Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 29 Oktober 2020

Buku 'Menjerat Gus Dur', Hadirkan Inspirasi Dikalangan Generasi NU

Bedah buku 'Menjerat Gus Dur' gagasan keluarga besar NU Cirebon, hadirkan inspirasi dan aspirasi di kalangan generasi muda NU. 


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Komunitas Gusdurian Cirebon bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, MATAN Cirebon, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan IKatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon mengelar bedah buku Menjerat Gus Dur.


Acara yang menghadirkan langsung penulisnya itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Fatih Kayuwalang Kota Cirebon, Kamis, (29/10/2020).

Bambang Wirawan, selaku sekretaris PCNU Kota Cirebon mengatakan, kami hadirkan penulisnya langsung yakni Virdika Rizky Utama.

“Penulis buku Menjerat Gus Dur ini menulis dengan data yang patut kita apresiasi bersama, khususnya pelaksana PCNU Kota Cirebon,” kata Bambang.

Ia menyebutkan, buku ini menjadikan aspirasi dan inspirasi. Harapannya tentu generasi muda NU mampu meniru penulis.

Pengasuh PP. Al-Fatih Humeid Munib mengungkapkan, acara bedah buku Menjerat Gus Dur ini merupakan pertama kalinya di Cirebon.

“Sudah lama kami rencanakan, namun memang karena masa pandemi jadi baru terealisasikan saat ini,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ide Bagus Setiawan selaku perwakilan dari LAKPESDAM NU Kota Cirebon. Menurutnya, acara ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, akan tetapi pandemi datang lebih dahulu.

“Selain itu, kegiatan bedah buku ini juga merupakan  rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Santri Nasional ini penting untuk mengkaji lebih dalam tentang sosok Gus Dur yang merupakan typology santri yang berjuang tidak setengah-setengah.

“Gus Dur ini mengajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran yang patut kita duplikasi bagi kalangan saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Marzuki Wahid selaku pembicara menyampaikan, bangga terhadap anak muda seperti Virdika ini, ia bukan kader NU tetapi semangatnya sama dengan kita.

“Ini yang kemudian menjadi bermakna, karena ia bukan kader NU jadi sifatnya bukan pembelaan, beda keadaannya jika penulis ini merupakan kader NU,” kata Marzuki.

Ia menegaskan bahwa pada buku ini membuktikan fakta di luar fakta yang terlihat banyak orang, itu lah makna penting dari buku tersebut.

Virdika Rizky Utama, selaku pembedah buku mengaku menulis buku ini merupakan panggilan.

“Buku ini awalnya memang untuk tesis saya, akan tetapi kondisi nya berubah pada saat itu,” ujanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, buku ini disusun dengan metodologi sejarah dan jurnalistik.

“Yang sumbernya hanya katanya saya tidak masukkan, karena data itu tidak valid,” imbuhnya.


Selain itu, kata Vidi, buku ini menggunakan pendekatan intelektual, bukan emosi. 

“Harapannya buku ini tidak berhenti sampai di sini, namun riset dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” tandasnya. (Fas)

Rabu, 28 Oktober 2020

Cegah Penularan Penyakit di Masyarakat, Puskesmas Pangenan Buat Inovasi Pencegahan Diabet dan Hipertensi

Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag pada kegiatan program inovasi di Puskesmas Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/10/2020).


PANGENAN, (fokuscirebon.com) - Untuk mencegah banyaknya warga yang terkena Diabet dan Hipertensi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangenan, membuat program Ce Desi Manis (Cegah Diabet dan Hipertensi bersama Prolanis).

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Pangenan tersebut. Karena menurutnya, harus ada inovasi-inovasi baru, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau bisa, nanti sampai jemput bola ke masyarakat," kata Imron, Sabtu (28/10/2020).

Imron berharap, kegiatan ini nantinya bisa sukses sesuai dengan harapan yang diinginkan. Jika nanti program ini berjalan dengan baik, Imron juga meminta kepada Puskesmas lainnya, untuk bisa meniru program tersebut.

"Kalau berhasil, nanti perlu dilakukan juga ke puskesmas yang lainnya," ujar Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, selain program Ce Desi Manis, Puskesmas Pangenan juga memiliki program Ambil Semangka ( Ayo Membiasakan Bumil Senang Membaca Buku KIA).

Eni mengungkapkan, adanya program ini bertujuan untuk mencegah penyakit Diabet, Hipertensi dan juga kematian ibu dan anak.

Ia menyebutkan, bahwa pelayanan hipertensi di Kabupaten Cirebon, memang masih jauh dari target yang diharapkan. Oleh karena itu, program ini juga untuk mendorong masyarakat, untuk memeriksakan diri melalui puskesmas.

"Karena penderita hipertensi yang berusia 45-60 tahun, banyak yang tidak memeriksakan diri," kata Eni.

Selain itu, ada sejumlah indikator pelayanan kesehatan, yang nantinya harus dilaporkan ke tingkat provinsi hingga nasional. Dua diantaranya adalah pelayanan pemeriksaan hipertenai dan Diabetes Melitus (DM). 

Namun untuk pemeriksaan DM, Eni menyebutkan bahwa jumlah pelayanannya sudah lebih dari 100 persen. Hal tersebut dikarenakan, mudahnya melakukan pengecekan DM disejumlah tempat.

Dalam program Ce Desi Manis ini, pihaknya akan melakukan skrining kepada warga yang berpotensi menderita Hipertentsi dan DM. Nantinya, warga yang terdeteksi menderita Hipertensi dan DM, akan diarahkan untuk memeriksakan secara rutin di Puskesmas.


"Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait hipertensi dan DM kepada masyarakat," ujar Eni. (Nur)

Mahasiswa Lulusan Jerman Berikan Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Baru FUAD IAIN Cirebon

Mahasiswa luusan beasiswa Jerman berikan motivasi belajar berprestasi kepada mahasiswa baru FUAD IAIN SNJ Cirebon, Rabu (28/10/2020), foto : Karina.


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan webinar beasiswa dan motivasi untuk mahasiswa baru 2020. (28/10/2020).

Acara yang disi oleh Muhammad Abdullah Syukri, S.IP, MA. Alumni Beasiswa DAAD Jerman 2017 dan Kairin, S.Sos. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bidikmisi IAIN SNJ Cirebon 2014-2015, diselenggarakan di auditorium FUAD secara virtual melalui zoom dengan tema "Mengoptimalisasi Semangat Mahasiswa Untuk Berprestasi".

Menurut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari berharap, semoga dengan adanya webinar beasiswa bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru.

"Terselenggaranya webinar beasiswa, semoga bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru, agar bisa mencari beasiswa baik akademik maupun non akademik dan langkah awal optimalisasi prestasi dibidang apapun," harap Ketua Umum DEMA FUAD.

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Abdullah Syukri atau Gus Dede, sapaan akrabnya, menyampaikan, persiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda.

"Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda, ada yang kuliah sambil bantuin orang tuanya, ada yang kuliah sambil kerja dan ada juga yang kuliahnya ada halangan seperti sakit dan sebagainya. Tetapi, selama kita punya niat yang kuat, perencanaan yang baik dan punya supporting system yang baik, jangan sampai salah gaul," ucap Alumni Jerman itu.

Gus Dede juga mengatakan bahwa, bergaul boleh dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik.

"Jangan sampai salah gaul, teman itu mencerminkan siapa kita, kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik, orang-orang yang bisa membantu kita, bisa mensupport kita untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan," ujar Gus Dede.

Acara yang diikuti oleh 120 peserta ini berjalan dengan lancar, selain itu juga, acara ini dihadiri oleh SEMA FUAD, Ketua HMJ FUAD dan DEMA Institut. (Nu'man)

Selasa, 27 Oktober 2020

FSEI IAIN Cirebon Adakan Kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Tiga Prodi

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr H Aan Jaelani M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan workshop persiapan akreditasi program studi, Senin (27/10/2020).

Kegiatan dengan tema 'Tindak lanjut Laporan Evaluasi Diri (LED) 9 kriteria akreditasi pada program studi dan unit pelaksana program studi' ini, dihadiri langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon dan unsur pimpinan rektorat yang lain, termasuk Kepala Biro AUAK, serta civitas akademika FSEI juga tamu dari luar IAIN SNJ Cirebon.

Wakil Dekan 1, Bidang Akademik, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Edi Setiawan, menyampaikan  bahwa pada kegiatan ini terdapat tiga jurusan baru, yakni Akutansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara. 

Ketiga jurusan ini, kata Edi, tengah menuju tahap akreditsi, yang sebelumnya baru pada tahap ijin operasional.  

"Jurusan ini sudah berjalan selama dua tahun dan baru ijin operasion dan saat ini tengah menuju tahap akreditasi, dengan target nilai, akreditasi A," paparnya.

Edi menjelaskan, setelah dua tahun ini, kita wajib mengajukan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional, dan posisinya hari ini sedang kita lakukan. 

Edi juga menjelaskan, jika dalam  perkembangannya  diakuinya selama dua tahun ini, sangat baik. Terutama minat mahasiswa semakin terus bertambah. 

"Di tahun pertama tadinya hanya baru satu kelas namun sekarang sudah tiga kelas, ini perkembangan yang sangat baik," jelasnya. 

Untuk itu kata Edi, dari perkembangan yang baik ini, tentunya institusi punya tanggungjawab untuk mengajukan akreditasi, karena ini sudah merupakan tanggungjawab institusi, jika tidak nanti tidak diakui oleh Badan Akreditasi Nasional.

"Pada tahapan akreditasi ini, hari ini sedang pada tahapan review dan malam direvisi, kemudian besoknya submit," kata Edi Setiawan.

Sementara itu, Dekan FSEI IAIN SNJ Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag di dalam sambutannya meminta agar dua hari ini, tiga jurusan tersebut bisa segera difinalisasi. 

Sehingga tanggungjawab kita terhadap tiga jurusan tersebut selesai dan selanjutnya kita tinggal berdoa agar semuanya mendapat nilai akreditasi terbaik. (din)


Senin, 26 Oktober 2020

Bersaing Lima Daerah Di Jawa Barat, Bupati Optimis Kabupaten Cirebon Juara Lomba PKK

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Kabupaten Cirebon masuk dalam nominasi Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, yang dinilai dalam perlombaan Pemberdayaan Kesejaheteraan Keluarga (PKK) tingkat Jawa Barat.

Kabupaten Cirebon akan bersaing dengan lima kabupaten lainnya di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Majalengka dan Ciamis.

Ada lima perlombaan yang diselenggarakan oleh PKK tingkat Jawa Barat ini. Dikarenakan masih dalam kondisi pandemi covid 19, penilaian dilakukan secara virtual.

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag mengatakan, PKK di Desa Ciawi Japura Kecamatan Susukan Lebak yang mewakili Kabupaten Cirebon, sangat layak untuk mendapatkan juara.

Karena menurut Imron, kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Ciawi Japura ini sangat baik dan tertata dengan baik. Bahkan bukti-bukti kegiatan juga, tersimpan dengan baik.

"Tadi dinilai oleh Tim Juri, semua kegiatan bagus dan ada buktinya. Yakin bisa juara," kata Imron.

Imron juga mengatakan, bahwa keberadaan PKK ditengah-tengah masyarakat, dirasa sangat penting. Karena banyak peran dari PKK, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Oleh karena itu, Imron juga meminta kepada PKK, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan program keluarga, kesehatan dan hal lainnya.

"PKK juga diminta untuk bisa membantu melakukan pendampingan program pemerintah," kata Imron.

Ketua PKK Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, kegiatan dan penilaian dalam lomba PKK pada tahun ini, dilakukan secara virtual. Karena menurutnya, kehadiran tim juri secara langsung kelokasi, tidak memungkinkan.

"Karena memang masih banyak wilayah di Jabar, yang masih tinggi penularan covid-19 nya," katanya.

Atalia juga berharap, adanya lomba PKK ini, akan memberikan manfaat tersendiri bagi kelompok PKK diwilayah. Karena dengan adanya perlombaan ini, maka komunikasi dan koordinasi akan terjalin dengan baik.

"Anggota PKK juga nantinya bisa menjadi kreatif dan inovatif," kata Atalia.


Ia juga menambahkan, ada enam kategori kabupaten dan enam kategori kota, yang akan dinilai dalam perlombaan ini. Pemenangnya, akan mengikuti perlombaan PKK mewakili Jawa Barat di Tingkat Nasional. (Nur)