FOKUS CIREBON - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menggelar Assesment Lapangan (AL) pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 12 Desember 2021
Tingkatkan Mutu dan Layanan Pendidikan, BSA IAIN Syekh Nurjati di Assesment Daring BAN-PT
Wakil Gubernur Jawa Barat, KH.Uu Ruzhanul Ulum Hadiri Tahfizh Award 2021
FOKUS CIREBON - Pengurus Cabang (PC) Jamiyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kabupaten Cirebon dan Koordinator Program Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha) Kabupaten Cirebon menggelar acara Tahfizh Award 2021.
Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat KH.Uu Ruzhanul Ulum itu berlangsung di Hotel Apita Kota Cirebon. Minggu, (12/12/21).
KH. Ainur Rofiq, selaku perwakilan dari PC JQH NU Kab. Cirebon mengatakan, acara ini merupakan salah satu upaya PC JQH NU Kab. Cirebon untuk memberikan apresiasi bagi penghafal al-qur'an.
"Khususnya apresiasi ini diberikan kepada penerima beasiswa Sadesha dan santri binaan kategori pemberdayaan," katanya.
Menurut Kiai Rofiq, Hari ini sekitar 21 Hafizh Hafizhah binaan Sadesha terbaik di Kab. Cirebon menerima penghargaan.
"Saya berharap semoga semuanya bersama-sama mendoakan semoga santri binaan Sadesha di Cirebon mendapatkan ilmu manfaat, dijaga hafalannya, sehingga menjadi kader hafizh terbaik dan juga kader Sadesha terbaik di Cirebon khususnya Jabar," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah (PW) JQH NU Jabar, KH. Cecep Abdullah sangat mengapresiasi Tahfizh Award 2021.
"Acara ini tak lepas karena Kab.Cirebon dipenuhi dengan orang-orang kreatif, aspiratif, dan tentunya ini adalah pembuktian dari Kiai dan Santri yang tidak hanya di pesantren saja, tapi mempunyai berbagai gerakan signifikan," ujarnya.
Kegiatan ini, kata Kiai Cecep, merupakan kegiatan yang berawal dari inisiatif program unggulan Gubernur yg didampingi Kiai Uu Ruzhanul Ulum.
"Sadesha sudah memiliki 6000 Hafizh Hafidzhah. Kiai yang terlibat pada program Sadesha baik kategori Pemberdayaan maupun Beasiswa tentunya ini merupakan langkah yang akan berkembang dari tahun ke tahun, dengan cara seperi ini Jabar akan terang benderang oleh cahaya Qur'an," ujar Kiai Cecep.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak ada di daerah lain, hanya ada di Jabar dan tepatnya di Kab. Cirebon.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar KH. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dalam sambutannya bahwa sektor pendidikan masih prioritas di Jabar. Karena menurutnya pendidikan merupakan pilarnya bangsa dan negara.
"Negara bisa terhormat karena pendidikannya hebat. Begitupun sebaliknya, jika pendidikannya di bawah kurang hebat, prestisnya pun turun, dan tidak dihargai negara luar," tegasnya.
Maka dari itu, lanjut Kiai Uu, Jabar harus memiliki SDM yang unggul, yang juara, hebat. Akan tetapi Pemprov Jabar bukan hanya mendorong warga hebat di pendidikan duniawi, tetapi Pemprov Jabar juga mendorong rakyat memiliki SDM hebat yang bersifat uhrowi.
"Makanya Jabar mengusung tagline Jabar Juara Lahir Batin, atau Jabar Juara Dunia Akhirat," sambungnya.
Ia menegaskan, pemimpin yang mendorong pendidikan bersifat duniawi saja itu wajar dan biasa tidak aneh. Akan tetapi, kata dia, seorang pemimpin mendorong memberikan perhatian kepada rakyat di samping pendidikan duniawi dan akhirat itu baru pemimpin luar biasa dan hebat.
"Pak Ridwan Kamil membuktikan dengan Perda pesantren yang baru ada di Jabar, karena itu pemerintah harus memberikan penyuluhan, pemberdayaan dan pembiayaan Pesantren di Jabar," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Kiai Uu, program lainnya, ada English for Ulama, Satu Pesantren Satu Produk yang akan mendapatkan 750 juta apabila menang dan murni itu bantuan.
"Mana ada ulama disuruh dakwah di luar negeri, dibekali bahasa Inggris, hanya di Jabar yang paripurna di segala bidangnya," tegasnya.
Ia berharap ke depan ada sinergitas antara ulama dan umara lewat program seperti ini.
"Ada beberapa tantangan yang sulit dihindari dan sulit diabaikan pada kehidupan yang sesuai kondisi dan zaman. Tantangan itu diantaranya kelompok yang kerap mengadu domba supaya masyarakat Indonesia atau Jabar ini pecah yang mengatasnamakan Agama, Ormas, Suku atau kelompok," katanya.
Kemudian, lanjut Wagub Uu, lahirnya Radikalisme. Bukan hanya mengatasnamakan Agama, Radikalisme saat ini mengatasnamakan Suku, Ormas, atau Kelompok. Mereka menghalalkan cara demi tujuannya tercapai, melanggar Agama, Norma, sehingga Radikalisme tetap tumbuh di Jabar.
"Tantangan lainnya yakni Narkoba. Sekarang ancaman Narkoba tidak hanya di Kota Besar, tapi juga di pelosok Desa," ujar Wagub.
Selain itu, ancaman lainnya dari kemajuan dunia digital. Darinya banyak dampak negatif, tak jarang terjadi permusuhan yang mengatasnamakan dirinya paling baik sehingga terjadi perpecahan.
"Saya berharap kelompok Hafizh Hafizhah ini bersama Pemprov untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin," imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan kali ini adalah salah satu solusi atau cara bersama keluarga besar Nahdliyin dalam rangka menuju Jabar Juara Lahir Batin. "Memang hanya diikuti 900 orang, tapi saya yakin akan ada efek domino kemanfaatan dan kemaslahatan nya," ujarnya.
Selain itu juga kata Uu, kegiatan semacam itu akan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengamalkan isi kandungan al-Qur'an.
"Kegiatan Tahfizh Award ini akan membawa maslahat tidak hanya pribadi tapi juga bagi Cirebon dan Jabar," tandasnya. (Nis/fas)
Jumat, 10 Desember 2021
"Ngunduh Mantu" Sapta dan Widi Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat
FOKUS KAB CIREBON - Kabupaten Cirebon sejak beberapa bulan terakhir ini tidak mengalami lonjakan kasus Corona virus disease 2019 atau Covid-19. Daerah tersebut kini berada di level 2 pada perpanjangan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.
Berbagai kegiatan masyarakat bisa kembali digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
Seperti halnya resepsi pernikahan atau walimatul ursy yang menerapkan protokol kesehatan dan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya. Walimatul ursy dilaksanakan di Ballroom Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (10/12/2021).
Acara tersebut merupakan "ngunduh mantu" pernikahan anak dari Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, yakni Muhammad Sapta Rengga Rosyadi S.T. (Sapta) dengan Widi Setya Anjani S.IP (Widi).
Ketua Pelaksana Walimatul Ursy Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengatakan, hajatan ini sifatnya privat atau pribadi.
"Tidak berkaitan erat secara langsung Pak Imron sebagai bupatinya. Sebagai pribadi, Pak Imron mengundang ASN dan tokoh masyarakat di Kabupaten Cirebon," ujar Hilmy yang juga merupakan kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Jumat (10/12/2021).
Hilmy menambahkan, acara resepsi pernikahan tersebut mulai dilaksanakan pada siang hari mulai pukul 14.00 WIB.
Menurut Hilmy, dalam acara tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sudah dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon dan teknis pelaksanaan protokol kesehatannya ditangani langsung dari Dinas Kesehatan, Satpol PP dan BPBD.
"Mohon maaf kalau tidak bisa mengundang semua teman atau sahabat Pak Imron karena ada batasan jumlah tamu undangan yang harus dipatuhi, " katanya.
Dalam sambutannya Ketua Pelaksana Bapak Dr. H. Hilmi Rivai, M.Pd mengatakan, "Mudah-mudahan, mempelai yang menikah ini diberikan keberkahan dan diberi kemudahan dalam berumah tangga," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Sartono mengatakan, acara "ngunduh mantu" tersebut, ada satu sisi yang penting menjadi syarat utama sehingga izin bisa dikeluarkan yakni dari sisi penerapan protokol kesehatan.
"Karena bagaimanapun setiap hajatan pasti menimbulkan kerumunan. Salah satu strateginya bagaimana memecah kerumunan dalam suatu hajatan yakni dengan dibagi tiga sesi, sesi pertama hari Jumat jam 14.00 sampai 15.30 WIB, kemudian sesi kedua, jam 16.00 sampai jam 17.30 WIB dan sesi ketiga jam 19.00 sampai 20.00 WIB," ujarnya.
Menurut Sartono, jumlah undangan kita sesuaikan dengan kapasitas ruangan. Setiap sesi akan ada 450 orang dan ditambah dari keluarga dan panitia yang stand by di ruangan sebanyak 50 orang.
"Jadi setiap tamu diberikan waktu 2 jam setiap sesi. Kemudian kita memastikan orang yang masuk ruangan dalam keadaan sehat termasuk keluarga tuan hajat dan panitia," katanya.
Untuk memastikan semua sehat, pihaknya pada H-1 melakukan swab antigen kepada semua panitia dan keluarga.
"Setelah swab antigen dilarang keluar kota. Sehingga panitia dipastikan H-1 aman hingga hari H dalam keadaan sehat," ungkapnya.
Sartono menambahkan, untuk proses penerimaan tamu, panitia mewajibkan tamu untuk undangan.
"Mulai pintu masuk nanti ada petugas skrining diukur suhu tubuh, kita berikan hand sanitizer, dan ada yang mengatur dan akan ada tempat transit sehingga tidak ada antrian panjang," ungkapnya.
Menurutnya, tamu yang telah dicek suhunya normal bisa langsung masuk Hall B, kemudian kalau sudah selesai mereka keluar di Hall A, waktu hanya 2 jam dan panitia mengawasi di dalam.
"Kalau ada tamu suhunya lebih dari 37 kita amankan dulu, disuruh transit barangkali takutnya kepanasan saat naik motor. Kalau tetap masih tinggi kita lakukan swab antigen kita siapkan ada mobil tim evakuasi. Kalau suhu lebih 37,5 nanti kita swab antigen , kalau hasilnya negatif kita pulangkan dan dipantau selama 5 hari. Kalau hasilnya positif kita lakukan swab PCR . Kita berikan surat rujukan dari puskesmas. Ini upaya kita antisipasi penularan," paparnya.
Menurut Sartono, yang di dalam dipersilakan makan yang sudah diatur panitia. Tamu tidak boleh memegang alat makan sendiri, semuanya sudah dipegang oleh cathering, tempat duduk juga diberi jarak. Tamu undangan juga tidak boleh salaman sama tuan hajat.
Ditambahkan Sartono, semua undangan discan barcodenya dan bisa diketahui jumlah orang yang ada di dalam gedung.
"Misalkan di dalam ada 400 orang, kapasitas 450, kita bisa masukan 50 orang. Yang diluar ditahan dulu.
"Selama di dalam nanti ada yang mengingatkan tidak boleh membuka masker di dalam gedung. Kalau sudah habis waktunya nanti kita ingatkan," tegasnya. (din)
Jalin Kerjasama, YBM PLN Bersama IAIN Cirebon Tandatangani Perjanjian Kerjasama Beasiswa Cahaya Pintar Tingkat S1
FOKUS CIREBON - Kabar gembira, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mendapat kepercayaan pihak luar terkait bantuan beasiswa. Kali ini datang dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN, dan langsung melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama beasiswa cahaya pintar S1, di ruang rektorat, kampus setempat, Jum'at, (10/12/2021).
Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam sambutannya mengawali dengan ucapan selamat datang kepada para rombongan YBM PLN yang datang berkunjung ke kampus IAIN Cirebon.
"Ini suatu kebahagiaan tersendiri karena datang dengan bawa berkah, dan mudah mudahan bisa memberikan asupan gizi bagi mahasiswa mahasiswi IAIN dalam menimba ilmu di kampus tercinta ini," kata rektor.
Bantuan beasiswa ini, kata rektor, tentu sangat membantu, karena kampus IAIN Cirebon merupakan perguruan tinggi yang paling murah. Karena kita masih memasok UKT 1, UKT 2 dan UKT 3, di mana per semester mahasiswa hanya Rp 400.000 per semester.
Ditambah kita harus mengeluarkan biaya beasiswa yang diambil dari APBN yakni dari belanja kita di kampus itu kurang lebih Rp 9 miliar, untuk menanggulangi mahasiswa mahasiswi yang belajar di IAIN.
"Tentu ini dengan berbagai bentuk beasiswa, baik KIP, prestasi non akademik yang menitikberatkan kepada keahlian di luar akadamik, itu sekitar Rp 9 miliaran. Jadi memang tetap kalau beasiswa ini diberikan kepada anak bangsa yakni IAIN yang mahasiswa mahasiswinya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah," paparnya.
Ditambah lagi di masa pandemi ini, mahasiswa diberikan keringanan untuk membayar UKT. "Jadi kalau UKT dikurangi sekian persen jadi tidak lengkap lagi membayar Rp 400 ribu. Apalagi mahasiswa yang tengah menyusun skripsi yang sudah di ACC oleh dosen pembimbing, itu dipotong 50%, jadi mahasiswa hanya membayar UKT sebesar Rp 200 ribuan," jelas Sumanta.
Kendati demikian, kata rektor, mahasiswa mahasiswi kita tidak berkecil hati, hal itu dapat kita lihat dari prestasi-prestasi yang diraih, baik tingkat lokal, tingkat regional maupun tingkat nasional. Baik di bidang olah raga, bidang seni, dalam bidang akademik karya ilmiah, yang itu memperlihatkan bahwa betapapun kondisi mahasiswa dan mahasiswi kita seperti ini, tetapi prestasinya sangat baik dan bagus.
Begitu juga tak kala berkompetisi untuk melanjutkan S2, S2 ini bukan hanya universitas di dalam negeri, dan di lingkungan PTKIN saja, tetapi juga bisa melanjutkan ke UGM, ke UPI, UNPAD dan menyebar dan juga bisa melanjutkan ke Timur Tengah atau Eropa.
Sementara dari pihak YBM PLN, Mirza, Ketua III Bidang Koordinasi Kerjasama Strategis menyatakan, yayasan ini dibentuk awalnya dari lazisnya PLN, kemudian murni pendanaannya dari zakat profesi karyawan
"Jadi dipotong setiap bulannya, kemudian kita salurkan ke dalam beberapa pilar, salah satunya adalah pilar pendidikan dan juga pilar ekonomi, kesehatan, dakwah dan sosial kemanusiaan. Termasuk saat ini tim kami juga ada yang sedang beroperasi di Semeru. Kami punya tim rescue di sana," terangnya.
Khusus terkait pendidikan, lanjut Mirza, selama ini memang kita belum banyak berkiprah ke daerah, ke kota-kota di bawah provinsi. Karena kebetulan program pendidikannya selama ini ke kampus kampus maupun sekolah sekolah di level provinsi.
"Di akhir tahun ini, setelah kami berdiskusi lebih jauh, mencoba mengembangkan ke beberapa kota, kabupaten maupun kota. Itu kami berharap justru di sanalah sebenarnya basis yang kuat di mana kami harus masuk. Ini sesuai sebagaimana yang tadi diceritakan bapak Warek dan Bapak Rektor IAIN Cirebon dan terimakasih kami mendapatkan informasi tersebut," terangnya.
Mirza juga menjelaskan, bahwa sampai dengan akhir tahun program, pihaknya sudah menjalin kerjasama sebanyak 35 kampus.
Di luar beasiswa pendidikan, juga kami memiliki program di luar pendidikan, ada pemberdayaan ekonomi dan lainnya, ini masih terbuka lebar untuk kerjasama, ini mungkin di pengabdian masyarakat dan bisa kerjasama dengan pihak yayasan.
"Jadi sekali lagi, kami ucapkan terimakasih kepada pihak IAIN Cirebon dengan kerjasama ini, karena kami bisa menemukan partner yang baik dan kedepan kita bisa kembangkan lagi di luar yang beasiswa," tandasnya. (din)
Kamis, 09 Desember 2021
Wakil Wali Kota Cirebon Hadiri Penutupan Festival Topeng
FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati hadiri penutupan topeng Cirebon pada Pekan Kebudayaan Daerah Kota Cirebon tahun 2021 sangat meriah dan pukau penonton. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nyimas Rarasantang, Kota Cirebon, berlangsung pada Rabu, 8 Desember 2021.










