Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 Januari 2020

Dra Hj Eti Herawati : Sanimas IsDB Menciptakan Kualitas Hidup Masyarakat Secara Berkelanjutan


FOKUS CIREBON -  Usai meresmikan bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) program Sanimas IsDB tahun anggaran 2019 di 10 RW yang ada di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, meminta masyarakat untuk bisa menjaga bantuan yang sudah diberikan dari pemerintah, Kamis (16/1/2020).

“Tahun ini kita dapatkan 24 titik,” ungkap Eti. Tentunya, lanjut Eti, bangunan bantuan dari pemerintah pusat tersebut harus bisa dijaga dengan baik sehingga bisa terus dimanfaatkan oleh warga. Terlebih IPAL yang ada saat ini bisa menjaga kesehatan lingkungan di sekitar warga.

Sebenarnya, lanjut Eti, Pemda Kota Cirebon bisa mendapatkan bantuan IPAL dalam program Sanimas IsDB ini lebih banyak lagi. 

“Namun kita terkendala kesiapan lahan,” ungkap Eti. Namun Eti mengaku tetap akan mengajukan bantuan tersebut tahun ini karena bantuan IPAL tersebut sangat penting untuk membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.

Sementara itu, penanggung jawab Sanimas IsDB, Udin Chaerudin, menjelaskan jika satu titik IPAL bisa digunakan untuk 50 rumah keluarga.

“Tapi kenyataannya disini digunakan untuk 69 rumah tangga, sebenarnya melebihi dari target yang kita inginkan,” ungkap Udin. Dari 24 titik yang dibangun anggaran yang disediakan sekitar Rp 10 miliar untuk pembangunan IPAL tersebut.

Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) merupakan solusi dalam penyediaan sarana dan prasarana sanitasi air limbah permukiman, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lingkungan padat penduduk dan rawan sanitasi. 

Bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB), Pemerintah Indonesia melalui Kementrian PUPR melalui Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya mengembangkan program Sanitasi Berbasi Masyarakat dengan nama Sanimas IsDB.


Pada 2019, program Sanimas IsDB memiliki target untuk membangun hingga 1.800 titik lokasi di 13 provinsi terpilih. 

Harapannya, Sanimas IsDB dapat menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan, baik secara individu maupun kelompok.

Melalui program ini, nantinya limbah yang berasal dari sejumlah rumah tangga disalurkan ke IPAL yang telah dibuatkan. Setelah layak buang, baru limbah tersebut akan dikeluarkan dari IPAL tersebut. (Muis)

Rabu, 15 Januari 2020

Pangkostrad Secara Resmi Membuka Latihan Standar Di Prajurit Kostrad Gelombang IX TA 2020


FOKUS  JAKARTA- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), secara resmi membuka latihan Standardisasi prajurit Kostrad gelombang IX TA 2020, Rabu (15/1), bertempat di lapangan Markas Batalyon Mandala Yudha, Ciuyah, Kabupaten Lebak, Banten.   

Dalam sambutannya kepada segenap peserta latihan, Panglima Kostrad mengucapkan selamat datang di Komando Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad Gelombang IX TA 2020. Di tempat ini, kalian akan dilatih dan digembleng untuk mencapai suatu kemampuan khusus sebagai tuntutan bagi setiap prajurit Kostrad.

"Dalam rangka mewujudkan prajurit Kostrad yang handal dan siap menghadapi segala macam tugas, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pembekalan kemampuan awal bagi prajurit yang baru ke satuan Kostrad melalui Latihan Standardisasi Prajurit Kostrad,"  kata Harto.                         

Mengakhiri sambutannya, Pangkostrad mengingatkan kepada peserta latihan, bahwa latihan standardisasi yang di laksanakan ini merupakan wujud kesejahteraan dari Kostrad, sadarilah bahwa kesejahteraan yang paling tinggi nilainya bagi prajurit adalah latihan yang profesional. Latihan profesional akan terwujud apabila didasari dengan rasa gembira, ibaratnya latihan adalah rekreasi bagi prajurit Kostrad.

Selain kalian melaksanakan Latihan Standardisasi, kalian juga harus mengasah dan mempertajam 8 Kekuatan Cakra yang kalian miliki, yaitu : Niat, Niat yang baik tulus dan ikhlas, Sikap dan Perilaku, Penampilan yang berkharisma dalam sikap dan  perilaku.

Pancaran mata yang berkekuatan mampu menaklukan, mengayomi, kasih sayang dan melindungi, Komunikasi, Kekuatan berkomunikasi mampu berdialog, berdebat dan berdiplomasi, Kesiagaan, Kesiagaan bela diri yang mampu melumpuhkan lawan, Daya Imajinasi, Mampu membaca situasi, memprediksi dan merencanakan, Keputusan, Keputusan terbaik sesuai pikiran, penalaran dan hati nurani, dan Keyakinan, Keyakinan bahwa yang dilakukan merupakan keputusan dan tindakan yang terbaik.

Turut hadir pada upacara pembukaan latihan ini antara lain Kaskostrad Mayjen TNI Ainurrahman, Pangdivif 1 Kostrad, Ir Kostrad, Paban II/Binlat Sopsad, Koorsahli, Danrem 064/MY, Asren Kostrad, Para Asisten Kaskostrad, LO, Pa Ahli, Kabalak Kostrad, para Asisten Kasdivif 1 Kostrad, dan para Dandim Korem 064/MY, Kapolres Lebak,  Bupati Lebak, para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Lebak, serta Komandan satuan jajaran Kostrad. (dade)

Program Penghijauan, Kuwu Desa Wanasaba Lor Bersama Unsur Kepolisian Dan Koramil Talun Tanam Bibit Pohon


FOKUS CIREBON - Upaya mencegah abrasi, tanah longsor dan banjir, Gunawan, Kuwu Wanasaba Lor bersama Polsek Talun dan Koramil melakukan penanam bibit pohon, Rabu (15/1/2020).

Sejumlah bibit pohon yang ditanam di antaranya, jenis salam, blimbing, jambu, mangga dan bibit pohon katuk.


Menurut Kuwu Gunawan, ini adalah kegiatan bakti sosial yang bertujuan mencegah abrasi, mengingat saat ini di setiap wilayah di indonesia tengah dilanda cuaca extrim, dan kadang  menimbulkan tanah longsor juga banjir.


"Ya, ini merupakan bakti sosial kami untuk penghijauan. Kami bersama aparatur desa, kepolisian, TNI dan masyarakat bersama-sama melakukan penanaman bibit pohon," ucap Kuwu Ginawan didampingi Raliut Raksa bumi Desa Wanasaba Lor.



Kuwu Gunawan juga mengimbau pada warganya untuk dapat menjaga lingkungan kelestarian alam dan juga harus menggiatkan penghijauan melalui penanaman pohon di setiap lahan kosong di lingkungan masing masing. (bam)

Wali Kota Cirebon Instruksikan Seluruh Dinas Lakukan Langkah Antisipasi Dan Pertolongan Jika Terjadi Bencana


FOKUS CIREBON - Antisipasi banjir, Wali Kota Cirebon yakinkan jika Pemerintah Daerah (Pemda) akan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pertolongan. Instruksi kepada sejumlah dinas dilakukan langkah antisipasi dan pertolongan kepada masyarakat jika terjadi bencana.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat pelaksanaan Apel Penanggulangan Bencana di Kota Cirebon, “Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ungkap Azis.

Apalagi jika terjadi bencana banjir, Azis tidak ingin masyarakat justru kebingungan kemana mereka hendak mencari pertolongan. Karenanya, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk siaga 24 jam mengantisipasi bahaya banjir saat puncak musim penghujan ini.

Pada apel tersebut Azis juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sebelum terjadinya banjir. diantaranya, melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing agar tidak ada saluran atau drainase yang tersumbat, amankan dokumen dan surat berharga agar tidak mengalami kerusakan atau hilang, menyiapkan tas siaga banjir yang berisi barang-barang penting, menghindari tempat atau benda yang memiliki atau dilalui arus listrik, menyepakati satu lokasi aman yang bisa digunakan untuk mengungsi dan memudahkan pemberian bantuan dan terakhir segera hubungi nomor kedaruratan seperti 112 dan 119 serta telepon dinas dan kantor jika terjadi bencana banjir.

Sedangkan untuk camat dan lurah, Azis juga menginstruksikan agar mereka menjadi motivator dan mobilisator untuk masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pertolongan jika terjadi bencana. “Yang terpenting, mental masyarakat harus disiapkan,” tegas Azis.


Khususnya mental untuk menghadapi berbagai bencana yang mungkin terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka. Jika secara mental sudah siap, Azis yakin masyarakat mampu melakukan berbagai langkah penanggulangan bencana. 

“Kepada dinas dan satuan kerja perangkat daerah lainnya, saya juga instruksikan untuk siaga 24 jam,” tegas Azis.
Azis juga mengungkapkan sejumlah titik di Kota Cirebon sudah dipetakan rawan banjir. Diantaranya ada di wilayah Kalijaga, Gunung sari dan Kriyan. “Sekalipun pada 2019 tidak terjadi banjir besar karena sudah dilakukan pengerukan sejumlah sungai besar, namun tahun ini kita tetap harus waspada,” tegas Azis. 

Karena pada 2018 lalu 39 RW di 11 kelurahan diterjang banjir setinggi 100 hingga 150 cm. Banjir tersebut berdampak pada 1.325 KK atau 5019 jiwa. “Kita tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi,” tegas Azis.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon. Ma’ruf Nuryasa, mengungkpakan jika pihaknya akan melakukukan sms blast memberitahukan kepada 10 ribu masyarakat Kota Cirebon jika terjadi bencana, seperti banjir di titik-titik tertentu. 

Karena itu Ma’ruf meminta kepada masyarakat untuk senantiasa menghubungi nomor kedaruratan 112 dan 119 kesehatan agar tindakan cepat bisa segera diambil jika bencana banjir terjadi di daerah mereka. (bam)

Dr H Sumanta MAg : 12 Dosen Penerima Sertifikasi Harus Optimalkan Kualitas Kinerja Dan Kreatifitas


FOKUS CIREBON - Sebanyak 12 dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon menerima sertifikasi. Hal itu disampaikan langsung  oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg, di ruang kerjanya, Rabu (15/1/2020)).

Dijelaskan, 12 dosen penerima sertifikasi ini, kata Sumanta, setelah mereka dinyatakan lulus uji oleh Asesor, yakni dari Universitas Islam Negeri Sumatra Utara. 
Rektor juga menjelaskan bahwa yang berhak mengeluarkan sertifikasi itu adalah asesor. Sebab Asesor adalah yang berhak melakukan asesmen/pengujian terhadap kompetensi seseorang, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya.

Diman asesor berwenang dalam menilai dan memutuskan hasil Uji Kompetensi, bahwa peserta uji telah memenuhi bukti yang dipersyaratkan untuk dinyatakan kompeten atau belum kompeten pada unit kompetensi yang dinilai.

Sertifikasi dosen ini kata Sumanta merupakan program nasional yang
bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas kinerja dosen agar mereka mampu mengaktualisasikan potensi diris secara lebih optimal sebagaimana tercermin dalam misi Tridharma Perguruan Tinggi (Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat).

"Lulus uji sertifikasi ini, itu artinya dia sudah menjadi tenaga edukatif, tenaga yang profesional dan dengan demikian dia berhak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen yang merupakan bagian dari keahliannya," kata Sumanta.

Di akhir penjelasannya, Sumanta berharap dengan sertifikasi ini, dosen -dosen yang ada lebih meningkatkan lagi kemampuan kompetensinya sesuai dengan bidangnya.

"Jadi mereka sudah berhak untuk mendapatkan tunjungan dosen dan melekat tanggungjawab besar atas sertifikasi tersebut terutama dalam implementasi dan pengembangan keilmuan yang dimilikinya. Dan mereka berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) 8 dosen, dan 4 dosen dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI),” tandasnya. (din)