Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 18 Januari 2020

Wawali Cirebon Bangga Dengan Desainer Cilik Akeyla Alyadina Yang Karyanya Dipentaskan Di Berbagai Negara


FOKUS CIREBON — Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati mengaku kagum dengan karya desainer cilik Akeyla Alyadina (9 tahun) yang memamerkan karyanya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Jumat (15/01/2020).

Eti berharap semangat, inovasi dan kreativitas Akeyla bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak di Kota Cirebon. “Goresan tangan Akeyla [desain] telah dipentaskan diberbagai negara, dan ini tentu sangat menginspirasi,” katanya.

Pada saat yang sama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon Drs. H. Jaja Sulaiman M. Pd menuturkan sosok desainer cilik Akeyla bisa menjadi contoh dari dampak positif perkembangan teknologi. “Literasi digital kreatif dan inovatif seperti desain akan terus kami kembangkan di Kota Cirebon,” tuturnya.

Jaja mengungkapkan literasi digital kreatif dan inovatif mendorong dampak positif perkembangan teknologi untuk berkarya seperti yang dicontohkan Akeyla.”Para guru dan orang tua mari arahkan anak-anak untuk berkreasi dengan memanfaatkan teknologi,” tuturnya.

Adapun Akeyla mengaku sangat bahagia bisa menampilkan karya desainnya di Kota Cirebon. “Tema desain yang ditampilkan mengambil tema water melon,” katanya ketika ditanya sejumlah wartawan.


Menurut Ibunda Akeyla (Inawati), anaknya sudah memperlihatkan kegemaran menggambar sejak usia 2 tahun. Kemudian pada usia 5 tahun sudah bisa membuat sketsa, dan umur 7 tahun bisa merealisasikan sketsa desainnya.”Debut pertama Akeyla di Moskow Rusia dalam sebuah acara fashion show dengan membawa misi perdamaian,” ujarnya.

Inawati menambahkan untuk saat ini Akeyla membuat desain motif batik yang nantinya dibuat oleh para difabel.”Karya Akeyla pernah dipentaskan di Rusia, Libanon dan beberapa daerah di Indonesia,” jelasnya. (Muis)

Ini Arahan Presiden Pada Persiapan Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20


FOKUS JAKARTA – Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama jajarannya untuk membahas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20 di Indonesia tahun 2021 mendatang di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/1).
Dalam pengantarnya, Kepala Negara menyampaikan sedikitnya empat arahan terkait penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20.
Pertama, berkaitan dengan tempat dan stadion untuk menggelar pertandingan. Dari laporan yang diterimanya, Presiden mengatakan, ada 10 stadion yang disiapkan, terdiri atas 6 stadion utama dan 4 stadion cadangan.
“Saya minta betul-betul ini dicek ke lapangan, harus betul-betul representatif untuk pertandingan kelas dunia, dimulai dari lingkungan, lapangannya, tempat duduknya, ruang gantinya, toiletnya, sampai ruang media persnya, yang betul-betul representatif. Kalau ada memang kekurangan dan perlu direnovasi, perlu disempurnakan, agar segera betul-betul disiapkan agar siap digunakan di tahun 2021,” jelasnya.
Kedua, Presiden meminta jajarannya untuk memperhatikan soal konektivitas antara stadion dengan sarana transportasi dan akomodasi para peserta kompetisi Piala Dunia FIFA U20. Presiden mengingatkan agar isu konektivitas tidak menjadi salah satu hambatan dalam penyelenggaraan ajang kompetisi sepak bola dua tahunan tersebut.
“Jangan sampai misalnya pertandingan terlambat gara-gara persoalan konektivitas. Oleh sebab itu, sarana dan prasarana akomodasi juga harus memiliki pelayanan yang kelas dunia,” ujarnya.
Ketiga, Presiden ingin agar penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20 dimanfaatkan sebagai ajang promosi Indonesia kepada dunia. Kepala Negara mengingatkan bahwa ajang ini akan diikuti oleh 24 negara peserta dari 5 benua.
“Ini momen penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara maju, bangsa besar dan negara maju yang mampu melaksanakan event internasional dengan sangat baik,” imbuhya.
“Terakhir, saya minta pengalaman dan kesuksesan kita dalam penyelenggaraan Asian Games dan Asian Paragames di 2018 dapat dijadikan acuan, dijadikan standar dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U20 tahun 2021 yang akan datang,” tandasnya. (KSD/IWO)
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Jumat, 17 Januari 2020

Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Berikan Bantuan Korban Bencana Banjir Di Lebak Banten


FOKUS JAKARTA-- Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni, S.H, M.H, serahkan bantuan Lebak beserta  anggota memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Lebak Banten. Proses penyerahan bantuan itu, dilakukan dilobi Polsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa, Jumat (17/1).

Bantuan yang diberikan untuk warga masyarakat Lebak Banten berupa keperluan balita, Anak- Anak perlengkapan sekolah serta lainnya, yang dibutuhkan warga masyarakat Lebak Banten. "Bantuan yang secara fisik barang-barang tersebut diserahkan melalui Forum Wartawan Media Online yang ada diwilayah Jakarta, untuk dapat disalurkan ke wilayah yang terdampak banjir bandang," kata Armayni.

Semoga bantuan ini bermanfaat buat masyarakat Lebak yang terkena bencana. Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi warga masyarakat yang terkena dampak musibah Banjir Bandang. "Selain itu Kapolsek juga mengajak berdoa agar masyarakat Lebak bisa tetap kuat dan tabah atas musibah yang sedang menimpa mereka," ujarnya.

Mari sama-sama kita mendoakan saudara-saudara kita yang tekena bencana agar tetap kuat dan tabah atas musibah yang sedang menimpa mereka. Semoga saudara-saudara kita selalu mendapatkan lindungan dari Tuhan yang Maha Esa. (dade)

Menjadi Imam Shalat Jum'at, Mendagri Tito Karnavian Dipuji Banyak Pihak


FOKUS CIREBON - Salah satunya datang dari Sekretaris Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Vadhan Abdul.Azis, Jum'at (17/1/2020).

Keterkejutan Varhan sekaligus bangga diawali oleh secara kebetulan tengah dekat dengan istana. Varhan pun iseng pilih shalat jum'at di salah satu Institusi Nasional. 

"Saya datang agak belakangan. Imamnya tidak kelihatan. Tapi kok sepertinya suaranya  tidak asing. Jumat selesai, zikir dan kembali beraktifitas. Benar hati mengira, Tito Karnavian yang jadi Imam," ujarnya.

Varhan mengaku memang kejadian ini membuatnya merasa agak merinding, karena baru pertama menyaksikan Menteri langsung mengimami shalat. Sebagai Pemantau Birokrasi, keluar masuk banyak Kementerian, numpang shalat dari satu gedung ke gedung lain sudah jadi langganan. "Tapi hari ini ada satu penilaian yang spesial. Serius saya terkesan," tandas Varhan.

Lalu siapakah sebenarnya Varhan Abdul.Aziz, Dengan pelan dan santai ternyata adalah alumni dari ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian. Selain itu, Varhan juga seorang trainer yang mendalami penerapan materi tersebut. 

Dimana kecerdasan manusia terbagi menjadi tiga. Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ). Pertanyaanya, berapa banyak pemimpin yang memiliki kemapanan kecerdasan di ketiga bidang tersebut?.

Dijelaskan, IQ dijadikan tolak ukur utama sejak tahun 1890 hasil penemuan Francis Galton. Sejak 1987 Keith Basley menyatakan EQ lebih penting dari IQ. Barulah pada 1997 Danah Zohar menemukan pelengkap landasan kecerdasan yaitu SQ-Spiritual Quotient.

Lalu kemudian sambil memakai sepatu Varhan termenung. Mendadak dirinya kepikiran menganalisa seorang Tito Karnavian. 

Secara IQ, dia tidak bisa dibilang kurang. Seorang Profesor, track recordnya menjadi penguji Disertasi Doktoral sudah dijalaninya. Irjend Boy Rafi Ahmad pernah dikupas habis Disertasinya dengan pembahasan yang detail dan sangat ilmiah. Seorang mantan Kapolri, Jenderal yang Professor, dua puncak paripurna diraih. Hatrick jadi Menteri pula.

Dipikir-pikir Tito jadi Kapolri meloncati lima angkatan. Kapolri sebelumnya angkatan 82, dia 87. Ada banyak bintang tiga yang sudah lebih lama dan matang bintangnya. Seniornya di Akpol, yang dulu membina dia, menyuruh push up, lain-lain. Lalu berada di bawah komandonya. Kalau bukan orang yang cakap dengan mentalitas dan matang emosionalnya takkan bisa.

Empata tahun lalu saya meragukan, ia bisa mengelola dinamika senioritas yang perlu seni tinggi. Ternyata mulus ia jalani sebagai Kapolri. Masih sisa dua tahun bahkan, sudah diminta amanah baru oleh Presiden Jokowi. Dalam semalam statusnya berganti jadi sipil 100 persen, jadi ia Mendagri. EQ test passed. Memimpin orang yang lebih senior  butuh kematangan emosional dan komunikasi yang gacor. Anda lulus pak.

Spiritual menjadi satu tantangan besar ada orang cerdas, baik, tapi kehidupannya jauh dari beragama, kalaupun ada hanya sesekali ritual belaka, work hard play hard. Hidup senang-senang. Professional, tapi imannya kosong.

Istri pak Tito berjilbab, warisan Jilbab  Polwan era Kapolri Bahrudin Haiti diteruskan tidak dicabut. Hak berhijab dipenuhi. Padahal dulu mantan Kepala BNPT, yang sering dituduh ini itu, tapi sabar saja kayaknya dia. Lurus jalankan tugas. Yang sering main ke Trunojoyo, akan sering lihat di Masjid Mabes Polri rajin sekali pengajian. Indah sekali suasana sejuk Masjid sana. 

Mahfud MD, Menko Polhukam dalam tulisannya di Kompas  "Tidak ada Islamophobia di Indonesia". Memuji Polri di era Kapolri Tito Karnavian, memiliki pola keislaman yang baik. Polisi dalam penanganan demo, shalat berjamaah di jalan bahkan berzikir asmaul husna. Santunan Yatim di kediamannya sering di lakukan bahkan pernah di saksikan langsung Mahfud MD saat itu. Baca tulisanya hati jadi tenang. 

Baru beberapa hari ramai di media, video Mendagri mendapat penghargaan dari Presiden Singapura. Saya yang menonton tertegun, itu dengan Pakaian Dinas Upacaranya Pejabat Indonesia bisa sampai ke Negeri Singa dengan perghargaan tertinggi Negara sana, kalau bukan karena high achivement yang dia ukir, apa sampai itu PDU ke negeri situ.

Memori saya flashback dua tahun lalu, saat saya melakukan penyuluhan ke 200 sekolah se Sumsel. Salah satu sekolah yang saya singgahi SMAN 2 Palembang. Saya baru tahu kalau Pak Tito sekolah disana. Ada fotonya waktu masih siswa sempat lihat. Guru-Guru kalau cerita tentangnya semangat sekali, seperti ada taburan bangga yang ingin dibagi. Inspirasi, satu orang Tito Karnavian menjadi gemilang, membuat jutaan lain anak Palembang dibelakang punya harapan masa depan yang tinggi ditanam. Optimisme itu tumbuh karena perintis yang lahir.

Oalah saya jadi bengong kelamaan. Kok saya jadi semangat lagi hidup ya. Tito Karnavian saja bisa jadi Mendagri. Kita juga bisa jadi Pemimpin! Mimpi saja dulu, karena gratis. Tapi tekuni semua yang dilakukan. Sukarno pernah berkata, "Bermimpilah setinggi langit, jangan takut jatuh. Karena jika engkau  jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang". Bersiap-siap, jadi Tito Karnavian selanjutnya. (nur)

Awas Orang Tua Harus Waspada, Anak Usia Sekolah TK, Tewas Digigit Ular

                                  Ilustrasi
FOKUS INDRAMAYU - Bagi orang tua memberikan kewaspadaan terhadap anak mesti lebih ekstra. Pasalnya, anak di usia dini kadang jarang bercerita atau terlambat menceritakan ketika sesuatu yang mengancam jiwanya tengah menimpa dirinya. 
Seperti gigitan ular pada seorang murid taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Indramayu yang akhirnya meninggal dunia. Korban telat ditangani secara medis karena menyembunyikannya.
Periatiwa naas itu terjadi ketika korban tengah bermain bersama teman-temannya di depan rumah, Kamis (16/1/2020).
Kawasan pemukiman tempat tinggalnya itu diketahui banyak ditumbuhi rerumputan dan ilalang yang tak jauh dari lapangan sepak bola. 
Diduga, di tengah kegiatannya itulah korban diduga digigit ular.
Namun, korban tak menceritakan kejadian yang menimpanya kepada kedua orang tua.
Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto menyebut, korban diduga enggan menceritakan kejadian itu karena cemas dimarahi.
Korban lalu sempat pulang dan meminta uang kepada orang tuanya.
"Uang itu rupanya untuk membeli plester luka," ujarnya didampingi Kapolsek Sindang, AKP Iin Sukaeti.
Iin menambahkan, korban pun menutupi luka bekas gigitan dengan plester yang dibelinya di warung, sebelum kemudian pulang ke rumah.
Korban sempat meminta izin tidur kepada sang ayah. Namun tak lama, korban tiba-tiba muntah dan kejang.
"Orang tua korban langsung melarikan sang anak ke RSD Indramayu," ungkapnya diamini Paur Humas Polres Indramayu, Ipda M Adi Prihanto.
Sayang, setiba di rumah sakit, korban mengembuskan nafas terakhir.
Adi menambahkan, pihak RSD Indramayu memberi keterangan, korban meninggal akibat gigitan ular.
Petugas pun menemukan luka pada lengan kiri korban yang ditutupi plester.
Kejadian di Indramayu ini sendiri menambah daftar kemunculan ular, salah satunya kobra, di beberapa daerah di Indonesia.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu diketahui telah melakukan antisipasi dengan menyediakan serum bisa ular.
"Serum bisa ular sudah disiapkan di rumah sakit umum daerah," tegas Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu, Deden Boni Koswara. (zis)