Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 06 Agustus 2020

Letkol Kav Ricky Arinuryadi Resmi Jabat Dandim 0608/Cianjur

CIANJUR-- Acara tradisi lepas sambut Dandim 0608/Cianjur dari Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, SE,. M. Han ke Letkol Kav Ricky Arinuryadi S.H., M. M, digelar sederhana, Kamis (6/8).

Lepas sambut orang nomor satu di lingkungan Kodim 0608/Cianjur itu digelar di Halaman Makodim 0608, Jalan Siliwangi, Cianjur, setelah sebelumnya melakukan Sertijab di Makorem 061/SK pada Rabu (5/8) kemarin.
 
Diketahui, Letkol Kav Ricky Arinuriyadi sebelumnya menjabat sebagai Danronkapser Paspampres. Sedangkan Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani akan mengemban jabatan baru sebagai Paban III Latgab SOPS Mabes AD.

Letkol Rendra Dwi Ardhani, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah bekerjasama dan sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga Kabupaten Cianjur selama dirinya menjabat dandim lebih kurang satu tahun enam bulan.

“Terimakasih banyak, bangga pernah menjadi bagian dari Kabupaten Cianjur. Saya serahkan prajurit Kodim 0608 kepada Letkol Ricky. Tolong dijaga saja,” kata Rendra.

Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur Letkol Kav Ricky Arinuryadi, mengungkapkan sangat bangga dengan penerimaan masyarakat Cianjur.

Selain itu, lanjut Ricky, akan melanjutkan kepemimpinan yang telah dirintis pejabat dandim sebelumnya yang sudah cukup baik.

“Kami mempunyai niat tulus dalam mengemban amanah yang diberikan pimpinan atas dan tentunya kami juga akan memberikan yang terbaik bagi Cianjur,” tandas Ricky.

Ricky juga berharap bisa solid dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur dengan baik. Ia bertekad mewujudkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Fokusnya, nanti saya akan program teritorial, kemarin sempat ada covid jadi ada beberapa yang tertunda nanti akan dilanjutkan. Termasuk Percepatan penanganan covid ini,” katanya.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Cianjur sangat baik. Diharapkan bisa mewujudkan percepatan penanganan Covid-19 bersama masyarakat Cianjur.

“Percuma masyarakat tanpa disiplin dan menjaga kesehatan, tidak akan terwujud. Kedepan kami akan buat program untuk masyarakat.” imbuhnya. (dade)

Rabu, 05 Agustus 2020

Gubernur Jawa Barat Meminta Daerah Galakan Penggunaan Masker

FOKUS CIREBON - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat melakukan rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota dan Kabupaten Cirebon menjelaskan jika perang mereka menghadapi Covid-19 masih lama. 

Untuk itu, Gubernur Jawa Barat, mengingatkan kepada kepala daerah yang ada di wilayahnya untuk senantiasa menjaga semangat dan kekompakan. Termasuk perekonomian untuk diperkuat kembali. 

“Forkopimda harus kompak dan saling mengingatkan. Jaga kesehatan mental dan fisik. Vaksin saat ini akan diuji coba, namun kemungkinan baru bisa digunakan seluruh masyarakat sekitar 6 hingga 7 bulan lagi,"   ungkap Ridwan Kamil. 

Ridwan Kamil juga mengingatkan agar pemerintah daerah semakin menggalakkan penggunaan makser.  

“Hasil penelitian, menggunakan masker itu sama dengan melakukan lockdown,” ujarnya. 

Bedanya, kalau lockdown menimbulkan beragam dampak, hingga resesi ekonomi, sedangkan jika menggunakan masker, orang tetap bisa beraktivitas.

Panduan untuk menggunakan masker juga ada, yaitu Peraturan Gubernur yang juga mengatur sanksi. Sanksi disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan, bisa sanksi sosial maupun sanksi berupa denda. 

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru, Emil juga meminta kepada pemerintah daerah untuk kembali menguatkan ekonomi berdasarkan ciri khasnya masing-masing. Untuk Kota Cirebon diminta memperkuat sektor pariwisata.

Bahkan Emil yakin pariwisata di Kota Cirebon bisa lebih cepat pulih dibandingkan Bali. 

“Tarik wisatawan lokal dengan sebanyak-banyaknya,” ungkap Emil. 

Sedangkan di Bali sangat bergantung dengan wisatawan dari luar negeri. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon diminta untuk memperkuat sektor pertanian. 

“Di masa pandemi, sektor pertanian paling bisa bertahan terhadap krisis,” ungkap Emil.

Namun Emil meminta pertanian yang berbasis 4.0, menggunakan teknologi dalam pengolahan hingga distribusinya.

Kepada pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon Emil juga meminta untuk memaksimalkan penyerapan belanja pemerintah. 

Ekonomi jalan karena 4 faktor, yaitu karena adanya ekspor, investasi, daya beli serta belanja pemerintah. Tiga faktor pertama menurut Emil hancur karena adanya Covid-19, yang tertinggal yaitu belanja pemerintah.

Untuk itu, kepada pemerintah daerah diminta untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dan mereka juga telah mendapatkan pinjaman dari pemerintah pusat untuk melaksanakan sejumlah program padat karya untuk masyarakat. 

Emil meminta dana yang ada dimanfaatkan untuk memutar roda perekonomian masyarakat.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, mengungkapkan jika adanya dana pinjaman untuk melaksanakan pembangunan merupakan kabar baik yang mereka terima. 

“Karena sejumlah dana pada APBD 2020 telah kena refocusing,” ungkap Azis. 

Dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian yang sudah hilang yang dipacu melalui belanja pemerintah daerah.

Untuk penggunaan masker, jajaran Pemda Kota Cirebon juga akan semakin menggencarkan razia. 

“Apalagi penggunaan masker sama dengan melakukan lockdown,” ungkap Azis. 

Yang berbeda selama menggunakan masker orang bisa tetap produktif, sehingga roda perekonomian bisa berjalan. 

Sedangkan lockdown justru berdampak buruk bagi perekonomian. “razia berkala akan kita gencarkan,” ungkap Azis.

Aturannya sudah ada, yaitu Peraturan Gubernur yang juga mengatur sanksi baik berupa sanksi sosial maupun sanksi denda. 

Pemda Kota Cirebon menurut Azis, bahkan siap untuk menerapkan sanksi berupa denda dengan melihat situasi di lapangan. (Yono)

DPRD Kota Cirebon Hadiri Rapat Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Bersama Gubernur Jabar

FOKUS CIREBON - Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd menghadiri rapat tugas percepatan penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Hotel Prima, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Rabu (5/8).

Affiati mengingatkan kepada masyarakat, khususnya warga Kota Cirebon agar mewajibkan diri menggunakan masker. Sebab, pencegahan wabah Covid-19 itu sebenarnya bergantung pada diri masing-masing sejauh mana bisa melindungi diri dengan cara menerapkan protokol kesehatan. 

Dia juga berharap antar Forkopimda Kota Cirebon bisa saling berkerjasama dan saling mendukung dalam upaya-upaya pencegahan Covid-19. (din)

Ngaji Online Bersama Pakar Dan Dekan FUAD, Wakil Walikota Menerima Buku "Rukun Kebahagiaan"

FOKUS CIREBON - Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati mengaku banyak menimba ilmu dan nasehat usai mengikuti ngaji online bersama KH Buya Syakur Yasin dan Dr Hajam MAg, Dekan FUAD IAIN SNJ Cirebon, Rabu (5/8/2020).

"Alhamdulillaah semalam ngaji online bersama Bapak KH Buya Syakur Yasin dan Bapak Dr Hazam berjalan lancar. Banyak sekali ilmu dan nasihat yang saya dapatkan dari orang-orang hebat. Saya juga diberi oleh-oleh sebuah buku berjudul "Rukun Kebahagiaan" karya Buya Syakur," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Buya juga mengutarakan "Irama Cinta" dengan untaian
kata yang indah dan sangat menginspirasi para pendengarnya. "Terimakasih Buya," kata Eti Herawati lagi.

Tema kegiatan yang dilakukan secara online ini, mengusung soal feminisme dan dibahas dalam ngaji online.

"Saya sepakat apa yang disampaikan Buya Syakur, bahwa kesetaraan itu sudah hadir sejak di dalam rumah. Peran perempuan dalam kehidupan menjadi sebuah tantangan. Baik di rumah maupun di ranah publik," kata Eti.

Eti juga menjelaskan banyak ruang bagi para perempuan untuk mengabdi dan berkiprah, apapun bidangnya.

Untuk itu, sebagai perempuan, mari kita berikan kontribusi yang positif baik dari segi prilaku, tenaga dan pemikiran untuk keluarga serta masyarakat. (din)

Soal Rotasi dan Promosi, DPRD Tekankan Penempatan Yang Proporsional

 

FOKUS CIREBON - Peran dan tugas pokok (tupoksi) DPRD dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Para politisi di gedung putih ini, tidak ingin melewatkan begitu saja momentum dan program penting bagi perubahan di Kota Cirebon.

Seperti soal rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV yang akan digelar oleh Pemerintah Kota Cirebon pada  bulan Agustus ini. 

Gedung putih ingin penempatan ASN di tempatkan pada keahliannya. Hal inilah yang menjadi sorotan Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN.

"ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu,“ kata Dewa.

Sebab jika salah penempatan, resikonya adalah bisa membuat kerjanya kurang maksimal. Maka rotasi harus menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. 

Dalam hal ini, DPRD harus dilibatkan, karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota. 

“Ini tugas kami yang juga bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon, agar penempatan itu proporsional jangan sampai, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan," ujarnya.

Jadi proporsional itu, tandasnya, harus sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon. (Agus)