Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 23 Maret 2021

Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, PSGA IAIN Cirebon Siap Bentuk Dewan Etik dan Miliki Kantor UPT

Pemaparan Materi : Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta) tengah memberikan materi tentang kekerasan seksual pada kegiatan workshop studi gender dan anak di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naela Farah, M.Ag berkeinginan memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai wujud pelaksanaan SOP.

UPT ini, katanya, akan dijadikan sebagai tempat atau ruang tersendiri dalam penanganan berbagai laporan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Selain itu, akan dibentuk Dewan Etik yang sistemnya atau sifatnya Ad Hoc. Yakni jika ada laporan kasus kekerasan kita tangani dengan membentuk ad hoc.

"Alhamdulillah, Rektor IAIN Cirebon pada tanggal 19 Nopember 2020 sudah mengeluarkan Surat Peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dan ini sangat diapresiasi oleh semua pihak, kita tinggal menyosialisasikan SOP nya dan membentuk Dewan Etik ketika nanti ada kasus kekerasan seksual. Peraturan ini memang juga anjuran dari Kementerian Agama RI serta Komnas Perempuan," paparnya.

Terkait Komnas Perempuan, lanjut Naela, pihaknya saat itu ikut menghadiri workshop di Jogyakarta bersama Komnas Perempuan, bahwa Komnas Perempuan mempresentasikan  jika Perguruan Tinggi juga rentan dengan kekerasan seksual. Sehingga diharuskan setiap Perguruan Tinggi memiliki SK tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS).

Untuk itu, kata Naela, sebagai bentuk pelayanan, pihaknya sangat berharap segara memiliki kantor pelayanan, yakni UPT. Kantor inilah nanti sebagai tempat penanganan berbagai laporan kekerasan seksual.

"UPT ini sangat penting peranannya sebagai penjabaran dari pelaksanaan SOP, jadi ya PSGA harus segera memiliki kantor pelayanan, UPT ini," tandas Naela kepada fokuscirebon.com pada acara Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)

RSUD Waled Peringati Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke 539 dengan Kegiatan Khitanan Massal

Prosesi khitanan massal di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon disaksikan langsung oleh Bupati Cirebon, H Imron M.Ag, Selasa (23/3/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Memperingati Hari Jadi Ke 539 Kabupaten Cirebon, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled menggelar khitanan massal. Kegiatan tersebut juga dilakukan di RSUD Arjawinangun, Selasa (23/3/2021).

"Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19. Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun,” papar bupati Imron.

Imron menjelaskan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.

Imron menjelaskan, kegiatan khitanan massal tersebut digelar di di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di mana nama yang terdaftar 24 orang di RSUD Arjawinangun dan 39 orang di RSUD Waled. Semuanya adalah  warga Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Dijelaskan, slain khitanan massal,  Pemkab Cirebon juga akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini.

“Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga,” tururnya.

Sementara Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi menyatakan, dari sekitar 24 anak yang ikut  program khitanan massal ini, seluruhnya gratis. Mereka  semua adalah warga Kabupaten Cirebon wilayah barat.

"Selain khitanan massal, kita juga ingin mengadakan pengobatan gratis. Namun karena masih di masa pandemi, program jadi agak sulit dilakulan. Karena kami  menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru,” tuturnya.

Khitanan massal ini, kata Bambang, pihaknya tetap menerapkan prokes dalam pelaksanaannya. (Olan)

PSGA IAIN Cirebon Adakan Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak

Ketua LP2M, didampingi Kepala Pusat Studi Gender dan Anak IAIN SNJ Cirebon pada kegiatan Workshop di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.


FOKUS COREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar workhsop penguatan kompetensi relawan studi gender dan anak, Selasa (23/3/2021), di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, LP2M IAIN Cirebon, Naela Farah M.Ag mengatakan kegiatan workshop ini bertujuan sebagai peningkatan kapasitas relawan dalam rangka memartabatkan kampus IAIN Cirebon dari berbagai kasus gender dan kekerasan anak.

Pihaknya mengaku sudah memiliki SOP bagi penanganan korban, dan SOP ini dalam waktu dekat akan segera  disosialisasikan ke seluruh komponen kampus.

Pada kegiatan ini, lanjutnya, selain mengejar output juga apa yang harus dilakukan, karena targetnya adalah untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan kampus dari kekerasan seksual.

"Jadi inti dari workshop ini adalah untuk mencari atau menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Tim PSGA untuk merealisasikan  program dalam rangka penanganan berbagai bentuk kekekarasan seksual.

Naela Farah juga menyinggung soal kekerasan di lingkungan kampus yang dilakukan melalui survai melalui google form yang disebar ke semua kalangan kampus.

Tim PSGA menemukan terjadinya kekerasan yang bukan saja berbentuk kekerasan seksual tetapi kekerasan verbal yang dialami oleh para mahasiswa di lingkungan kampus.

"Dari hasil suvei ini lalu kami menerbitkan SOP yang langsung ditandatangi Pak Rektor dan SOP tersebut akan segera kami sosialisasikan kepada semua kalangan di lingkungan kampus," tandasnya kepada fokuscirebon.com.

Sementara itu, Ketua LP2M, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan bahwa ini adalah kegiatan Pusat Studi Gender dan Anak yang merupakan di bawah koordinasi LP2M, karena ada tiga pusat yakni pusat gender dan anak, pusat penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat.

Intinya, kegiatan ini agar PSGA memiliki relawan, yakni relawan yang kompeten yang nantinya dapat memberikan advokasi terhadap studi gender dan perlindungan anak.

"Jadi bertujuan untuk memperkuat kompetensi relawan. Inilah tujuan workshop tersebut," ucapnya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Workshop PSGA.

Sementara itu, Workshop dengan tema "Trend Kekerasan Struktural di Masyarakat Jawa Barat, Konseling dan Management Pemulihan Korban Kekerasan Sruktural-Gender," mengahdirkan sejumlah pembicara dari luar kampus, seperti Irma Martam, Psy.MPH (mantan Direktur Pulih Institute Jakarta), kemudian Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta), dan moderator Farida Mahri (Ketua Pengurus Yayasan Wangsakerta Cirebon). (din)

Rayakan Hari Jadi Ke-539 Kabupaten Cirebon, Bupati Hadiri Khitanan Massal di RSUD Arjawinangun

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun menggelar khitanan massal dalam rangka Hari Jadi ke-539 Kabupaten Cirebon di Aula RSUD setempat, Selasa (23/3/2021). 

Kegiatan khitanan massal tersebut dihadiri langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag. 

Menurut Imron, Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam perayaan hari jadi ini dimeriahkan secara sederhana. Sebab, sampai saat ini masih terjadi Pandemi Covid-19. 

"Salah satu kegiatan perayaan hari jadi Kabupaten Cirebon ini adalah khitanan massal di RSUD Arjawinangun," katanya. 

Imron menjelasakan, khitanan massal ini dilakukan di Rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. 

"Kita lakukan khitanan massal di RSUD Arjawinangun sebanyak 24 orang dan untuk RSUD Waled sebanyak 39 orang yang sudah terdaftar. Itu semua warga Kabupaten Cirebon," ujarnya. 

Selain khitanan massal, lanjut Imron, Pemkab Cirebon akan menampilkan sejumlah seni budaya untuk meriahkan hari jadi ini. 

"Nanti ada kegiatan seni budaya, seperti di Kecamatan Suranenggala ada pagelaran seni. Tetapi dilakukan secara virtual karena untuk menekan adanya kerumunan warga," katanya. 

Sementara itu, Direktur RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dr. Bambang Sumardi mengatakan, ada sekitar 24 anak yang ikut program khitanan massal gratis ini. 

"Semua anak yang ikut dikhitan ini semuanya warga Kabupaten Cirebon wilayah barat," katanya. 

Bambang juga menjelaskan, selain khitanan massal, pihaknya ingin sekali mengadakan pengobatan secara gratis. Akan tetapi di masa pandemi ini sulit untuk dilakulan. 

"Kami dari RSUD Arjawinangin inginnya sih ada pengobatan gratis. Akan tetapi kami menghindari kerumunan, sehingga baru bisa khitanan massal saja yang kita lakukan. Itu pun kami tempatkan di gedung yang baru," katanya. 

Ia pun menuturkan, dalam kegiatan khitanan massal ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. 

"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan dalam khitanan massal. Saya tidak menginginkan terjadi penularan di acara ini," kata Bambang. (din)

Sabtu, 20 Maret 2021

Hujan Sebentar, Jalan Cempaka Banjir

Banjir langganan di depan SPBU, Cempaka, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Hujan yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Cirebon, Sabtu (19/3/2021), meluapkan air drainase di sepanjang jalan depan SPBU Cempaka, Kabupaten Cirebon. Akibatnya antrian panjang kendaraan terpaksa menyemut, lantaran air meluap ke jalan.

Banjir di jalan tersebut, oleh sebagian warga setempat dianggap sebagai langganan banjir. Pasalnya, hujan sebentar banjir langsung datang.

"Di sini kerap banjir mas, entah apa penyebabnya, sebab jika hujan datang, air deras pasti meluap ke jalan raya dan jalan pun kerap rusak hingga antrian panjang kendaraan pun terjadi," ujar Maman, warga Cempaka Arum.


Hal senada juga diungkapkan Wawan, banjir yang datang setiap turun hujan ini, sangat dikeluhkan warga. Bahkan pengendara sepeda motor hingga kendaraan roda empat pun ikut mengeluhkannya. 

"Namun sampai sekarang belum ada tindakan dari pihak Pemkab maupun pihak Provinsi terkait banjir tersebut," tandasnya kepada media. (Nur)