Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 April 2020

Jalankan SE Dirjen Bimas RI, Kemenag Kota Cirebon Menunda Akad Nikah Hingga Covid 19 Berakhir


Kondisi Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon memberlakukan Work From Home di tengah wabah covid 19 dan tidak melayani tatap muka
CIREBON, FC - Turunnya Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas RI, terkait pelaksanaan protokol penanganan covid 19, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon meminta kepada masyarakat untuk menunda akad nikah, hingga darurat Covid-19 berakhir.

Hal itu sesuai dalam surat edaran Nomor: P-003/DJ.III/Hk.00.7/04/2020, perubahan atas surat edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Nomor: P-002/DJ.III/Hk.00.7/03 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H.Selamet M.Ag mengatakan, dalam surat edaran itu salah satunya dijelaskan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, pendaftaran nikah dilayani secara online melalui simkah.kemenag.go.id.
“Kemudian, tidak dilayani pendaftaran baru permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19. Karena itu masyarakat diharapkan menundanya,” kata H Selamet mewakili Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, Senin (20/4/2020).
Menurut Selamet, pelayanan akad nikah di luar KUA ditiadakan. "Kami harapkan masyarakat memahami edaran dari Kemenag tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh Selamet  mengungkapkan, Kantor Kemenag Kota Cirebon tetap memberikan pelayanan konsultasi dan informasi kepada masyarakat yang dilaksanakan secara online. Kemudian akan memberitahukan kepada masyarakat nomor kontak atau email petugas layanan KUA.
“Untuk akad nikah secara online, baik melalui telepon, video call atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya, tentu tidak diperkenankan, pelayanan akad nikah hanya untuk pasangan yang mendaftar sebelum 1 April 2020 ," katanya. (din) 

Akibat Pasien Tak Jujur, 21 Tenaga Medis RS Ciremai Kota Cirebon diisolasi Mandiri


CIREBON, FC- Mungkin ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi keluarga yang memiliki pasien positif Corona, agar berlaku jujur saat hendak memeriksakan atau merawat pasien tersebut ke dokter atau rumah sakit.

Sebab dari ketidak jujuran pasien, akibatnya menimpa  sebanyak 21 tenaga medis di RS Ciremai Kota Cirebon Jawa Barat harus diisolasi mandiri. Dikarenakan  sempat merawat PDP yang meninggal dunia.

Belakangan keluarga baru jujur PDP itu sempat kontak dengan pasien positif COVID-19.

Hal ini terungkap berawal dari pesan berantai. Dalam pesan yang beredar grup aplikasi perpesanan itu menyebutkan PDP yang meninggal tersebut tak jujur saat dirawat di RS Ciremai. Imbasnya, 14 perawat dan tiga dokter di rumah sakit tersebut terinfeksi virus corona. Dalam pesan itu menyebutkan pasien meninggal pada Rabu (15/4) lalu.

Kepala RS Ciremai Letkol CKM Andre Nofan membantah adanya belasan tenaga medisnya yang dinyatakan positif corona. Namun Andre membenarkan adanya PDP yang meninggal dunia pada Rabu (15/4) lalu. Andre mengatakan keluarga pasien tak jujur saat menjalani pemeriksaan.

"Kita mencurigai pasien ini mengarah ke COVID-19. Sudah kita tanyakan berkali-kali ke keluarga pasien, apakah pernah kontak langsung dengan pasien positif atau tidak, tapi menyangkal. Artinya tidak terbuka," kata Andre kepada awak media di Public Safety Center (PSC) 119 Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/4/2020).

Setelah ditanya berkali-kali terkait riwayat perjalanan dan lainnya, keluarga akhirnya mengakui pasien tersebut sempat kontak langsung dengan orang tyang terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Andre menyebutkan pasien meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami mengisolasi 21 tenaga medis yang sempat merawat pasien, di antaranya 18 perawat dan tiga dokter spesialis. Ini sesuai protap, kita harus isolasi. Tenaga medis ini isolasi secara mandiri," kata Andre.

Demikian juga senada disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis (Yanmed) RS Ciremai Tetri Yuniwati.

"Keluarga pasien mengaku tidak pernah kontak langsung dengan pasien positif atau bepergian ke luar kota. Kita tanya berulang-ulang. Alasannya sudah tua, tidak pernah kemana-mana," kata Tetri.

Setelah menyangkal, keluarga pasien mengakui bahwa pasien sempat kontak langsung dengan orang yang positif corona.

Tetri mengatakan pasien mengaku sempat kontak langsung dengan adik dan keponakannya yang meninggal akibat COVID-19.

"Adik dan keponakannya itu meninggal, ya karena COVID-19," kata Tetri.

Tetri mengatakan setelah keluarganya mengakui pasien sempat kontak langsung dengan pasien lainnya yang positif, pihak rumah sakit langsung melakukan rapid test terhadap pasien.

"Dari hasil rapid test, pasien dinyatakan negatif. Pengakuan keluarga pasien ini memiliki riwayat kencing manis," katanya.

"Saat ini 21 tenaga medis kita sedang melakukan isolasi mandiri. Mereka ini tercatat sebagai orang tanpa gejala (OTG)," tambah Tetri.

Tetri berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pasien lainnya agar jujur saat menjalani perawatan. Tetri menjamin pihak rumah sakit tak akan menelantarkan pasien yang terindikasi Corona.

"Kalau jujur, tentu penanganannya pun berbeda, ada penanganan khusus. Dan, ruangannya pun khusus," kata Tetri. (Muiz)

Minggu, 19 April 2020

Tujuh Rumah Sehat BAZNAS di Indonesia Turunkan Para Medis Layani Pasien dengan Senyum dan Keramahan


JAKARTA - Ada yang berbeda pada penampilan dokter dan perawat di klinik pratama Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat menjalankan tugasnya menangani pasien. 

Para tenaga medis ini menyematkan foto ID di dada dengan gambar wajah ekspresi tersenyum mereka.

Kepala Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Dr. Reza Ramdhoni mengatakan kondisi tenaga medis yang harus mengenakan alat pelindung diri lengkap saat menangani pasien membuat interaksi dengan pasien menjadi terbatas. 

"Dengan memasang foto senyuman di identitasi diri para tenaga medis ini diyakini akan membantu hubungan komunikasi yang baik antara tenaga medis dengan pasien yang sedang ditangani,” kata Reza, Sabtu (18/4).

Dalam kondisi pandemi saat ini, protokol pencegahan Covid-19 harus kami terapkan dengan sangat hati-hati. 

Untuk itu BAZNAS ingin membangun energi positif dengan para pasien di tengah keterbatasan komunikasi yang ada. Perlu dukungan secara moril untuk para pasien agar memiliki semangat optimis untuk sembuh dari penyakitnya. 

"Kami berharap ada efek positif dari komunikasi foto senyuman yang dapat dinikmati oleh lawan bicara yang dalam hal ini adalah pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS,) M Arifin Purwakananta mengatakan tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien untuk mendapatkan kesembuhan. 

"Untuk itu, BAZNAS berupaya membangun budaya yang baik dengan keramahan yang ditunjukkan dibalik Alat Pelindung Diri yang dikenankan," ungkap Arifin

Semoga langkah ini dapat dilakukan juga oleh banyak pihak khususnya dokter dan perawat di Rumah Sakit lain untuk menjadi penyemangat bagi pasien dan upaya untuk membuat hubungan antar manusia yang lebih erat dengan  melihat foto tersenyum dari tenaga medis.

"Saat ini BAZNAS memiliki tujuh Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Sidoarjo, Pangkal Pinang, Makassar, Parigi Moutong, dan Batam. 

Tujuh RSB ini telah mengambil peran aktif membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 seperti bantuan pendistribusian APD untuk tenaga medis, pembangungan wastafel sehat, dan juga edukasi rutin  pencegahan Covid-19 ke masyarakat," katanya. (dade)

Sabtu, 18 April 2020

MUI Salurkan Bantuan Paket Sembako Bagi Para Marbot Guru Ngaji


BEKASI – Ringankan beban masyarakat akibat terdampak corona virus (covid-19) dan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Bekasi, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Ciketing Udik Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi, mendistribusikan bantuan  sembako untuk para marbot guru ngaji di masjid -masjid se Kelurahan Ciketing udik dan warga tetangga yang berdekatan dengan masjid yang kurang mampu, Sabtu (18/4/20).
Dalama rangka bakti sosial, Ketum MUI Ust Ahmad Sk, yang didampingi Wakatum MUI, H Wahyudin Lc, Sekum Ust Saepudin beserta para pengurus yang mewakili menyerahkan paket sembako kepada marbot masjid guru ngaji dan warga tetangga yang berdekatan dengan masjid yang kurang mampu.
Ustad Komarudin Bidang Kaderisasi dan pendidikan MUI Kelurahan Ciketing Udik mengatakan dampak wabah Coronavirus (Covid -19) dan pemberlakuan (PSBB) MUI dan para pengurus berinisiatif mengadakan bakti sosial.
“Kami bersama-sama pengurus MUI Kelurahan Ciketing Udik berinisiatif untuk mengadakan kegiatan bakti sosial. Membagikan paket sembako alakadar yang bisa membantu beban para marbot masjid, guru ngaji se-Kelurahan Ciketing Udik dan warga tetangga yang berdekatan dengan masjid,” kata Komarudin.
Lanjutnya ia mengatakan Semoga Allah SWT mengabulkan doa – doa kita, agar wabah virus Corona (Covid -19) lenyap dari muka bumi.
“Kita bisa menjalankan ibadah seperti semula bisa sholat berjamaah dan sebentar lagi menghadapi bulan suci ramadhan menjalankan ibadah puasa dan sholat Tarawih, Amin,” ujarnya. (*)

Putus Penyebaran Covid 19, Kuwu Sampiran dan Muspika Terus Galakan Penyemprotan dan Pembagian Masker Kepada Warga

Kuwu Maman dan Unsur Muspika Talun, gelar kegiatan pembagian masker dan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh lingkungan dan permukiman warga. (Foto/Bambang)

SAMPIRAN, FC - Kuwu Sampiran, Maman dan aparatur Muspika Talun, Kabupaten Cirebon, terus melakukan pencegahan  penyebaran virus covid 19 melalui penyemprotan cairan disinfektan dan pembagian masker kepada warga.

Kuwu Maman dan aparatur desa, serta unsur Muspika bersatu melawan covid 19 agar wabah mematikan tersebut terputus penyebarannya di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

"Kami melakukan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap virus Covid19 dan upaya pemutusan penyebaran virus tersebut sebagai bentuk antisipasi agar warga terbebas dari virus pendemi ini," kata Kuwu Sampiran, Maman kepada Fokus Cirebon, Sabtu (18/4/2020).


Dari kegiatan ini TNI/Polri, yang diwakilkan unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta aparatur Desa Sampiran, bergotong royong, saling membahu, saling menguatkan satu sama lain bersatu melawan dan memutus rantai penyebaran virus covid 19 di Desa Sampiran.

Tampak dalam kegiatan tersebut, para petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke ruas jalan kampung, masjid dan rumah-rumah warga. 

Selain itu, para petugas juga membagikan masker ke para warga, baik di perkampungan Desa Sampiran maupun ke para pedagang Pasar Sampiran.

Tampak semua warga senang dan gembir menyambut kegiatan yang digelar Kuwu Maman dan aparatur desa serta unsur Muspika ini. 

Mereka para warga berharap, virus Covid 19 yang menakutkan semua orang di dunia ini, hilang sebelum bulan suci ramadhan. 


"Kami yakin Allah SWT akan menjaga kesucian bulan ramadhan yang penuh maghfiroh, aamiin," kata salah seorang warga Sampiran, yang berharap segera semua terbebas dari pendemi virus Covid 19. (Bambang)