Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 Februari 2021

Wakil WaliKota Cirebon : Ada 130 RW Belum ODF, Ini Butuh Sinergitas Bersama

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Tantangan pembangunan sanitasi yang umumnya dihadapi di perkotaan, masih terkait dengan perilaku penduduk yang belum berhenti Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs.H.Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti Herawati, dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Eti, di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan saja yang sudah dinyatakan Open Defection Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Kita masih punya target 130 RW lagi yang belum ODF, dari 249 RW yang ada di Kota Cirebon,” tegas Eti. 

Untuk itu, sinergitas dan kebersamaan dibutuhkan agar bisa menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon.

Menurutnya, sinergitas dibutuhkan untuk menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon. Hingga akhirnya akan tercipta kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni warganya.

“Kita segera tuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon tercinta,” tegas Eti.

Jika sanitasi ini segera dilakukan, maka Kota Cirebon akan menjadi kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni sekaligus tempat bekerja warganya.

“Sejumlah permasalahan terkait sanitasi di Kota Cirebon diantaranya rumah warga sudah dilengkapi dengan wc, tapi buangan akhir tidak ke septic tank, ada yang membuang ke sungai, selokan, kebun hingga laut,” lanjut Eti.

Sejumlah warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau selokan juga masih enggan untuk membuat septic tank sendiri, pungkasnya.

Di sampaikan juga, masih ditemukan pula penduduk yang kurang mampu, memiliki lahan yang terbatas sehingga akhirnya memiliki masalah dalam pembangunan jamban.

Penuntasan permasalahan sanitasi ini tentu tidak mudah. Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa bekerja sendiri. 

“Perlu dukungan bersama dari semua pihak,” ungkap Eti. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, lanjutnya.


Diantaranya sudah bermitra dengan Baznas Kota Cirebon dan Baznas Jawa Barat untuk bisa bersama-sama menyelesaikan sejumlah permasalahan sosial, termasuk sanitasi.

Selain itu, segenap instansi yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon juga diminta untuk saling memberikan dukungan. (din)



H Elang Tomy Iplaludin MPd : Mengabdi dan Bekerja Harus Totalitas

H. Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon


FOKUS CIREBON, FC -  Sosok H Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat H Elang Tomy Iplaludin MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Mama Elang, sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Mama Elang tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Mama Elang, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Mama Elang juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan dii SMPN 4 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Mama Elang yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 10 dan SMPN 18. (din)

Pasca Dilantiknya Ketua SEMA dan DEMA IAIN Cirebon, Ini Pesan Rektor !!

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat melantik Ketua SEMA dan DEMA IAIN SNJ Cirebon, Selasa (15/2/2021).


CIREBON, FC- Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag  melantik dan mengukuhkan Ketua Senat Mahasiswa Institut dan Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk periode 2021-2022 di lantai 3 gedung rektorat, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Sumanta mendukung penuh setiap program kerja yang sudah dicanangkan oleh jajaran pengurus.

Sumanta juga berharap, SEMA I dan DEMA I dapat bersinergi dalam mewujudkan proses transformasi alih status dari IAIN menjadi UIN," harap Sumanta, karena itu menjadi bagian dari tanggung jawab mereka.

Kendati demikian, prestasi di wilayah organisasi mahasiswa juga perlu. "Ini untuk menunjang bahwasanya SEMA I dan DEMA I bisa mendukung proses alih status IAIN jadi UIN," ucapnya. 

Diakhir sambutannya, Sumanta memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I yang telah resmi dilantik.

Sementara itu, Muhammad Akrom Ketua Terpilih SEMA I menyatakan, pasca dilantik dirinya menaruh semangat dan harapan baru untuk menahkodai kepengurusan SEMA I dalam berkhidmat pada kampusnya itu.

“Yang akan diprioritaskan dalam progam kerja SEMA I yakni membuat produk hukum dan Undang-Undang untuk memfasilitasi seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di kampus dan menjembatani berbagai aspirasi mahasiswa, serta tanggap dalam bermedia,” paparnya.

Akrom berharap, sesama anggota pengurus SEMA I harus bisa bertanggung jawab serta sadar akan fungsi legislasi di kampus ini.

Sedang menurut Ketua DEMA I terpilih, Rhio Maheso Jenar, dirinya akan bertanggung jawab dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya selama satu periode ke depan.

Ia pun menaruh semangat yang tinggi untuk bisa memberikan dan  berkontribusi besar pada kampusnya itu.

“Sektor yang akan difokuskan DEMA I IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam program ini adalah peningkatan teknologi dan peningkatan potensi mahasiswa,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga perlu meningkatkan potensi dengan terus berinovasi dan dapat menguasai teknologi. Sehingga mahasiswa mampu berkompetisi dengan perkembangan zaman.

"Sebagai lembaga eksekutif, saya ingin memfasilitasi mahasiswa IAIN Cirebon. Selain itu, juga mampu meningkatkan daya saing mahasiswa kampus setempat, baik di tingkat internal maupun eksternal," harap Rhio.

Namun Rhio juga akan menyesuaikan diri dengan kondisi  saat ini, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.


Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr H Ilman Nafian MAg, juga unsur pimpinan lainnya, serta jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I, dan seluruh panitia pemilihan mahasiswa institut.  

Kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kepemimpinan yang Antusias, Responsif dan Berintegritas, Leadership is Action Not Position” ini diselenggarakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.  (Nur)



Senin, 15 Februari 2021

Dekranasda Kabupaten Cirebon Menerima Kunjungan Dekranasda Kota Prabumulih Sumatra Selatan

FOKUS CIREBON, FC - Ketua Dekranasda Kabupaten Cirebon, Hj. Nunung Roosmini menerima kunjungan Dekranasda Kota Prabumulih Sumatra Selatan di Pendopo Bupati Cirebon Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (15/2/2021). 

Kabupaten Cirebon merupakan kabupaten yang kaya akan Industri kerajinannya. Di antaranya kerajinan Rotan, Batik, Kerang, Gerabah, Topeng, Lukisan Kaca dan lainnya. 

Pelembang sendiri selain terkenal dengan makanan khasnya akan tetapi daerah Palembang juga terkenal dengan kain tenun. Akan tetapi kain tenun dari Palembang ada  keterkaitan sejarah dengan Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, keberadaan kain tenun yang ada di Pelembang itu pada dasarnya berasal dari Cirebon. 

"Jadi ada pengrajin dari Desa Bode Lor Kecamatan Weru (Pasar Caplek) yang merantau ke Palembang dan mengembangkan usaha di sana. Sampai saat ini, di kawasan Tuan Kentang yang merupakan sentra Tenun Palembang para mengusahanya sebagian keturunan Cirebon," Kata Nunung.

Nunung mengatakan, hasil tenun karya orang Cirebon yang dipakai orang Palembang pernah mendapatkan penghargaan Internasional di Amerika yakni Kejuaraan Fasion Week  di Los Angeles. 

"Penghargaan tersebut merupakan karya pengrajin dari Cirebon yang mengkombinasikan Fasion Batik Trusmi dengan kain tenun," katanya. 

Oleh karena itu, kata Nunung, dengan adanya keterkaitan dengan sejarah tersebut, ia berharap bisa ikut mengangkat kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon maupun di Kota Prabumulih atau wilayah Palembang. 

"Kami berharap, ke depan kita bisa bersama-sama mengembangkan kerajinan yang ada dengan kerja sama yang saling menguntungkan," katanya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Hj. Suryanti Ngesti Rahayu Ridho mengatakan, tujuan datang ke Kabupaten Cirebon ini untuk menimba ilmu terkait produk kerajinan. 

Menurutnya, kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon sama persis yang ada di wilayah Kota Prabumulih. Akan tetapi pemasarannya tidak seperti di Kabupaten Cirebon. 

"Kami bersama para perwakilan pengrajin ingin belajar. Karena di Prabumulih ada batik, di Kabupaten Cirebon ada batik juga. Di Cirebon ada rotan, di kita ada kerajinan bambu serta di sini ada kerajinan kerang di kita juga ada cangkang telor. Ada kesamaan di kita juga, sehingga ilmu yang kita dapat dari Kabupaten Cirebon kita akan terapkan di Kota Prabumulih," kata Suryanti. 

Suryanti mengatakan, pihaknya akan belajar bagaimana cara pemasaran produk kerajinan sehingga bisa diterima di pasar baik nasional maupun internasional. 

"Kita belajar bagaimana proses pemasaran dari Kabupaten Cirebon. Karena di Cirebon sudah ekspor kerajinan ke 35 negara. Itu yang membuat kami ingin belajar di Cirebon," katanya. 

Lebih lanjut Suryanti mengatakan, pihaknya selama di Kabupaten Cirebon telah mengunjungi salah satu sentra batik pewarna alami di Ciwaringin. Ia pun tertarik dengan bahan baku yang dipakai untuk pewarna batik. (Nur)


Gagal Dipersyaratan, Bupati Cirebon tak Lolos Skrining untuk Mendapatkan Vaksin Covid-19

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H Imron, M.Ag belum bisa menerima vaksin corona virus disease (Covid-19) setelah dilakukan skrining di PKM Sumber, Kabupaten Cirebon. Hal tersebut karena bupati belum lama dinyatakan sembuh dari terjangkit virus corona.

Imron mengatakan, pada awal 2020, ia terkonfirmasi positif Covid-19, namun tanpa gejala. Sedangkan dalam ketentuan, penerima vaksin bisa didapatkan setelah tiga bulan dinyatakan negatif.

"Padahal pas skrining tadi, semua dalam kondisi baik. Cuma, jarak waktu sembuh sampai mau suntik tadi baru 2,5 bulan, jadi belum bisa," kata Imron saat ditemui di PKM Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (15/2/2021).

Imron mengatakan, dirinya akan divaksin dalam waktu dekat. Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon tersebut bakal menjaga kesehatan, terutama tekanan darah sehingga bisa lolos skrining.

Ia pun mengimbau, kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk tidak takut terhadap kandungan vaksin tersebut karena sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Masyarakat jangan takut, karena ini untuk kesehatan bersama," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Enny Suhaeni, SKM.,M.Kes mengatakan, salah satu syarat untuk mendapatkan vaksin tersebut yakni, sembuh dari Covid-19 paling cepat tiga bulan.

Kemudian, syarat calon penerima vaksin tidak boleh memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) seperti gagal jantung, penyakit ginjal, diabetes miletus, kanker, kelainan darah, dan berbagai macam penyakit lainnya.

"Kemungkinan bapk bupati akan disuntik pada awal Maret 2021. Kondisi kesehatan bapak bupati juga normal, tekanan darahnya juga," katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE.,M.Si menyebutkan, dirinya baru saja mendapatkan vaksin Covid-19 di PKM Sumber. Berdasarkan hasil skrining, ia tidak mengalamai adanya gangguan kesehatan. 

Setelah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19, ia pun tidak mengalami efek samping seperti mengantuk atau pun pegal-pegal seperti orang pada umumnya. "Alhamdulillah saya mendapatkan vaksin," kata Wahyu Tjiptaningsih. 

Rencananya, orang nomor dua di Kabupaten Cirebon ini akan mendapatkan dosis kedua vaksin Sinovac paling cepat 14 hari ke depan atau 2 Maret 2021. (din)