diselesaikan, sehingga akses masyarakat kembali normal.

Meski demikian, ia menyampaikan untuk dampak besar lainnya, Pemkab Cirebon masih perlu melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Forkopimda serta pihak pemerintah pusat dan provinsi.

“Kami akan melanjutkan rapat teknis untuk membahas perbaikan item-item penting, seperti Bendung Canggung, Jembatan Sumber, dan tembok penahan tanah (TPT) yang jebol. Anggaran untuk penanganan ini juga akan dibahas dalam rapat tersebut,” ujar Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, bahwa pihaknya masih menganalisis kemungkinan untuk menetapkan status tanggap darurat. Keputusan tersebut akan berdasarkan fakta-fakta di lapangan dan pembahasan lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait.

Saat ini, upaya penanganan dilakukan menggunakan anggaran yang tersedia, termasuk bantuan dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial.

Ia juga menambahkan, bahwa kebutuhan anggaran untuk pemulihan serta langkah antisipasi ke depan akan dihitung secara teknis.

Untuk rumah yang rusak, pemerintah akan memanfaatkan program rumah tidak layak huni (Rutilahu), agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan bantuan perbaikan. (Nisa)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon Tanggap Persoalan Lingkungan dan Sosial Kemasyarakatan

Kepala Dinas LH Kota Cirebon, bersama staf dan pegawai di lingkungan kantor DLH.


CIREBON, FC  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon menunjukkan komitmen nyata dalam menangani persoalan lingkungan sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap isu sosial yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. 

Peran aktif ini tercermin dari berbagai langkah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, termasuk mendukung masyarakat dan komunitas yang peduli terhadap lingkungan.

Kepala DLH Kota Cirebon tidak hanya fokus pada kebijakan internal, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi lingkungan dan mencari solusi atas masalah yang ada. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah pemberian bantuan dana kepada masyarakat dan komunitas yang aktif bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dorongan lebih besar bagi masyarakat untuk terus terlibat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, Kepala DLH juga menekankan pentingnya peran bersama dari seluruh elemen masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, yang dapat mengakibatkan berbagai dampak lingkungan seperti banjir dan pencemaran. Menurutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari tindakan kecil namun konsisten.

"Kami sangat berharap kepada semua pihak untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Jangan lagi membuang sampah ke sungai, mari kita jaga bersama demi keselamatan dan keberlangsungan hidup kita semua," ujar Kepala DLH Kota Cirebon.


Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan, Kota Cirebon diharapkan dapat menjadi wilayah yang lebih hijau dan bebas dari permasalahan lingkungan yang dapat merugikan generasi mendatang. "Lingkungan adalah aset bersama, dan hanya dengan kebersamaan kita bisa melestarikannya," tutupnya. (din)

Senin, 20 Januari 2025

Estriana Arifah Mahfud, Pemimpin Inspiratif di Ajang IYEC#9 2025

 

CIREBON, FC – Nama Estriana Arifah Mahfud kembali mencuat di kancah internasional. Sebagai lulusan baru dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Estriana berhasil menjadi favorite delegate dan memimpin tim higher education meraih penghargaan Best Team dalam Internasional Youth Exchange Conference (IYEC) yang berlangsung di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada 14-19 Januari 2025.

Dipercaya sebagai leader favorit, Estriana bersama timnya, yang terdiri dari Rusmita Sari (Medan), Femi C.E. Pakpahan (Tarutung), Kareena Ayudya Maheswari (Jakarta), Gisthia Shifwa Fatiya (Sumedang), dan Nasywa Az-Zayan Hanani (Purwakarta), berhasil menciptakan inovasi melalui program Strategi KP4 (Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Peduli Pendidikan). Program ini berfokus pada pengembangan pendidikan di wilayah Raja Ampat dan daerah 3T lainnya, yang juga direncanakan untuk didokumentasikan dalam karya ilmiah.

Selain kesuksesan di IYEC, Estriana tetap aktif membawa nama baik Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat sebagai Rara Kota Cirebon dan Duta Pendidikan Intelegensia Provinsi Jawa Barat. “Meskipun sudah lulus, saya ingin menunjukkan bahwa kontribusi dan prestasi bisa terus dilakukan melalui berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ujar Estriana.

Estriana juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada NGO Indonesia Youth Action yang sudah memberikan 2 kali kesempatan berharga yaitu yang pertama sebagai delegasi fully funded action youth di Bromo dan juga penghargaan di IYEC#9 3 Negara ini, tidak lupa tentunya terimakasih dan rasa bangga kepada timnya atas kerja sama yang solid. (Nisa)


 Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Hari Dharma Samudera, Perkuat Kesadaran Sejarah dan Kesejahteraan Masyarakat

CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon, dalam kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) menggelar rangkaian acara memperingati Hari Dharma Samudera, Senin (20/1/2025). 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S Aldedharma SE MM MSc beserta jajaran TNI AL.

Hari Dharma Samudera merupakan peringatan atas peristiwa bersejarah yang terjadi pada 15 Januari 1962, ketika Komodor Yos Sudarso dan prajurit TNI AL lainnya berjuang di Laut Aru. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan jiwa dan raga mereka demi mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara.

Rangkaian acara dimulai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan personel TNI AL. Salah satunya adalah penyematan Brevet Selam kepada anggota TNI AL sebagai simbol pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga perairan Indonesia. Selain itu, dilaksanakan pula pelepasan Joy Sailing dan Tim Penyelam RI Gajah Mada, yang menunjukkan semangat kebersamaan antara TNI AL dan masyarakat.

Peringatan ini juga diwarnai dengan pemberian tali asih kepada ahli waris pertempuran laut Cirebon, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan tanah air. 

TNI AL tidak hanya fokus pada kegiatan militer, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembagian sembako, baksos kesehatan berupa pemeriksaan umum, gigi, dan khitan, serta penyediaan makan bergizi gratis.

Wakasal Laksdya TNI Erwin S Aldedharma dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pemahaman sejarah, terutama mengenai peran laut dalam memperkuat persatuan bangsa.

“Sejak proklamasi kemerdekaan, para pendiri bangsa sudah menyadari bahwa laut adalah pemersatu wilayah kepulauan Indonesia. Laut adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakasal menyampaikan bahwa Cirebon memiliki peran strategis dalam sejarah kejayaan laut Indonesia. Pada masa perjuangan, ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) Cirebon memainkan peran kunci dalam membangun skader kapal-kapal ringan yang turut menjaga kedaulatan Indonesia di perairan.

Tidak hanya itu, Cirebon juga mencatat sejarah dengan menjadi tempat awal penomoran dan penamaan kapal perang, termasuk KRI Gajah Mada, yang menjadi simbol kebanggaan TNI AL.

Sementara itu, Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas peran TNI AL di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakasal beserta seluruh jajaran TNI AL yang hadir dalam kegiatan ini. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Cirebon,” ujarnya.

Program bedah rumah juga dilaksanakan dalam rangkaian Hari Dharma Samudera untuk membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesejahteraan rakyat adalah fondasi utama dari kekuatan sebuah bangsa. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI AL atas segala bantuan dan kepeduliannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cirebon,” lanjut Pj Wali Kota.

Peringatan Hari Dharma Samudera ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta memupuk rasa kebangsaan. Sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan stabilitas di wilayah perairan untuk menjaga jalur perdagangan dan perekonomian nasional. Oleh karena itu, peran TNI AL dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas maritim di Indonesia sangat vital.

Pj Wali Kota menyampaikan bahwa Hari Dharma Samudera mengingatkan pertempuran di Teluk Cirebon adalah sebuah peristiwa heroik yang sangat penting dalam sejarah, dan berharap bisa memberikan legacy yang berharga dari peristiwa tersebut. Hal ini bertujuan agar generasi penerus bisa mengenal dan menghargai perjuangan para pahlawan.

Menurutnya, bukan hanya Hari Dharma Samudera yang menjadi momen untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan, tetapi juga pertempuran heroik yang dipimpin oleh Kapten Samadikun sebelum itu.

“Peristiwa-peristiwa tersebut seharusnya menjadi rujukan yang dapat terus disampaikan kepada generasi kita, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan untuk menanamkan semangat nasionalisme,” tutupnya. (Olan)

Minggu, 19 Januari 2025

Pj Wali Kota Pimpin Rapat Penanganan Bencana Alam, Tingkatkan Koordinasi dan Kesiapsiagaan

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c ) Drs H Agus Mulyadi MSi, memimpin rapat penanganan bencana alam di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon pada Sabtu malam (18/1/2025). Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Kota Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota memberikan apresiasi kepada perangkat daerah terkait yang telah bergerak cepat dalam merespons ancaman bencana.

“Saya mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah menunjukkan kecepatan dalam bergerak. Ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan perlunya peningkatan koordinasi antar instansi terkait dalam penanggulangan bencana, agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Pj Wali Kota menambahkan, saat ini Kota Cirebon telah memiliki tim reaksi cepat yang siap dikerahkan apabila terjadi bencana. Selain itu, ia menyebutkan bahwa ada empat tahap dalam penanganan bencana yang harus diperhatikan, yaitu mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Kita harus siap dalam setiap tahapannya. Tim reaksi cepat sudah ada, dan kita terus tingkatkan kemampuannya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pj Wali Kota juga menyampaikan bahwa ke depan akan dibuka posko penanganan bencana di beberapa titik strategis.

“Potensi bencana bisa terjadi hingga bulan Juni, sehingga kami akan memastikan posko-posko tetap berfungsi dengan baik. Fungsi komunikasi juga sangat penting, harus ada satu komando dalam setiap aksi,” tambahnya.

Dalam hal ini, Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga sarana dan prasarana yang ada, serta ketersediaan personil yang siap sedia. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menghadapi bencana. Pj Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah.

“Meskipun kita berharap tidak ada bencana, tetapi kita harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah preventif, namun peran masyarakat juga sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi, turut memberikan informasi terkait layanan darurat bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Cirebon Siaga 112, yang merupakan saluran komunikasi darurat yang dapat diakses tanpa biaya pulsa.

Layanan ini terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat.

“Layanan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap laporan darurat dapat segera ditindaklanjuti oleh tim terkait,” ujar Pj Sekda.

Lebih lanjut, Pj Sekda menjelaskan bahwa kecepatan dalam penanganan bencana sangat bergantung pada kemampuan komunikasi dan koordinasi antar instansi yang terlibat.

“Melalui sistem komunikasi yang terintegrasi ini, kita bisa memantau situasi dengan lebih baik dan memberikan respons yang cepat kepada masyarakat,” imbuhnya. (din)

Sabtu, 18 Januari 2025

Pemkab Cirebon Gerak Cepat Atasi Banjir Semalam

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan langkah konkret untuk menangani dampak banjir yang melanda di lima kecamatan dan delapan desa.

Salah satunya dengan melakukan penanganan infrastruktur serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, yang terdampak banjir bandang pada Jumat (17/1/2025) malam.

“Banjir ini berdampak pada lima kecamatan, yaitu Beber, Sumber, Weru, Tengah Tani, dan Talun, meliputi delapan desa dengan 2.430 jiwa terdampak dan 666 rumah yang terendam,” kata Wahyu, Sabtu (18/1/2025).

Ia menjelaskan, bahwa air di sejumlah titik sudah mulai surut, seperti di Desa Dawuan. Namun, ada satu perumahan yang masih tergenang, sehingga dilakukan upaya penyedotan air.

“Insya Allah, setelah debit air sungai menurun, kami akan menuntaskan penanganan di area tersebut,” ujarnya.

Pemkab Cirebon juga telah mendistribusikan bantuan berupa makanan, air bersih, serta alat kebersihan kepada warga terdampak.

Selain itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikerahkan untuk membersihkan area banjir.

“Pembersihan di beberapa titik sudah melibatkan Damkar, sementara DLH menangani pengangkutan sampah. Alat kebersihan juga kami bagikan kepada masyarakat untuk membantu proses ini,” jelas Wahyu.

Di Ponpes Al-Khairiyah, banjir menyebabkan kerusakan pada pagar, kaca, dan tanggul penahan tanah (TPT) di tepi sungai.

Wahyu mengungkapkan, kerusakan TPT menjadi perhatian utama, karena berisiko bagi rumah di sekitarnya jika banjir kembali terjadi.

Selain itu, tercatat satu korban luka akibat terkena benda tajam saat membantu evakuasi. “Korban sudah mendapatkan perawatan dan kondisinya berangsur membaik,” tambahnya.

Pemkab Cirebon juga akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh.

“Kami akan berkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing untuk menangani titik-titik yang membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Cirebon dalam menangani banjir.

Ia juga mendorong koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk solusi jangka panjang.

“Ke depan, kami akan mencoba komunikasi lanjutan dengan pihak terkait untuk memperkuat upaya penanganan,” ujar Sophi. (Ara)

Pj Wali Kota Tinjau Lokasi Banjir dan Siapkan Langkah Antisipasi Lebih Lanjut

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cirebon (BPBD), Andi Wibowo SSos MSi, serta kepala perangkat daerah terkait meninjau ke lokasi yang terdampak banjir di beberapa wilayah Kota Cirebon, Jumat (17/1/2025) malam. Hadir juga sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Kalpores, Dandim, dan Danlanal.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah untuk memantau kondisi sekaligus memastikan bahwa penanganan bencana berjalan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, Pj Wali Kota bersama pihak terkait melakukan asesmen langsung terhadap wilayah yang terdampak banjir, baik di kawasan perumahan maupun fasilitas publik.

Dari hasil asesmen yang dilaporkan, ditemukan bahwa empat kecamatan di Kota Cirebon mengalami dampak signifikan dari banjir kali ini. Keempat kecamatan tersebut adalah Harjamukti, Kesambi, Pekalipan, dan Lemahwungkuk.

Selain itu, terdapat enam kelurahan yang juga terdampak, dengan beberapa wilayah mengalami genangan air yang cukup tinggi.

“Beberapa titik terendam karena hujan deras yang berlangsung di wilayah hulu dan di hilir juga terjadi pasang,” ujar Pj Wali Kota.

Sebagai upaya untuk membantu warga yang terdampak, Pj Wali Kota menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa titik evakuasi di berbagai tempat yang lebih aman, seperti Baperkam, masjid, dan musola. Fasilitas-fasilitas ini akan dijadikan tempat penampungan sementara bagi warga yang perlu dievakuasi.

“Kami memastikan bahwa fasilitas-fasilitas ini siap digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan tempat aman. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Forkopimda dan BBWS untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan,” lanjut Pj Wali Kota.

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait sangat penting. Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk tim evakuasi maupun tim medis.

“Terima kasih kepada Forkopimda, BBWS, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan langsung. Tim medis dan evakuasi sudah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak. Kami juga akan segera mendistribusikan makanan cepat saji serta life saving kit untuk kebutuhan dasar warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Mengingat hujan masih terus turun di beberapa wilayah hulu, dia berharap warga selalu memantau kondisi cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah serta petugas di lapangan.

“Kami minta warga untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari pemerintah dan petugas, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Pj Wali Kota menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif, baik terhadap cuaca maupun kondisi di lapangan. Sebuah posko penanganan bencana juga akan didirikan di Kelurahan Pegambiran, yang akan menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

“Posko ini akan menjadi pusat informasi dan distribusi bantuan, serta tempat bagi warga untuk mendapatkan bantuan medis dan kebutuhan lainnya,” kata Pj Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana ini. Pj Wali Kota menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah akan terus berupaya seoptimal mungkin untuk membantu warga, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pasca-bencana.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, dan kita akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan pasca-banjir,” tutup Pj Wali Kota. (din)

Jumat, 17 Januari 2025

DLH Kota Cirebon Tunjukkan Kinerja untuk Lingkungan Bersih dan Sehat

Kepala DLH Kota Cirebon, dr Yuni Darti, Sp.GK (dok)


CIREBON, FC - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon terus menunjukkan dedikasi dan kinerja yang baik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui pelayanan yang cepat dan efektif, baik dari para pegawai maupun pimpinan, DLH berhasil mewujudkan perubahan signifikan dalam upaya penanganan isu lingkungan di kota ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, yang dikenal tanggap dan sigap dalam menyikapi berbagai persoalan lingkungan, menjadi teladan bagi para pegawai dan masyarakat. 

Di bawah kepemimpinannya, DLH telah melaksanakan berbagai program, seperti penanaman pohon di berbagai area kota untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan ruang hijau. Selain itu, program pembersihan sampah secara rutin dilakukan, baik di saluran sungai maupun di kawasan pinggir pantai.

“Kerja keras ini adalah hasil kolaborasi semua pihak. Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk masyarakat Kota Cirebon,” ujar Kepala Dinas LH.


Langkah cepat dan responsif DLH dalam menangani keluhan masyarakat terkait lingkungan mendapat apresiasi dari warga. Salah satu warga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja DLH, khususnya kepala dinas yang selalu hadir memberikan solusi terhadap masalah lingkungan.

“Saya sangat senang melihat kerja cepat DLH, terutama saat ada masalah seperti saluran sungai yang tersumbat atau tumpukan sampah di pinggir pantai. Dalam waktu singkat, masalah tersebut langsung diatasi. Kami sebagai warga merasa bangga dan sangat terbantu,” ujar Sintia, warga setempat.

Dengan komitmen tinggi dari seluruh jajaran DLH, Kota Cirebon diharapkan terus menjadi kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh warganya. Masyarakat juga diajak untuk turut menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. (din)