Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Desember 2019

Wakil Bupati Kuningan Hadiri Kegiatan 'Galaksi' Yang Digelar SMPN 1 Ciwaru


FOKUS KUNINGAN - Riuh tepuk tangan dan sirak sorai gembira mewarnai prosesi kegiatan 'Galaksi' yang diikuti oleh ratusan siswa SD dqn SMP saat mengikuti lomba aksi dan Prestasi (Galaksi) yang digelar SMPN 1 Ciwaru. 
Lomba ini juga dihadiri Wakil Bupati Kuningan H.M Ridho, didampingi Camat Ciwaru dan lainnya pada Rabu, (11/12/2019)
Wabup Kuningan menyampaikan, kegiatan ini sebagai arena pengasahan bakat atau potensi yang ada pada peserta didik. Juga ajang penyaluran kreatifitas sekaligus mengarahkan semangat generasi muda dengan budaya sehat dan prestasi.

"Momentum ini akan berdampak positif untuk perkembangan dan pembentukan mentalitas dan sikap anak muda yang memiliki semangat untuk terus belajar dan belajar yang hasilnya dapat memberikan manfaat untuk semuanya," harapanya.
Dalam pelaksanaan lomba ini Wabup mengatakan, Peserta lomba dituntut untuk menang secara sportif kalah secara terpuji. Seorang peserta disebut pahlawan karena berhasil membawa harum namanya.
Untuk kepanitiaan Galaksi pihak sekolah juga melibatkan OSIS, Ketua pelaksana sekaligus Ketua OSIS SMP 1 Ciwaru Safhira Rahmadina mengatakan, adapun jenis lomba, Keterampilan Baris Berbaris, Turnamen Bola voli, cerdas cermat, solo vokal, dan lintas alam. Untuk peserta dari 18 SD dan MI se Kecamatan Ciwaru dan sekitarnya. Galaksi digelar untuk memeriahkan Hari Jadi SMPN 1 Ciwaru ke 53 dengan waktu pelaksanaan tanggal 11 hingga 18 Desember.

"Kami merasa senang sudah dilibatkan dalam kegitan. Hal ini pengalaman berharga, bahwa selain pentingnya mengikuti proses belajar. Perlu juga berorganisasi sebagai bekal nanti. juga menyambut baik Galaksi yang sudah memberikan ruang siswa ini," ungkapnya dengan penuh percaya diri. (Muis)

Menghadapi Musim Penghujan Dan Cuaca Extrem di Jakarta, Camat Penjaringan Gelar Apel Tiga Pilar Kesiapsiagaan


FOKUS JAKARTA-- Apel tiga pilar Kesiapsiagaan Bencana tingkat Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, Selasa (10/12), bertempat di Taman Kota Waduk Pluit Jl Pluit Timur Raya, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.                    

Pembina Apel Camat Penjaringan Muhammad Andri, AP, Msi, dan dilaksanakan dalam rangka Kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan dan cuaca ekstrim di wilayah provensi DKI Jakarta khusus nya wilayah Kecamatan Penjaringan Jakarta utara.

Pejabat Utama yang hadir, yaitu Camat Penjaringan Muhammad Andri, AP, Msi, Kapolsek Penjaringan AKBP Imam Rifai SH, SIK, M.pict, M.iss, Danramil Penjaringan Mayor Inf Okky Risdianto, dan Kapolsek Kompol Armayni S.H, M.H.

"Peserta apel berjumlah 493 Personil yang terdiri dari Koramil Penjaringan 12 Orang, Polsek Penjaringan sebanyak 25 Orang, Polsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa sebanyak 26 Orang, ASN sebanyak 50 Orang, Damkar sebanyak 35 Orang, Tagana sebanyak 20 Orang, Satpol PP sebanyak  25 Orang, Bina Marga sebanyak 16 Orang, dan Dishub sebanyak 13 Orang," katanya.

Sekain itu juga Kelurahan Kamal sebanyak 30 Orang, Kelurahan Pluit sebanyak 30 Orang, Kelurahan Kapuk Muara sebanyak 30 Orang, Kelurahan Penjaringan sebanyak 30 Orang, Lingkungan Hidup Kecamatan sebanyak 30 Orang, Dinas SDA sebanyak  36 Orang,.

Personil lainnya adalah Tata UPK Air sebanyak 33 Orang, Dinas Kehutanan sebanyak 25 Orang, Pokdar sebanyak 15 Orang, dan KSB sebanyak 12 Orang," kata Kapolsek Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni, S.H, M.H. (dade)

IAIN Cirebon Mengejar Indikator Menuju Teaching Dan Research University


FOKUS CIREBON - Melalui Focus Group Discussion (FGD) IAIN SNJ Cirebon tengah mencari berbagai formula dalam rangka membangun berbagai indikator menuju teaching dan research university.

Hal itu diketahui saat digelarnya kegiatan Focus Group Discussion IAIN SNJ Cirebon Menuju Teaching Dan Resarch University, yang dibuka langsung oleh Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta MAg, di Lantai III, Ruang Rektorat IAIN Cirebon, Jl Perjuangan, Rabu (11/12/2019).

Toheri S.Si, MPd, Sekretaris Lembaga Penjamin Mutu, saat menbedah diskusi tersebut menjelaskan, bahwa dalam upaya menuju teaching dan research university tentu harus banyak membangun indikator-indikator.

Isi indikator-indikator tersebut di antara adalah, terwujudnya sistem pengelolaan keuangan badan penerapan ISO 9001:2015 dengan baik. Kemudian perubahan statuta, penambahan fakultas, transformasi menjadi UIN serta 50 % program studi mampu mendorong akreditasi institusi menjadi A dan lainnya.

Kemudian indikator lainnya adalah mahasiswa dan lulusan, sumberdaya manusia, kemudian penelitian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat serta kerja dan sejumlah indikator-indikator lainnya.

Dijelaskan, di Indonesia pada umumnya universitas mengemban tiga misi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (teaching, research, and service).


Dalam pelaksanaanya, kedua jenis Universitas tersebut memiliki prioritas yang berbeda. Sesuai dengan namanya, research university lebih menekankan pada aspek knowledge production melalui riset.

Teaching universities, yang nama lainnya adalah Liberal Arts Colleges, yakni kampus-kampus yang menyediakan program kegiatan dengan fokus pada kualitas pembelajaran. (din)

DI Pendopo Majalengka, Bupati Melantik 141 Kepala Desa


FOKUS CIREBON - Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., melantik 141 Kepala Desa (Kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak periode 2019-2025. Pelantikan digelar di Pendopo Kab. Majalengka, Rabu (11/12/2019).
Pelantikan Kepala Desa dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Kab.Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, para Asisten, Staf Ahli, unsur Forkopimda, Kepala Kemenag Kab. Majalengka, Ketua Pengadilan Agama Kab. Majalengka, Ketua TP-PKK Kab. Majalengka, Ketua Dharmawanita Persatuan Kab. Majalengka, para Pejabat di lingkungan Pemkab Majalengka, para Camat, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutanya Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., mengucapkan selamat kepada Kepala Desa terpilih yang hari ini dilantik, juga mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Jawa Barat di Kab. Majalengka, di samping itu baru pertamakali pelantikan Kades dilaksanakan di pendopo secara serentak dan dihadiri oleh Gubernur, hal ini sangatlah isitimewa.
“Terimakasih atas perhatian Gubernur, ini pertama kalinya terjadi di Majalengka. Saya harap kepala desa mampu menjalankan amanah atas jabatannya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengajak kepada para Kepala Desa untuk segera bekerja dengan baik demi membangun Majalengka Raharja. "Mudah-mudahan dengan kehadiran Bapak Gubernur Jawa Barat dan juga Ketua DPRD Prov. Jawa Barat akan menjadi motivasi baik buat saya dan juga para Kepala Desa yang baru saja dilantik  untuk betul-betul melaksanakan tugas melayani rakyat bekerja dengan tulus dan sepenuh hati mengemban amanah rakyat," ujar Bupati Majalengka..
“Saya mengajak kepada para Kepala Desa dan juga  Camat, mari kita singsingkan lengan baju menjelang pembangunan Majalengka yang lebih sejahtera lagi untuk rakyat Majalengka demi menyongsong Majalengka Raharja menuju Jabar juara”, tegas Bupati lagi..
Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, ST.,M.Ud., mengucapkan selamat atas dilantiknya 141 Kepala Desa di Kab. Majalengka mudah-mudahan Allah berikan kemudahan dalam perjalanan menjadi pemimpin di desa masing-masing, setelah dilantik diharapkan dapat sepenuh hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 
Disamping itu semua Kades khususnya di Kabupaten harus bekerja secara profesional dan  memahami beberapa ilmu pemerintahan, selain itu, ilmu ekonomi dan ilmu digital juga menjadi pedoman penting untuk menjalankan program pembangunan sebab ke depan desa-desa harus menjadi desa digital. 
Ke depan nanti ada program SAPA WARGA  dimana surat pengantar dari desa bisa menggunakan cukup tanda tangan digital melalui hp, inovasi-inovasi ini harus dipahami harus dipelajari karena itu kebutuhan. 
Selain itu desa-desa harus naik kelas sudah tidak ada lagi di Jawa Barat desa sangat tertinggal, berikutnya adalah yang harus kita tingkatkan dari desa tertinggal menjadi desa yang lebih berkembang, dari desa berkembang menjadi desa maju dan dari desa maju naik kelas ke desa mandiri.
“Pemprov Jabar memberikan apresiasi kepada 7 Desa Mandiri di Kab. Majalengka ketujuh desa itu yakni Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga, Desa Maja Selatan Kecamatan Maja, Desa Kumbung Kecamatan Rajagaluh, Desa Pagandon Kecamatan Kadipaten, Desa Tarikolot Kecamatan Palasah, Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi dan Desa Malausma Kecamatan Malausma. Apresiasi ini dalam bentuk pemberian Mobil Asprirasi Kampung Juara (Maskara). Maskara itu nantinya dapat digunakan untuk berbagai kepentingan masyarakat di desanya” tutup Gubernur.

Selasa, 10 Desember 2019


FOKUS KUNINGAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama didampingi Wakil Ketua TP PKK, Hj. Yuana Ridho Suganda, menghadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas TP PKK, Dharma Wanita dan Kader Posyandu Dalam Upaya Penanggulangan Stunting Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2019, di Prima Resort Kuningan, Selasa (10/12/2019).
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama memaparkan, Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Penyelenggaraan upaya kesehatan saat ini menempatkan masyarakat sebagai subjek bukan lagi objek. Sehingga upaya kesehatan lebih tercapai (accessible), lebih terjangkau (affordable), serta lebih berkualitas (quality).
“Dalam pemberdayaan masyarakat telah berkembang Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM), diantaranya adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar (KIA, Gizi, Imunisasi, KB, dll) yang ada di Posyandu,” terang Ika.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini akan mengoptimalkan peran semua sektor dalam upaya penanggulangan stunting baik dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. Dimana dalam pemecahan masalah stunting perlu menjadi perhatian bersama. Sehingga upaya penurunan angka stunting membutuhkan kerja bersama yang harus melibatkan lintas sektor dan semua elemen masyarakat khususnya peran dari PKK, Dharma Wanita dan Kader Posyandu untuk berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di desa.
“Saya berharap kegiatan peningkatan kapasitas ini betul-betul dapat membantu para petugas di lapangan yang sesuai dengan peran dan fungsinya dalam melaksanakan tugas di masyarakat,” harap Ika mengakhiri sambutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, H. Raji dalam kesempatan memaparkan arti dari stunting beserta pencegahannya. Lima pilar percepatan pencegahan stunting diantaranya, Pilar 1 komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah, Pilar 2 kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku, Pilar 3 konvergensi program pusat daerah dan desa, Pilar 4 ketahanan pangan dan gizi, dan Pilar 5 pemantauan dan evaluasi. Pilar ini menjaga dan menindaklanjuti komitmen Presiden dan Wakil Presiden tentang percepatan pencegahan stunting dengan mengarahkan, mengkoordinasikan, memperkuat strategi kebijakan dan target pencegahan stunting.
“Aksi integrasi adalah instrumen dalam bentuk kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi gizi dalam pencegahan dan penurunan stunting. Pelaksanaan intervensi gizi penurunan stunting terintegrasi membutuhkan perubahan pendekatan pelaksanaan program dan perilaku lintas sektor agar program dan kegiatan intervensi gizi dapat digunakan oleh keluarga sasaran rumah tangga 1.000 HPK,” pungkasnya. (pai)