Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 22 September 2020

Selamatkan Warga Di Masa Pandemi Covid 19, Muludan di Tahun ini Ditiadakan

CIREBON - Menjadi salah satu daerah di Jawa Barat, Kota Cirebon masih menjadi daerah yang rentan dengan kondisi ini. Membuat Walikota dan jajaranya terus bekerja keras merazia masker di titik-titik keramaian.

Rupanya protokol kesehatan menjadi kesadaran penting di masyarakat. Sehingga Walikota Cirebon gencar mengajak masyarakat ikut melawan Covid 19 dengan hidup sehat dan bersih.

Tak hanya itu, masyarakat juga dimintai kesadaran dan pengertiannya atas kondisi pandemi Covid di Kota Cirebon, sehingga langkah cepat dan strategis terus dilakukan.

Salah satunya adalah sikap dan komitmen yang dilakukan Gugus Tugas  Percepatan dan Penganan Covid-19, yang  mengeluarkan surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 Hijriah/2020 di Kota Cirebon. 

Surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 H/2020 M dengan nomor 450/1381-Adm.Pem.Um tertanggal 22 September 2020 merupakan jawaban atas surat dari Sultan Sepuh XV Nomor 001/SU/SSXV/IX/2020 tanggal 1 September 2020 mengenai pemberitahuan rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H (tahun 2020 Masehi).

Surat rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH tersebut berisi rekomendasi acara muludan tahun 1442 H/2020 M. 

“Dengan tidak mengurangi rasa khidmat dan menjunjung nilai-nilai luhur budaya, kegiatan muludan yang dilakukan rutin setiap tahunnya ditiadakan pada masa pandemi Covid-19,” ungkap Azis dalam surat tersebut.

Alasannya tidak lain untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan ritual keraton, bisa dilakukan namun hanya bersifat internal keluarga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ditambahkan Azis, perkembangan penyebaran Coronavirus Disease -19 (Covid-19) di Kota Cirebon berdasarkan angka pertambahan kasus (reproduction number) dan angka pertambahan kasus yang terjadi di lapangan setelah mendapatkan intervensi reprodution efective (Rt) masih tinggi.

“Laju terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon setiap hari juga menunjukkan trend semakin naik dan bertambah,” ungkap Azis.

Ini menunjukkan bahwa potensi penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Cirebon semakin tinggi, lanjutnya lagi.

Karenanya, lanjut Azis, akan sangat ironis jika mereka sudah mewajibkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan namun kegiatan muludan tetap digelar. 

Ini dikarenakan tidak ada satu pun yang bisa menjamin jika protokol kesehatan bisa dijalankan dengan ketat dan disiplin saat muludan digelar.

Peniadaan kegiatan muludan tahun ini menurut Azis juga berlaku untuk seluruh keraton yang ada di Kota Cirebon. (Agus)

Selamat Datang Mahasiswa Fakultas UAD IAIN SNJ Cirebon Di PBAK Daring Tahun 2020

FOKUS CIREBON - Dekan Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg menyambut hangat seluruh mahasiswa dalam kegiatan PBAK Fakultas UAD yang digelar secara daring di ruang Auditorium fakultas setempat di lantai 4, Selasa, (22/9/2020).

Hajam juga mengucapkan selamat datang mahasiswa dan jadikanlah PBAK ini sebagai wahana untuk lebih mengetahui keberadaan Fakultas UAD secara luas dan mendalam, agar lahir rasa memiliki dan belajar secara sungguh-sungguh.

Selain itu, Hajam juga ikut menyakinkan kepada seluruh mahasiswa bahwa sangat tepat memilih FUAD sebagai tempat belajar, menimba ilmu dan  pengetahuan, karena Fakultas UAD IAIN SNJ Cirebon ingin mencetak ulama yang intelektual dan bercorak spiritual.


"Jadi anda harus bangga menjadi mahasiswa di fakultas UAD, karena selain ingin mencetak ulama yang intelektual dan bercorak spiritual juga FUAD bergerak dalam keilmuan, keislaman dan kenusantaraan," papar Hajam saat membuka PBAK FUAD IAIN SNJ Cirebon. (din)

Ajak Mahasiswa Berorganisasi, DEMA FUAD IAIN SNJ Cirebon Turut Meriahkan PBAK Online

FOKUS CIREBON - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon hadir memeriahkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) online. Selasa, (22/09/2020).

Kegiatan ini diisi dengan pengenalan Sema, Dema dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Ketua Umum Dema Fuad, Anton Ahyari, dalam talk show nya memaparkan, selayang pandang DEMA FUAD.

"Disini DEMA itu merupakan lembaga eksekutif, peran fungsi DEMA itu lebih ke eksekutor nya," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa, DEMA lebih eksekutor ke HMJ.

"Berhubung DEMA kita ini di Fakultas, jadi kita lebih eksekutor nya ke HMJ-HMJ," ucapnya.

Menurut nya, DEMA ini memiliki dua fungsi.F Fungsipertama itu intruksi dan fungsi yang kedua yaitu eksekutor.

"Nah fungsi intruksi ini atau fungsi eksekutor ini bisa kita pahami sebagai jalur kordinasi melalui HMJ-HMJ," tndasnya.

Kegiatan ini di hadiri oleh ketua-ketua mahasiswa jurusan, yakni, Akidah Filsafat Islam (AFI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), Sejarah Kebudayaan Islam (SPI), Ilmu Hadits (ILHA), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI) dan Bahasa Sastra Arab (BSA). (Nu'man)

Senin, 21 September 2020

Rektor IAIN SNJ Cirebon : Tahun 2030 -2034 IAIN Cirebon Siap Melahirkan Universitas Yang Berfase Teaching Dan Risert

FOKUS CIREBON - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg di kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020 menyatakan, untuk menuju generasi unggul sudah dilakukan sejak periode pertama kepemimpinannya hingga nanti masuk pada fase penguatan daya saing global, yakni pada tahun 2030-2034, di mana UIN Cirebon nanti menjadi destinsasi keislaman dunia.

Kegiatan PBAK yang digelar secara online di ruang Auditorium FITK IAIN SNJ Cirebon di lantai 5, juga diikuti bersama sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama RI juga bersama Menteri Agama RI Fachrul Ramzi.

Dalam sambutannya, Sumanta mengawali dengan mengucapkan selamat dan mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh staekholder yang telah memberikan kepercayaan dan ikut mendukung terhadap keberlanjutan pendidikan di kampus IAIN Syekh Nurjati  Cirebon. 

Rektor juga mengucapkan terimakasih kepada selsuruh civitas akademika atas  berbagai dukungan hingga kegiatan ini terwujud.

Kendati demikian, Sumanta turut merasa prihatin dengan pelaksanaan PBAK tahun ini yang dilaksanakan tidak sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Di mana pada tahun sebelumnya, bisa kita rasakan bagaimana ta'aruf, bagaimana kegiatan itu bisa dilaksanakan dengan terbuka dan bertatap muka yang berbeda dengan tahun sekarang.

Terkait soal generasi unggul, Sumanta berpandangan, bahwa dalam mewujudkan generasi unggul, itu terbagi menjadi dua, yakni unggul dalam bidang keilmuan dan unggul dalam bidang keislaman. 

"Dalam hal ini, mahasiswa tidak hanya dituntut, hanya untuk di bidang keilmuan saja  tetapi juga pada bagian akhlakul karimah," ucapanya.

Sumanta juga menjelaskan dalam mewujudkan generasi unggul, pihaknya sudah memulai dari sisi pengembangan, yakni dimulai dari fase sebelumnya adalah periode kepemimpinan pertama yang mengambil penguatan internal lembaga,  yakni pada sisi akademik dan sisi daya dukung akademik.

Kemudiian pada tahun 2020/2004, lanjut Sumanta, mengambil sisi penjaminan mutu. Kemudian pada tahun 2025/2029 penguatan regional, dan pada tahun 2030 hingga 2034 masuk pada penguatan daya saing global, yakni untuk melahirkan universitas yang berfase teaching and risert.

Diakhiir sambutannya, Sumanta mengajak kepaada seluruh mahasiswa yang mengikuti PBAK untuk mengikuti perkuliahan-perkuliahan reguler, termasuk organisasi intra kampus.

"Tentu ini untuk mengasah dan memberikan kontribusi bagi wawasan, baik melalui Dema, Sema dan organiasi intra lainnya," ucapnya saat menutup pembukaan kegiatan PBAK tahun 2020, Senin, (21/9/2020).



Usai sambutan Rektor IAIN SNJ Cirebon, acara kemudian dilanjutkan dengan orasi kemahasiswaan. 

Jajang Kartawijaya, Ketua DEMA IAIN SNJ Cirebon dengan semangat tinggi menyampaikan bahwa eksistensi mahasiswa sangat ditentukan oleh bagaimana mahasiswa itu mampu menemukan identitas dan jati dirinya. 

Fase-fase ini akan berkembang sejalan dengan perkembangannya di kampus nanti. "Ya, kualitas mahasiswa itu sangat ditentukan oleh identitas dirinya, hingga pengetahuan, belajar dan berirganisasii mampu menjadikan identitas itu menjadi jatidiri mahasiswa, tentunya mahasiswa yang unggul," paparnya. (din)


Minggu, 20 September 2020

Gubernur Jawa Barat Meminta Masyarakat Tidak Lelah Menjalankan 3M

CIREBON, FC - Di masa pandemi Covid-19, perekonomian tetap diminta untuk berjalan, namun gerakan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap dilakukan. Masyarakat juga diminta tidak lelah jalankan 3M.


Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada kegiatan Bakti Sosial Gubernur Jawa Barat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar di alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu, (20/9/2020). 

“Ekonomi boleh buka, asal 3M. Ekonomi akan ditutup kalau terjadi pelanggaran 3M,” ungkap Kang Emil, panggilan akrab Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Untuk itu Emil menitipkan pesan agar perekonomian bisa terus berjalan di masa pandemi Covid-19, protokol kesehatan berupa 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap dilakukan. 

“Kecuali pendidikan,” ungkap Emil. Pendidikan baru bisa dijalankan jika suatu daerah betul-betul sudah zona hijau, gurunya juga sudah diswab dan internet sudah berjalan dengan baik.

Pada kesempatan itu Emil juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Jabar tetap menjadi prioritas mereka. 

“Hatur nuhun ke DPRD Provinsi Jabar yang sudah bersama-sama membereskan anggaran. Komitmen tetap, kita akan kasih ke warga Jabar bantuan,” ungkap Emil. Bantuan yang diberikan yaitu tahap 3 dan 4 yang secara simbolis diberikan pada hari ini.

Emil juga menitipkan pesan kepada kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning untuk tidak melonggarkan ronda. 

“Saya titip untuk tidak mengendorkan ronda,” ungkap Emil. Bahkan ronda harus dijalankan 24 jam, jangan sampai lelah. “Sekali lelah, maling masuk. Nah Covid-19 seperti itu,” ungkap Emil.

Saat lelah melakukan pengetesan, saat lelah disiplin menjalankan 3M, Covid-19 akan masuk ke tubuh manusia. Kondisi ini diakui Emil memang membosankan, tapi hanya itu yang bisa dilakukan sambil menunggu vaksin. “Kalau bikin judul kaos, mari disiplin sambil menunggu vaksin,” ungkap Emil.

Sementara itu Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., berterima kasih atas kunjungan dari Gubernur Jawa Barat dan rombongan di Kota Cirebon. 

“Insya Allah kunjungan ini akan menjadi sebuah energi bagi kami untuk melakukan perlawanan terhadap pandemi Covid-19,” ungkap Azis.

Azis juga mengungkapkan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 kekompakan antar Forkopimda seperti yang sudah terlihat di Jabar juga telah dilakukan di Kota Cirebon. 

Sejak Maret lalu, Pemda Kota Cirebon selalu bahu membahu bersama dengan Forkompimda dan instansi vertikal lainnya untuk mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sungguh kami merasakan sekali kebersamaan yang didukung oleh TNI dan Polri untuk penanggulangan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Azis. 

Pada kesempatan yang sama Azis juga menekankan kepada warga Kota Cirebon untuk tidak boleh lengah dan lelah menjalankan protokol kesehatan berupa 3M.

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) juga tidak boleh dilonggarkan, terlebih saat ini Jakarta tengah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memungkinkan Kota Cirebon dijadikan tempat berkunjung warga dari daerah tersebut. 

Setiap RT dan RW diminta untuk mengetahui dan mendata siapa saja pendatang yang masuk ke lingkungan mereka. (nur)