This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 17 November 2020
H. Ade Setiana, Sekda Kota Banjar Dukung Transformasi IAIN Cirebon Menjadi UIN
Kota Cirebon Siap Menerima dan Mendistribusikan Vaksin Covid 19
FOKUS CIREBON, (FC) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengatakan, Kota Cirebon telah siap menerima dan mendistribusikan vaksin Covid-19.
Menurut Edy, vaksin Covid-19 tersebut rencananya akan diterima dan didistrubusikan pada Januari 2021 mendatang.
“Untuk Kota Cirebon kita direncanakan menerima sampai 180 ribu vaksin, itu artinya untuk 180 ribu orang. Kita tidak pakai kouta tapi menyesuaikan data usia dari 18 sampai 59 tahun, semua daerah seperti itu,” kata Edy, usai melakukan penutupan sementara Apotek Pasuketan Grup, Selasa (17/11).
Edy menjelaskan, sesuai keputusan pemerintah pusat, vaksin itu 30 persennya diberikan gratis bagi masyarakat tidak mampu dan 70 persen sisanya berbayar. Artinya, lanjut Edy, untuk masyarakat yang mampu dianjurkan untuk membiayai sendiri vaksinasinya.
“Masalahnya yang ketidakmampuan ini dan dapat menjamin semua rakyat diimunisasi oleh vaksin. Berita terkini baru 30 persen (yang gratis). Kita utamakan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu, tapi nanti orang-orang yang mampu bayar sendiri, intinya di era sekarang ini free,” ujar Edy.
Namun, Edy menegaskan, salah satu syarat bisa dilakukan vaksinasi selain rentang umur 18-35 tahun, juga tidak memiliki penyakit bawaan.
Terkait kesiapan vaksinasi tersebut, lanjut Edy, Dinkes Kota Cirebon telah menyiapkan 22 puskesmas dan melatih tenaga vaksinatornya.
“Untuk vaksin kami sudah menyiapkan 22 puskesmas. Tenaga vaksinator juga sudah dilatih melalui online beberapa minggu yang lalu,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh instansi untuk bekerja sama dalam pemberian vaksin Covid-19 tersebut. (Indah)
Senin, 16 November 2020
Mita Sri Wahyuni Mahasiswi IAIN Cirebon Dinobatkan Juara 2 Dalam Lomba Protocol Fair 2020 UNPAD Bandung
Penjajagan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pascasarjana IAIN Cirebon Kunjungi Kantor Ke Kantor Bupati.Banjar
FOKUS CIREBON, (FC) - Dalam rangka transformasi lembaga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon berikut Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan penjajagan kerjasama dengan pihak luar.
Upaya Tertib Administrasi, IAIN Cirebon Buka Kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Pegawai
FOKUS CIRENON - Sebagai bentuk penertiban administrasi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar sosialisasi cara Aktivasi Akun Sistem Informasi Pegawai (SIP) bagi para pegawai, Senin (16/11) di ruang senat kampus setempat. Acara ini merupakan bagian dari upaya tertib administrasi kepegawaian berbasis sistem dan jaringan terintegerasi.
Wakil Rektor II IAIN Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, pada era digital seperti saat sistem terpadu yang mudah dijangkau sangat dibutuhkan. Tam terkecuali pada manajemen kepegawaian di perguruan tinggi.
"Ini adalah hal yang perlu dilakukan. Karena SIP berkaitan dengan SDM di perguruan tinggi dan tuntutan administrasi yang kompleks," ungkapnya, kemarin.
Oleh karena itu, lanjut Kartimi, SIP tidak cukup dikelola secara konvensional. Harus mengguna sistem yang efektif, efisien dan mempunyai integrasi data yang terjamin. "Kita berharap bisa terintegrasi dan mudah-mudahan ke depan bisa diwujudkan," kata dia.
SIP mencakup berbagai data dan manajemen kepegawaian. Mulai dari input data sampai laporan ke pemerintah. "Dari data pribadi, sistem pengelolaan BKD (beban kinerja dosen), SKP (sasaran kinerja pegawai) dan seterusnya," kata Kartimi.
Hingga saat ini, baru dua item data kepegawaian yang sudah terintegerasi dalam SIP. Yakni absensi dan LKD (laporan kinerja dosen) atau LKH (laporan kinerja harian). Namun begitu, akan ada pengembangan supaya lebih banyak sistem yang terintegerasi.
"Hanya pada saat ini kepegawaian baru akan laiukan baru terkait dua absensi dan LKD atau LKH," terang Kartimi.
Di lokasi yang sama, Rektor IAIN Cirebon, Dr Sumanta Hasyim MAg menegaskan pengembangan SIP merupakan wujud kepedulian IAIN Cirebon pada pegawai. Lantaran, kata Sumanta, data yang terhimpun dalam SIP bisa dipakai untuk melancarkan tunjangan dan peluang karir pegawai.
"Sesungguhnya ini adalah jaringan aliran syaraf darah birokrasi yang itu semua akan nendukung memberikan gerak IAIN Syekh Nurjati. Dengan data yang valid akan berakibat pada kelancaran pada tunjuangan, menunjang karir dosen dan karyawan," tukas Sumanta. (Nur)
















