Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 22 April 2025

Kolaborasi Pemerintah dan Ketenagakerjaan, Dorong Atasi Pengangguran di Kota Cirebon

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka Rapat Kerja Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kota Cirebon yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Selasa (22/4/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan pentingnya pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal, khususnya di wilayah Ciayumajakuning.

“Pelatihan itu penting, tapi jangan asal. Harus sesuai dengan klasifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri,” ujar Wali Kota.

Ia berharap kolaborasi antara lembaga ketenagakerjaan dan pemerintah bisa berjalan lebih erat demi menekan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan bersama.

Wali Kota menyebutkan bahwa penurunan angka pengangguran di tahun 2024 merupakan bukti bahwa upaya yang dilakukan sudah berada di jalur yang benar. Ia pun mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan para mitranya atas kerja keras selama ini. 

“Insya Allah, mudah-mudahan semua sepakat. Kita ingin bangun kerja sama yang lebih kuat,” ucapnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Suherman, menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cirebon mengalami penurunan cukup signifikan. 

“Pada tahun 2023 tercatat sebesar 7,6 persen atau sekitar 13.800 orang. Tahun 2024 turun menjadi 6,29 persen, setara dengan 12.500 orang,” terangnya.

Agus menambahkan, penurunan ini tidak lepas dari kontribusi para mitra kerja Disnaker yang aktif membantu membuka peluang kerja. 

Salah satu langkah konkret yang sedang disiapkan adalah pembentukan Bursa Kerja Khusus (BKK) di lingkungan SMA, SMK, dan perguruan tinggi. BKK ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara pencari kerja muda dengan dunia industri.

Lebih lanjut, Disnaker juga mendorong sinergi regional melalui forum ketenagakerjaan Ciayumajakuning. Forum ini berfungsi sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan, termasuk dalam memperluas kesempatan kerja di wilayah tersebut.

“Kami juga fokus menjaga komunikasi yang baik antara pengusaha dan pekerja, agar tidak terjadi konflik yang bisa mengganggu iklim kerja. Kondusifitas kota tetap jadi prioritas,” kata Agus. 

Ia menyebut prinsip hubungan industrial Pancasila tetap menjadi dasar yang dipegang dalam setiap kebijakan yang dibuat.

Agus juga menegaskan bahwa di Kota Cirebon, praktik seperti penahanan ijazah oleh perusahaan ataupun kesenjangan yang terlalu jauh antara hak dan kewajiban pekerja dengan pengusaha terus diupayakan untuk dicegah. 

“Hubungan yang harmonis itu kunci. Kita ingin semua pihak merasa aman dan dihargai,” ujarnya.

Melalui forum dan rapat kerja seperti ini, Pemkot Cirebon berharap kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja bisa semakin solid. 

Harapannya, langkah ini bisa mempercepat penurunan pengangguran sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan di Kota Cirebon. (din)

Komisi II DPRD Desak Pemkot Prioritaskan Perbaikan Tata Kelola BUMD Kota Cirebon

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon mendesak kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk memperbaiki tata kelola keuangan lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.

Hal itu disampaikan saat rapat dengan pendapat (RDP) dengan Paguyuban Masyarakat Cirebon (PAMACI) Gema Damar membahas isu yang berkembang di Kota Cirebon, Selasa (22/4/2025), di ruang Griya Sawala DPRD.

Pada RDP tersebut, Komisi II DPRD didorong untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Kota Cirebon. Hal itu sekaligus sebagai tuntutan PAMACI dan lintas ormas kepada Komisi II DPRD.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengatakan, pembenahan terhadap lima BUMD milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon merupakan salah satu prioritas walikota dan wakil walikota Cirebon terpilih, yakni Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati.

Perbaikan yang dilakukan itu, dimulai dengan inventarisasi persoalan yang terjadi di setiap internal BUMD sebagai bahan perbaikan dan menyelesaikan dengan solusi yang terbaik.

“Pembenahan ini merupakan garapan besar bagi Komisi II DPRD Kota Cirebon. Terlebih ini salah satu program kerja pasangan walikota dan wakil walikota Cirebon. Dengan harapan pembenahan BUMD bisa secara terstruktur dan sehat,” tutur pria yang akrab disapa Andru.

Pihaknya juga mengaku terbuka, apabila ada masukan-masukan yang berkaitan dan pembenahan BUMD dari seluruh elemen untuk dibahas di Komisi II dan menjadi rekomendasi Pemkot Cirebon, terlebih walikota Cirebon sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) di BUMD.

“Segala masukan yang masuk terkait pembenahan BUMD, kami tunggu dari seluruh elemen masyarakat, karena untuk menunjang visi Setara dengan target agar BUMD bisa memberikan deviden yang besar untuk kas daerah,” ungkapnya.

Perihal membentuk pansus, lanjut Andru, berkaitan dengan perkara dugaan penggelapan di tubuh PAM Tirta Giri Nata atau BUMD lainnya, Komisi II akan menindaklanjuti dengan rapat internal, dan hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan DPRD.

“Pimpinan DPRD yang memandang perlu ada atau tidak membentuk pansus. Tetapi untuk PAM Tirta Giri Nata Komisi II sudah melakukan telaah awal dan sudah mendesak untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Andru.

Andru menambahkan, akan ada rapat lanjutan tanggal 5 Mei mendatang. Ada dua poin yang menjadi pembahasan utama, yakni kinerja direksi dan proses hukumnya.

Ketua Harian Pamaci, Adji Priatna mengatakan, pada rapat dengar pendapat ini menuntut beberapa hal, salah satunya meminta Komisi II membenahi BUMD-BUMD yang ada.

Adji juga menyebutkan, pembenahan menyeluruh tersebut termasuk perkara hukum di internal PAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

“Benahi secara terstruktur, sehingga BUMD bisa menyumbang PAD secara maksimal. Kami juga akan datang lagi pada 5 Mei mendatang,” katanya.

Hadir juga saat rapat Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Anton Octavianto SE MMTr, Abdul Wahid Wadinih S.Sos. (Ara)

Pemerintah Kabupaten Cirebon Lakukan Survei Awal Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dinas PUTR, serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan survei awal lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Selasa (22/4/2025).

Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 5,7 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

“Hari ini kita mendapat kunjungan dari Kementerian PUPR untuk mensurvei calon lokasi Sekolah Rakyat yang Insyaa Allah akan dibangun di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat ini ditujukan untuk masyarakat miskin, khususnya yang termasuk dalam desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Harapannya, kata dia, generasi muda dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Cirebon bisa tumbuh menjadi agen perubahan.

“Anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapat akses pendidikan yang layak, sehingga mereka dapat memperbaiki taraf hidupnya dan menjadi generasi yang lebih maju,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Surveyor Kementerian PU, Nikolas Ananto menyampaikan, survei yang dilakukan merupakan tahap awal untuk mengidentifikasi kesiapan lahan.

“Kami identifikasi apakah lahan sudah aman secara sertifikat, cukup dari sisi luas, dan bagaimana kondisi kontur serta batas-batasnya. Dari hasil pengamatan hari ini, lahan tersebut secara umum sudah memenuhi kriteria,” jelasnya.

Ia menyebutkan, meskipun lahan ideal yang disyaratkan adalah 6,38 hektare, lahan seluas 5 hektare masih dapat digunakan sebagai batas minimum.

“Kontur lahan datar dan berada di kawasan permukiman, sehingga masih memungkinkan untuk dilakukan pembangunan,” katanya.

Rencana pembangunan fisik Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada Agustus 2025 dan berlangsung hingga Mei 2026, dengan target operasional pada tahun ajaran 2026.

“Pembangunannya akan mencakup fasilitas pendidikan seperti ruang belajar, laboratorium, asrama, lapangan, serta rumah dinas kepala sekolah dan guru,” pungkas Nikolas. (din)

Senin, 21 April 2025

Peringatan Hari Jadi ke-543, Gubernur Jawa Barat Apresiasi Capaian Pemkab Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon meneguhkan komitmen untuk terus bergerak maju menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Momentum ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon, Senin (21/4/2025).

Perayaan hari bersejarah ini diawali dengan Upacara Peringatan Hari Jadi di halaman Kantor Bupati Cirebon, dilanjutkan dengan prosesi budaya Mapag Kanjeng Dalem dan Gamelan Renteng, serta ditutup dengan Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa, Kang Dedi Mulyadi (KDM) sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Cirebon.

Ia juga mengungkapkan visi besar untuk menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat, dengan menyebutnya sebagai “Yogyakartanya Jawa Barat”.

“Cirebon memiliki sejarah, budaya, dan potensi luar biasa. Banyak kemajuan yang telah diraih, namun kita tidak boleh berpuas diri. Harus ada semangat baru untuk menjadikan Cirebon lebih hebat lagi, yang berpotensi menjadi “Yogyakartanya Jawa Barat”,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur sebagai kunci pengembangan daerah, termasuk penataan bangunan dengan mengedepankan arsitektur khas Cirebon.

“Infrastruktur bukan hanya jalan, tetapi juga wajah kota. Bangunan-bangunan perlu ditata ulang agar mencerminkan identitas budaya lokal yang kuat,” tambahnya.

KDM juga menyoroti sektor kuliner yang menjadi salah satu kekuatan Cirebon. Ia menilai makanan khas Cirebon telah berhasil menembus pasar nasional, namun masih membutuhkan penataan ruang dan fasilitas pendukung yang layak.

“Kuliner Cirebon sudah dikenal secara nasional. Pemerintah daerah harus menata outlet-outletnya dengan baik, termasuk trotoarnya. Pemprov Jawa Barat siap mendukung desain tata ruangnya agar menjadi daya tarik wisata,” ungkapnya.

Selain itu, kawasan batik Trusmi juga menjadi perhatian khusus. Ia meminta agar kawasan ini segera ditata, agar mampu mengangkat nilai ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

“Sentra Batik Trusmi harus dibenahi, begitu pula dengan pasar-pasar tradisionalnya. Semua harus dikelola dengan rapi, agar menjadi magnet wisata yang membanggakan,” tegasnya.

Menanggapi persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat, dirinya memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dukungan konkret.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi dan skala prioritas dalam pengelolaan anggaran Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Kami akan evaluasi bersama. Tapi perbaikannya bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Provinsi Jabar juga sedang menyelesaikan jalan provinsi terlebih dahulu, baru kita intervensi ke jalan kabupaten di tahun 2026 dan ditargetkan selesai di 2027,” jelas KDM.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan arahan Gubernur Jawa Barat. Dia menegaskan, bahwa sinergi antara Pemprov dan Pemkab menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat. Ia berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Yang paling utama adalah kehadiran pemerintah. Pemerintah tidak boleh absen dari permasalahan masyarakat. Kalau jalannya rusak, kita cek langsung. Kalau masyarakat butuh solusi, kita hadir,” ujarnya.

“Pemerintah kabupaten dan provinsi telah duduk bersama membahas tahapan perbaikannya. Fokus tahun ini dimulai dari titik-titik prioritas, terutama di wilayah Cirebon Timur,” tutur Imron.

“Dengan bantuan provinsi, kami optimistis pada 2027 seluruh jalan bisa selesai diperbaiki,” ucapnya menambahkan.

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran saat ini, namun menyatakan optimisme melalui strategi pengelolaan anggaran yang tepat.

“Kami mulai perbaikan dengan pergeseran anggaran secara efisien. Ini langkah awal, dan kami yakin dua tahun ke depan, kondisi jalan akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Dengan semangat Peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon terus menatap masa depan dengan optimisme dan komitmen tinggi untuk menjadi salah satu kabupaten terdepan di Jawa Barat. (Maulan)


UM-PTKIN 2025 Segera Dibuka, UIN Siber Cirebon Tawarkan Puluhan Prodi Unggulan

 

CIREBON, FC — Jalur penerimaan mahasiswa baru Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2025 resmi akan dibuka pada Selasa, 22 April 2025. 

Momen ini menjadi kesempatan emas bagi calon mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi berbasis keislaman dengan standar mutu nasional dan internasional.

Salah satu kampus yang turut ambil bagian dalam UM-PTKIN 2025 adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal luas sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Kampus ini menjadi pelopor perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis digital pertama di Indonesia dan memiliki puluhan program studi unggulan yang telah terakreditasi Unggul dan Baik Sekali.

“UM-PTKIN 2025 menjadi pintu masuk generasi baru yang siap bersaing secara global, dan kami di UIN Siber Cirebon siap memberikan layanan akademik yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)

UIN Siber Cirebon melalui FITK menawarkan berbagai prodi pendidikan yang sudah terbukti kualitasnya, seperti:

Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris IPS, Tadris Biologi, PGMI, dan Tadris Bahasa Indonesia (Akreditasi Unggul)

Tadris Bahasa Inggris, Tadris Matematika, PAUD, dan Manajemen Pendidikan Islam (Baik Sekali)

Selain itu, tersedia juga program PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) untuk PAI, PBA, dan PGMI (Baik)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Menjawab kebutuhan dunia industri halal dan keuangan syariah, fakultas ini menghadirkan:

Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Akuntansi Syariah dan Pariwisata Syariah (Baik)

Fakultas Syariah

Memperkuat basis hukum Islam di Indonesia, fakultas ini memiliki:

Hukum Keluarga (Akhwal Syakhsiyah) (Unggul)

Hukum Ekonomi Syariah (Baik Sekali)

Hukum Tata Negara Islam, Ilmu Falak, dan PJJ Hukum Keluarga Islam (Baik)

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Fakultas ini memfokuskan diri pada komunikasi publik dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai Islam:

Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pengembangan Masyarakat Islam, Bimbingan dan Konseling Islam (Baik Sekali)

Sosiologi Agama (Baik)

Fakultas Ushuluddin dan Adab

Menjadi pusat studi keislaman klasik dan kontemporer, fakultas ini memiliki prodi unggulan:

Sejarah Peradaban Islam dan Aqidah dan Filsafat Islam (Unggul)

Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadits (Baik Sekali)

Bahasa dan Sastra Arab, Tasawuf dan Psikoterapi, serta PJJ SPI (Baik)

Sebagai kampus cyber-based, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyediakan layanan digital learning, sistem pembelajaran fleksibel, dan platform akademik berbasis teknologi informasi yang mendukung pembelajaran jarak jauh, sehingga sangat cocok untuk generasi muda yang dinamis.

“Kami bukan hanya membuka akses pendidikan, tapi juga membuka jalan menuju masa depan. UIN Siber Cirebon adalah pilihan cerdas untuk masa depan yang lebih berdaya saing,” ujar Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I, Penanggung Jawab Humas PMB UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Pendaftaran UM-PTKIN 2025 dilakukan secara daring melalui laman resmi https://um.ptkin.ac.id, dan terbuka bagi lulusan MA, MAN, SMA, SMK sederajat tahun 2023, 2024, dan 2025.

Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Daftarkan dirimu dan jadilah bagian dari kampus Islam digital pertama di Indonesia yang siap mencetak generasi unggul, moderat, dan melek teknologi. (din)

Buka Pentas Seni Kreatif, Wabup Jigus: Perlu Kolaborasi untuk Kemajuan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Kolaborasi merupakan kunci untuk mewujudkan kemajuan dalam berbagai hal. Pernyataan itu dilontarkan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman pada saat membuka kegiatan Pentas Seni Kreatif dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon di Taman Parkir Sumber, Sabtu (19/4/2025) malam.

Pria yang akrab disapa Jigus ini mengatakan, dirinya bersama Bupati Cirebon Imron selalu mengedepankan kegiatan maupun program yang pro rakyat. Hanya saja, dirinya menyadari dibutuhkan peran serta berbagai pihak dalam mensukseskannya.

“Tanpa bantuan dan peran serta semua pihak, saya dan Pak Bupati tidak dapat mewujudkan program yang baik bagi masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, izinkan saya mengajak membangun Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi,” ujar Jigus.

Di samping itu, Jigus juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam kegiatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, sehingga dapat berjalan lancar meskipun sempat diguyur hujan yang cukup besar.

“Jika dilihat dari angka 543 itu, bisa dibaca “SAE”. Maka, saya berharap, momentum hari jadi ini bisa membuat Kabupaten Cirebon yang lebih sejahtera dalam segala hal. Terima kasih juga saya ucapkan kepada semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini,” tambahnya.

Mengenai Pentas Seni Kreatif, Jigus melihat kegiatan yang dilakukan ini merupakan implementasi dari amanah besar yang dititipkan kepada pemerintah daerah. Amanah yang dimaksud adalah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan potensi seni budaya.

“Kegiatan ini juga menampilkan kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Cirebon. Semoga seni dan budaya Kabupaten Cirebon bisa terus lestari dan berkembang,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon Ronianto menjelaskan, dalam Pentas Seni Kreatif terdapat kesenian dan kebudayaan asli Kabupaten Cirebon yang telah dikolaborasikan dengan unsur modern.

Seni dan budaya yang ditampilkan, antara lain Kuda Lumping, Angklung Bungko, Burok, Macapat, Ronggeng Geol, Sintren, Topeng 5 Wanda, Topeng Geni, Sandiwara dan lain-lain.

“Tujuannya tak lain agar generasi muda lebih dapat memahami dan menimbulkan keinginan untuk mempelajari,” singkatnya. (Ara) 

Wali Kota Buka Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025–2029 dan Musrenbang RKPD 2026

CIREBON -  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon Tahun 2025–2029 sekaligus Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2026 di Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Senin (21/4/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan fase awal yang sangat penting dalam membangun pondasi arah pembangunan Kota Cirebon lima tahun ke depan. 

“Sejak pelantikan kami pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, maka sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kami memiliki tanggung jawab untuk menyusun dan menetapkan RPJMD paling lambat enam bulan setelah pelantikan,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan langkah strategis dan fondasional dalam menentukan masa depan Kota Cirebon. RPJMD 2025–2029 ini merupakan turunan dari RPJPD Kota Cirebon Tahun 2025–2045 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024. 

“Dokumen ini akan menjadi peta jalan pembangunan yang berkelanjutan dan menyeluruh, yang kemudian dijabarkan secara lebih operasional melalui RKPD tahunan, dimulai dari RKPD Tahun 2026,” jelasnya. 

Menurutnya, Musrenbang kali ini memiliki dimensi yang sangat strategis, sebagai titik awal implementasi arah pembangunan jangka menengah. 

Pemerintah Kota Cirebon telah menetapkan visi pembangunan lima tahunan, yaitu “Terwujudnya Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman dan Berkelanjutan Tahun 2029”, atau disingkat menjadi “Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan." Visi ini menjadi landasan bagi seluruh program dan kebijakan yang akan dijalankan selama masa pemerintahan.

Makna "Setara Berkelanjutan", dijelaskan Wali Kota, adalah memastikan kesetaraan akses, partisipasi, dan hasil pembangunan bagi seluruh warga, tanpa kecuali, dengan pendekatan berkelanjutan lintas waktu dan lintas generasi. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemda telah merumuskan lima misi pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, tata kelola pemerintahan yang baik, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemberdayaan sosial dan budaya.

Kelima misi tersebut kemudian dijabarkan dalam lima prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja, penguatan ekonomi kota berbasis sektor unggulan, penguatan tata kelola pemerintahan, penataan lingkungan perkotaan yang berkualitas, serta pemberdayaan sosial masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Implementasi dari prioritas ini akan mulai dilaksanakan secara nyata mulai tahun 2026.

Wali Kota juga memberikan arahan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan bahwa seluruh perencanaan dan pelaksanaan program selaras dengan visi dan misi kepala daerah. 

Ia menekankan pentingnya penyusunan Renstra perangkat daerah yang simultan dengan RPJMD, pemanfaatan data melalui sistem Cirebon Satu Data dan e-Walidata, serta pelaksanaan program secara tematik, holistik, integratif, dan spasial.

“Forum ini harus dimaknai sebagai bentuk kesungguhan bersama. Setiap masukan dan aspirasi yang muncul hari ini akan menjadi pondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka dan target, tapi juga pada kebermaknaan dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya keterhubungan antara kebijakan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional. 

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang saling terhubung. Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus sejalan, searah, dan saling memperkuat demi kemajuan Kota Cirebon yang kita cintai bersama,” pungkasnya.



Usai Terima Laporan, Dishub Kab Cirebon Gerak Cepat Perbaiki Kerusakan APILL di Kawasan Pabuaran

KABUPATEN CIREBON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait kerusakan lampu lalu lintas (APILL) di kawasan Pabuaran. 

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Hilman Firmansyah, bersama tim pemeliharaan prasarana perlengkapan jalan dari bidang Prasarana, perbaikan dilakukan pada Sabtu (19/4/2025), sehari setelah dilakukan survei lokasi.

“Setelah menerima laporan, kami langsung turun ke lapangan pada Jumat untuk mengecek kondisi. Ternyata, beberapa komponen seperti power supply, IC mesin CPU, dan program kontrol lampu mengalami gangguan. Kami juga mengganti beberapa lampu merah, kuning, dan hijau yang sudah tidak layak,” jelas Hilman.

Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang melaporkan kerusakan melalui akun resmi call center Dishub. “Terima kasih atas laporan yang masuk. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam menindaklanjuti dan memperbaiki fasilitas yang rusak dengan cepat,” tambahnya.

Namun, Hilman juga mengakui adanya kendala dalam proses pelayanan, terutama terkait keterbatasan sarana operasional. Saat ini, Dishub hanya memiliki lima unit mobil crane, dengan dua di antaranya dalam kondisi tua dan sering mengalami kerusakan. Padahal, untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Cirebon secara ideal, dibutuhkan setidaknya tujuh unit crane agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.

“Keterbatasan ini memang menjadi tantangan. Tapi kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, kapan pun dibutuhkan siang maupun malam,” tegasnya.

Untuk itu, Hilman berharap ke depan dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan di tiga wilayah mulai dari wilayah Barat, Tengah, dan Timur Kabupaten Cirebon. Dengan adanya UPT, kendaraan crane dan peralatan pendukung bisa standby di wilayah masing-masing, sehingga lebih efisien dari sisi anggaran, bahan bakar, dan waktu respons pelayanan.

“Dengan perbaikan ini, diharapkan arus lalu lintas di wilayah  kembali lancar dan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” pungkasnya

Minggu, 20 April 2025

UPT Bahasa UIN Siber Cirebon Sukses Gelar Tes TOEFL ITP Onsite Digital Perdana

 

CIREBON, FC Tonggak sejarah baru resmi tercatat di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon! Untuk pertama kalinya, UPT Bahasa sukses menyelenggarakan Tes TOEFL ITP Onsite Digital secara perdana di kampus yang juga dikenal dengan julukan Cyber Islamic University (CIU) ini. Sabtu, (19/04/2025).

Bertempat di Gedung Siber Lama Lantai 2, pelaksanaan tes perdana ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni. Meski digelar dengan jumlah terbatas, acara ini sarat makna dan menjadi simbol komitmen nyata kampus dalam menghadirkan layanan internasional berbasis teknologi di daerah.

Momen Bersejarah dan Penuh Harapan

Kepala UPT Bahasa, Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya tentang ujian, tapi tentang langkah konkret menuju internasionalisasi pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan TOEFL ITP Onsite Digital, kami membuka akses seluas-luasnya bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk memiliki sertifikasi bahasa Inggris yang diakui dunia,” ujarnya.

Menurut beliau, penyelenggaraan ini merupakan implementasi dari MoU dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF), satu-satunya pemegang lisensi resmi ETS (Educational Testing Service) di Indonesia. Tes ini menjadi bekal strategis bagi peserta dalam melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, atau sekadar mengembangkan potensi diri di era global.

Respons Positif Peserta: Profesional dan Aksesibel

Pelaksanaan yang profesional dan lokasi yang strategis turut mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satunya adalah Ihsan Sa’dudin, dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab, yang menyebut pengalaman mengikuti tes ini sangat positif.

“Adanya tes TOEFL ITP di UIN SSC benar-benar memudahkan kami. Fasilitasnya lengkap, pelaksanaannya tertib, dan terasa sangat profesional. Saya berharap ini jadi awal dari banyak kegiatan serupa yang berkualitas,” ungkapnya.

Didukung Teknologi Kampus dan Siap Ekspansi Layanan

Keberhasilan pelaksanaan tes ini juga tak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Zaenal Mutaqin, M.I.Kom., Sekretaris UPT Bahasa, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, peserta, serta Pusat Teknologi dan Komunikasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana digital secara optimal.

“Tes ini akan terus kami kembangkan, tidak hanya dalam format onsite digital, tetapi juga paper-based maupun online home edition untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga luar daerah,” jelas Zaenal.

Langkah Awal Menuju Layanan Bahasa Berstandar Global

Dengan suksesnya pelaksanaan perdana ini, UPT Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan diri sebagai pionir dalam menghadirkan layanan bahasa internasional berbasis digital di wilayah Cirebon dan sekitarnya. 

"Ini bukan hanya kemajuan institusi, tapi juga kontribusi strategis untuk meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing di tingkat global," tandasnya.

Ke depan, UPT Bahasa akan menyelenggarakan Tes TOEFL ITP secara berkala, menjadikannya agenda rutin yang membuka peluang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. (din)

Sabtu, 19 April 2025

Dari Totebag hingga Trupark : HIMASOS UIN Siber Cirebon Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

CIREBON, FC– Memperingati Hari Kebudayaan Universal, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggelar kegiatan Eksplorasi Budaya yang berfokus pada pelestarian budaya lokal, khususnya batik tradisional Cirebon. Sabtu, (19/04/2025)

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda unggulan HIMASOS periode 2025–2026, dan diinisiasi langsung oleh Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Mengusung semangat "Mengenal, Meresapi, dan Melestarikan Budaya Bangsa", kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi ini berlangsung meriah di Rumah Produksi Batik milik Bapak Olga serta Museum Trupark, dua lokasi yang menjadi simbol kekayaan warisan budaya Cirebon.

Serunya Membatik di Atas Totebag

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan Sekretariat HIMASOS. Dipandu langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmy Nadiyah Harits, peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan.

Setibanya di Rumah Produksi Batik, peserta disambut dengan sesi menggambar pola batik di atas totebag canvas. Uniknya, setiap peserta bebas mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya sendiri.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar tentang batik sebagai warisan budaya, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam proses kreatif—dari menggambar, menyanting, hingga mewarnai,” ujar Hilmy.

Setelah menggambar pola, peserta diajarkan teknik menyanting—yakni menggambar lilin panas di atas pola batik agar warna tidak meluber. 

Dilanjutkan dengan proses pewarnaan sesuai pilihan warna masing-masing. Totebag batik hasil kreasi peserta kemudian dijemur sebagai tahap akhir proses produksi.

Menjelajahi Nilai dan Sejarah di Museum Trupark

Usai istirahat dan ibadah, peserta diajak mengunjungi Museum Trupark, sebuah museum budaya yang menampilkan ragam kekayaan budaya Cirebon. Mulai dari sejarah batik Trusmi, situs-situs budaya, hingga ragam tarian tradisional ditampilkan secara visual dan interaktif.

“Kunjungan ini memperkaya perspektif mahasiswa tentang akar budaya Cirebon, dan bagaimana budaya tersebut terus hidup di tengah masyarakat,” ujar salah satu panitia.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama pukul 14.25 WIB. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tak hanya karena pengalaman barunya, tapi juga karena mereka merasa lebih dekat dengan budaya leluhur mereka sendiri.

Kegiatan eksplorasi budaya ini mendapat apresiasi positif dari pimpinan fakultas. Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, serta Hj. Yeti Nurizzati, M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa dalam menjaga budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga sarat makna. Mahasiswa belajar menghargai budaya bukan dari buku, tapi dari pengalaman nyata,” tutur Hj. Yeti.

Melalui kegiatan ini, HIMASOS berharap mahasiswa Tadris IPS UINSSC tidak hanya menjadi insan akademik yang cerdas, tetapi juga agen pelestari budaya bangsa di era globalisasi (din)

Jumat, 18 April 2025

Mahasiswa Tadris IPS UIN Siber Lakukan Mini Riset Gali Harmoni Budaya


CIREBON, FC – Dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa tentang dinamika sosial masyarakat Indonesia yang multikultural, mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) menggelar mini riset bertema Relasi Antar Budaya pada 14–18 April 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Relasi Etnis dan Integrasi Bangsa, yang dirancang untuk mendorong mahasiswa agar terjun langsung mengamati realitas sosial di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Observasi lapangan ini membangun kepekaan sosial sekaligus kemampuan analisis mahasiswa,” ujar dosen pengampu mata kuliah, Wisnu Hatami, M.Pd.

Riset dilakukan secara individu dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan meliputi wawancara ringan, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari pola interaksi antar etnis, bentuk toleransi budaya dalam keseharian, hingga cara penyelesaian konflik dalam keluarga beda budaya.

Cerita dari Bandung hingga Kuningan: Harmoni di Tengah Perbedaan

Salah satu temuan menarik datang dari Ade Nur, mahasiswa yang meneliti sebuah keluarga lintas budaya di Kabupaten Bandung. Ia menggambarkan bagaimana budaya bisa menjadi jembatan dalam menghadapi kesulitan hidup.

“Istrinya orang Sunda, suaminya dari Solo. Mereka menggabungkan budaya dalam bisnis makanan—menjual Baso Solo di tanah Sunda. Ini bukan cuma adaptasi ekonomi, tapi juga bentuk penerimaan budaya oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ade.

Kisah lainnya datang dari Vina Rahmawati yang menggali dinamika keluarga Sunda-Bugis di Kabupaten Kuningan. Ia menemukan bagaimana budaya lokal lebih dominan dikenalkan kepada anak, namun sang ayah tetap berupaya melestarikan identitas Bugis lewat pemberian nama.

“Anaknya diberi nama Mangasai Daeng Jari. Kata ‘Daeng’ itu khas Bugis, sebagai upaya agar anak tidak lupa asal-usul ayahnya yang dari Makassar,” kata Vina.

Presentasi & Refleksi: Dari Pengamatan Jadi Pembelajaran

Hasil dari riset ini kemudian dipresentasikan dalam forum diskusi kelas pada 22 April 2025, menjadi bahan refleksi dalam memahami pentingnya integrasi sosial dan pelestarian budaya di tengah keberagaman.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari mahasiswa. Banyak di antara mereka mengaku pengalaman lapangan ini menjadi pembelajaran yang paling membekas dan membuka wawasan baru tentang pentingnya toleransi, adaptasi, dan saling menghargai dalam masyarakat majemuk.

“Ternyata keberagaman bukan hanya teori. Di lapangan, kami melihat langsung bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam interaksi sehari-hari,” pungkas salah satu mahasiswa.

Dengan kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan budaya bangsa. (sin)

Kamis, 17 April 2025

Diah Pitaloka Didapuk Sebagai Penasehat Kebijakan Pembangunan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Diah Pitaloka didapuk sebagai penasihat kebijakan pembangunan.

Penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan Rieke Diah Pitaloka itu diserahkan langsung Bupati Cirebon Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (17/4/2025).

“Penyerahan surat keputusan Bupati Cirebon tentang pengangkatan Rieke Diah Pitaloka sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon,” Imron.

Pengangkatan Rieke Diah Pitaloka ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemajuan pembangunan Kabupaten Cirebon, baik fisik maupun nonfisik. Arah kebijakan Kabupaten Cirebon ke depan juga diharapkan berbasis data agar tepat sasaran.

Rieke mengaku siap mengemban amanah untuk memajukan Kabupaten Cirebon ke depan. Terlebih lagi, leluhur Rieke berasal dari Cirebon.

“Bagi saya pribadi, SK yang diberikan ini adalah sesuatu yang sangat berharga, karena bagi saya Cirebon adalah tempat asal muasal kenapa seorang Rieke Diah Pitaloka jadi ada. Karena leluhur saya kebetulan dari Cirebon,” ucap Rieke saat memberikan sambutan usai menerima SK sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon.

Rieke menjelaskan, ada lima hak konstitusional rakyat yang harus diperjuangan dan penuhi. 

“Terpenuhinya sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, kehidupan sosial perlindungan hukum dan HAM, serta infrastruktur dan lingkungan hidup yang aman dan nyaman,” tulis Rieke di akun Instagram pribadinya seusai menerima SK.

Ke depan, lanjut Rieke, program yang digagas dirancang dalam Sistem Pemerintah Daerah Berbasis Data Presisi Kabupaten Cirebon. Program ini sebagai ikhtiar kebijakan dan anggaran pembangunan yang terencana, terukur dan tepat sasaran.

“Kami akan mulai dari Desa Astana, desa tempat leluhur dipeluk bumi,” kata Rieke.

Bupati Cirebon : Hari Jadi Ke 543 Kabupaten Cirebon Jangan Lupakan Sejarah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Kamis (17/4/2025).

Bupati dan Wakil Bupati Cirebon serta rombongan, yang mengikuti napak tilas kompak mengenakan pakaian setelan adat Cirebon dengan corak dominan putih dan batik.

Rombongan bertolak ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai lokasi napak tilas. Usai berkeliling dan menggelar persamuhan dengan keluarga Keraton Kasepuhan, rombongan bergeser menuju kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati.

Ziarah dan doa bersama di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati merupakan bagian dari penghormatan terhadap leluhur.

Kegiatan napak tilas sejatinya rangkaian pengingat sejarah lahirnya Cirebon yang telah diperjuangkan oleh leluhur. Napak tilas adalah cara untuk mengenang dan meresapi setiap perjalanan yang telah dilalui leluhur dalam membangun Cirebon. Tentunya, mengambil pelajaran-pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi.

“Dalam rangka napak tilas Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, kami sebagai penerus dan generasi sekarang jangan lupakan sejarah,” ujar Imron.

“Karena apa yang telah diperjuangkan dan dilaksanakan pendahulu kita Syekh Syarif Hidayatullah, tidak lepas dari perjuangan pendahulu kita. Maka pada hari ini, kita melaksanakan napak tilas,” ungkapnya.

Imron menambahkan, Cirebon hari ini adalah hasil perjuangan dari pendahulu kita. Kami dan masyarakat tentunya jangan lupa pada sejarah, dan memahami spirit perjuangannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia mengatakan, kegiatan napak tilas ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Cirebon sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.

“Kami melihat langsung bukti-bukti sejarah di Keraton Kasepuhan sebagai pengingat akan terbentuknya Kabupaten Cirebon, kata Sophi.

“Semoga dengan mengenang sejarah ini, kita semua bisa lebih mencintai Kabupaten Cirebon dan melanjutkan perjuangan para leluhur,” imbuhnya.

Wali Kota Tinjau Pengerukan Sungai Cipadu, Apresiasi Respons Cepat BBWS

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan pengerukan Sungai Cipadu di kawasan Kesunenan, pada Kamis (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai guna mengurangi potensi banjir di wilayah Kota Cirebon.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro  serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. 

Peninjauan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dengan BBWS dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BBWS yang telah memulai pengerjaan lebih awal dari jadwal semula.

“Alhamdulillah, luar biasa. Rencana awal pengerukan dimulai pada bulan Mei, namun saat ini sudah berjalan. Saya sangat mengapresiasi BBWS yang langsung menindaklanjuti,” ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemeliharaan sungai-sungai di Kota Cirebon. Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan BBWS terus terjalin dengan baik. 

"Normalisasi ini penting agar aliran air saat hujan deras dapat mengalir lebih cepat dan mengurangi risiko banjir,” tambahnya.

Wali Kota juga menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai. 

Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS, kecamatan, dan kelurahan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai.

“Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan aliran air tersumbat, untuk itu kami mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan bahwa terdapat enam muara sungai yang menjadi target pengerukan. 

“Kami menargetkan satu muara selesai dalam waktu dua minggu. Ada dua alat berat untuk mendukung percepatan pekerjaan,” terangnya.

Ia menambahkan, BBWS telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon untuk pemetaan ruas sungai yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

“Tingkat sedimentasi juga di beberapa sungai cukup tinggi, dan dalam beberapa titik mungkin akan dibutuhkan reklamasi. Namun, hal ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak,” ungkapnya. (Ara)



Rabu, 16 April 2025

Pemkab Cirebon Lindungi Hak Hak Buruh dan Jaga Hubungan Industrial Yang Harmonis Antara Pekerja dan Pengusaha

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam melindungi hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto.

Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto, dengan para serikat pekerja serta perwakilan perusahaan di salah satu cafe di Kecamatan Sumber.

Imron mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak para buruh. Ia menekankan, bahwa para pekerja harus tetap menjaga kualitas kerja dan loyalitas terhadap perusahaan, sembari memastikan hak-haknya—seperti jaminan sosial—tetap terpenuhi.

“Kami menghimbau para buruh agar tetap menjaga kualitas kerja. Jika ada permasalahan, segera komunikasikan dengan pihak berwenang agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Imron, Rabu (16/4/2025).

Imron juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Bila ditemukan indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam hubungan kerja, pemerintah siap turun tangan untuk melakukan mediasi.

“Begitu pula kepada para pengusaha, kami tekankan agar tidak mengabaikan hak-hak dasar buruh, seperti jaminan sosial dan keamanan kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto menyampaikan, bahwa pihaknya terus aktif memfasilitasi dialog antara serikat pekerja, perusahaan, hingga kuasa hukum masing-masing pihak.

Hal ini dilakukan demi menjaga iklim investasi yang kondusif tanpa mengorbankan kepentingan pekerja lokal.

“Kami ingin menciptakan simbiosis mutualisme antara pengusaha dan buruh. Harmoni hubungan industrial ini sangat penting, karena di satu sisi kita ingin menarik investor, tapi di sisi lain, peluang kerja bagi masyarakat Cirebon harus tetap dijaga,” ujar Novi.

Dalam kesempatan tersebut, Novi juga menjelaskan bahwa isu outsourcing menjadi perhatian utama. Menurutnya, aturan ketenagakerjaan yang berlaku hanya membolehkan outsourcing untuk pekerjaan tertentu, seperti keamanan (security) dan layanan kebersihan (cleaning service).

Untuk pekerjaan inti, seperti operator dan produksi, perusahaan wajib mengikuti sistem kerja kontrak (PKWT) atau tetap (PKWTT) sesuai regulasi.

“Outsourcing hanya diperbolehkan untuk bidang tertentu. Kalau untuk operator atau tenaga inti, harus mengikuti ketentuan formal PKWT atau PKWTT. Kami juga mengawasi ketat praktik-praktik yang bisa merugikan pekerja,” imbuhnya.

Pemkab Cirebon juga telah memfasilitasi pertemuan antara serikat pekerja dan manajemen PT Yihong pada 11 April lalu.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati adanya pembahasan internal terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di perusahaan tersebut.

Novi menambahkan, bahwa ke depan, pihaknya akan terus menjaga komunikasi terbuka dan aktif dengan seluruh elemen ketenagakerjaan, termasuk UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan dan aparat kepolisian, guna memastikan tidak ada provokasi dari pihak luar yang dapat memperkeruh suasana.

“Kami ingin semua pihak memahami, bahwa proses ini bertujuan menciptakan ketenangan bekerja dan keberlangsungan usaha,” kata Novi.

“Data tenaga kerja lokal juga akan menjadi dasar dalam merancang rekrutmen tenaga kerja baru, agar masyarakat sekitar perusahaan tetap mendapatkan prioritas,” tutupnya. (Ara)

UIN Siber Cirebon Siapkan Asesmen Lapangan APT Melalui Penguatan Website Unit Kerja

CIREBON, FC – Menjelang Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan intensif bertajuk “Pengelolaan Website untuk Persiapan Asesmen Lapangan APT”, yang berlangsung selama dua hari penuh, Selasa dan Rabu, 15–16 April 2025, di Hotel Grand Tryas, Kota Cirebon.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari unit kerja di lingkungan universitas—mulai dari jurusan, UPT, fakultas, hingga lembaga—dengan membawa perangkat laptop serta berbagai data pendukung seperti profil unit, layanan, visi misi, struktur organisasi, profil lulusan, tridharma, artikel berita, FAQ, hingga testimoni alumni.

Dalam arahannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menekankan pentingnya keterlibatan kolektif dan keseriusan seluruh sivitas akademika dalam menyukseskan agenda besar akreditasi ini.

“Ini bukan sekadar agenda institusi, tetapi kita anggap sebagai hajatan pribadi dan lembaga. Apapun kekurangan yang ada, harus kita cari solusinya bersama, karena hasil akreditasi ini akan menjadi bekal penting bagi kemajuan alumni dan institusi dalam delapan tahun ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., yang menekankan bahwa Asesmen Lapangan (AL) mendatang, yang dijadwalkan pada bulan Mei 2025, akan berbasis digital sepenuhnya, tanpa kehadiran dokumen fisik.

“Karena asesor akan langsung menilai melalui website, maka semua kegiatan jurusan, UPT, dan fakultas harus terdokumentasi dengan baik di web, lengkap dengan bukti-bukti pendukungnya,” tegasnya. Ia pun berharap seluruh peserta fokus dan serius mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung full day.

Sementara itu, Riyanto, M.Kom., selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), menjelaskan bahwa penguatan konten dan tampilan website bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama dalam mendukung asesmen digital yang akan dilakukan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Semua unit kerja dituntut untuk aktif menampilkan dokumentasi kegiatan, layanan, dan capaian tridharma di website masing-masing. Ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal transparansi, akuntabilitas, dan rekam jejak digital institusi kita,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam menjawab tantangan akreditasi era digital. Pengelolaan website bukan lagi sekadar media informasi, tetapi menjadi representasi citra dan kualitas institusi yang akan dinilai secara langsung oleh asesor nasional. (din)

Perkuat Komitmen Pencegahan, YIFoS Gandeng 5 Universitas Ternama, Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

JAKARTA, FC - Dalam upaya memperkuat komitmen pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi berbasis keimanan, Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) menyelenggarakan lokakarya intensif selama dua hari, pada 15–16 April 2025, bertempat di Hotel 88 Grogol, Jakarta Barat.

Acara ini menggandeng lima perguruan tinggi lintas agama dan kepercayaan, yakni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra, dan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta. 

Hadir dalam kegiatan ini para dosen, tenaga pendidik, serta mahasiswa yang secara aktif terlibat dalam sesi diskusi dan pelatihan.

Dr. Hj. Masriah, M.Ag, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang hadir sebagai duta institusi dalam komitmen penghapusan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. 

Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, birokrasi kampus, dan gerakan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan bermartabat.

"Kami dari PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sangat mendukung langkah strategis lintas iman ini. Isu kekerasan seksual tidak bisa diselesaikan secara sektoral. Harus ada kolaborasi berbasis nilai keimanan, kemanusiaan, dan keadilan," ujar Dr. Masriah.

Lokakarya ini terdiri dari delapan sesi, dimulai dari pemahaman regulasi hingga simulasi dan penyusunan SOP. Sesi awal menekankan pada regulasi penting, yakni Permenag No. 73 Tahun 2022 dan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, sebagai dasar hukum perlindungan warga kampus dari kekerasan seksual.

“Berdasarkan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, bentuk kekerasan seksual yang diatur lebih beragam dibanding dalam PMA No. 73 Tahun 2022,” jelas Vitria, salah satu narasumber.

Vitria juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif, membongkar selubung budaya yang kerap menyalahkan korban (victim blaming) dan pentingnya mengenali berbagai bentuk kekerasan, dari verbal hingga fisik.

Simulasi penanganan kasus menjadi highlight sesi ketiga dan keempat, di mana peserta menghadapi skenario kasus nyata dan diminta untuk merespons dengan prosedur yang tepat. 

"Diskusi terbuka memperkaya pemahaman peserta mengenai pendekatan sensitif terhadap korban, serta pentingnya menciptakan sistem pelaporan yang aman," ujarnya.

Hari kedua diisi dengan presentasi Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Setiap institusi merumuskan mekanisme pengaduan yang sesuai dengan konteks masing-masing kampus. Proses ini bertujuan menyusun sistem pengaduan yang adil, komprehensif, dan mudah diakses oleh seluruh warga kampus.

Lokakarya ini menegaskan kembali bahwa kampus seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat terjadinya kekerasan. Kolaborasi lintas iman dan institusi ini menunjukkan bahwa keberagaman justru dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

“Kami berharap hasil dari lokakarya ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi diterapkan nyata di kampus masing-masing,” tutup panitia pelaksana. (din)

Kota Cirebon Terima Bantuan 85 Ribu Benih Ikan, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekowisata Perairan


CIREBON - Kota Cirebon kembali mendapatkan bantuan benih ikan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. 

Sebanyak 85 ribu ekor benih ikan ditebar di perairan umum Sungai Kalijaga, tepatnya di wilayah Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, serta sejumlah pejabat lainnya, Rabu (16/4/2025). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ekosistem perairan dan mendorong ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.


"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan benih ikan ini. Terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. Ini akan membantu menambah populasi dan keberagaman ikan di perairan umum kita," ujar Wakil Wali Kota.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kawasan perairan seperti Sungai Kalijaga berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata pemancingan. Menurutnya, selain sebagai sumber pangan, keberadaan ikan juga bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi warga melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan.

"Tentunya saja akan memperkuat ketahanan pangan masyarakat," tutur Wakil Wali Kota.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyampaikan bahwa bantuan benih ikan ini rutin diterima oleh Kota Cirebon setiap tahunnya. 

"Tahun ini jenis yang kita terima adalah ikan patin sebanyak 70 ribu ekor dan ikan nilem sebanyak 15 ribu ekor. Penebaran kita fokuskan di wilayah Benda karena setelah dilakukan survei, banyak kolam dan perairan yang potensial untuk dikembangkan," jelasnya.

Elmi juga menyebutkan bahwa pihaknya telah memiliki rencana jangka panjang dalam pengelolaan bantuan benih ini. Salah satunya adalah dengan membentuk kelompok pembudidaya ikan di wilayah tersebut agar bantuan yang datang di masa mendatang bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menurutnya, dengan makin terbatasnya lahan pertanian dan perikanan di wilayah perkotaan, pengelolaan perairan umum secara terpadu menjadi salah satu solusi. 

"Kami lihat wilayah Benda sangat mendukung untuk pengembangan budidaya ikan. Ini juga bisa menjadi alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan adanya penebaran benih ini, ekosistem perairan umum Kota Cirebon diharapkan semakin terjaga, dan masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menikmati manfaat ekonomi dari hasil perairan yang sehat dan produktif.


Dokumentasi : Devi Triya Andriyani

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati