Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 14 Desember 2025

Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat 2025 Perkuat Kota Cirebon sebagai Simbol Akulturasi dan Toleransi

CIREBON - Vitalitas kebudayaan melekat sebagai tanggung jawab bersama untuk terus dijaga dan diwariskan. Kebudayaan bukan sekadar jejak masa lalu, melainkan denyut hidup yang membentuk identitas, karakter, dan arah pembangunan daerah. 

Kesadaran inilah yang mengemuka dalam Puncak Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Sangkala Buana, Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (14/12/2025).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Alun-alun Sangkala Buana menjadi ruang perjumpaan sejarah dan akulturasi, tempat berbagai nilai dan tradisi bertemu dan hidup berdampingan. 

“Kawasan ini bukan hanya simbol kejayaan masa lalu, tetapi juga fondasi kuat bagi tumbuhnya kebudayaan Cirebon yang terbuka dan inklusif,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong agar berbagai agenda kebudayaan tingkat provinsi maupun nasional dapat diselenggarakan di Kota Cirebon. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan.

Termasuk dalam penyelenggaraan Festival Seni Media yang digelar di Kompleks Gedung Pelabuhan PT Pelindo, berlangsung selama enam hari dan berhasil menarik lebih dari 29 ribu pengunjung beberapa waktu lalu.

“Ini membuktikan keseriusan Kota Cirebon dalam membangkitkan kembali seni dan budayanya,” lanjut Wali Kota.

Wali Kota juga menegaskan bahwa Cirebon, yang secara harfiah berarti caruban atau percampuran, merupakan simbol persatuan dan toleransi. Kota ini menjadi titik temu tradisi Jawa, Sunda, dan beragam budaya lainnya yang membentuk karakter khas Cirebon. 

Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cirebon turut berbangga atas ditetapkannya 42 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025 yang berasal dari Jawa Barat.

“Pencapaian ini adalah bukti bahwa kekayaan budaya Jawa Barat diakui secara luas, sekaligus menjadi kewajiban kita semua untuk melestarikannya,” tegasnya. 

Ia menekankan bahwa kebudayaan harus dijadikan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif daerah dan penguat karakter generasi muda. 

Menurut Wali Kota, pelestarian budaya menuntut jaminan agar setiap tradisi, karya seni, dan kearifan lokal dapat diwariskan secara utuh, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan kesejahteraan bagi para pelaku budaya. 

“Hal ini hanya bisa terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, akademisi, dan komunitas budaya,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa PKD menjadi ruang ekspresi penting bagi para seniman dan budayawan untuk menampilkan karya terbaiknya. 

Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mencintai dan melestarikan budaya daerahnya sendiri. 

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa budaya lokal mampu tumbuh dan berkembang seiring perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herman Suryatman menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pelestarian kebudayaan melalui kebijakan, pembinaan, serta fasilitasi ruang-ruang kreatif.

 “Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas budaya di Jawa Barat,” pungkasnya. (din)



Pemkab Cirebon Gelar Cirebon Peduli Bencana Sumatra Dan Palestina Lewat Konser Amal

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al Falah menggelar kegiatan Cirebon Peduli Bencana Sumatra dan Palestina lewat konser amal bersama Wali Band di Stadion Ranggajati, Minggu (14/12/2025).

Bupati Cirebon Imron hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Imron mengajak masyarakat mendoakan para korban bencana di Sumatra, Aceh serta warga Palestina.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra, Aceh dan juga Palestina. Mangga silakan sumbangannya dan sedekah untuk korban di Sumatra dan juga Palestina,” kata Imron.

Imron menyampaikan, kondisi Kabupaten Cirebon yang aman dan tenteram patut disyukuri dengan meningkatkan kepedulian kepada sesama.

Ia menegaskan, berdonasi atau sedekah tidak akan mengurangi rezeki.

“Jangan sampai berpikir karena sedekah duitnya berkurang. Kalau sering bersyukur, Allah akan menambah nikmatnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Imron juga mengapresiasi perjalanan KSPPS BMT Al Falah yang telah memasuki usia ke-30 tahun.

Ia berharap lembaga keuangan syariah tersebut terus berkembang dan berperan dalam membantu masyarakat Kabupaten Cirebon menjalankan usaha, sekaligus mencegah praktik pinjaman tidak sehat seperti bank emok.

Sementara itu, Kepala KSPPS BMT Al Falah, Ahmad Hamdan menyampaikan, KSPPS BMT Al Falah telah membangun gedung tiga lantai yang berlokasi di sekitar kawasan perkantoran Bupati Cirebon serta menerbitkan sebuah buku perjalanan lembaga.

“Rangkaian berikutnya adalah aksi kemanusiaan untuk Sumatra dan Palestina. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ujarnya. (Nur)

MTB Fiesta Bupati Cup 2025 Resmi Ditutup, Dorong Lahirnya Atlet Unggul Cirebon


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menutup ajang MTB Fiesta 2025 Bupati Cup di JTM Bike Park, Kecamatan Sumber, Minggu (14/12/2025)

Sabtu, 13 Desember 2025

Kabupaten Cirebon Pertama Kali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan MTB Nasiona

 

KABUPATEN CIREBON — Kabupaten Cirebon untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah kejuaraan sepeda gunung (Mountain Bike/MTB) tingkat nasional.

Kejuaraan bertajuk MTB Fiesta Bupati Cup 2025 tersebut resmi dibuka oleh Bupati Cirebon Imron di JTM Bike Park, Kecamatan Sumber, Sabtu (13/12/2025).

Ajang ini diikuti hampir 300 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya itu, sejumlah peserta dari Malaysia dan Singapura juga turut ambil bagian, sehingga menambah gengsi kejuaraan sekaligus menandai meningkatnya pamor Kabupaten Cirebon di kancah olahraga sepeda gunung nasional hingga internasional.

Bupati Cirebon, Imron mengatakan, penyelenggaraan MTB Fiesta Bupati Cup 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga di daerahnya.

“Kami baru saja membuka lomba sepeda MTB di Kabupaten Cirebon tahun 2025. Ini pertama kalinya digelar di Kabupaten Cirebon dan langsung bertaraf nasional,” kata Imron.

“Pesertanya hampir 300 orang dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang dari Malaysia dan Singapura,” ujarnya.

Ia menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya komunitas MTB sekaligus potensi olahraga yang dimiliki Kabupaten Cirebon.

Imron pun menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jajaran Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).

“Komunitas MTB ini memang sangat banyak. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, ISSI Kabupaten Cirebon, serta ISSI Jawa Barat. Semoga ke depan, prestasi olahraga Kabupaten Cirebon terus meningkat,” katanya.

Imron berharap, prestasi olahraga Kabupaten Cirebon dapat terdongkrak dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan bisa masuk 15 besar, bahkan 10 besar. Untuk downhill sepeda, kita sudah pernah meraih dua medali emas,” tambahnya.

Terkait dukungan ke depan, Imron menyebut pemerintah daerah akan menyesuaikan dengan kemampuan dan membuka peluang kerja sama.

“Nanti kita lihat kemampuan pemda. Kalau ada, kita buat. Kalau tidak, bisa kita upayakan melalui kerja sama,” jelasnya.

Ketua ISSI Jawa Barat, Iman Firmansyah, menyambut positif pelaksanaan kejuaraan MTB Fiesta Bupati Cup 2025. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana strategis untuk pembinaan atlet.

“Saya selaku Ketua ISSI Jawa Barat, menyambut baik event ini. Ini sarana yang sangat baik untuk pembinaan atlet. Pesertanya luar biasa, dari berbagai daerah dan juga dari luar negeri,” kata Iman.

Ia berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet baru yang berprestasi dan dapat mewakili Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan dukungan penuh Pak Bupati dan seluruh jajaran, saya yakin, Kabupaten Cirebon bisa masuk 15 besar, bahkan 10 besar,” ujarnya.

Iman juga menilai Kabupaten Cirebon memiliki peran penting sebagai penopang prestasi Jawa Barat, khususnya pada nomor downhill.

“Kabupaten Cirebon punya potensi besar, terutama di downhill. Ini terlihat hari ini, bahwa Kabupaten Cirebon mulai bangkit. Ke depan, harapannya, fasilitas dan sport park bisa beroperasi secara maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MTB Fiesta Bupati Cup 2025, Dudi Suryadarma mengatakan, kejuaraan ini bertujuan untuk pembinaan atlet sekaligus membuktikan kualitas trek yang dimiliki Kabupaten Cirebon.

“Tujuan kegiatan ini jelas, yaitu pembinaan atlet downhill. Selain itu, kami ingin membuktikan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki potensi trek yang luar biasa dan memenuhi standar nasional,” jelas Dudi.

Ia merinci, sebanyak 176 peserta mengikuti kelas Indonesian Downhill (IDH), sementara sekitar 126 peserta ambil bagian dalam kelas pushbike yang digelar di depan Kantor Bupati Cirebon. Total peserta mencapai hampir 300 orang.

“Alhamdulillah, ada juga peserta dari mancanegara,” katanya.

Menurut Dudi, kejuaraan ini juga menjadi sarana promosi daerah dan diharapkan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Cirebon memiliki sarana olahraga downhill yang mumpuni dan sesuai standar nasional bahkan internasional. Harapannya juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Untuk spesifikasi lintasan, Dudi memastikan trek di JTM Bike Park telah memenuhi ketentuan nasional.

“Panjang lintasan 1.326 meter, sementara syarat minimum nasional 1,2 kilometer. Di trek ini juga terdapat sejumlah tantangan, salah satunya big drop,” pungkasnya. (din)

Jumat, 12 Desember 2025

Kota Cirebon Tuan Rumah PKD Jawa Barat, Merajut Pertemuan Ragam Budaya

CIREBON -  Cirebon kembali menegaskan dirinya sebagai ruang perjumpaan berbagai aliran budaya Nusantara. Kota yang sejak lama dikenal sebagai simpul pertukaran gagasan, tradisi, dan jejaring sosial ini menjadi tuan rumah Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025, sebuah momentum yang diyakini dapat menjadi fondasi lahirnya peradaban baru menuju Jawa Barat yang lebih unggul.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir langsung untuk membuka rangkaian kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang telah mempercayakan Cirebon sebagai lokasi penyelenggaraan PKD. 

Menurutnya, tema “Caruban Nagri Pangripta Budaya Mapag Pajajaran Anyar" bukan sekadar slogan, melainkan penegasan identitas Cirebon sebagai pusat interaksi budaya yang terus bertransformasi. 

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa PKD harus dipahami sebagai ruang kerja bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.  Ia menambahkan, hadirnya pertunjukan budaya dan pameran dari 27 kabupaten/kota menjadi bukti kuat bahwa Jawa Barat memiliki keragaman yang patut dirawat dan dirayakan.

“Pekan Kebudayaan Daerah merupakan ikhtiar nyata untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya Jawa Barat,” ujarnya di Alun-alun Kasepuhan, Jumat (12/12/2025).

Di tingkat lokal, Pemerintah Kota Cirebon juga terus menguatkan komitmen terhadap pemajuan budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot secara konsisten menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah tingkat kota, baik secara luring maupun daring. Upaya tersebut dilengkapi dengan langkah-langkah pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb). 

Hingga kini, sebanyak 21 karya budaya dari Cirebon telah ditetapkan di tingkat provinsi maupun nasional, sebuah capaian yang mencerminkan kerja berkelanjutan untuk merawat identitas budaya daerah.

Kegiatan PKD 2025 juga menjadi ruang perjumpaan yang lebih luas bagi masyarakat. Wakil Wali Kota berharap seluruh rangkaian acara tidak berhenti pada perayaan kebudayaan semata, tetapi mampu menjadi panggung promosi pariwisata yang memperkuat posisi Cirebon sebagai destinasi budaya dan sejarah di Jawa Barat. 

“Semoga PKD tahun ini memberikan inspirasi bagi kita semua untuk terus mencintai khazanah budaya bangsa,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, lendra Sofyan menambahkan bahwa PKD telah menjadi program rutin tahunan yang penting bagi upaya pelestarian budaya. Sebagai tuan rumah, Kota Cirebon sekaligus menjadi titik temu bagi berbagai ekspresi budaya dari seluruh wilayah Jawa Barat. 

“Meski setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing, PKD ini menyatukan kita dalam semangat yang sama: menjaga kebudayaan sebagai akar yang memperkuat masa depan,” ujar Indra.

Ia menekankan bahwa kehadiran puluhan kelompok seni dari 27 kabupaten/kota membuka kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal budaya satu sama lain. Interaksi inilah, menurutnya, yang menjadikan PKD bukan hanya ajang pertunjukan, tetapi juga proses belajar dan berbagi pengalaman antardaerah.

Indra berharap rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya. "Kami optimistis PKD 2025 dapat berkontribusi pada kemajuan kebudayaan Jawa Barat sebagai bagian integral dari budaya Indonesia yang majemuk," tuturnya. (din)



Peringatan HKG PKK ke-53, Pemkot Cirebon Dorong Gerakan PKK sebagai Pilar Ketahanan Sosial

CIREBON - Ketahanan keluarga di era digital menjadi sorotan utama dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kota Cirebon yang digelar Jumat (12/12/2025). 

Di tengah perubahan sosial yang sangat cepat, PKK dipandang bukan sekadar pelengkap program pemerintah, melainkan garda terdepan yang memahami denyut permasalahan keluarga dari jarak paling dekat. Karena itu, keterlibatan PKK dalam memperkuat karakter dan ketahanan keluarga menjadi semakin penting.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, hadir membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah para kader. 

"TP PKK Kota Cirebon sudah berkolaborasi dengan banyak stakeholder, dan itu luar biasa,” ujar Wali Kota. 

Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan dan dorongan untuk terus melakukan yang terbaik bagi masyarakat tidak boleh padam, justru harus semakin menguat dari tahun ke tahun.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta untuk memaknai perayaan HKG sebagai momentum peneguhan kembali komitmen dan sinergi dalam pembangunan, yang menurutnya harus dimulai dari unit paling kecil yaitu keluarga. 

Tema "Bergerak Bersama PKK, Wujudkan Keluarga Hebat, Cirebon Maju” disebutnya sebagai pesan strategis yang perlu diinternalisasi oleh seluruh kader dan masyarakat.

"Gerakan PKK telah membuktikan diri sebagai pilar utama perubahan sosial,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan PKK terletak pada kedekatan dengan keluarga, sehingga 10 Program Pokok PKK menjadi panduan praktis dalam menjawab berbagai tantangan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kemandirian ekonomi. 

Pemerintah Kota Cirebon, tegas Wali Kota, sangat bergantung pada kontribusi PKK untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai modal masa depan kota.

Wali Kota juga menyinggung kolaborasi TP PKK dengan Dinas Kesehatan, termasuk program Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (GELARI PELANGI) serta penanganan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). 

Menurutnya, kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam menekan angka stunting dan memastikan generasi mendatang tumbuh secara optimal. Ia berharap seluruh program tersebut terus diperkuat dan diperluas jangkauannya.

Pada aspek ketahanan keluarga di era digital, Wali Kota menegaskan perlunya peran PKK sebagai benteng moral. Program PAAREDI disebutnya sangat relevan untuk membimbing anak dan remaja agar mampu menghadapi arus informasi tanpa kehilangan karakter. 

"Kita harus memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif,” katanya.

Tak hanya itu, kontribusi PKK pada bidang ekonomi dan lingkungan juga menjadi perhatian. Wali Kota mendorong PKK agar terus menjadi motor penggerak ekonomi mikro berbasis keluarga, termasuk melalui pengembangan UMKM dan pemanfaatan potensi lokal. 

Praktik-praktik kreatif seperti lomba daur ulang dinilainya sebagai langkah nyata membangun kesadaran lingkungan demi mewujudkan Kota Cirebon yang bersih, rapi, sehat, dan tertib.

Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader yang telah bekerja sepenuh hati. Menurutnya, PKK punya peran strategis dalam kesejahteraan keluarga dan masyarakat. 

"Kami berharap peran ini dapat semakin optimal, dan kader semakin berdaya,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa peringatan HKG menjadi momen untuk memperkuat komitmen mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan sejahtera. 

“Mari bersama terus bahu membahu,” tambahnya.

Noviyanti mengucapkan terima kasih kepada mitra strategis dan sponsor atas dukungan dalam berbagai kegiatan. Ia menyebut sinergi ini sebagai bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan besar bagi Kota Cirebon.

Noviyanti mengajak seluruh kader menjadikan HKG PKK ke-53 sebagai titik tolak untuk memperkuat sinergi program, meningkatkan kapasitas kader, dan memantapkan komitmen pelayanan. Ia berharap Gerakan PKK Kota Cirebon terus menjadi pelopor dalam mewujudkan keluarga hebat demi Kota Cirebon maju.

"Kita harus bergerak bersama, bukan hanya bekerja bersama," tuturnya. (din)

Kamis, 11 Desember 2025

Tax Awards 2025, Apresiasi Pemkot Cirebon untuk Wajib Pajak sebagai Pilar Pembangunan

CIREBON -  Setiap langkah maju yang terlihat di Kota Cirebon lahir dari peran banyak orang, termasuk para wajib pajak yang setia memenuhi kewajibannya. Melalui Tax Awards 2025, Pemkot Cirebon memberikan apresiasi kepada mereka yang telah menjadi pilar penting pembangunan kota. Gelaran Tax Awards Kota Cirebon Tahun 2025 berlangsung di Hotel Prima, Kamis (11/12/2025).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir didampingi Pj Sekretaris Daerah, Sumanto, serta jajaran perangkat daerah. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa capaian pembangunan Kota Cirebon hanya mungkin terwujud karena komitmen kolektif masyarakat.

"Terima kasih saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian dan seluruh warga Kota Cirebon yang telah menjadi Pahlawan Pembangunan Daerah melalui kepatuhan pembayaran pajak yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap perubahan yang hari ini dapat dirasakan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga layanan publik yang semakin cepat, semuanya bertumpu pada penerimaan pajak daerah. 

"Pajak daerah adalah investasi kolektif kita. Ketika wajib pajak memenuhi kewajibannya, mereka sesungguhnya menjadi mitra strategis utama pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bersama,” tuturnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima Tax Awards yang merupaan beberapa mitra strategis pemerintah. Menurutnya, para wajib pajak adalah pilar ekonomi daerah. 

"Kepatuhan Bapak dan Ibu menunjukkan bahwa kesuksesan usaha dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab sosial kepada kota,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerja keras di tingkat kewilayahan juga menjadi faktor penting menekan angka KTMDU. Menurut Wali Kota, Camat, lurah, koordinator, dan petugas penelusur lapangan adalah ujung tombak yang berjuang langsung di tengah masyarakat. 

"Dedikasi Bapak dan Ibu telah membuat perubahan signifikan,” kata Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan pajak, mempermudah akses, dan memastikan transparansi pengelolaan anggaran agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari pajak yang mereka bayarkan. Momentum Tax Awards 2025 ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat kesadaran, meneguhkan kepatuhan, dan memperluas kolaborasi lintas sektor.

Dengan semangat Setara Berkelanjutan,  Pemkot Cirebon optimistis dapat terus bergerak menuju kota yang maju, modern, dan sejahtera, seraya kembali memberikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan. “Teruslah menjadi teladan terbaik bagi kita semua,” tutup Wali Kota.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Mastara, menyampaikan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan tata kelola pajak daerah. Mastara menilai, kerja sama Pemkot Cirebon dengan Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) memperkuat partisipasi seluruh komponen, terutama wajib pajak. 

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah menciptakan tata kelola pajak yang akuntabel,” jelasnya.

Mastara juga memaparkan bahwa penghargaan tahun ini diberikan kepada beberapa kategori, mulai dari mitra strategis, wajib pajak PBJT dengan kontribusi terbesar, wajib pajak PBB-P2 perorangan dengan pembayaran tercepat, notaris PPAT dengan transaksi terbanyak, kecamatan dengan penurunan KTMDU tertinggi, hingga tokoh dan influencer yang turut mempromosikan Kota Cirebon. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi. 

“Semoga ini memotivasi peningkatan kepatuhan pajak dan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor P3DW, Endang Sobirin, mengungkapkan bahwa Kota Cirebon masih memiliki ruang untuk meningkatkan penerimaan. “Saat ini capaian Pajak Kendaraan Bermotor sekitar 87 persen. Antusias masyarakat terhadap program pemutihan juga sangat tinggi, dalam satu hari penerimaan bisa mencapai satu miliar rupiah,” ungkapnya.

Endang juga memberikan apresiasi terhadap penurunan KTMDU di Kota Cirebon yang dinilai sangat signifikan. Awalnya, kata Endang, ada sekitar 46 ribu kendaraan yang belum membayar pajak. Sekarang sudah turun menjadi 22 ribu, hampir 50 persen. 

"Ini capaian yang luar biasa dan harapan kita ke depan, hari-hari Kota Cirebon bisa jauh lebih baik,” pungkasnya. (din)



Bupati Imron Tekankan Transparansi Pengelolaan Bulan Dana PMI Kabupaten Cirebon 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan pentingnya transparansi dan peningkatan kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan, termasuk pengelolaan Bulan Dana PMI 2025.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Imron dalam kegiatan penutupan Bulan Dana PMI yang digelar di Ruang Nyimas Gandasari Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis (11/12/2025).

Imron menyampaikan apresiasi kepada panitia, koordinator, kolektor, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Menurutnya, antusiasme publik menjadi bukti semakin tingginya kepedulian warga terhadap kegiatan kemanusiaan.

“Saya berharap hasil Bulan Dana PMI dimanfaatkan secara transparan dan dipublikasikan dengan baik untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Imron.

Ia menambahkan, keberhasilan Bulan Dana PMI tidak sekadar diukur dari jumlah dana yang terkumpul, namun juga dari peningkatan kualitas layanan PMI kepada masyarakat.

PMI harus hadir lebih kuat di tengah warga, terutama ketika terjadi bencana.

“Melalui Bulan Dana 2025 ini, saya berharap kinerja dan aktivitas PMI semakin meningkat dan semakin menyatu dengan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Imron menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.

Ia menyebut banjir, kekeringan, dan kebakaran sebagai contoh situasi yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi dari PMI.

Ia meminta PMI memperkuat hubungan kerja dengan instansi terkait melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Cirebon agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Selain itu, ia mengimbau perangkat daerah, camat, dan kuwu untuk terus menyosialisasikan kegiatan PMI kepada masyarakat, termasuk pentingnya peran lembaga kemanusiaan tersebut dalam membantu korban bencana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala menyatakan, pemerintah daerah mengapresiasi capaian Bulan Dana PMI 2025 yang berjalan lancar.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung peningkatan kapasitas PMI, terutama pada aspek sumber daya manusia dan sarana penanganan bencana.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan PMI perlu terus diperkuat agar pelayanan kemanusiaan semakin optimal,” kata Hendra.

Sementara itu, Kepala Bidang SDM PMI Kabupaten Cirebon, Dodi Kusuma menyampaikan, laporan resmi bahwa total dana yang terkumpul pada Bulan Dana 2025 mencapai Rp988.310.038.

Angka tersebut berasal dari spontanitas peserta serta hasil penggalangan dana dari berbagai sektor.

Dodi menyampaikan, PMI memberikan penghargaan kepada kolektor tercepat dan terbesar setoran sebagai bentuk apresiasi kepada para petugas lapangan.

Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan motivasi pada pelaksanaan tahun berikutnya.

PMI turut melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penggalangan dana, termasuk optimalisasi penggunaan QRIS dan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami bersyukur pelaksanaan Bulan Dana berjalan baik berkat dukungan seluruh pihak,” ujar Dodi. (din)







Pemkab Cirebon Gelar Rapat Forkopimda Antisipasi Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas persiapan menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Nyimas Rarasantang, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis (11/12/2025).

Rapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon Imron dan dihadiri unsur pimpinan daerah serta perwakilan instansi terkait.

Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang libur panjang Nataru.

Imron menyampaikan, koordinasi lintas sektor diperlukan agar situasi keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun dapat terjaga.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, baik perayaan maupun perjalanan mudik, dapat berjalan aman dan tertib.

Menurut Imron, pemerintah daerah telah membahas sejumlah poin penting, termasuk rekayasa lalu lintas, potensi kemacetan, kesiapan fasilitas kesehatan, serta penempatan petugas di titik-titik rawan.

“Hal ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan yang mungkin terjadi saat lonjakan mobilitas masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Imron menyampaikan, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik harus dapat menikmati perjalanan dengan rasa aman dan nyaman.

Pemerintah daerah, menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur yang melintasi wilayah Cirebon.

Ia menjelaskan sejumlah pos kesehatan dan pos istirahat akan disiapkan untuk para pemudik. Pos tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat jika merasa lelah maupun kurang sehat selama perjalanan melintasi Kabupaten Cirebon.

“Kalau lewat Cirebon dan capek, silakan istirahat. Kalau kurang enak badan, di pos-pos itu tersedia layanan kesehatan dan tempat istirahat,” ujar Imron.

Selain kesiapan transportasi dan layanan publik, pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan para pemuka agama, termasuk pendeta.

Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan kegiatan ibadah Natal dapat berlangsung aman, tenang, dan tertib.

Imron menegaskan pemerintah ingin memastikan seluruh umat Kristiani di Kabupaten Cirebon dapat menjalankan ibadah Natal dengan nyaman.

Oleh karena itu, sejumlah rapat lanjutan akan digelar dengan melibatkan perwakilan gereja.

Terkait potensi cuaca ekstrem pada masa libur tersebut, Imron menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan Forkopimda.

Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana yang dipicu cuaca buruk.

Ia menambahkan, instansi terkait telah diminta untuk menyiapkan langkah mitigasi. Antisipasi terhadap kondisi angin kencang, hujan intensitas tinggi, hingga potensi banjir menjadi bagian dari skenario penanganan.

Ia berharap seluruh persiapan tersebut dapat memastikan momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon maupun para pelintas yang melewati daerah tersebut.

“Pemerintah menargetkan pengamanan, pelayanan, dan mitigasi risiko dapat berjalan optimal hingga awal tahun,” pungkasnya. (din)







Rabu, 10 Desember 2025

Sarasehan Nasional MPR RI, Pemkot Cirebon Siap Ikuti Arah Kebijakan Pembiayaan Infrastruktur


CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati turut menghadiri Sarasehan Nasional yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Holiday Inn, Pasteur, Kota Bandung, Rabu (10/12/2025). 

Forum tersebut dihadiri para kepala daerah dari seluruh wilayah Jawa Barat dan membahas pemanfaatan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Melalui sarasehan tersebut, MPR RI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tercipta pemahaman bersama mengenai mekanisme investasi, peluang keuntungan bagi investor, serta manfaat pembangunan bagi masyarakat luas. 

Sarasehan digelar juga untuk memberikan pemahaman mengenai instrumen obligasi daerah, sekaligus mendorong pemerintah kabupaten/kota mempertimbangkan skema pembiayaan inovatif guna mengatasi keterbatasan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan meningkatnya kebutuhan pendanaan pembangunan di Jawa Barat, obligasi daerah dipandang sebagai salah satu pilihan strategis untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur vital. Pertemuan ini juga diarahkan untuk menghimpun masukan dari pemerintah daerah serta memetakan potensi dan tantangan di lapangan, sehingga kebijakan pembiayaan dapat diterapkan secara efektif dan tetap akuntabel.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya menjaga ruang terbuka hijau di tengah pembangunan infrastruktur.  Gubernur juga menekankan bahwa program rumah subsidi, termasuk Program Tiga Juta Rumah, tetap harus mengikuti kebijakan moratorium pembangunan horizontal yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Wali Kota Cirebon menilai sarasehan ini sangat relevan karena mengangkat isu percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat. Menurutnya, masih banyak daerah dengan tingkat kemandirian fiskal lemah hingga sedang, sehingga menghadapi kesulitan dalam mempercepat pembangunan.

“Alhamdulillah, kegiatan sarasehan bersama MPR RI ini dihadiri langsung oleh pimpinan MPR, Pak Gubernur, dan seluruh kepala daerah se-Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai obligasi daerah menjadi penting, mengingat sebagian daerah masih terbatas dalam kemampuan pembiayaan infrastruktur. Gubernur pun telah mengarahkan agar belanja infrastruktur menjadi prioritas pada tahun 2026.

Dengan efisiensi anggaran serta keterbatasan transfer dari pemerintah pusat, kepala daerah diharapkan mulai mempertimbangkan opsi pembiayaan lain, seperti obligasi daerah maupun skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) bersama BUMN maupun pihak lainnya.

"Pemkot Cirebon masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai kewenangan pembangunan infrastruktur antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota/kabupaten. Intinya kami siap karena tujuan terpentingnya adalah percepatan pembangunan,” terangnya. (din)


FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Resmi Luncurkan Aplikasi SAPAFUA untuk Optimalkan Layanan dan Aduan Mahasiswa

 

CIREBON, FC— Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya sebagai fakultas berbasis digital melalui peluncuran aplikasi SAPAFUA (Sistem Aduan dan Pelayanan Fakultas Ushuluddin dan Adab). 

Kegiatan launching yang berlangsung secara daring melalui Google Meet pada pukul 09.00–10.00 WIB ini menandai langkah baru FUA dalam memperkuat tata kelola layanan akademik dan kemahasiswaan berbasis teknologi.(09/12).

Aplikasi SAPAFUA dikembangkan oleh Galih Agam Firdaus dengan dukungan teknis dari Fadil, serta pendampingan langsung dari Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag. Kehadiran aplikasi ini menjadi bagian penting dari transformasi digital fakultas menuju pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif.

Dalam sambutannya, Dekan FUA  Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., menegaskan bahwa SAPAFUA merupakan kebutuhan strategis bagi fakultas untuk menjawab tantangan pelayanan di era digital.

“Aplikasi SAPAFUA kami kembangkan sebagai instrumen pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat respon layanan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pengelola fakultas,” ujar Dr. Anwar Sanusi.

Melalui SAPAFUA, mahasiswa kini dapat mengakses berbagai layanan secara terintegrasi, meliputi:

Penyampaian aduan akademik dan non-akademik,

Pemantauan status tindak lanjut laporan,

Pengajuan layanan administrasi kemahasiswaan,

Akses informasi layanan fakultas secara terpusat.

Pengembang aplikasi, Galih Agam Firdaus, menjelaskan bahwa SAPAFUA dirancang sebagai solusi komunikasi digital yang efisien dan mudah diakses oleh mahasiswa.

“SAPAFUA dihadirkan agar mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun kebutuhan layanan secara mudah, terdokumentasi, dan dapat dipantau progresnya secara transparan,” ungkapnya.

Peluncuran SAPAFUA menjadi langkah strategis FUA dalam memperkuat budaya service excellence dan meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi. Inovasi ini sekaligus mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus siber berstandar global yang menerapkan digital governance di seluruh lini pelayanan.

Ke depan, FUA berencana mengembangkan fitur lanjutan seperti integrasi dengan sistem akademik, notifikasi real-time, dan dashboard monitoring layanan sebagai bagian dari penguatan konsep Smart Faculty di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dengan hadirnya SAPAFUA, FUA semakin mantap melangkah sebagai fakultas yang sigap, adaptif, dan inovatif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. (din)

Wabup Jigus Buka Kejuaraan Bola Voli Pelajar “Bupati Cup”, Kuatkan Pembinaan Atlet

 

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, resmi membuka Kejuaraan Bola Voli Pelajar “Bupati Cup” Tahun 2025 di GOR Ranggajati, Sumber, pada Rabu (10/12/2025).

Jigus menyampaikan, penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 Desember 2025, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memasyarakatkan olahraga di kalangan pelajar.

“Alhamdulillah hari ini saya mewakili Pak Bupati Imron untuk membuka event olahraga Bola Voli Bupati Cup 2025,” ujar Jigus.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, ketua cabang olahraga, para atlet, dan para orang tua yang sudah mendampingi,” sambungnya.

Jigus optimis event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan langkah strategis dalam mencari bibit atlet potensial di Kabupaten Cirebon.

Ia menyebut bahwa di daerahnya terdapat 47 cabang olahraga, yang diharapkan mampu rutin menggelar event serupa setiap tahun.

“Tujuannya supaya bisa mencari bibit-bibit unggul olahraga di Kabupaten Cirebon. Nantinya, data atlet pelajar dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akan dipadankan dengan KONI untuk mencetak atlet prestasi yang dapat mewakili Kabupaten Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, Jois Putra, menjelaskan kegiatan ini memiliki dua tujuan utama.

Pertama, menjadi ajang silaturahmi bagi guru pendidikan olahraga agar terus aktif dalam pembinaan atlet pelajar.

Kedua, sebagai upaya pembinaan dan pengembangan bakat olahraga unggulan daerah.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kejuaraan mempertandingkan dua kategori lomba, yaitu beregu putra dan putri.

“Total terdapat 476 atlet pelajar yang berpartisipasi, terdiri dari 22 klub putra dan 12 klub putri dari berbagai sekolah se-Kabupaten Cirebon,” katanya.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Kejuaraan Bola Voli Pelajar “Bupati Cup” 2025 diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Cirebon di kancah olahraga daerah maupun nasional. (Nur)








Diskominfo Kabupaten Cirebon Raih Hasil Positif Pada Audit ISO 27001:2022

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon melaksanakan Audit Eksternal Pengawasan (Surveillance) ISO 27001:2022 selama dua hari, Senin–Selasa (8–9/12/2025).

Audit ini dilakukan oleh PT TUV SUD Indonesia sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan dan memelihara Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) pemerintah daerah.

Kegiatan audit berlangsung di lingkungan Diskominfo Kabupaten Cirebon dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo, Bambang Sudaryanto.

Acara pembukaan juga dihadiri oleh pejabat struktural, tim ISO 27001, auditor eksternal, dan tim konsultan pendamping.

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan komitmen Diskominfo terhadap standar keamanan informasi.

“Kegiatan surveillance ini merupakan komitmen dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon untuk menjaga kepatuhan terhadap standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yakni ISO 27001:2022,” jelas Bambang.

Hal tersebut menegaskan bahwa Diskominfo menempatkan keamanan informasi sebagai fondasi penting dalam penyelenggaraan layanan publik.

Audit pengawasan tahun 2025 ini merupakan yang pertama, setelah sebelumnya pada 2024 Diskominfo menjalani Audit Eksternal Sertifikasi ISO 27001:2022 dan dinyatakan memenuhi standar, sehingga memperoleh sertifikat resmi.

Auditor PT TUV SUD Indonesia, Mashuri, menjelaskan bahwa proses audit dilakukan secara objektif dengan metode evaluasi menyeluruh.

Ia menyampaikan bahwa penilaian mencakup kesesuaian prosedur internal, regulasi yang berlaku, hingga identifikasi peluang perbaikan bagi organisasi.

Menurutnya, audit tidak hanya menyoroti temuan teknis, tetapi juga konsistensi implementasi standar.

“Ketika dalam suatu proses tidak ditemukan temuan, bukan berarti proses tersebut sepenuhnya berjalan sempurna,” jelas Mashuri.

“Karena itu, penting untuk tetap berpegang pada standar yang berlaku dan berkomitmen dalam implementasinya,” tambahnya.

Selama dua hari audit, tim auditor melakukan pemeriksaan dokumen, wawancara, serta kunjungan lapangan dengan total durasi 12 jam pemeriksaan efektif.

Seluruh elemen SMKI yang diterapkan Diskominfo Kabupaten Cirebon menjadi objek evaluasi.

Hasil akhir audit menyatakan bahwa Diskominfo berhasil mempertahankan Sertifikasi ISO 27001:2022.

Auditor menilai bahwa penerapan standar keamanan informasi di Diskominfo berjalan baik, konsisten, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan informasi, meningkatkan mutu layanan digital, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola sistem elektronik pemerintah. (din)





Bupati Imron Optimistis Desa Belawa Raih Prestasi di Ajang Galeri Pelangi Jabar

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menyatakan optimismenya terhadap peluang Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, meraih juara dalam Lomba Galeri Pelangi PKK tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.

Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau langsung kegiatan re-checking monitoring dan evaluasi oleh tim PKK Provinsi Jawa Barat di TP PKK Desa Belawa, Selasa (9/12/2025).

Belawa, kata Imron, menjadi satu-satunya desa dari Kabupaten Cirebon yang berhasil masuk enam besar ajang Galeri Pelangi tahun ini.

Imron mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan Belawa memiliki kesiapan yang lebih kuat dibanding desa lainnya, terutama dalam inovasi dan pengelolaan program PKK.

Menurutnya, berbagai unsur penilaian seperti kebersihan lingkungan, kreativitas warga, dan penguatan UMKM telah dipenuhi dengan baik oleh Desa Belawa.

Ia menegaskan keunggulan Belawa tidak bersifat parsial, melainkan mencakup beragam sektor yang saling mendukung.

“Belawa ini punya banyak keunggulan yang bisa menjadi nilai tambah di tingkat provinsi,” ujarnya.

Salah satu unsur yang menjadi sorotan adalah keberadaan “Kuya” Belawa, satwa endemik yang menjadi identitas desa dan masuk kategori potensi wisata edukatif.

Imron menyebut kekhasan tersebut memberikan dimensi tambahan dalam penilaian, terutama pada aspek lingkungan dan konservasi.

Selain itu, ia menilai aktivitas literasi yang berjalan aktif memberi bobot tambahan bagi Belawa dalam kategori pendidikan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa dan kader PKK yang dinilai konsisten menjalankan program sejak penilaian tingkat kabupaten,” tuturnya.

Belawa sebelumnya menjadi juara tingkat Kabupaten Cirebon, setelah mengungguli desa lain pada kategori inovasi dan kreativitas.

“Saya optimistis Belawa bisa menjadi juara Jawa Barat,” pungkasnya. (din)

Selasa, 09 Desember 2025

Bantuan Rumpon Berlanjut, Pemkot Cirebon Optimalkan Budidaya Kerang Hijau

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat dukungan bagi para nelayan pesisir, khususnya yang mengembangkan budidaya kerang hijau. Bentuk dukungan itu terlihat saat Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, meninjau langsung aktivitas para nelayan yang tengah merawat rumpon bagan di tengah laut, Selasa (9/12/2025). 

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan program bantuan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan hasil produksi.

Wakil Wali Kota menyaksikan langsung perkembangan kerang hijau yang ditanam sekitar setengah jam perjalanan dari daratan. Ia mengungkapkan bahwa hasil uji petik ternyata lebih cepat dari perkiraan. 

“Alhamdulillah bisa berada di tengah-tengah para pejuang kita yaitu nelayan pesisir. Tadi rencananya panen sepuluh hari lagi, tanggal 25 Desember, tapi tadi kita lihat sudah besar-besar. Sepuluh hari lagi insyaallah sudah siap panen dan hasilnya akan lebih maksimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan harapan agar kelompok budidaya kerang hijau di Kota Cirebon semakin berkembang. Saat ini, baru dua kelompok dari total delapan kelompok nelayan yang mulai menjalankan budidaya dengan rumpon bagan.

“Semoga semuanya bisa ikut berkembang. Pemkot Cirebon melalui DKP3 siap memberikan stimulan dan bantuan rumpon bagan untuk mendukung budidaya kerang hijau,” tambahnya. 

Rumpon-rumpon yang disalurkan diharapkan menjadi solusi penguatan produksi, baik untuk tangkapan ikan maupun untuk budidaya kerang hijau yang dinilai aman, cepat tumbuh, dan memiliki nilai jual tinggi. Bantuan ini diproyeksikan dapat menjadi salah satu pilar peningkatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan lokal.

Selama peninjauan, Wakil Wali Kota bersama tim teknis mengevaluasi metode pengembangan, kualitas biota laut, serta potensi peningkatan hasil panen. Evaluasi ini bagian dari upaya Pemkot Cirebon memastikan bahwa budidaya berjalan efisien, terukur, dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan teknis, pembinaan kelompok nelayan, hingga penguatan akses pemasaran. “Kami ingin budidaya kerang hijau ini tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi sumber kesejahteraan yang semakin kuat bagi masyarakat pesisir,” tuturnya.

Dengan terus diperluasnya program rumpon bagan dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemkot Cirebon berharap kegiatan budidaya kerang hijau dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan nelayan dalam memajukan sektor perikanan lokal.

Salah satu nelayan dari Pesisir Panjunan, Amin, merasakan langsung manfaat bantuan yang diterima. “Saya sudah lima tahun budidaya kerang hijau. Hasilnya lumayan, ini bisa panen sampai empat ton. Terima kasih kepada Kementerian Perikanan dan Pemerintah Kota Cirebon atas bantuannya. Ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan kami,” ujarnya.(sin)

UIN Siber Cirebon Tuntaskan Booklet Link and Match Ketenagakerjaan, Siap Dongkrak Maturity Rating BLU

 

CIREBON, FC — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing lulusan melalui finalisasi Booklet Link and Match Ketenagakerjaan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir / Career Development Center (CDC) secara resmi menuntaskan dokumen strategis tersebut pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Gedung CDC.

Proses finalisasi ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Penyusunan Dokumen Booklet Link and Match Ketenagakerjaan yang telah diselenggarakan pada November lalu. Penyelesaian booklet ini menjadi tonggak penting dalam rangkaian upaya peningkatan Maturity Rating Badan Layanan Umum (BLU) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, karena memuat peta keterkaitan antara kurikulum, kompetensi lulusan, dan kebutuhan riil dunia kerja.

Kepala UPT Pengembangan Karir, Wahyono, M.Pd.I., menjelaskan bahwa dokumen tersebut disusun melalui proses pemetaan yang komprehensif dan partisipatif.

“Booklet ini bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi wujud nyata komitmen UIN Siber Cirebon sebagai universitas berbasis digital untuk menghadirkan lulusan yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri. Seluruh hasil pemetaan kebutuhan pasar kerja kini terangkum secara sistematis,” ujarnya.

Penyusunan booklet ini melibatkan kontribusi aktif perwakilan fakultas, pengelola pusat karir, dan tim pelaksana tracer study, serta mendapatkan masukan dari praktisi ketenagakerjaan dan pakar link and match industri.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., 

menyampaikan apresiasi atas tuntasnya dokumen tersebut.“Dokumen ini merupakan refleksi konkret atas kemampuan kita menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan. Kehadirannya akan memperkuat tata kelola BLU berbasis kinerja serta menjadi bukti keseriusan kita dalam menindaklanjuti hasil tracer study,” tegasnya.

Dengan rampungnya Booklet Link and Match Ketenagakerjaan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin mantap melangkah dalam transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kinerja, relevansi, dan kualitas layanan publik. Dokumen tersebut kini siap diimplementasikan sebagai panduan strategis jangka panjang untuk meningkatkan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun global. (Nur)

Senin, 08 Desember 2025

Tips Lengkap Mitigasi Banjir Dari BPBD Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui BPBD Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana banjir.

“Masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir. Upaya sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Ikin.

Sebelum Musim Hujan: Persiapan yang Tidak Boleh Diabaikan

BPBD mengimbau warga untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini. Beberapa tindakan penting antara lain:

Menguras dan menutup sarang nyamuk untuk menghindari penyakit DBD.

Membuat sumur resapan sebagai upaya menahan limpasan air hujan.

Menyediakan karung pasir untuk penghambat air saat intensitas hujan meningkat.

Meninggikan rumah atau membuat tanggul sederhana bagi warga di wilayah rawan.

Membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tidak tersumbat.

Mengamankan peralatan elektronik dari kemungkinan terendam air.

Menyediakan bak penyimpanan air bersih.

Menyiapkan jas hujan dan payung untuk aktivitas luar ruangan.

Menurut Ikin, tindakan-tindakan tersebut mampu mengurangi potensi kerugian saat puncak hujan datang. “Pencegahan adalah langkah paling murah dan paling mudah,” tegasnya.

Saat Banjir Mengancam: Warga Diminta Tetap Tenang dan Patuh Instruksi Petugas

Ketika air mulai naik, warga diminta fokus pada keselamatan:

Matikan seluruh peralatan listrik untuk menghindari korsleting.

Amankan barang elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Menampung air bersih sebelum aliran air terganggu.

Memeriksa kebocoran rumah agar tidak menjadi jalur masuk air.

Memastikan sumur resapan berfungsi dengan baik.

Mengikuti seluruh instruksi dari petugas BPBD atau aparat desa.

Ikin menekankan bahwa kepatuhan warga dapat mempercepat proses evakuasi jika dibutuhkan. “Petugas di lapangan bekerja sesuai prosedur. Ikuti arahan demi keselamatan bersama,” katanya.

Setelah Banjir Surut: Pastikan Lingkungan Aman dan Sehat

Usai banjir, masalah tidak berhenti begitu saja. Penyakit pascabanjir seperti leptospirosis, gatal-gatal, dan diare kerap muncul jika kebersihan tidak diperhatikan.

BPBD mengarahkan masyarakat untuk:

Memberantas sarang nyamuk agar tidak terjadi peningkatan kasus DBD.

Menggunakan kaporit jika sumur terkontaminasi air banjir.

Mengonsumsi air minum dalam kemasan atau merebus air hingga benar-benar mendidih.

Memeriksa kembali instalasi listrik dan gas sebelum dipasang.

Menggunakan sepatu karet dan sarung tangan saat membersihkan rumah.

Mewaspadai tanda-tanda penyakit pascabanjir.

Kondisi Gawat Darurat? Hubungi 112

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghubungi 112 (bebas pulsa) untuk mendapatkan penanganan cepat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Jangan ragu menghubungi 112. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (din)

Walikota: Kota Maju Dibangun dari Warga yang Melek Literasi dan Berpikir Kritis

 

CIREBON, FC – Sebuah kota yang maju tidak hanya ditandai oleh megahnya bangunan ataupun lengkapnya infrastruktur. Lebih dari itu, sebuah kota disebut maju ketika masyarakatnya memiliki daya nalar, kemampuan berpikir kritis, dan kecintaan terhadap pengetahuan. 

Pesan itulah yang disampaikan Walikota Cirebon, Effendi Edo, saat membuka Festival Literasi 2025 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon, Senin (8/12/2025).

Dalam suasana yang penuh semangat, Effendi Edo menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang cerdas dan tahan terhadap berbagai arus informasi. 

“Festival ini bukan sekadar kegiatan, tetapi deklarasi bersama bahwa Cirebon adalah kota yang menghargai buku dan menghormati pengetahuan,” ujarnya.

Walikota juga mengingatkan bahwa konsep literasi telah berkembang jauh dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. 

Di tengah derasnya arus digital, masyarakat kini menghadapi tantangan baru berupa misinformasi, disinformasi, hingga hoaks yang mudah menyebar.

Tantangan itu, menurutnya, menuntut masyarakat terutama generasi muda untuk lebih bijak dan kritis dalam mencerna setiap informasi yang datang.

“Literasi digital bukan hanya tentang cara menggunakan gawai, tetapi bagaimana kita bersikap. Bagaimana kita memverifikasi informasi dan tidak mudah terprovokasi,” katanya. 

Ia juga menyoroti pentingnya literasi budaya agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak tercerabut dari akar identitasnya di tengah gempuran budaya global.

Effendi Edo kemudian mendorong Dispusip Kota Cirebon untuk terus bertransformasi menjadi ruang yang hidup dan inklusif. 

Ia berharap perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat meminjam buku, tetapi tumbuh menjadi pusat aktivitas masyarakat, ruang kreatif, ruang belajar, dan ruang kolaborasi.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi peran komunitas literasi, pegiat TBM, serta para relawan yang selama ini konsisten memperkuat gerakan literasi di Cirebon. Namun, ia juga mengingatkan bahwa fondasi literasi yang paling kuat justru berasal dari keluarga. 

“Orang tua adalah guru pertama. Rumah harus menjadi perpustakaan mini tempat karakter dan rasa ingin tahu anak tumbuh,” tegasnya.

Ia mengajak orang tua meluangkan waktu untuk membaca bersama anak, berdiskusi tentang buku, dan mengurangi ketergantungan pada gawai. “Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Cirebon. Mari wujudkan kota yang cerdas, berbudaya, dan melek informasi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 bertujuan menumbuhkan budaya baca, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap festival ini menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi, dan saling menginspirasi.

Festival Literasi 2025 yang berlangsung 8–12 Desember ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Walikota. Sejumlah kegiatan digelar selama festival, mulai dari gelar wicara, bedah naskah kuno, lomba membaca nyaring, parade band, diskusi buku, donor darah, senam bersama, hingga pameran buku.

Acara ini juga menghadirkan narasumber yang telah dikenal luas dalam dunia literasi dan pendidikan, di antaranya Maman Suherman, Kak Iyoes, Dini Lestari, Citra Sabrina, dan pendongeng Nur Amalia Farhana. Mereka hadir untuk memberikan inspirasi bagi masyarakat agar semakin dekat dengan literasi dalam kehidupan sehari-hari.