Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 17 November 2020

Pemkot Cirebon Santuni Warga Terdampak Program Kota Tanpa Kawasan Kumuh

FOKUS CIREBON - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menyantuni warga di Kelurahan Panjunan yang terdampak proyek program kota tanpa kawasan kumuh.

Santunan rencananya dilakukan mulai Rabu 18 November 2020. Pemberian santunan berdasarkan regulasi yang ada dan dilakukan oleh tim terpadu dengan mempertimbangkan sejumlah parameter penilaian.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. H. Eti Herawati mengatakan warga yang terdampak adalah warga Kelurahan Panjunan tepatnya di RW 01 dan RW 10. “Setelah proses relokasi, maka awal 2021 sudah bisa dimulai proses lelang yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat,” katanya usai acara persiapan santunan untuk warga terdampak proyek, Selasa (17/11/2020).

Eti berharap dari program kota tanpa kawasan kumuh ini bisa menjadikan Kota Cirebon sebagai daerah percontohan untuk daerah lain. “Tim terpadu sudah bekerja cukup lama dan melakukan koordinasi, konsultasi dan pembahasan bersama sejumlah pihak,” tuturnya.

Pada saat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Drs. H. Agus Mulyadi M. Si., mengungkapkan ada 5 parameter penilaian dalam mengukur besaran santunan, adapun istilah yang digunakan adalah santunan sebab bangunan miliki warga yang terkena dampak proyek berada di atas tanah negara. 

“Santunan dalam bentuk cek dengan nama penerima, jadi hanya bisa dicairkan oleh pemilik bangunan,” ujarnya.

Agus menambahkan besaran santunan bervariasi tergantung nilai dari bangunan yang dimiliki warga mulai Rp1 juta hingga Rp26 juta dengan total penerima santunan 126 orang dengan jumlah 133 bidang bangunan. 

“Bangunan dibongkar sendiri oleh pemiliknya karena dari santunan itu ada alokasi untuk pembongakaran,” tambahnya. (Indah)


H. Ade Setiana, Sekda Kota Banjar Dukung Transformasi IAIN Cirebon Menjadi UIN

Sekda Pemerintah Kota Banjar, H.Ade Setiana Mendukung Transformasi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).


FOKUS CIREBON - Dukungan kembali mengalir, kali ini datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) pemerintah Kota Banjar, H Ade Setiana yang mendukung transformasi IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Dukungan tersebut disampaikan H Ade Setiana pada kegiatan MoU Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan pemerintah daerah Kota Banjar, Selasa (17/11/2020).

H Ade Setiana menyatakan, selain menjabat sebagai Sekda, dirinya juga aktif sebagai pengajar pada salah satu Perguruan Tinggi yang ada di daerah Kota Banjar. 

Dirinya sangat mendukung atas transformasi atau perubahan tersebut, di mana transformasi ini diharapkan akan membawa pada banyak perubahan, khususnya di bidang pendidikan UIN Cirebon ke depan nya nanti.

"Ya, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan, saya sangat mendukung tansformasi atau perubahan dari IAIN menuju UIN Cirebon, dan Insya Allah nanti akan lebih luas lagi, lebih maju lagi dan bermanfaat bagi masyarakat, umumnya masyarakat indonesia," ujar H Ade Setiana.

Ade menjelaskan, jika perguruan tinggi sudah lintas daerah, lintas provinsi tentu juga akan lintas negara. Jadi artinya nanti UIN Cirebon akan semakin eksis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan akan melahirkan kader-kader bangsa yang potensial, yang akan memberikan konstribusi penbangunan bangsa dan negara yang ujung-ujungnya mensejahterakan masyarakat. 

Dukungan H Ade Setiana ini, dituangkan dalam video berdurasi 01 menit, 37 detik dan dirinya menyakini jika perjuangan transformasi kelembagaan dari IAIN Cirebon menuju UIN pasti sukses. "selamat berjuang"  tutunya. (din)






Kota Cirebon Siap Menerima dan Mendistribusikan Vaksin Covid 19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto.


FOKUS CIREBON, (FC) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengatakan, Kota Cirebon telah siap menerima dan mendistribusikan vaksin Covid-19. 

Menurut Edy, vaksin Covid-19 tersebut rencananya akan diterima dan didistrubusikan pada Januari 2021 mendatang.

“Untuk Kota Cirebon kita direncanakan menerima sampai 180 ribu vaksin, itu artinya untuk 180 ribu orang. Kita tidak pakai kouta tapi menyesuaikan data usia dari 18 sampai 59 tahun, semua daerah seperti itu,” kata Edy, usai melakukan penutupan sementara Apotek Pasuketan Grup, Selasa (17/11).

Edy menjelaskan, sesuai keputusan pemerintah pusat, vaksin itu 30 persennya diberikan gratis bagi masyarakat tidak mampu dan 70 persen sisanya berbayar. Artinya, lanjut Edy, untuk masyarakat yang mampu dianjurkan untuk membiayai sendiri vaksinasinya.

“Masalahnya yang ketidakmampuan ini dan dapat menjamin semua rakyat diimunisasi oleh vaksin. Berita terkini baru 30 persen (yang gratis). Kita utamakan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu, tapi nanti orang-orang yang mampu bayar sendiri, intinya di era sekarang ini free,” ujar Edy.

Namun, Edy menegaskan, salah satu syarat bisa dilakukan vaksinasi selain rentang umur 18-35 tahun, juga tidak memiliki penyakit bawaan.

Terkait kesiapan vaksinasi tersebut, lanjut Edy, Dinkes Kota Cirebon telah menyiapkan 22 puskesmas dan melatih tenaga vaksinatornya.

“Untuk vaksin kami sudah menyiapkan 22 puskesmas. Tenaga vaksinator juga sudah dilatih melalui online beberapa minggu yang lalu,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh instansi untuk bekerja sama dalam pemberian vaksin Covid-19 tersebut. (Indah)


Senin, 16 November 2020

Mita Sri Wahyuni Mahasiswi IAIN Cirebon Dinobatkan Juara 2 Dalam Lomba Protocol Fair 2020 UNPAD Bandung

Mita Sri Wahyuni Mahasiswi IAIN  Cirebon Bangga dengan torehan prestasinya hingga dinobatkan sebagai juara 2 Dalam Lomba Protocol Fair 2020 - UNPAD Bandung


FOKUS CIREBON - Prestasi gemilang kembali ditorehkan IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada lomba Protocol Fair 2020 yang diselenggarakan UNPAD Bandung, Minggu, (16/11/2020).

Prestasi gemilang tersebut diraih oleh Mita Sri Wahyuni, mahasiswi aktif IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semester 5, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam '(KPI), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD).

"Yang dinilai artikulasi, cara penyampaiannya, gestur tubuh, kemudian kelancaran dalam bicara dan improvisasi yang tidak terpaku pada teksnya, alhamdulillah akhirnya keluar sebagai juara ke II," ujar Mita kepada Fokus Cirebon.

Mita mengaku, dalam kegiatan lomba tersebut sebelumnya terdapat 49 peserta, kemudian masuk pada seleksi final peserta menjadi15 irang, termasuk dirinya.

Tentu saja, keberhasilan yang mendulang prestasi ini sangat membanggakan bagi Mita Sri Wahyuni. Mahasiswa Jurusan KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, termasuk membawa nama baik civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.

"Saya berhasil menjadi juara 2 Protocol Fair 2020 yang digelar Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, Minggu pada (15/11). Tentu keberhasilan ini sekaligus membawa harum nama kampus tercinta saya di kancah Jawa Barat," kata Mita lagi. 

Mita juga menjelaskan, jika lomba ini diperuntukkan untuk teman-teman mahasiswa yang punya bakat di bidang public speaking khususnya di MC.

Mita hanya kalah dari Sri Sumaldani Tunke sebagai juara 1 dari Universitas Negeri Surabaya. Sementara juara 3 diraih Irma Yuliana dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung.

Mita mengikuti lomba seputar public speaking khususnya di bagian MC atau pewara. "Kemarin saat babak penyisihan sudah ditentukan untuk membawakan acara untuk MC formal. Kemudian saat final, membawakan acara untuk MC semi formal," kata Mita.


Sebelum menampilkan kompetensinya di bidang publik speaking dan membuahkan hasil manis, Mita mengaku melakukan serangkaian persiapan. 

"Persiapannya suka latihan di depan kaca kalau malam-malam gabut, latihan pernapasan dan juga latihan vokal. Nggak lupa juga untuk menghindari makanan yang berminyak seperti gorengan dan minum air putih yang cukup," tandasnya. (Nur)

Penjajagan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pascasarjana IAIN Cirebon Kunjungi Kantor Ke Kantor Bupati.Banjar


FOKUS CIREBON, (FC) - Dalam rangka transformasi lembaga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon berikut Program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan penjajagan kerjasama dengan pihak luar. 


Seperti yang dilakukan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, melalui program kampusanya, Pascasarjana IAIN Cirebon berkunjung ke kantor bupati Banjar dalam rangka penjajagan terkait Tri Dharma perguruan tinggi. 

Dr. H. Didin Nurul Rosidin, S.Ag., Ph.D. (Wakil Direktur Pascasarjana) didampingi unsur pimpinan pascasarjana menjelaskan, kunjungan tersebut dalam proses penjajagan untuk pengembangan SDM di kota banjar. 

”Menjadi titik awal bagi peningkatan SDM yang ada di kota Banjar ini, kami dari perguruan tinggi ingin berperan sebagaimana amanat UU tentang perguruan tinggi. Bahwa salah satu fungsi utama adalah pengabdian masyarakat, pengajaran dan penelitian“ katanya.

Beliau menambahkan muara dari Tri Dharma adalah peningkatan SDM. Dari hasil penelitian bahwa Indonesia cukup tercecer, dimana level pendidikan masih agak jomplang, apalagi kurang dari satu dekade ke depan, Indonesia akan mengalami bonus demografi. (Wakil Direktur Pascasarjana). Selasa(16/11)

Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon menambahkan, intinya pihaknya ingin maksimalkan perannya sebagai perguruan tinggi, adapun bentuknya bisa melalui MoU yang proposalnya sudah diterima dan dipresentasikan.

"Alhamdulillah sudah diapresiasi oleh Bupati Banjar  Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si.  Sementara itu, sekda kota Banjar. Dr. Drs H. Ade Setiana, M.Pd merespon positif ajuan IAIN Syekh Nurjati Cirebon terkait MoU implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kota Banjar," teeangnya.

Dijelaskan, perguruan tinggi mempunyai keunggulan ketajaman analisiss dan independensi yang dibutuhkan dalampengembangan daerah. 

“MoU nantinya dalamberarti umum. Karena akademik itu punya ketajaman analisis dan independensi. Dalam jangka waktu ini akan dibikin payung besar, pelaksanaannya diserahkan ke pelaksana teknis dengan tim dari IAIN Cirebon," pungkasnya. (Nur)