Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Agustus 2021

Pemda Kota Cirebon Berupaya Tekan Kemiskinan

FOKUS CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan berupaya maksimal untuk menekan angka kemiskinan. Pandemi Covid-19 berdampak pada naiknya angka kemiskinan di Kota Cirebon.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai mengikuti Rakor Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan di Wilayah Jawa Barat secara virtual ruang kerjanya, Selasa, 24 Agustus 2021 menjelaskan pandemi Covid-19 telah menyebabkan kenaikan warga miskin di Kota Cirebon. 

“Berdasarkan arahan tadi, kita akan fokus untuk menekan angka kemiskinan. Termasuk di Kota Cirebon,” tegas Eti.

Namun, lanjut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa sendiri. Untuk penanggulangan kemiskinan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak. “Termasuk tentang mengenai pembiayaan,” ungkap Eti. 

Pemda Kota Cirebon akan mengupayakan pembiayaan baik dari APBN maupun APBD provinsi Jawa Barat untuk menambah pembiayaan penanggulangan kemiskinan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.IP., M.Si., menjelaskan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) diketuai oleh seluruh wakil kepala daerah. “Di Kota Cirebon diketuai oleh bu Wakil Wali Kota,” ungkap Iing.

Pandemi Covid-19, lanjut Iing telah menyebabkan naiknya angka kemiskinan di Kota Cirebon. “Naik 9,52 persen dari tahun sebelumnya,” ungkap Iing. 

Padahal tingkat kemiskinan di Kota Cirebon sebelumnya ditargetkan hanya 8,5 persen. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah ntuk penanggulangan kemiskinan serentak di Jabar, termasuk di Kota Cirebon.

Namun secara khusus Iing menekankan agar updating data kemiskinan diperkuat. Sehingga saat ada masalah sosial, penyajian data yang sudah bagus dan tepat dapat mempercepat penyaluran bantuan untuk masyarakat yang memang membutuhkan.

Sementara itu kepala bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon, Aria Dipahandi, menjelaskan untuk permasalahan data, Kota Cirebon sudah melakukan sinkronisasi dan updating. 

“Kita sudah siap jika Kemensos memerlukan data baru atau data yang akan dimasukkan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ungkap Aria.

Untuk bantuan sosial, lanjut Aria, Pemda Kota Cirebon sudah mengambil kebijakan agar warga tidak menerima bantuan yang sama berkali-kali.

“Kita sudah mencoba agar yang sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov dan Kota Cirebon tidak beririsan dengan bantuan dari Kemensos,” ungkap Aria. Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa yang menerima bantuan hanya orang-orang itu saja.

Pandemi Covid-19, lanjut Aria, telah menyumbang pada bertambahnya angka kemiskinan di Kota Cirebon. Bahkan 11 variabel yang membuat seseorang dimasukkan ke DTKS kini mengalami pergeseran. “Seperti kata pak Gubernur, ada orang miskin baru,” ungkap Aria.

Sehingga sekalipun orang tersebut memiliki rumah dan kendaraan, namun karena terkena PHK membuat dirinya tidak mampu lagi mencukupi kebutuhannya.

Ke depannya Aria juga sepakat bahwa untuk penanggulangan kemiskinan data ini harus diperkuat.

“Karena data itu sifatnya dinamis,” ungkap Aria. Sehingga harus betul-betul diperhatikan pergerakan data ini. “Jika data kuat dan konkrit, kebijakan yang diambil Pemda Kota Cirebon juga tepat,” ungkap Aria. (din) 


Senin, 23 Agustus 2021

Kabupaten Cirebon Bidik Lima Besar di STQH XVII 2021

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs, H. Imron, M.Ag op6timistis peserta STQ Kabupaten Cirebon mampu meraih peringkat lima besar dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) XVII/2021 tingkat Provinsi Jawa-Barat. 

Hal tersebut diungkapkan seusai acara pelepasan peserta STQ Kabupaten Cirebon di Hotel Koening Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung,  Senin (23/8/2021). 

Menurutnya, kemampuan para peserta STQ dari Kabupaten Cirebon sangat diperhitungkan di wilayah Jawa-Barat. Sebab,  Kabupaten Cirebon merupakan basis  Pondok Pesantren di Jawa Barat. 

"Kita harus optimistis juara, Cirebon itu selalu dipandang oleh para peserta daerah lain karena basis Pondok Pesatren. Jadi kita optimistis STQ tahun sekarang membawa predikat lebih baik," kata Bupati Imron. 

Imron mengatakan, pada STQ tahun 2018 Kabupaten masuk peringkat 10 besar dari 27 kota/Kabupaten di Jawa-barat. Karena Pandemi Covid-19 selama dua tahun STQ baru diadakan kembali pada 2021. 

"STQ pada 2018 Kabupaten masuk peringkat ke-7 dan MTQ tahun 2020 peringkat ke-16. Sehingga  keberhasilan para peserta STQ dilihat dari potensi para peserta itu sendiri serta para pembina dalam membina," ujarnya.

Sementara itu, Ketua  LPTQ Kabupaten Cirebon sekaligus Asisten Pemerintah dan Kesra Setda, Drs. H. Asdullah Anwar, MM mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyaringan para peserta STQ Kabupaten Cirebon. 

"15 orang tersebut merupakan orang pilihan yang akan ikut lomba STQ tingkat Jabar  di Bandung. Mereka lolos seleksi tingkat kecamatan," katanya. 

Asdullah mengungkapkan, dalam pembinaan idealnya para peserta STQ maupun MTQ dilakukan selama satu tahun. Bahkan menurutnya dengan waktu lama diharapkan hasil yang didapat akan lebih maksimal. 

"Misalnya pembinaan selama satu tahun, untuk STQ atau MTQ tahun 2022, setidaknya tahun 2021 ini sudah dilakukan pembinaan dan pelatihan. Saya yakin nanti saat perlombaan kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan minimalnya dua besar dan masuk lima besar tingkat Jawa Barat," ungkapnya. (Indah) 

Dua Belas Ribu Lebih Mahasiswa IAIN Cirebon Ditarget Vaksinasi Sebelum Kuliah Tatap Muka Dibuka

FOKUS CIREBON,  FC -  Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasisaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Ilman Nafi'a M.Ag menyatakan sebanyak 12.000 lebih mahasiswa IAIN SNJ Cirebon ditarget vaksinasi sebelum kuliah tatap muka, Jum'at (20/8/2121).

Ilman memastikan program tersebut akan berjalan, karena saat ini saja sekitar 1000 an mahasiswa dalam program kerjasama IAIN bersama TNI-Polri tengah di vaksin. 

"Ya, Polres Cirebon Kota belum lama ini juga memvaksin para aktivis mahasiswa, melalui organisasi kemahasisaan masing-masing, baik HMI, GMNI maupun PMI dan lainnya, dan kerjasama vaksinasi Polres dengan IAIN Cirebon akan dilanjut pada kegiatan yang sama dikegiatan vaksinasi berikutnya," terang Ilman. 

Ilman juga menegaskan, sebelum kuliah dibuka (tatap muka), seluruh mahasiswa sudah divaksin. "kampus akan lakukan ini, agar seluruh civitas akademika sudah seluruhnya divaksin," ujarnya. 

Ilman menjelaskan, upaya bertahap vaksinasi sudah dilakukan pihak TNI-Polri, yakni Polres Cirebon Kota melalui sejumlah aktivis mahasiswa melalui sejumlah organisasi kemahasiswaan. 

"Alhamdulillah, sudah dilakukan kepada para aktivis mahasiswa, melalui organisasi kemahasiswaan, sehingga jumlah yang sudah tervaksin terus meningkat dan kami targetnya sebelum tatap muka dimulai semua diharapkan sudah tervaksin," tandas Ilman. (indah) 

Jumat, 20 Agustus 2021

Pemkab Cirebon Salurkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan sembako untuk sejumlah warga kelompok penyandang disabilitas. Penyerahan tersebut dilakukan di Gedung PCNU, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/8/2021).

Bantuan yang berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu diberikan kepada 60 penyandang disabilitas. Pemberian secara simbolis dilakukan Bupati Cirebon,  Drs. H. Imron MAg dan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Iis Krisnandar.

Masing-masing paket sembako terdiri dari 150 kilogram beras, 4 dus mie instan, 4 liter minyak goreng, 8 susu kental manis, 4 bungkus garam, 4 kilogram gula pasir, 4 kilogram kacang, 4 kilogram gula merah, 4 botol kecap, 4 kaleng kornet, dan 4 kaleng sardeng.

Bupati Cirebon mengatakan, bantuan ini diberikan untuk meringankan masyarakat di tengah pandemi covid-19. Selain berisiko tertular virus corona, kelompok tersebut secara nyata juga terdampak ekonomi.

"Bentuk perhatian kami kepada mereka. Meskipun bantuan ini tidak banyak, setidaknya meringankan," ujarnya di Gedung PCNU Kabupaten Cirebon, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/8/2021).

Bupati Cirebon mengimbau, kepada masyarakat yang memiliki harta lebih diminta untuk membantu masyarakat terdampak secara ekonomi.

Menurutnya, negara dan daerah bakal maju, kalau ada empat faktor, pertama ilmunya ulama, dermawannya orang kaya, doanya fakir miskin, dan adilnya pemimpin. "Kalau empat unsur ini dilakukan, masyarakat Kabupaten Cirebon akan sejahtera," tuturnya. (Nur)

Mahasiswa UMC Lakukan Kegiatan KKM Sosialisasi Budaya di Kelurahan Gegunung

FOKUS CIREBON, FC  FUniversitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sedang mengadakan kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertemakan tentang 'Desa Wisata'. Kegiatan tersebut dilakukan selama 1 bulan penuh di Kecamatan masing-masing atau sesuai domisili mahasiswa.

Salah satu kelompok KKM UMC, yaitu kelompok 22 Sasageyo, menggelar acara Sosialisasi Media yang ditujukan kepada masyarakat Kelurahan Gegunung Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Jum'at (20/8).

Acara tersebut berlangsung di Aula Makam Pesarean, karena sekaligus memperingati jatuhnya tanggal 10 Muharram. 

Wahyu Dwipangga, sebagai Ketua kelompok KKM 22 Sasageyo, menjelaskan bahwa pentingnya mahasiswa turut serta dalam tradisi rutin kelurahan gegunung, sekaligus melakukan Sosialisasi Media, agar masyarakat lebih memahami pentingnya media sosial di jaman sekarang.

"Sasageyo sendiri diambil dari judul lagu anime Jepang yang artinya adalah berjuanglah, korbankanlah, seluruh jiwa raga dan hatimu. Saya harap semangat dan perjuangan kami sama seperti nama kelompok kami," jelas Wahyu.

Ririn Risnawati, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengatakan, kegiatan KKM yang dilaksanakan kelompok Sasageyo memang bertujuan untuk melestarikan budaya Kelurahan Gegunung, salah satunya adalah pembuatan Bubur Suro yang dilakukan setahun sekali.

"Kegiatan ini memang sengaja dilakukan oleh mahasiswa, karena bertepatan pada tanggal 10 Suro, yang biasa diperingati oleh warga Kelurahan Gegunung untuk membuat Bubur Suro. Selain itu saya juga berterimakasih kepada anak-anak, semoga bisa lebih berpartisipasi lagi dalam melestarikan kebudayaan masyarakat Gegunung," ujar Ririn.

Hasan, selaku Kuncen Makam Pesarean memaparkan, Makna dari pembuatan Bubur Suro pada 10 Muharam ini adalah untuk memberi makan orang yang sudah berpuasa.

"Setelah berpuasa biasanya kita tidak boleh langsung memakan makanan yang keras-keras, oleh karena itu bubur adalah makanan yang telat agar tidak merusak pencernaam kita," paparnya.

Lurah Gegunung, Abdul Roup berharap, adanya KKM Mahasiswa Kelompok Sasageyo bisa lebih meningkatkan kebudayaan Kelurahan Gegunung dan mempublikasikan ke khayalak.

"Saya berharap mahasiswa UMC dapat melestarikan kebudayaan Kelurahan Gegunung dan mempublikasikan ke masyarakat luas," pungkas Roup. (Indah)