Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 13 Mei 2020

BAZNAS Berdayakan Komunitas Tungarungu Dalam Program Cash for Work


JAKARTA-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberdayakan Komunitas Tungarungu dalam Program Cash for Work. BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik menggandeng komunitas tunarungu fingertalk. Dengan antusias mereka mengikuti kegiatan Cash For Work pada Kamis (7/5) lalu berupa pembagian masker, sarung tangan, penutup kepala hingga hidangan buka puasa.

Cash For Work BAZNAS diikuti peserta dengan antusias. Cash for work sendiri merupakan salah satu bentuk kegiatan padat karya dengan memberikan upah langsung kepada tenaga kerja atau relawan yang terlibat dalam aktivitas sosial BAZNAS.

Diantara relawan peserta Cash For Work BAZNAS kali ini, terdapat para pekerja tunarungu Deaf Cafe Fingertalk yang berlokasi di Jl. Raya Cinere, Depok. Saat ini mereka tidak bisa bekerja karena cafe tempat mereka bekerja tutup sementara selama pandemi COVID-19. Akibatnya mereka kini tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Para pekerja tunarungu ini semangat mengikuti kegiatan pembagian masker, sarung tangan, penutup kepala kepada mustahik pelaku usaha, hingga hidangan buka puasa. Menariknya mereka membagikan bantuan tersebut dengan cara yang unik, yaitu menggunakan bahasa isyarat sebagai media komunikasi. Antusias serta semangat yang mereka tunjukkan memberikan optimisme tersendiri terhadap masyarakat untuk selalu bersyukur dengan kondisi apapun.

Ptl. Kepala Program melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, Deden Kuswanda mengatakan pelaksanaan Cash For Work BAZNAS yang melibatkan komunitas tunarungu ini dalam rangka untuk memberdayakan mereka di tengah krisis Covid-19. 

“Para mustahik yang terlibat adalah mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Termasuk para tunarungu yang kehilangan penghasilan karena tempat bekerja mereka terpaksa tutup sementara waktu terkait pandemi Covid-19 ini. Cash For Work BAZNAS ini diharapkan dapat membantu mustahik secara ekonomi,” kata Deden, Rabu (13/5).

Kegiatan Cash For Work BAZNAS ini merupakan aktivitas yang mengikutsertakan pendamping wilayah dan mustahik pengusaha warung Zmart sebagai pemandu kegiatan. Pemberian masker, sarung tangan dan penutup kepala kepada mustahik pelaku usaha dilakukan untuk mendukung kehigienisan usaha mereka.

Adapun Cash For Work lainnya dilakukan dititik terdampak yakni, Bekasi, Kota Bogor, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Depok, dengan total penerima manfaat sekitar 500 mustahik.

Pada kesempatan itu selain membagikan 300 paket masker lengkap dengan penutup kepala dan sarung tangan, relawan peserta Cash For Work BAZNAS membagikan 100 box nasi sebagai hidangan berbuka puasa. Peserta juga mengedukasi masyarakat dan memasang poster edukasi di tiap titik terdampak.

Kegiatan diakhiri dengan membagikan voucher Zmart kepada para relawan yang terlibat. Pada akhir kegiatan, relawan peserta Cash For Work akan mendapatkan voucher belanja Zmart sebesar 300 ribu Rupiah yang dapat ditukar dengan paket sembako di warung Zmart terdekat. (dade)

Selasa, 12 Mei 2020

Dituding PDP, Dosen IAIN Cirebon Ternyata Negatif Covid 19


CIREBON, FC - Merasa tersudutkan dengan dugaan masyarakat terhadap status PDP yang dialamatkan kepada salah seorang dosen IAIN SNJ Cirebon, membuat Denny Santika, dosen Arkeolog IAIN SNJ Cirebon langsung memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit , hasilnya Denny Santika negatif Covid 19. 

Tak hanya Denny seorang diri, keluarganya pun, anak dan istri seluruhnya dilakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit dan hasilnya negatif Covid 19.

Ketua Satgas Tanggap Darurat Covid 19 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, DR H Ahmad Yani MAg menegaskan, tudingan tersebut cenderung menuduh. Padahal hasil uji klinis, dosen tersebut berikut bersama keluarganya tak terbukti sebagai PDP.

"Mendengar informasi yang beredar di masyarakat, kami segera meminta yang bersangkutan dan  keluarganya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, dan hasilnya negatif Covid 19," katanya.

Yani mengatakan, kasus tudingan terhadap dosen IAIN Cirebon merupakan peristiwa yang kurang baik. Dia mengakui, sebagian masyarakat masih memberikan stigma negatif kepada orang yang  dianggap terkonfirmasi Civid 19.

"Sebagian cenderung reaktif terhadap informasi yang belum valid," tandas Yani. (din)

Presiden Jokowi Tunaikan Zakat, Infak Dan Sedekahnya Melalui BAZNAS


JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo menunaikan Zakat, Infak dan Sedekahnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Karena dalam kondisi pandemi serta menjalankan protokol pencegahan Covid-19, pembayaran zakat oleh presiden kali ini dilakukan secara online melalui video conference, Selasa (12/5).

Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pembayaran zakat secara langsung dihadiri Presiden, jajaran menteri, kepala lembaga, hingga direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pembayaran zakat Ramadhan secara online ini dilakukan terbatas oleh Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin serta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Pembayaran zakat Presiden, Wakil Presiden dan jajaran pimpinan negara ini diterima secara langsung oleh Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo MBA. CA.

"Meskipun dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, Alhamdulillah, Presiden Jokowi secara konsisten kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan membayarkan zakat melalui BAZNAS yang telah dirintis beliau sejak Ramadhan 2016 lalu,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bambang Sudibyo, saat dalam laporannya.

Bambang Sudibyo menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada kepala negara beserta jajarannya yang memberikan teladan kepada rakyat Indonesia khususnya kaum muslim, untuk membayarkan zakat lebih awal, mengingat di tengah masa pandemi global Covid-19 ini, banyak saudara sesama yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada Presiden, Wakil Presiden, jajaran Menteri Kabinet Indonesia bersatu dan para pejabat lain yang telah memberikan keteladanan sebagai pemimpin muslim untuk menunaikan kewajiban ibadah zakat, disaat negara sedang dalam kondisi pandemi. Semoga langkah ini segera diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang beragama muslim untuk segera memenuhi kewajiban zakatnya," ujarnya.

Dalam kegiatan pembayaran zakat tahun 1441 H secara online ini, tak hanya Presiden dan Wakil Presiden saja yang juga menyalurkan zakat ke BAZNAS. Sejumlah menteri pun turut serta mendampingi diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Agama, Fachrul Razi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir serta Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung.

Selain itu acara juga diikuti oleh pejabat eselon I Kementerian dan Lembaga, para anggota Direksi dan Komisaris BUMN, dan Pimpinan HIPMI melalui live streaming Youtube untuk berzakat secara online. BAZNAS mengajak kepada seluruh peserta untuk dapat berzakat seperti Presiden dan Wakil Presiden melalui rekening yang sudah disediakan oleh panitia yakni BRI Syariah 1000783214 a.n Badan Amil Zakat Nasional, atau website BAZNAS: baznas.go.id/bayarzakat. (dade)

BAZNAS Salurkan Donasi APD Ke RS Akademik UGM Yogyakarta


JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan donasi Alat Pelindung Diri (APD) dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta, dalam upaya menanggulangi penyebaran Covid-19.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Deputi Audit Internal Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr. Hadiyati Munawaroh kepada Direktur Utama RSA UGM, dr.Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.KK (K), disaksikan oleh Kepala Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta, dr. Dina Arisonaningtyas dan Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM, Dr. Danang Srihadmoko, S.Si., M.Sc. di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, Sleman, Yogyakarta, Selasa (12/5).

Pendistribusian APD ini merupakan bagian dari langkah konkret BAZNAS dan BPKH untuk membantu tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

Bantuan yang diberikan kepada RS Akademik UGM, Yogyakarta senilai Rp1,5 miliar untuk peralatan pelindung diri (APD). Penyaluran tahap pertama sebanyak 5.347 APD disalurkan oleh tim Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta berupa disposable coverall gawn, medical google oxford, medical boots ando, N95 mask 3M seri 8210, surgical mask sensi, sterile glove maxter, no-steril glove sensi, medical head cover sensi, shoes cover onemed untuk tim medis rumah sakit yang selalu bertugas tiap harinya untuk menerima pasien suspect Covid-19.

Deputi Audit Internal Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),  Dr. Hadiyati Munawaroh mengatakan bantuan ini merupakan wujud mitigasi risiko untuk mengurangi terpaparnya virus bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19.

"Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh tenaga kesehatan di wilayah Yogyakarta, khususnya RSA UGM dalam menangani pasien Covid-19," kata Hadiyati.

Pihaknya memiliki komitmen yang tinggi untuk memberantas Covid-19. Sebelumnya, BPKH bersama BAZNAS juga menyalurkan bantuan APD untuk RS Haji Jakarta dan RS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu BPKH juga memberikan bantuan alat kesehatan dan ruang isolasi pasien Covid-19 di RS Haji Jakarta dan RS UNHAS Makassar, dan BPKH juga memberikan bantuan alat kesehatan berupa ventilator dan X-ray untuk RS Wahidin Makassar.

"Total bantuan BPKH melalui Program Kemaslahatan yang disalurkan melalui Mitra Kemaslahatan BAZNAS kepada beberapa rumah sakit tersebut adalah Rp10 miliar lebih. Dengan adanya bantuan itu, ia pun berharap Covid-19 di Indonesia bisa segera reda dan masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah dan ulama tentang PSBB, sehingga dapat segera bebas dari wabah penyakit Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sehat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)Yogyakarta, dr. Dina Arisonaningtyas mengungkapkan pemberian bantuan kepada para tenaga medis ini sebagai bentuk kepedulian BAZNAS dan masyarakat kepada tenaga medis yang berada di garda terdepan, agar dalam melakukan pelayanan kesehatan terlindungi oleh APD yang sesuai dengan standar.

"Dengan bantuan APD yang memadai harapannya dapat mendukung tim medis dalam penanganan pasien Covid-19. Karena RSA UGM merupakan RS Rujukan Covid-19 di Provinsi DIY. Sehingga untuk bantuan operasional perlu didukung salah satunya dengan memberikan APD kepada tenaga medis," ucap Dina.

Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH untuk membantu menanggulangi COVID-19. Sebelumnya BPKH bersama BAZNAS juga telah memberikan bantuan senilai Rp6,5 miliar yang diberikan kepada dua rumah sakit, yakni RS Haji, Jakarta dan RS UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Banten.

Direktur Utama RSA UGM, dr.Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.KK (K) mengatakan, RSA UGM mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari BAZNAS-BPKH di tengah pandemi saat ini.

"Harapan kami semoga dengan bantuan APD ini, pelayanan pasien Covid-19 di RSA UGM bisa lebih meningkat dan keselamatan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik karena adanya ketersediaan APD yang mencukupi utk menjamin perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan lain di garda depan yang melayani  pasien Covid-19," katanya.

Bantuan APD dari BAZNAS dan BPKH ini sangat membantu dalam penanggulangan Covid-19 karena saat ini RSA UGM membutuhkan banyak persediaan APD dan kesulitan mendapatkan APD seperti masker N-95, masker medis dan lain-lain yang sangat diperlukan tenaga medis untuk melayani pasien Covid-19. "Tanpa APD yang memadai tenaga medis garda depan tersebut dapat tertular Covid-19 sehingga dapat mengganggu pelayanan penanggulangan Covid-19," ujarnya. (dade)

Awasi Penanganan Covid 19, DPRD Kota Cirebon Bentuk Panitia Khusus

CIREBON- DPRD Kota Cirebon melaksanakan rapat paripurna, Selasa (12/5). Rapat paripurna tersebut mengumumkan pembentukan Panitia Khusus DPRD Kota Cirebon tentang Pembahas Penanganan Covid-19 dan Pengawasan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020.
Sesuai dengan Surat Keputusan DPRD Kota Cirebon Nomor 188.342/Kep.DPRD-16/2020 pansus tersebut diketuai oleh dr Tresnawaty SpB. Politisi Partai Gerindra itu juga menjabat ketua Komisi III DPRD.
Adapun tugas dari pansus tersebut diantaranya memastikan penanganan korban masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif terinfeksi Covid-19 dilakukan secara masif dan terpadu di Kota Cirebon. Kemudian, memastikan protokol pencegahan Covid-19 telah dilakukan secara ketat dan menyeluruh di instansi pemerintah maupun di lingkungan masyarakat.
Selanjutnya, pansus juga memastikan pelaksanaan mitigasi berbagai dampak pandemi Covid-19 di Kota Cirebon berlangsung secara optimal. Hingga memastikan pelaksanaan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 dalam rangka penanganan Covid-19.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati AMa dalam rapat paripurna menyampaikan, percepatan penanganan Covid-19 baik pemerintah pusat maupun daerah sudah membuat kebijakan. Namun,m penerapan kebijakan pemerintah daerah melalui gugus tugas penanganan Covid-19 dirasakan belum optimal.
“Terutama dalam permasalahan sosial, sehingga masyarakat ada yang menyampaikan aspirasinya ke DPRD,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Affiati, untuk memaksimalkan fungsi pengawasan, DPRD Kota Cirebon membentuk pansus tersebut.
“Mudah-mudahan Pansus Pembahas Penanganan Covid-19 dan Pengawasan Penyesuaian APBD Tahun 2020 bisa berperan maksimal dalam fungsi pengawasan,” katanya. (Maulana)