Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 20 Agustus 2021

Wali Kota Cirebon Apresiasi Kolaborasi IAIN Syekh Nujati dan TNI-Polri dalam Pelaksanaan Vaksinasi


FOKUS CIREBON, - Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH yang diwakilkan Anda I, H Sutisna SH menyambut baik, bahkan mengapresiasi kolaborasi IAIN Cirebon dengan TNI-Polri dalam Pelaksanan vaksinasi bagi 1200 mahasiswa dan masyarakat. 

Menurut Sutisna, Wali Kota Cirebon selaku Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah, memang tengah gencar melaksanakan vaksinasi Covid 19 dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai virus covid 19. 

Terkait pelaksanaan vaksin di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kata Sutisna, hal itu sesuai dengan apa yang tengah gencar dilakukan pemerintah saat ini. 

Di mana dalam dalam penangan Covid 19 ini ada tiga strategi, yakni Pertama Prokes, Kedua 3T dan Ketiga Vaksinasi.

"Wali Kota Cirebon sangat mendukung terhadap institusi atau komunitas yang melaksanakan vaksinasi dan didukung pula oleh TNI Polri yang memiliki jalur vaksin sendiri untuk membeck-up pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan dinas kesehatan," terang Sutisna.  

Untuk itu, kata Sutisna, dari jumlah 1200 mahasiswa yang divaksin,  paling tidak minggu ini ditargetkan 50 persen bisa tercapai. 

"Kami sampaikan terimakasih kepada IAIN Cirebon yang sudah berkolaborasi dengan TNI-Polri melaksanakan vaksinasi. Semoga target 50 persen Pad minggu ini di Kota Cirebon, tercapai," pungkasnya. (din) 

Hari ini, 1200 Mahasiswa dan Pegawai IAIN Cirebon Divaksin


FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 1200 mahasiswa, pegawai di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan masyarakat sekitar divaksin, Jum'at (20/8/2021).
Kegiatan yang digelar di dalam dan di halaman gedung Ma'had IAIN SNJ Cirebon dihadiri langsung Wali Kota Cirebon melalui Asda 1, Kapolres Cirebon Kota, Korem 063/SGJ Cirebon, Dandim 0614, Danlal dan Dandenpom, serta Warek II dan Warek III, IAIN Cirebon juga Kabiro AUAK IAIN Cirebon.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag melalui Wakil Rektor III, Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa terimkasihnya kepada semua pihak, khususnya TNI-Polri atas terlaksana kerjasama vaksinasi di lingkungan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Warek III ini berharap, kegiatan  kerjasama vaksinasi ini bisa dilanjutkan lagi pada kegiatan yang kedua dan seterusnya, dengan harapan civitas akademika IAIN Cirebon seluruhnya sudah tervaksin.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, SH, MH dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama IAIN Cirebon bersama TNI-Polri atas terselenggaranya kegiatan vaksinasi di lingkungan kampus IAIN SNJ Cirebon.

"Kami memberi apresiasi atas kerjasama ini dan kami sudah siapkan vaksin untuk seluruh komponen di lingkungan kampus, karena target kami adalah sebelum perkuliahan tatap muka dibuka, seluruh mahasiswa sudah divaksin," ujarnya.

Keinginan tersebut disampaikan lantaran tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi covid 19 ini berakhir, sehingga TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan segenap komponen yang ada, akan terus bekerja menyetop dan memutus mata rantai virus covid 19 di Kota Cirebon.

"Alhamdulillah, saat ini grafiknya sudah menurun, tapi kami tetap ingatkan kepada masyarakat dan mahasiwa untuk tetap menjalankan prokes dan jangan sampai nanti pada vaksinasi gelombang tiga malah kembali bertambah, justru harus dijaga bersama dari sekarang agar grafiknya terus menurun," pintanya.

Kapolres juga menyampaikan TNI-Polri dan Pemda Kota Cirebon siap melanjutkan kerjasama vaksinasi ke dua dengan pihak IAIN Cirebon dengan harapan data mahasiswa yang akan divaksin lebih besar jumlahnya dari kegiatan vaksinasi pertama ini.

Sementara itu, kegiatan vaksinasi ini merupakan  rangkaian Dies Natalis ke 56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon -  Vaksinasi Covid 19 untuk 1000 orang terdiri dari keluarga besar IAIN SNJ Cirebon, mahasiswa dan masyarakat sekitar. 

Ketua Satgas Covid 19 IAIN SNJ Cirebon, Dr H Ahmad Yani, M.Ag yang memandu kegiatan kerjasama vaksinasi memberikan penjelasan bahwa selain kegiatan kerjasama vaksinasi ini berjalan lancar, pihak kampus tengah bersiap menjadi UISI. Bahkan ke depan IAIN SNJ Cirebon akan membuka Fakultas Kedokteran. "Insya Allah, mohon doanya bapak ibu semua," terangnya.

Di acara vaksinasi, terlihat motto kegiatan yang terpasang pada sebuah spanduk kegiatan yakni Ikhtiar sehat, keluarga kuat, pendidikan maju, sinergi TNI Polri, Pemkot Cirebon dengan IAIN SNJ Cirebon. (din)


Wabup Cirebon Bagikan Beras dan Masker Ke Para Juru Parkir

FOKUS CIREBON -  Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih,SE,M.Si memberikan masker dan paket sembako kepada 60 Juru Parkir (Jukir) yang ada di Kab. Cirebon, khususnya Jukir yang ada di sekitar Pasar Minggu Palimanan, Arjawinangun dan Jamblang.

Pemberian tersebut di bagikan di dua lokasi yaitu di lokasi sekitar Bank BJP Kcp Palimanan dan sekitar Unit BRI Palimanan, Jum,at 20/08/21.

Pemberian masker dan sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian  Wakil Bupati Cirebon yang memiliki rasa empati, mengingat masa pandemi Covid-19 ini belum jelas kapan akan menjadi endemi, sehingga menimbulkan arus mobilisasi warga yang menggunakan kendaraan berkurang yang kemudian berdampak kepada mengurangnya pendapatan penghasilan bagi para Jukir Kendaraan.

Dengan berkurangnya penghasilan tersebut Hj. Wahyu Tjiptaningsih,SE,M.Si yang akrap disapa Ayu merasa prihatin terhadap para Jukir yang kemudian berinisiatif memberikan paket sembako untuk mengurangi beban hidup mereka.

Ayu mengingatkan kepada para Jukir agar dalam menjalankan tugasnya tetap mengikuti Prokes agar tidak terpapar Covir-19 yang penularannya begitu cepat, sehingga kesehatan para Jukir dan masyarakat tetap terjaga.

“Saya memberikan bantuan berupa masker dan beras sebanyak masing-masing 5 kg dan mengimbau kepada para Juru Parkir dalam menjalankan tugasnya agar tetap menjalankan Prokes, salah satunya jangan lupa memakai masker, sehingga kesehatan mereka tetap terjaga,”tutur Ayu.

“Jangan lupa prokes ya, pakai masker, jaga kesehatan dan salam buat keluarga,” pungkasnya. (Heri)

Komisi I DPRD Kota Cirebon Berikan Empat Rekomendasi Bagi Penunjang Rencana kerja DPMPTSP

FOKUS CIREBON - Komisi I DPRD Kota Cirebon dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon membahas rencana kerja tahun 2022, Jumat (20/8/2021), di ruang serbaguna gedung DPRD Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I, Tunggal Dewananto mengatakan, ada empat rekomendasi yang diberikan untuk menunjang rencana kerja DPMPTSP di tahun mendatang, yakni pemindahan kantor karena kondisi gedung yang dinilai kurang representatif, sehingga pelayanan kurang nyaman.

“Kedua, DPMPTSP juga harus memiliki mal pelayanan publik dalam satu gedung. Ini bisa saja diantisipasi dengan menyewa di mal atau lainnya. Karena DPMPTSP merupakan etalase Kota Cirebon. Bagaimana investor tertarik jika kantornya tidak nyaman,” ungkapnya.

Selanjutnya yang ketiga adalah persoalan regulasi, yakni peraturan daerah. Menurut politisi PPP tersebut, belum ada regulasi yang secara mendetail membahas Online Single Submission (OSS) berbasis risiko atau OSS Risk Based Approach (RBA), misalnya terkait Rencana Detail dan Tata Ruang (RDTR) digital dan teknis perizinan.

“Bakal berimplikasi hukum apabila dinas mengeluarkan izin, tetapi tidak dasari dengan regulasi baku yang ada di daerah. Memang ada perda lama, tapi belum ada revisi mendetail terkait OSS RBA,” ungkap pria yang akrab disapa Dewa.

Sedangkan rekomendasi keempat, kata Dewa, dukungan anggaran yang untuk menunjang semua pelayanan. “Dari ajuan yang diusulkan sebanyak Rp9,5 miliar, tapi yang terakomodir hanya Rp8,5 miliar. Secara ideal, angka yang diajukan juga kurang, tapi dinas memasang sesuai dengan ketersediaan anggaran yang tersedia,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP, Icip Suryadi SSos MM mengatakan, dalam rangka memberikan pelyanan terbaik pada masyarakat, terutama penerapan OSS RBA perlu ditunjang lebih baik dengan perlatan yang canggih dan kapasitas internet yang baik.

“Karena kita kerjanya memantau perkembangan investasi yang masuk di Kota Cirebon. Berapa perusahaan yang masuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi teknis untuk pengawasan, pengendalian dan pembinaan,” ujarnya.

Perihal OSS RBA, lanjut Icip, sistem ini terdiri tiga risiko, yakni rendah, menengah dan tinggi. Indikator dari setiap resiko tergantung jenis usaha dan permodalan.

“Jadi misalnya ada perusahaan yang ingin investasi, mereka akan mengunggah semua dokumen di sistem OSS RBA. Kemudian sistem yang akan menentukan perusahaan tersebut masuk risiko rendah, menengah atau tinggi,” jelasnya.

Saat ini, kata Icip, DPMPTSP memang sudah menggunakan OSS RBA, namun belum rapi dan menyesuaikan pelaksanaan di daerah, termasuk belum ada aturan baku terkait sejumlah layanan dalam sistem OSS RBA.

“Sebagai contoh, layanan sistem informasi bangunan gedung (SIBG) milik pemerintah pusat. Namun saat ditanya ke pegawai di bagian IMB, ternyata belum terintegrasi dengan kita, bahkan orang pemerintah pusat mengakui itu,” kata dia.

Sedangkan perihal kantor DPMPTSP, Icip mengaku, selama ini memang kantornya paling kecil dibanding dengan daerah lain.

“Dulu sudah pernah diajukan ke BPPPPD (Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, red). Karena kita juga sebenarnya ingin mengikuti perkembangan, memiliki gedung yang representatif dan nyaman,” katanya. (din)

Kamis, 19 Agustus 2021

Pusdiklat Tenaga Administrasi Bekerjasama IAIN Cirebon Selenggarakan Pelatihan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi tempat kegiatan Pelatihan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pelatihan ini merupakan Kerjasama Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan IAIN Cirebon, Kamis (19/8/2021).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 pegawai di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi peserta pelatihan. Mereka terdiri dari unsur dosen, Warek, Pranata dan pegawai tenaga administrasi.

Pelatihan yang sedianya berlangsung sekitar 9 hari, di mulai sejak tanggal 19 sampai dengan 27 Agustus 2021. kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, M.Ag.

Panitia Penyelenggara Kegiatan Pelatihan, Agus Wardono, dari Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat  Kementerian Agamar RI, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan teknis ini merupakan kerjasama pihaknya dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh peserta dan pihak peyedia tempat.

"Untuk peserta wajib mempunyai sertifikat vaksin, sedang penyedia tempat, Lab yang dimiliki harus memenuhi standar, termasuk computer atau laptop yang nanti dipakai sebagai tempat ujian peserta pelatihan ini, kemudian kegiatan yang digelar tetap menjalankan protokol kesehatan" katanya.

Agus Wardono juga menyampaikan, terkait kegiatan kerjasama ini, didasari dari usulan pihak IAIN yaitu priorits barang dan jasa, yakni tindaklanjut dari yang tidak lulus sebelumnya, sehingga diulang kembali tahun ini.

Sementara untuk narasumber, ada dari praktisi LKPP, Widya Suara Pusdiklat, pejabat struktural dan lainnya.

"Kegiatan pelatihan ini digelar sejak tanggal 19 sampai 27 Agustus 2021, dan nanti hari Jum'at akan ada ujian dari pihak LKPP. Namun untuk ujian tersebut ada persyaratannya yakni harus ada Lab dan laptop sejumlah peserta dalam kondisi non virus. Jadi nanti semuanya dicek oleh LKPP, kalau ternyata tidak sesuai bisa kena pinalti," terangnya.


Agus Wardono juga menambahkan, bahwa kegiatan pelatihan selama 9 hari ini, diisi dengan sejumlah materi dan bagi peserta yang lulus akan diberikan sertifikat. 

"Ya, kami harapkan pihak IAIN Cirebon sudah menyiapkan Lab sesuai dengan persyaratan yang ada dan nanti peserta yang lulus ujian akan memperoleh sertifikat dan sertifikat tersebut dapat dipergunakan untuk bisa menjadi PPK, jadi sangat penting keberadaan sertifikat tersebut. Jadi saya doakan semoga 30 peserta ini bisa lulus semua," harapnya. (din)