Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 September 2020

Ketua RW Sampiran, Bambang HS, Terus Berupaya Majukan Desa

CIREBON, FC - Siapa yang tak mengenal sosok yang satu ini, selain lincah dan gesit, juga aktivis di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. Dia adalah Bambang HS, Ketau RW di Blok Sampiran, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Bambang HS dalam kesehariannya selalu berhubungan dengan masyarakat. Waktunya dipergunakan untuk melayani warga, baik pernikahan, pembuatan Kartu Keluarga, KTP maupun pelayanan lainnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Bambang HS selalu mengedepankan rasa tanggungjawab. Bahkan dalam banyak keinginannya, dirinya ingin selalu mendedikasikan bagi kemajuan desanya.

Kendati demikian, Bambang HS bukanlah sosok yang sulit ditemui, apalagi cuek terhadap persoalan warga. Dengan segudang pengalamannya, Bambang HS justru dicurahkan bagi kemaslahatan orang banyak.

Banyak warga yang salut dengan kepribadiannya, tapi bambang bukan sosok bertipe haus pujian dan jabatan. Seluruhnya Ia dedikasikan untuk masyarakat, termasuk kemajuan di daerah Sampiran. (Nur)

Kamis, 10 September 2020

Sejumlah Orang Tua Khawatir, Semakin Panjang Diliburkan, Anak Bisa Malas Belajar

CIREBON, FC - Sudah sekian bulan, pandemi covid 19 belum juga ada tanda-tanda akan berakhir, malah di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Jakarta, data yang terkonfirmasi virus covid 19 malah terus bertambah, membuat seluruh tingkatan sekolah semakin panjang diliburkan.

Orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon justru mengeluhkan, pasalnya, pendidikan sistem darring (online) dari semua tingkatan bikin anak malah malas belajar.

Apalagi yang baru sekolah dasar, setingkat SMP dan SMA aja, anak kian jauh dari buku, apalagi belajar. Anak hanya belajar jika ada tugas, itu pun terbatas pada soal soal latihan, di luar itu, belajar dan membaca serta latihan yang setiap hari dilakukan di rumah, malah lebih banyak untuk mainan handpone dan bermain di luar rumah.

"Kami bukan guru, kami hanya orang tua yang pasti memiliki banyak keterbatasan, tapi kalau soal disiplin dan moralitas anak, mungkin masih bisa kami lakukan, berbeda dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan, tentu keberadaan sekolah dan pendidikan tatap muka sangat berpengaruh besar kepada paikologi dan kemampuan intelektual anak," kata Yuli, ibu rumah tangga beranak tiga.

Hal senada juga disampaian ibu rumah tangga lainnya, Nurhasanah, bahwa belajar sistem online penjelasannya terbatas, anak lebih dikuasai oleh emosional untuk bermain, sebab pada sistem ini tidak terdapat ikatan disiplin belajar sebagaimana saat berada di ruang/kelas belajar.

"Ya, guru harus maklum, karena memang secara psikologi, belajar di rumah dengan belajar di sekolah sangat jauh berbeda dan anak cenderung lebih bebas dan penyampaian pengetahuan orang tua berbeda-beda tergantung pada kemampuan pengetahuan, sehingga guru harus lebih sabar dan memahami kondisi anak dan lingkungan rumah," ujarnya.

Selain itu, Ani juga berharap semua menjalankan protokol kesehatan agar covid segera bisa selesai, karena pendidikan lewat online kurang mencerdaskan, sebab porsi orang tua akan lebih besar ketimbang gurunya sendiri. 

Ani juga meminta agar dinas pendidikan memperhatikan dampak baik dan buruknya belajar di rumah, terutama menyangkut semangat anak anak untuk belajar dan berprestasi. (Bam)

Rabu, 09 September 2020

Bangun Kenyamanan Kerja, Kantor Desa Cirebon Girang Direhab



CIREBON, FC - Ada yang berbeda saat anda memasuki Kantor Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Saat ini anda akan semakin dimanjakan dengan suasana ruangan yang bersih dan nyaman. 

Pasalnya, desa yang berada di lingkungan kerja Kecamatan Talun, saat ini ruangan, pintu kusen dan jendela tengah direhab.

Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur desa,  juga memberi rasa nyaman dalam pelayanan.

Lalu siapa yang mendorong dan berinisiatif perubahan suasana di kantor desa tersebut, tentu saja semua hasil inisiatif Kuwu Desa Cirebon Girang. Hingga desain/arsitektur bangunan dirancang sendiri oleh Kuwu Ruslani Abdullah, SE.

Atas kondisi ini, masyarakat Desa Cirebon Girang mengapresiasi langkah dan inisiatif kuwunya. Warga senang, karena saat ini akan memiliki kantor desa yang asri, nyaman dalam pelayanan.

"Ya, kami senang dan bangga memiliki kuwu yang penuh anggungjawab dan selalu ingin melayani warganya. Ini bukti pak kuwu sangat mencintai tugas dan selalu siap melayani warga," ujar warga setempat. (Bambang HS)

Usai Presentasi Di Jakarta, Perubahan Status IAIN Ke UIN Tinggal Menunggu Kepres

CIREBON, FC- Kabar gembira datang dari civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dimana sejumlah pejabat yang dipimpin langsung Rektor IAIN melakukan presentasi penguatan transformasi kelembagaan dihadapan para panelis.

Usai dari Jakarta, perubahan status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) semakin dekat terwujud.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg memang bersama rombongan berangkat ke Jakarta untuk menjalani Penguatan Transformasi Kelembagaan dan Asessment Perubahan Bentuk PTKIN IAIN Menjadi UIN Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Dr Sumanta mempresentasikan keunggulan kampus yang dipimpinnya ini dari sisi kualitas dan kuantitas kepada para panelis. 

Ia menjelaskan, untuk kuantitas, seperti jumlah mahasiswa, profesor, rasio dosen, dan kepemilikan lahan. Sedangkan terkait kualitas, yaitu akreditasi prodi, jumlah prodi, dan sejumlah hal lainnya.

“Ini adalah proses presentasi transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. Kita sudah melangkah presentasi di depan para penelis dan menilai proposal kita dalam transformasi kelembagaan. Intinya IAIN Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi UIN,” ujar Dr Sumanta, Rabu (9/9/2020).

Bahkan, menurut dia, jika melihat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 15 Tahun 2014 tentang Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memenuhi persyaratan.

“Dari sisi kualitas dan kuantitas kita sudah memenuhi persyaratan. Untuk S1 kita punya 24 prodi dan 5 sudah terakreditasi A, S2 ada 4 prodi, dan S3 ada 1 prodi. Penerimaan mahasiswa baru kita juga peringkat 4 terbanyak, SINTA menduduki urutan kedua se-Indonesia, rasio dosen, professor, kepemilikan lahan, dan masih banyak sekali. Sehingga IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini memang layak untuk segera menjadi UIN,” paparnya.

Setelah presentasi ini, imbuh Dr Sumanta, ada sejumlah tahapan lagi yang harus dilalui. Seperti visitasi, sidang pleno, proses di Kemenpan, presiden, dan kemudian ditetapkan sebagai UIN melalui keputusan presiden (kepres).

“Setelah sidang ini ada visitasi. Yaitu ada kunjungan tim asesor ke lembaga kita. Yaitu mengecek benar gak sih luas lahannya, fakultas representatif, laboratotium teradu. Setelah itu ada sidang pleno, hasilnya diserahkan ke Kemenpan, kemudian ke presiden, dan di-SK-kan melalui kepres. Kira-kira tahapannya seperti itu. Semoga prosesnya dapat segera berjalan dalam waktu dekat. Karena, semakin cepat tahapan itu dilaksanakan, maka semakin cepat ke presiden, dan semakin cepat turun SK-nya,” terangnya.

Dalam upaya perubahan status ini, kata Dr Sumanta, pihaknya ingin memenuhi ekspektasi masyarakat dalam perluasan akses pendidikan. 

Pasalnya, jika IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah berubah menjadi UIN, maka program studi di kampus ini tidak hanya terkait keagamaan, namun juga terdapat prodi umum.

“Harapan kita sekiranya bisa memuhi ekspektasi dari masyarakat, yaitu perluasan akses pendidikan. Ibarat rumah itu kita sudah besar, bukan saja prodi keagamaan, tapi prodi umum, seperti sains, kedokteran, dan sejumlah prodi lainnya. Sebagai kampus negeri, biaya pendidikan di kita juga murah yang bisa menyentuh kalangan menengah ke bawah. Murah juga tetap berkualitas, karena akreditasi lembaga kita adalah A,” ucapnya.


Dalam kesempatan ini, Dr Sumanta juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan support dan doa dalam mengemban amanah untuk presentasi transformasi kelembagaan menjadi UIN," ucapanya. (nur)


Selasa, 08 September 2020

Mulai 8 September 2020, Seluruh Kantor Damri Wajib Memiliki Hasil Rapid Test

JAKARTA, FC - Damri mewajibkan seluruh tamu atau pengunjung gedung, baik kantor pusat maupun cabang untuk membawa dan menunjukkan surat keterangan non-reaktif Covid-19 hasil pemeriksaan rapid test, kebijakan ini berlaku mulai Selasa, (8/9).

Hal ini dilakukan mengingat kasus positif Covid-19 di tanah air terus meningkat beberapa waktu terakhir. Hasil rapid test harus berlaku maksimal 7 hari. Sedangkan PCR test yang berlaku maksimal 14 hari. 

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra menegaskan bahwa pengunjung yang tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19 tidak diperkenankan untuk masuk ke lingkungan Damri. 

"Manajemen Damri menghimbau agar seluruh masyarakat dapat mematuhi aturan ini dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus dan tetap menerapkan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) di area kantor pusat maupun kantor cabang," ujarnya.

Kendati demikian, area lingkungan Damri sudah dilengkapi dengan protokol kesehatan yakni pengecekan suhu tubuh sebelum masuk, penerapan jaga jarak termasuk di dalam lift, penggunaan wajib masker serta fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di setiap titik. (dade)