Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 November 2020

Bupati Cirebon : Akreditasi Fakultas Kedokteran UGJ Layak Mendapat A

Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag saat mengikuti assesment lapangan daring, Senin (2/11/2020).


CIREBON - Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag berharap nilai akreditasi Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon, bisa meningkatkan dibandingkan sebelumnya.

Hal tersebut disampailan Imron, usai mengikuti assesment lapangan daring, akreditasi fakultas kedokteran UGJ Cirebon, Senin 2 November 2020.

Menurut Imron, sudah banyak kontribusi yang diberikan oleh UGJ untuk Kabupaten Cirebon, seperti halnya dalam masalah kesehatan.

Imron mengungkapkan, bahwa Kabupaten Cirebon melakukan kerjasama dengan UGJ dalam penanganan covid 19, sehingga penanganan di Kabupaten Cirebon lebih cepat.

"Banyak juga pegawai kesehatan kami yang merupakan alumni dari UGJ," ujar Imron.

Sehingga menurut Imron, sudah sangat layak jika akreditasi untuk Fakultas Kedokteran UGJ yang sebelumnya B, bisa meningkat menjadi A.

Tentunya, peningkatan akreditasi ini, nantinya akan meningkatkan kualitas dari sistem pengajaran dan juga lulusannya.

"Peningkatan akreditasi juga, akan berdampak positif terhadap lulusannya," ujar Imron.

Imron juga menjelaskan, selain bekerjasama dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga, menggandeng UGJ dalam masalah ekonomi, pariwisata dan bidang lainnya.

Dalam bidang ekonomi, UGJ melakukan pendampingan terhadap masyarakat secara langsung. 

Ia mengatakan, salah satu hasil positif dari pendampingan yang dilakulan oleh UGJ, dirasakan oleh pengrajin gerabah di Jamblang.

"Setelah dilakukan pendampingan oleh UGJ, kualitas gerabah di Jamblang menjadi meningkat," ujarnya. (Nur)

Minggu, 01 November 2020

HMJ KPI IAIN Cirebon Gelar Webinar Globalisasi Tentang Tantangan Kaum Akademisi Indonesia Pasca Covid-19

Dr.H.Aan Mohammad B, M.A, Ketua Jurusan KPI IAIN Syekh Nurjati  Cirebon dan Dr. Didi Junaedi, M.A tengah memberikan pemaparan materi pada acara wabinar tentang globalosasi


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan webinar nasional online tentang 'Globalisasi: Tantangan Kaum Akademisi Indonesia Pasca Covid-19, Kompetensi, Kualitas, dan Kolaborasi', Minggu, (1/11/2020).

Dalam kegiatan ini, sejumlah pemateri dihadirkan, di antaranya Dr. H.Aan Mohammad B, M.A, Ketua Jurusan KPI IAIN Syekh Nurjati  Cirebon. Kemudian Dr. Didi Junaedi, M.A (Dosen IAT dan penulis buku-buku motivasi Islam) serta Romzi Ahmad (Asisten Stafsus Presiden RI- Wakil Ketua Siber Kreasi) 

Dalam pemaparannya, Dr. Didi Junaedi, M.A mengatakan, bahwa kualitas mahasiswa ditentukan oleh dari apa yang ada di dalam dirinya. Sebab kompetisi itu harus didasari oleh kualitas, dan kompetisi tidak bisa.dilakukan secara sendiri, tetapi harus dengan berkolaborasi. 

"Terkait dengan kualitas, tentu perlu diupgrade di internalnya. Ini maksudkan untuk memenuhi dan menjawab kualitas diri dengan dunia luar," paparnya.

Didi Junaedi juga menyinggung soal pengaruh globalisasi dan pandemi covid 19 hingga bagaimana cara menyiasati pendidikan di masa ini. Maka menurut Didi, kuasai teknologi dan selalu mengupgrade informasi agar tidak gaptek teknologi. 

Selain itu, kita semua harus tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah dan tidak mengkaitkan pandemi.covid 19 ini dengan budaya dan agama. Artinya, ini soal kesehatan, maka protokol kesehatan harus tetap dilakukan di mana pun kita berada.

 "Jadi kita semua harus selau mengupgrade diri, mengupgrade informasi, hal ini untuk menjawab tantangan globalisasi dan revolusi industri. Sebab yang dibutuhkan pada era ini yakni kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi," jelasnya.

Sementara itu, Dr H Aan Mohammad B, M.A menyatakan, gobalisasi dan era industrialisasi menuntut semua memiliki keahlian.

Maka, seorang akademisi harus dapat meminimalisir dampak globalisasi, misalnya seperti hoax. Selain itu, mahasiswa dan akademisi juga haus memiliki tantangan, yakni budaya kecerdasan. (Nur)



Sabtu, 31 Oktober 2020

IKMI Harus Peka Problem Sosial, Jangan Bungkam Demi Kemajuan Daerah

CREBON, (fokuscirebon.com) - Sebutan kaum intelektual sampai saat ini masih melekat pada kelompok mahasiswa. Identitas tersebut menjadi cerita panjang dalam lintasan kesejarahan Indonesia. Dimulai dari 28 Oktober 1928 dengan sebutan Sumpah Pemuda, hingga dekade eksponen'45, eksponen'66 hingga eksponen'98, yakni runtuhnya Orde Baru oleh kekuatan gelombang reformasi.

Mewarisi semangat pergerakan kepemudaan serta didasari keinginan berkontribusi pada tanah air, sekumpulan aktivis asal Indramayu yang menempuh pendidikan tinggi di Cirebon membentuk Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) se Cirebon. Hal itu mencuat dalam sesi bincang Selayang Pandang  dalam Penerimaan Anggota Baru (PAB) IKMI, Sabtu (31/10) di Cirebon. 

Sesi yang diisi alumni dan demisioner IKMI, Suwandi dan Suparjo itu berlangsung hangat walau digelar vertual. Banyak hal yang dikupas pria yang akrab disapa Wandi itu. Salah satunya peran strategis mahasiswa dalam menyorot isu-isu kemasyarakatan. 

"Peran strategis mahasiswa ialah mampu menyuarakan hal apa saja asal demi kepentingan masyarakat. Amati, soroti dan sampaikan kegelisahan kalian demi kemaslahatan masyarakat di daerah," tegas dia. 

Sementara itu, Suparjo menawarkan sebuah pilihan tentang identitas mahasiswa yang kian tahun kian tergerus oleh hegemoni politik kekuasaan dan politik ekonomi.

Baginya, kekuatan mahasiswa harus menjadi identitas yang tak pernah pudar oleh waktu dan kepentingan apapun. Mahasiswa harus memiliki ruh dan perjuangan yang nyata. 

Pergerakan mahasiswa harus terus diasah oleh kekuatan intelektualnya, berjalan di atas kepentingan masyarakyat yang tidak terdistorsi dan terdisparitas oleh kekuatan kelompok manapun, sehingga identitas kaum intelektual, kaum pemikir dan pembaharu tetap terus terjaga dan melakat bersama kekeuatan daya kritisnya.

Maka, sebagai alumni juga senior di IKMI, pria yang akrab disapa Kang Ajo ini mengajak agar mahasiswa yang tergabung dalam IKMI harus terlahir dari tujuan dan arah organisasi ini.

Agar, rumah besar ini bisa menjadi kejuatan besar pula dalam mendoring dan menciptakan kader-kader yang bedintelektual maju, baik bagi dirinya sendiri, bagi orang lain maupun bagi daerahnya. 

"Inilah identitas yang harus dimiliki oleh para kader IKMI, sehingga perkaderan terus berjalan bersama kuatnya rumah IKMI. Sebagai ibu kandung yang terus melahirkan mahasiswa-mahasiwa yang memilik integritas dan intelektual tinggi," paparnya. (din)

IKMI Se-Wialayah Cirebon Gelar Penerimaan Anggota Baru (PAB) Secara Virtual



CIREBON, (fokuscirebon.com) -Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (IKMI) Se-Wilayah Cirebon menggelar Penerimaan Anggota Baru (PAB) secara virtual bagi anggota baru. Di Sekretariat IKMI Cirebon mulai dilaksanakan secara Online, Sabtu dan Minggu (31 Oktober – 1 November).

Ketua Umum IKMI Se-Wilayah Cirebon Abdul Wahab Menjelaskan, kegiatan terpaksa dilaksanakan secara online karena kondisi saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19. 

Beragam kegiatan seperti Pengenalan ORDA IKMI, diskusi, dan pengukuhan sebagai anggota baru IKMI digelar guna memeriahkan PAB IKMI 2020.

Ketua Umum IKMI Se-Wilayah Cirebon Abdul Wahab PAB Virtual tahun ini terbilang sukses, pasalnya peserta PAB tahun ini menebus sampai 100 mahasiswa jumblah yang terbilang banyak jika di banding tahun-tahun kemarin. 

Dia katakan, bagusnya antusias peserta PAB Virtual berdampak baik pada organisasi IKMI. Sebab IKMI membutuhkan anggota yang aktif, militan, Progresif dan Revolusioner dan yang terpenting mau belajar menggerakan roda organisasi sebelum akhirnya turun  menjadi bagian dari masyarakat menerapkan peran-peran mahasiswa.

Sementara itu Ketua pelaksana PAB Virtual Fatihul Fauzi mengatakan ikmi adalah wadah para mahasiswa indramayu yang kuliah di kampus-kampus di Cirebon untuk menjaga kebersamaan, dan juga organisasi ini untuk mengingat akan asal daerahnya sendiri sebab, sejauh-jauhnya kita menempuh pendidikan di luar daerah kita akan kembali lagi di Dareah sendiri yaitu Indaramayu.

Di Cirebon Lanjut Abdul Wahab Ketua umum IKMI mahasiswa dari indramayu terbilang banyak, dan IKMI punya peran setrategis  dalam mengorganisir mahasiswa indramayu agar lebih Proaktif dalam berorganisasi. 

IKMI juga mempunyai peran setrategis  yang di butuhkan PEMDA Indramayu dalam mengkritisi dan memberi masukan dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Setelah PAB virtual, sejumbelah kegiatan juga dirancang sebagai tindak lanjut follup PAB IKMI yang secara online kali ini, untuk mengikat pendekatan emosional biar lebih erat kokoh dan solid. (din)

Bukti Pelayanan Prima, Dishub Luncurkan Smart Card Untuk Pelayanan KIR

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Sekretaris Dishub dan Kepala UPTD Uji Kir, Agung saat memberikan penjelasan pada program 'Smart Card'


FOKUS CIREBON, (FC) - Di penghujung tahun 2020, terobosan terbaru kembali dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon. Ini sebagai bukti nyata atas kerja nyata Dishub dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan. 

Terobosan tersebut dengan diluncurkannya smart card atau kartu pintar untuk pelayanan pengujian kir. Dengan smart card itu, memudahkan untuk akses informasi dan bukti otentik telah melakukan uji kir.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon, Ir H Yoyon Indrayana MT mengatakan, smart card menggantikan buku uji kir. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dapat lebih cepat, mudah, dan murah. 

Yoyon menjelaskan, diluncurkannya Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel PKB) Terintegrasi Secara Nasional, wujud nyata inovasi Dishub Kota Cirebon.

“Saya senang inovasi. Kerja jangan biasa saja. Tidak sekadar rutinitas. Launching smart card ini bentuk inovasi kita. Terima kasih kepada seluruh jajaran Dishub Kota Cirebon,” ucapnya saat launching Simpel PKB Terintegrasi Secara Nasional di UPTD Pengujian Kir di Jl Kalijaga Kota Cirebon, belum lama ini.

Yoyon berharap, segenap jajaran Dishub Kota Cirebon lebih banyak berinovasi dalam bekerja. Agar optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ke depan, secara bertahap semua layanan di Dishub Kota Cirebon dilakukan secara online. Dengan tujuan memberikan pelayanan yang murah, cepat dan mudah.

Dipihak lain Kepala UPTD Pengujian Kir, Agung, melalui penguji senior, Erick, mengatakan bahwa semua yang dilakukan semata hanya untuk pelayanan. Tentunya pelayanan prima agar masyarakat puas. 

"Kami hanya melayani, yakni melayani dengan sepenuh hati, karena itu, kami semua bekerja profesional dan penuh tanggungjawab. Ini yang kami lakukan untuk masyarakat transportasi yang kami layani di sini," terangnya. (Nur)